
...Cinta itu seperti angin. Kamu tidak dapat melihatnya, tetapi kamu dapat merasakannya." - Nicholas Sparks...
MC naik keatas panggung untuk mengumumkan mahasiswa yang berprestasi.
Kemudian di umumkan mahasiswa lulusan terbaik serta mahasiswa yang berprestasi, baik dalam akademis maupun dalam bidang seni.
Cum Laude dirais Claudia tan dengan nilai IPK 4.00.
Lulusan termuda berumur 20 tahun Lois Jang.
Lulusan tercepat 3 tahun 7 bulan diraih oleh Thalita Yang.
Masiswa berbakat dalam bidang seni dirais oleh Liliana Kim.
Silakan maju ke panggung untuk menerima penghargaan dari Ceo Lie Grup, Suara MC lantang .
Gemuruh tepuk tangan menyambut mereka, semua mata tertuju pada mereka .
Gemuruh tepuk tangan mengiringi langkah para mahasiswa yang berprestasi sedang berjalan menuju panggung, jepretan kamera juga tidak henti memotret moment indah mereka.
Lili tidak menyangka bisa meraih penghargaan bergengsi di kampusnya.
Ketika dia berjalan menuju panggung matanya menatap Tuan Lie dua pasang mata saling bertemu dalam tatapan. Hati Lili tergetar oleh gejolak perasaan.
Entah apakah karena tegang ataupun karena grogi di tatap begitu intens oleh tuan muda, membuat Lili kurang fokus pada langkahnya.
Tuan Muda tiba-tiba maju, sehingga langkah Lili, terhalang oleh Tubuh Tuan Muda, hingga hampir membuat dia jatuh.
Tuan Muda dengan sigap menarik Lili kedalam pelukanya.
Beberapa detik mereka berdua berada dalam posisi berpelukan dengan mata saling menatap. Lili kembali tergetar sehingga tidak ada tenaga untuk melepaskan tangan yang memeluk Tuan Muda.
Namun sedetik kemudian, Tuan muda mengalihkan tatapan mata dan melepaskan pelukanya, seolah tidak terjadi apa-apa bersikap bagaikan tidak pernah melihatnya sama sekali , sang pria berjalan melewatinya kembali ke posisi semula.
Lili Menetralkah perasaannya, mengepalkan tangan menutupi rasa malu.
Untung orang-orang seperti tidak menyadari kejadian itu sehingga tidak heboh.
Mereka menerima penghargaan dan juga uang sebagai hadiah.
"Setelah menerima penghargaan dan hadiah , selamat kepada para pemenang, tolong jangan meninggalkan panggung karena akan ada sesi foto bersama Ceo Lie grup " Suara MC kembali terdengar.
Mereka berbaris untuk berfoto namun entah sengaja ataupun kebetulan, posisi Tuan Muda Lie persis berada di belakang Lili, dan tangannya menggengam tangannya. Tidak ada seorangpun yang menyadari posisi mereka yang begitu dekat dan intim.
"Ya ampun, apa ini kebetulan ataupun sengaja, sepertinya Tuan muda sengaja mengambil kesempatan dalam kesempitan" batin Lili sambil turun dari panggung .
Dia pernah membayangkan momen bertemu dengan Tuan Muda, pernah mengimajinasikan berbagai kemungkinan, tapi tidak pernah menyangka akan terjadi di hari wisudanya, dalam keadaan yang paling buruk , berpelukan di panggung karena tersandung dan hampir terjatuh.
"Sungguh memalukan !!!" Lili membatin
Banyak keluarga melakukan sesi Foto bersama untuk mengabadikan momen indah wisuda.
"Hebat kamu Lili, aku salut padamu" ujar Iko sambil berjalan memeluk Lili.
"Terima kasih Iko". Lili membalas pelukan Lili.
"Lili ayo kita foto" ujar Iko sambil menarik Lili kearah fotografer. Saat melihat kemuraman wajah Lili, hatinya tersentuh melihat sahabatnya yang sebatang kara tidak ada satupun keluarga meghadiri wisudanya.
