
Lili, masih menyelesaikan satu lagu terakhir yaitu yang berjudul Gereja Tua
Setelah menyanyikan lagu dia duduk di tepi panggung yang menghadap ke depan para tamu undangan,dan seseorang memberikan bunga padanya.
belum lama dia duduk tiba-tiba seseorang menarik tangannya, Lili hampir teriak karena kaget, dia melihat ternyata yang menarik tangannya adalah asisten Lion. Lili beranjak mengikuti Lion lewat belakang panggung.
"Apa yang kamu lakukan di sini Lion" tanya Lili.
"Seharusnya aku yang bertanya kenapa kamu bisa ada disini nona"?...Lion menatap tajam.
"Apa nona sudah lupa dengan peraturan yang telah anda tanda tangani" Timpal Lion .
"Sekarang kita harus pulang" Lion terus menarik Lili keluar Mension dan didepan sudah ada sebuah mobil yang menunggu mereka.
Lion membuka pintu serta mendorong Lili masuk kedalam mobil, didalam mobil ternyata sudah ada Tuan Muda yang menatap Lili dengan garang seperti ingin menelannya.
"Apa kamu sudah lupa dengan tugas dan kewajibanmu, apa kamu ingin mengoda semua orang dengan penampilanmu ini ?" Tuan Muda berbicara dengan tatapan mengintimidasi .
"Telpon temanmu bilang kamu sudah pulang" Tuan muda bicara dengan tatapan tajam.
"Maaf tuan hp ku ngedrop ", jawab Lili sambil terus menunduk.
"Dasar tuan muda kejam, ah... betapa sialnnya hidupku ini, aku rindu tanah airku Indonesia, tapi apa daya aku sudah dianggap mati kecelakan pesawat". Lili membatin sedih.
Sampai rumah , tuan muda menyeret Lili dengan langkah lebar menuju kamarnya.
'Maaf tuan, saya mengaku bersalah dan tidak akan mengulangi lagi".
"Apa kamu bilang maaf, aku tidak percaya padamu, mulai saat ini kamu tidak usah pergi sendirian kalau mau pergi harus ada supir yang antar".
Dengan kasar dia terus menyeret Lili menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua, kemudian dia membuka pintu dan mendorong Lili untuk masuk kedalam kamar.
Lili terduduk ke atas sofa dan tuan muda ikut duduk di samping Lili, dan mencengkram pundak Lili serta menariknya untuk mendekat sehingga mengikis jarak diantara mereka.
Dengan kasar dia mencium Lili, ******* habis bibir ranum Lili.
Lili berusaha berontak tapi apa daya tenaga perempuan tidak mampu menandingi tenaga Tuan muda yang sedang diliputi amarah.
Dengan rakus Tuan muda mencium Lili, turun ke leher dan mengisap leher Lili dengan kasar sehinggga menciftakan bekas merah tanda kepemilikan disana.
kemudian turun kepundak Lili yang terbuka, dia mengisap pundak Lili serta tangannya bergrilia di bagian dada Lili dan menemukan dua bukit kembar disana.
Dengan kasar Tuan muda menarik gaun indah Lili, menyobeknya.
sehingga terpampanglah pemandangan indah didepan mata Tuan Muda, tubuh mulus Lili, dan dua bukit kembar yang lembut dan kenyal.
Dengan lembut Tuan muda menghisap dan menjilati pucuk kedua gunung kembar Lili secara bergantian, sementara tangan sebelahnya membelai dan meremas Bokong Lili.
Lili yang tidak mampu berdaya perlahan-lahan menikmati permainan Tuan muda, badannya serasa lumpuh tidak mampu melawan.
__ADS_1
walau hatinya tidak rela tepi dengan irama permainan tuan muda meremas membelai dan mencium serta menjilati membuat akal sehat Lili serasa lumpuh.
Senentara Tuan Muda merasa bagian dirinya terasa kencang dan membesar, serta menegang sempurna mendengar desahan dan racauan Lili.
Tuan muda sadar bahwa sepenuhnya dia sudah sembuh dari penyakit inpoten alias tidak berselera dengan wanita.
Akal sehatnya ingin berhenti, tetapi disatu sisi dia ingin membuktikan apakah dia benar sudah sembuh.
Dia takut jika dia berhenti nanti malah tidak sembuh, lagi pula Lili adalah orang yang dia cari dan cintai selama ini.
maka dari itu Tuan muda terus melanjutkan aksinya sampai benar-benar terasa juniornya tegang sempurna .
Didetik terakhir, Tuan muda melepaskan pelukannya pada Lili, dan bangkit berdiri.
