
...ππππ...
Pagi yang cerah dihari pertamanya setelah menjadi istri tuan muda. Lili berada di rumah utama keluarga Lie rumah yang sangat besar ini. Lili bergegas ke dapur terlihat para pelayan yang sedang sibuk mempersiapkan makanan untuk sarapan.
Di beberapa sudut dia juga melihat banyak pelayan yang sedang bersih-bersih, kemudian ditaman nampak para tukang kebun sedang memangkas dan menyapu daun-daun di halaman,membersihkan sampah siswa pesta semalam dan ada yang menguras kolam renang ada yang memberi makan ikan dan juga makanan burung peliharaan kakek.
sepertinya penghuni rumah ini banyak juga, tidak seperti saat aku nginap dulu sunyi dan sepi.
Lili melanjutkan melangkah menuju dapur.
"Selamat pagi nona muda, perkenalkan saya kepala pelayan di rumah ini panggil saya pak Roy, dan ini bibi Lin kepala koki disini" ucap pelayan yang kira-kira berusia lima puluh tahun umurnya.
"Baik pak Roy, selamat pagi bibi Lin, apa ada yang bisa saya bantu disini?" ucap Lili.
Pak Roy dan bibi Lin terkejut mendengar pertanyaan Lili yang ramah dan sopan, seorang nona muda, mau membantu dan menyapa para pelayan sungguh ajaib.
Tiba-tiba datang dari arah samping dapur tiga orang wanita yang Lili kenal sebagai bibi dan sepupu tuan muda, tapi mereka sungguh tidak pernah ramah dari dulu dari saat pertama dia mengenal mereka selalu seolah memusuhinya.
"Huh ya ampun penganten baru, sok menjadi nona muda di sini, memangnya apa yang bisa kamu lakukan didapur, kami punya para koki profesional yang bertugas untuk memasak, jangan coba mengacau!" ucap bibi mendelelik galak dengan matanya seolah mau copot melihat ke arah Lili.
Lili sedikit merinding melihat tatapannya,
wah sebenarnya mereka sangat cantik masih sepagi ini mereka sudah berdandan seperti mau kepesta padahal hanya untuk sarapan bersama. Takjub Lili melihat kehidupan orang kaya masyarakat kelas atas memang berbeda, seketika Lili merindukan Villanya yang penuh kedamaian, merindukan bi Sarah, tidak ada orang yang mencemohnya di sana.
"Selamat pagi bibi, selamat pagi adik ipar" sapa Lili sambil membungkuk kan badan menyapa mereka, Lili menyapa mereka tanpa pedi dengan sikap mereka yang bermusuhan.
"Dasar wanita bodoh, kampungan entah dari mana Lie Yuan memungutnya, Umpat Bibi
"Dasar wanita bodoh kamu pikir sudah hebat ya bisa menikahi kak Yuan, kamu belum tahu ya kak Yuan menikahimu hanya untuk menutupi malu keluarga karena dia lelaki yang tidak berfungsi sebagai pria". ucap Silvia adik sepupu Lie Yuan
"Haha...menyedihkan hanya wanita kampungan dan bodoh yang tidak tahu rumornya, selamat kamu akan menjadi istri pajangan yang tidak akan mungkin menikmati malam-malam panjang, kamu harus tahu kamu tidak selevel dengan kami". Ucap Cristina lebih pedas.
"Kamu harus tahu diri kamu tidak pantas berada didalam keluarga kami, camkan itu ucap bibi dengan tatapan merendahkan.
Hah...mereka bilang apa sih bilang tuan muda tidak berfungsi sebagai pria apa mereka sudah nyobanya...aku yang lebih tahu selama ini. Lili hanya bisa menjawab dalam hati dia tidak ingin terlibat dengan orang-orang ini " mereka bilang aku bodohkan oke aku akan berpura-pura bodoh sekalian biar tahu rasa.
"Terima kasih atas perhatian bibi dan adik ipar, kedepannya mohon bimbinganya agar aku bisa lebih baik dan se level bergaul dengan kalian. Ucap Lili pura tidak terpengaruh dengan provokasi mereka.
__ADS_1
"Apa, sungguh baru pertama aku melihat orang yang tidak tahu malu seperti kau" Bibi dan adik Ipar sepupu tersenyum sinis. Mereka terus mengeluarkan cacian dan makian yang seharusnya tidak pantas keluar dari mulut cantik mereka.
Dan saat Bibi dan adik ipar sepupu masih mengeluarkan omelan dan intimidasi serta cercaan yang tidak pantas untuk Lili.
Bunyi telpon di dinding dapur menyala, kepala pelayan secepatnya mengangkat telpon.
