CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part 98


__ADS_3

“Harus bagaimana ini” Jessy tertegun dia tidak percaya bahwa Lili punya banyak nyawa sehingga sulit untuk di lenyapkan. Melihat Jessy yang panik, paman ketiga lalu menghiburnya.


“Jessy kamu juga jangan sedih, meskipun tidak bisa menghabisinya, bukankah kita masih punya cara lain untuk menghabisinya, sama sekali jangan putus asa waku masih panjang tida mungkin keberuntungan selalu menyertainya, tunggu saja kesempatan lain”


“Tidak bisa aku tidak bisa menunggu kesempatan lain paman, aku tidak mau, aku tidak bisa hidup tanpa nya, aku mencintai Lie Yuan, aku ingin cepat-cepat menyingkirkannya” nampaknya perasaan Jessy pada Lie Yuan bukanlah perasaan cinta tapi lebih hanya sebuah obsesi.


Paman ketiga sudah memahami sifat Jessy. Jessy sejak kecil sudah biasa selalu mendapatkan apa yang diinginkan, dan memiliki keputusannya sendiri , meski untuk mencapai keinginannya dia kerap kali menyulitkan orang lain dia tidak peduli.


Waktu itu setelah mereka menjebak Lili dan mengira sudah dibunuh oleh orang suruhan mereka sebab selama enam tahun sudah dinyatakan hilang dan meninggal , dia selalu berusaha menghibur Lie Yuan dan menggantikan Lili, namun tidak lama semua hampir terbongkar. Hubungannya dengan Lie Yuan hampir berhasil tapi tidak lama kemudian Lili datang dan menghancurkan semuanya, mana mungkin dia rela.


Keesokan harinya di Mansion


Lili tetap menyeret si gadis kecil yang setengah sadar turun kelantai bawah, kemarin Kenny tidur terlalu larut sibuk nonton kartun kesukaannya bersama paman akhira.


“Mommy, kenny masih ngantuk” ucap nya sambil menguap.


“Ayo cepat, jangan berdrama, kalau tidak mau terlambat, kita sarapan dan kesekolah” ucap Lili” sambil menggendong si gadis kecil yang manja ini.


Di meja makan, Kenzie menyisir rambut model yang sama persis dengan daddynya, kedua orang satu besar dan satunya kecil , terlihat sama persis seperti dari cetakan yang sama, hanya beda usia saja.


“Mommy apakah akan mengantarkan kami pergi ke sekolah ke sekolah ? “ karena tadi malam setelah mommy dan daddynya tidak pulang kerumah dan menemani mereka, paman Akhira mengatakan kalau besok pagi mommy akan mengantarkan mereka sekolah. Teringat perkataan paman nya maka kedua nya bertanya.


Lili melihat ke arah suaminya, jujur saja dalam hatinya masih trauma dengan kejadian kemarin di pusat perbelanjaan. Hanya saja dia juga tidak ingin memupuskan harapan kedua anak kesayangannya.


“Kenny, Daddy kebetulan searah dengan sekolah kalian, biarkan Daddy yang antar kalian ke sekolah, Mommy mu pagi hari akan lebih sibuk” tiba-tiba suara lelaki yang serak seakan bermagnet berbunyi, dia melirik ke arah sang istri penuh makna.


“Baiklah, daddy antar kami pergi ke sekolah aku juga sangat senang, apalagi ibu guru Kenny juga pasti senang, katanya daddy tampan” Kenny berkata dengan tersenyum, dan menjadi si lucu kecil dalam seketika.


“Sial, ada apa dengan lelaki ini, apa dia tebar pesona dengan guru anaknya” Gumam Lili dalam hati sambil melirik tajam sang suami.


“Mommy kata paman Akhira, kemarin mommy tidak pulang, ada urusan yang tidak bisa melibatkan anak kecil ya” ucap Kenzie sambil melirik mommynya.


“Urusan” ucap Lili sambil berpikir.

__ADS_1


“Ya urusan bersama daddy yang tidak bisa di lihat anak kecil” jawab polos Kenzie.


“Semalam mommy….”


“Semalam mommy dan daddy berdoa supaya kalian berdua dapat dedek bayi” ucap Lie Yuan memotong ucapan Lili.


Lili melirik kaget ucapan suaminya yang memiliki arti ambigu, tetapi yang dilirik menundukan kepala nya sedang mengoleskan selai ke roti dan langsung diusapkan ke mulut Kenzie, agar anaknya tidak bertanya lagi.


“Ayo cepat makannya, kita sudah hampir terlambat” ucap Lie Yuan sambil tersenyum ke arah Lili.


Lili hanya tersenyum dan tidak mengatakan apapun.