Ya sesungguhnya Lili memang tidak punya keluarga di negara ini, dan di negaranya sudah dianggap meninggal dalam kecelakaan pesawat.
Hidupnya selama ini diurus dengan baik oleh Tuan Muda Lie, dibelakang layar tanpa di ketahui oleh orang Lain. Tersimpan begitu rapi tanpa jejak .
"Silakan pilih latarnya Lili, Iko menyodorkan album pilihan walpaper.
"Baik " Lili membolak-balik album walpaper , "ini aja ya Iko" kata Lili.
Mereka berpoto dengan berbagai gaya , setelah selesai foto, terdengar lagi suara MC memanggil nama Lili, untuk naik ke atas panggung.
Kemudian acara selajutnya adalah ramah tamah untuk para mahasiswa.
"Terima kasih kepada para pengisi acara dan belum lengkap rasanya, bila saat ini kita tidak mendengarkan suara merdu dari penerima penghargaan mahasiswi berbakat bidang seni" MC sengaja memberi jeda sejenak lalu melanjutkan.
"Bagaimana apa hadirin setuju kalau kita undang Liliana Kim untuk menyumbangkan sebuah lagu untuk kita?" Tanya MC pada para hadirin.
"Setuju" jawab mereka kompak.
"Lili kamu diminta membawakan lagu tu" Iko menyenggol lengan Lili.
"Aduh... Iko, Lili menatap Iko dengan memelas, aku ..." belum sempat Lili menyelesaikan kata-katanya Iko sudah mendorongnya untuk maju ke pentas.
"Aku percaya padamu Lili" kata Iko memberi semangat.
Lili berjalan ke pentas dengan lesu, sesampai di pentas Lili menuju organis untuk menyocokan nada
"Kali ini kamu ingin menyanyikan lagu apa Nona Lili " suara MC menyapa Lili
"Lagu Tuahan Pasti Mempertemukan, lagu dari Indonesia" Jawab Lili.
"Baiklah kita dengarkan sebuah lagu dari Nona Lili yaitu Tuhan Pasti Mempertemukan" Kata MC mengulangi judul lagu yang di ucapkan Lili.
__ADS_1
Tuhan Pasti Mempertemukan
Lagu By Vanny Vebiola
Ciptaan : Deky Ryan
Percuma saja
Kau mengejar cintamu
Kalau di hatinya
Tak menyimpan cinta kepadamu
Tak perlu kau memaksakan hati
Dan cinta kepadanya
Semua tak mungkin
Tanpa ketulusan hati darinya
Percayalah, bahwa cinta 'kan menemukan jalannya
Percayalah, setiap hati mendapatkan pemiliknya
Cinta yang suci takkan pernah salah
Walaupun dia entah ada di mana
Bersabarlah dan berdoa, Tuhan 'kan mempertemukannya
Percuma saja
Kau mengejar cintamu
Kalau di hatinya
Tak menyimpan cinta kepadamu
Tak perlu kau memaksakan hati
Dan cinta kepadanya
Semua tak mungkin
kemudian di lanjutkan lagu kedua yaitu :
Wo Ai Ni
Cong ni yan jing kan zhe zi ji zui xin fu de dao ying
Wo zai shou xin de mo qi shi ming tian de zhi ying
Wu lun shi yuan jing shen me shi ji
Zai tian tang yong bao huo shu ye liu li
Wo ai ni wo gan qu
Wei zhi de ren he ming yun
Wo ai ni wo yuan yi
Zhun ni lai ba hu de jue ding (jue ding jue ding...)
Shi jie bian jing
Ou er wo zhen de bu dong ni
You you shui zhen dong zi ji
Wang wang liang ge ren duo qin mi
Shi tou guo shang hai lai zheng ming
Xiang jiao lu bu an wo jiu ren xing
Ba shi lou ni pa suo yi ni sheng qi
Wo ai ni rang wo ting
Ni de pi bei he kong ju
Wo ai ni wo xiang qin
Ni jue qiang dao ji xian de xin...