"Baik, tuan muda, jawabnya singkat.
"Ada apa, apa yang terjadi, apa Yuan membutuhkan sesuatu" ucap bibi antusias wajah yang tadi kejam berubah jadi lembut.
"Tidak nyonya, tuan muda meminta nona muda kembali kekamar sekarang jawabnya sambil melihat kaarah Lili.
"Nona kembali ke kamar sekarang tuan muda sedang menuggu" ucap pak roy pada Lili.
"Baiklah bibi dan adik ipar aku permisi dulu" ucap Lili sambil berlalu.
Lili berlalu dengan menundukan kepala, sambil berpikir apa yang diucapkan ke tiga wanita tadi, sepertinya hari-hari di rumah ini tidak akan terlewati dengan mudah.
Sementara ke tiga wanita terus memaki dan mencela Lili.
Lili masuki kamar masih dengan banyak pertanyaan di otaknya tentang omongan ketiga wanita itu yang bilang rumor tentang tuan muda, "rasanya tidak mungkin dech" Gumam Lili.
Lili duduk di sisi tempat tidur sambil memberikan segelas air hangat.
Tuan muda menerima gelas dan meminumnya dengan anggun, nampak leher jenjang dan jakun yang seksi naik turun saat dia menelan air.
sial kenapa suamiku ini terlihat sangat tampan padahal baru bangun tudur.
"Jam berapa sekarang" ucap tuan muda sambil menyerahkan gelas kosong ketangan Lili.
"Jam setengah delapan" Jawab Lili.
"Aku mau mandi dulu"
kalau mau mandi ya mandi kenapa harus memangilku manja banget sih
"Siapkan air hangat" jawabnya.
__ADS_1
oh dasar manja masa air hangat saja minta disiapkan padahalkan tinggal putar kran.
Lili masuk ke kamar mandi sambil menyiapkan air mandi di dalam bathub merasa dengan tangannya mengukur suhu air setelah dirasa pas dia meneteskan beberapa tetes sabun aroma terapi, ke dalam bathub .
Ketika ingin berbalik dia terpana melihat tuan muda suaminya sudah berdiri di belakangnya dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun dengan santai memasuki bathub tanpa berdosa
Dan melihat kearah Lili yang terbengong, dia menyiramkan air kewajah Lili.
Seketika Lili tersadar dan wajahnya bersemu merah, secepat kilat dia bangkit dan belari menuju pintu.
tapi belum sempat niatnya tercapai tangan tuan muda sudah mencekal lengan Lili.
"Kamu mau kemana, kenapa kaget bukankah kamu sudah pernah melihatnya dulu, kamu mau memandikannya?" Suara tuan muda dengan wajah tersenyum mesum
"Ih" lepaskan apaan sih" Lili memberontak ingin pergi.
gila apa masa mau memandikannya walaupun sudah jadi istri tapi tetap malukan
tuan muda tidak perduli di bimbingnya tangan Lili menelusiri sesuatu yang sekarang berdiri tegang didalam bathub , besar dan panjang, tuan muda membawa tangan Lili dan mencengkramkannya di sana.
Mata Lili terbelalak, merasakan sesuatu dalam gangamannya besar , panjang dan licin.
"Pikir pakai otak kecilmu, apa artinya ini, apa kamu percaya rumor murahan, yang sengaja ku ciptakan untuk melindugi ini supaya tetap menjadi milikmu
Semoga kamu paham , gumam tuan muda dalam hati sambil terus membimbing tangan Lili menyentuh miliknya .
Sementara Lili merasa frustasi masalahnya tanganya di paksa membelai mengelus dan memijit sesuatu didalam bathub dan sialnya tuan muda suaminya seperti ke enakan memejamkan matanya.
Tiba-Tiba tangan Lili merasakan sesuatu cairan hangat di ujung benda itu dan sang pemiliknya menarik tengkuknya dan ******* bibirnya lembut dan lama sampai Lili kehabisan nafas, mereka berciuman didalam kamar mandi dengan posisi tuan muda berbaring didalam bathub dan Lili duduk di sisinya sambil tangannya dibimbing mencengkram junior tuan muda dan tuan muda ******* bibirnya.
posisi seperti itu hampir terjadi setengah jam. Sampai keduanya hampir kehabisan nafas baru tuan muda melepas Lili.
Lili masih lemas di lantai kamar mandi sampai tuan muda bangun dan mengambil jubah handuknya dan menarik Lili keluar dari kamar mandi tanpa suara.
Tinggal Lili berdiri seperti patung yang kehilangan nyawa.
...πBersambungπ...
__ADS_1
...πTE'AMOπ...