"Sekarang kamu keluar dari kamar, sebelum aku berubah pikiran dan jangan pernah lakukan hal yang melanggar perjanjian yang sudah kamu tanda tangani". tuan muda bebicara sambil terus membelakangi Lili.
Dia tidak mau melihat Lili, takut tidak mampu mengendalikan gejolak hasrat yang dia coba tahan.
"ah....hhhhh.... hampir aku berbuat asusila terhadap Lili, untung aku bisa mengendalikan diri, hampir saja aku hilang kendali ", tuan muda meremas rambut dan mengusap wajahnya gusar.
"Tapi aku senang ternyata aku sudah sembuh" tuan muda tersenyum senang dan mengepalkan tanyannya.
Lili bangkit dan merapikan pakaiannya serta langsung begegas meninggalkan kamar tuan muda tidak berani untuk menoleh lagi.
sesampai di kamarnya Lili langsung mengunci pintu dan bersandar di belakang pintu.
jantungnya masih berdebar kencang, mengingat kejadian di kamar tuan muda. Wajahnya memerah menahan malu.
"Dasar tuan muda brengsek . ....!!! , aku hampir ternoda karenanya. Lili menangis histeris .
"Untung keperawananku belum sampai ternoda olehnya. Dasar berengsek...kau tuan muda. maki Lili.
"Aku harus lebih berhati-hati kalau tidak mau di perkosa tuan muda"
"setiap aku melakukan kesalahan dia selalu menghukum aku dengan bermesraan"
sepertinya aku semakin tidak aman disini, para pelayanpun seperti tidak peduli dengan perlakuan tuan muda padaku.
Lili mengcas hp nya dan menghidupkannya , ada 30 pangilan tak terjawab semua dari Akhira.
Dan ada 20 wa semua dari Akhira,
"Lili, kamu dimana ?"
"kamu pulang dengan siapa?"
"Lili, apa yang terjadi mengapa kamu pulang tidak memberitahuku, kakek ingin berkenalan"
dan masih banyak lagi Wa dari Akira semua bernada kuwatir.
"Aku baik-baik saja, maaf pulang tampa pamit, ada sesuatu yang harus ku tangani mendadak."
__ADS_1
"Maaf🙏🙏" Lili melempar hp nya ke atas nakas kesal.
dan dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Dasar laki-laki sialan!!! kamu pikir dengan menyelamatkan aku , kamu sudah benar-benar harus mengatur hidupku. dan menginjak harga diriku.
"Huh...dasar keparat kau tuan lie, gerutu Lili sambil terus mengosokan sabun ke kulitnya yang bekas ciuman tuan muda, dia terus mengosok sampai kulitnya berwarna merah .
"haaaaaa...., kenapa nasibku begini kejam, dikurung dan dipencara di negara orang dan di anggap mati di negara sendiri". tangis Lili pecah di kamar mandi, dibawah guyuran air shower.
"Aku merasa sudah benar-benar mati"
Lili terengah-engah dan memukul-mukul dadanya karena terasa sesak dengan beban pikiran
Setelah selesai mandi , Lili merasa lega, ternyata memaki-maki begini membuat ku merasa lega.
tiba-tiba perutku berbunyi kriuk...!!,
ah laparnya aku lupa belum makan dari tadi, tapi mau keluar malas takut bertemu tuan muda berengsek itu.
Tiba-tiba ada suara ketukan di pintunya.
"nona Lili " suara bibi pelayan memanggil Lili.
"Iya bi, ada apa ? " Lili membuka pintu.
"Apa Nona Sudah makan?" tanya bibi pelayan sambil datang membawa senampan makanan lengkap dengan coklat panas dan juga coklat batangan.
"Ini tuan, menyuruh mengantarkan makanan buat nona"
"Iya bi silakan letak diatas nakas"
"Baik nona" permisi kata bibi setelah meletakan makanan di nakas.
Lili makan dengan penuh suka cita dan meminum coklat panasnya. Dia melupakan kekesalan hatinya.
ternyata coklat benar-benar bisa membuat mut Lili membaik.
Tidak ada yang abadi, baik bahagia ataupun luka.
suatu saat kita akan mentertawakan
rasa yang dulu sakit
atau menangisi rasa yang dulu indah.
biarkan waktu yang menjawabnya
****
❤Bersambung❤
__ADS_1
Mohon maaf buat para pembaca yang budiman Author benar-benar minta maaf sering terlambat updete. Semoga kalian suka dengan cerita ini.
Tinggalkan jejak kalian, Kasih LIKE ,KOMENT POSITIF dan juga VOTE kasih juga hadiah buat Author semangat.