Wo zhang qi suo you ai wei cheng feng yu de jin di
__ADS_1
Dang kuang fei hao yu xiang rang ni chuan kou qi
Bei ge po de xing xin
Xu yao shi jian quan yi
Meng xiang chan zhe huai yi
Wei lai kan bu qing
Jiu jing jing de yong bao qu chuan di neng liang he yong qi
Wo ai ni...
Wo ai ni wo xiang qu
Wei zhi de ren he ming yun
Wo ai ni rang wo ting
Ni de pi bei he kong ju
Wo ai ni wo xiang qin
Ni jue qiang dao ji xian de xin
Na li dou yi qi qu
Yi qi yang wang xing xing
Yi qi zou chu sen lin
Yi qi ping chang hui yi
Yi qi wu hui du ji
Yi qi yu guo tian qing
Yi qi geng dong zi ji
Yi qi zao dao yi yi
Wo ai ni
Wo bu yao mei you ni
Wo bu neng mei you ni
Que bu neng mei you ni
Semua orang terhanyut mendengar suara Lili yang begitu merdu. Sehingga mereka merasa pantaslah gelar mahasiswi berprestasi dalam seni, apalagi di tunjang dengan paras yang cantik, molek bak pahatan karya seni yang indah.
Kulit putih berkilau, postur mungil tapi cukup tinggi kira-kira 167 CM membuat Lili memang cantik. Cantik Puji para mahasiwa laki-laki menatap kagum. Dan para wanita menatap iri.
Tanpa mereka sadari, Tuan Lie mengepalkan tanganya mendengar Lili jadi perbincangan para mahasiswa, dia berjalan keluar menghirup udara segar.
Selesai menyanyika lagu, Lili mengucapkan terima kasih dan turun dari pentas di iringi tepuk tangan para hadirin, yang masih belum puas mendengar suara Lili bernyanyi, berteriak meminta bernyanyi lagi untuk mereka.
Saat Lili dan Iko ingin keluar dari gedung Wisuda tanpa sengaja Lili Melihat Tuan muda Duduk di tempat duduk seorang diri, sambil memejamkan matanya, Asisten Lion berdiri di sampingnya. mungkin karena kelelahan menwisuda mahasiswa yang ratusan hari ini.
Sang Pria tanpan duduk seorang diri dengan santai, dasi sedikit dilonggarkan, tapi tetap tampan. Sudah tiga tahun tidak bertemu, sepertinya Tuan Lie semakin dewasa dan tampan.
"Lili, bukankah itu Tuan Muda Lie Grup, tadi ku lihat dia memelukmu dipanggung" Ujar Iko sambil mengoyangkan lengan Lili sambil tersenyum mengoda.
"Apaan sik Iko, tadi itu aku hampir terjatuh jadi menolongku" jawab Lili sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ayo kita samperin, kamu tidak ingin mengucapkan terima kasih padanya?" tadikan dia sudah menolongmu saat hampir jatuh". Iko masih menarik Lili untuk mendekati Tuan Muda.
Tangan Lili gemetar, keringat dingin mulai bercucuran didahinya.
Bukankah dulu setelah kejadian ulang tahun kakek Akhira , ada terjadi sesuatu yang hampir membuat Kahilangan mahkotanya.
Dan brengseknya lagi , setelah saat itu Tuan Muda menghilang tiga tahun lamanya.
"Aku tidak akan mendatanginnya, aku akan mencari kerja dan mengembalikan apapun yang telah dipakai walaupun dengan mencicil" Lili mengumam dalam hati.
"Maaf Iko aku tidak mau menemuinya" jawab Lili sambil menarik tangan Iko pergi dari lewat pintu samping .
Disaat bersamaan , Tuan Muda yang duduk disana dengan mata terpejam perlahan membuka matanya dan pandangannya tertuju pada sesosok yang sudah pergi dari sana. warna bola matanya mengelap, dengan tatapan dingin.
Lili saat di Acara Wisuda.
❤Bersambung❤
Dukung Author , Jangan Lupa LIKE, KOMENTAR , dan VOTE .
❤❤❤❤❤Terima Kasih❤❤❤❤❤
__ADS_1