Setelah sarapan Lili mencium kening kedua anaknya dengan lembut, saat berencana mengantar mereka pergi sampai depan pintu,dia melirik suaminya yang sedang melirik ke arah dirinya dengan nakal, senyum mesum terukir di wajah dan matanya.


Lili tidak sadar mencubit suaminya, “jaga mata mu” ucap Lili dengan tajam.


“Mommy melarang daddy melihat bu guru kami?” tanya polos Kenny.


Melihat wajah sang istri yang terlihat memerah dan serba salah timbul niat dalam hati untuk mengerjai istrinya.


“Iya…daddy punya mata tapi bagaimana caranya daddy harus menjaga mata supaya tidak melihat” ucap Lie Yuan dengan tingkah polos seperti wajah putrinya.


“Tapi kalau mommy mu melarang, tentu saja daddy tidak akan melakukannya, mata daddy hanya tertuju pada kalian” ucap Lie Yuan dengan penuh percaya diri.


“Dasar narsis” Gumam Lili pelan di dekat telinga sang suami dengan lirikan tajam.


“Ayo buruan pergi nanti terlambat” ucap Lili dengan kedua tangan menghalau supaya mereka cepat pergi.


“Jangan pergi kemanapun, jangan percaya kalau menerima berita di telpon” ucap Li Yuan sebelum pergi berpesan pada sang istri, dia tidak ingin kejadian beberapa tahun terulang lagi.


“Baiklah” ucap Lili pasrah.


“Jangan kuatirkan anak-akan karena ada bodyguard yang akan menjaga di tempat-tempat yang terlihat , kamu masuk kedalam “ ucapnya sambil berlalu menggendong kedua anak satu lelaki dan satu perempuan menuju mobil dan sekretaris Lion membukakan pintu untuk mereka.

__ADS_1


Dalam mobil, Lie Yuan memikirkan kejadian enam tahun lalu yang membuatnya hampir kehilangan wanita yang begitu dia cintai dan juga hampir kehilangan anak kembar, hatinya jadi geram dengan pelaku yang tidak berprikemanusiaan itu.


“Daddy, apa yang kamu lamunkan ? “ kita hampir sampai, Kenzie menolehkan kepalanya dan mata besarnya sudah menatap daddy beberapa saat, dia mengira daddy akan memperhatikan dirinya, namun tidak menyangka daddy menatap kedepan seperti tidak memiliki jiwa.


Mendengar suara putranya, Lie Yuan segera tersentak. Dia baru menyadari dirinya memikirkan masa silam, sampai melamun.


“Daddy, apa yang sedang kamu pikirkan , sedang memikirkan bu guru kami kah?” Kenny nimbrung dia merasa daddy nya tidak benar, dia segera menyipitkan sepasang matanya besarnya. Dia diam-diam percaya dan sangat yakin jiwa daddy digoda wanita lain.


Lie Yuan mendengar suara putrinya, segera tersentak dari lamunannya, lalu melihat putrinya sedang menatap dengan Jijik padanya. “malu daddy” ucap Kenzie menimpali .


Menghadapi tuduhan putrinya secara tiba-tiba, Lie Yuan sedikit tercengang lalu dia mencubit wajah putrinya sebagai hukuman.


“Kamu berusia terlalu kecil sudah tahu apa yang dimaksud malu? daddy bagaimana mungkin memikirkan wanita, selalu wanita yang memikirkan daddy”


Daddy narsis sekali!!!!...” Kenny tiba-tiba menimpali, sekarang Lie Yuan dimarahi kedua anaknya.


“Awas daddy nanti kami laporkan ke mommy” ucap keduanya kompak.


Gawat, Lie Yuan terdiam kalau sampai kedua bocah kecil ini mengadukan hal yang bukan-bukan ke mommy nya bisa gawat.


“Aya jalan, jangan sampai terlambat” tubuh Lie Yuan yang tinggi besar keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk kedua anaknya, Li Yuan menggendong putrinya serta menggandeng tangan putarannya mereka berjalan menuju gerbang sekolah, di depan pintu kelas sudah menunggu ibu guru dan juga teman-teman mereka.


Lie Yuan berjongkok menurunkan Kenny. “ kenzie kamu sebagai abang tolong jaga adikmu jangan sampai dia ditindas orang” ucap Lie Yuan seraya melepaskan tangan kenzie.


“Baik daddy, kenzie akan menjaga kenny dengan baik” ucap kenzie sambil menggandeng tangan adiknya berjalan menuju kelas.


“Kakak, sikap daddy sungguh mencurigakan, kita harus beritahu mommy” ucap Kenny dengan nada curiga, dan diangguk oleh Kenzie.


Bersambung.


Mohon maaf author selalu terlambat update.


semoga semua pembaca selalu sehat.

__ADS_1


__ADS_2