CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part# 55 Terungkap


__ADS_3

Seketika Lie Yuan mengetatkan pelukannya di tubuh Lili, hatinya merasa takut, takut kehilangan , beribu perasangka berkeliaran dalam pikirannya, dia sudah pernah merasa kehilangan kedua orang tua, dan sekarang dia takut akan kehilangan istri yang sangat di cintainya.


"Lili sekarang kau sedang mengandung anakku" ucap Lie Yuan masih memeluk erat.


Mengandung....apa hasil tes sudah keluar, Nathan sudah memberitahukannya?


Tubuh Lili menegang, ketika dirinya berhasil mencerna apa yang dikatakan oleh Lie Yuan padanya. Sontak tubuhnya bergerak hendak menjauh pergi. Tetapi dengan sigap Lie Yuan mencengkramnya dalam rangkulan erat dan posesif, menariknya kedalam pelukan dengan kencang, seakan-akan takut Lili pergi dan meninggalkannya.


"Tolong jangan pergi, Suara Lie Yuan terdengar serak , kau boleh membenciku karena mengikatmu, tapi tolong jangan pergi tinggalkan aku, anak dalam kandunganmu membutuhkan kelurga lengkap, jangan pergi"


Ada permohonan yang menyayat hati dari suara Lie, seolah-oleh lelaki ini benar-benar kehilangan rasa percaya diri dan juga sikap arogansi nya selama ini lenyap, dia merasa sangat rendah diri berada di titik paling rendah, dia tidak peduli dengan apapun , yang dia peduli takut di tinggalkan Lili.


"Sayang apa yang kamu katakan?" Lili bertanya , binggung dengan perubahan sikap suaminya sekarang seperti sedang ketakutan, pelukannya pada tubuh Lili terasa menyakitkan, sesak terlalu kencang.


"Sayang....kau menyakitiku" perkataan Lili terdorong oleh rasa sesak karena pelukan yang terlalu kuat serta mendominasi.


Begitu mendengar suara Lili, Lie Yuan mengendurkan kedua lengannya dan menatap kedalaman mata Lili, tatapan dalam dan gelap sulit di mengerti tak terbaca artinya.


"Kalau aku ijinkan kau pulang ke Indonesia apakah kau akan mencoba meninggalkanku setelahnya?" ucapnya dengan nada sedikit mengancam.


"Apa....Kenapa aku harus meninggalkanmu?" Lili menyahut cepat.


Ada banyak hal dalam hidupnya yang terasa bagai mimpi, selama di sini, Lie Yuan lah sandaranya, bertemu dengan Lie Yuan adalah takdirnya. Setidaknya dia masih hidup sampai sekarang adalah berkah terindah dari yang kuasa.


Mungkin bertemu dengannya adalah takdir yang sudah digariskan oleh sang maha kuasa, bagaimana mungkin aku membencinya?


Kalau aku tidak salah masuk pesawat, pasti sudah benar-benar tidak ada di dunia ini*.


Lili, pernah merasa marah, benci dan takut dalam hidupnya, tapi bukan bearti dia orang yang tidak bisa balas budi, selama ini dia menjalani hudup yang baik karena Lie Yuan.

__ADS_1


"Sayang, Kenapa kamu merasa...aku akan meninggalkanmu?" ulang Lili lagi saat dia suaminya terdiam tidak menjawab.


Tangan Lili bergerak mengusap lembut perutnya yang masih terlihat rata, belum terasa gerakan, tanda ada kehidupan didalamnya. Hanya rasa mual saja menandakan bahwa dia sedang mengalami gejala morning sickness.


Apa benar saat ini sudah ada kehidupan cabang bayi yang bertumbuh dalam perutnya?


Lie Yuan mengerjapkan mata, terkejut mendengar pertanyaan balik dari Lili.


"Setelah pulang ke negaramu dan bertemu dengan kelurgamu kamu tidak akan meninggalkan ku? , kau tidak membenciku menahanmu selama ini ?"


"Tentu saja tidak, aku tetap istrimu apa kau sudah lupa?" Jawab Lili sudah mulai berkaca-kaca, tidak menyangka suaminya begitu mencintai dan merasa takut kehilangannya, takut kalau dia meninggalkannya.


"Atau kau menikahi ku hanya karena aku orang yang berhutang budi padamu?" Jawab Lili sedikit berdebar-debar...pertanyaan ini membuatnya takut seandainya di jawab "Iya" oleh suaminya.


"Lili" Lie Yuan menegadahkan wajah Lili dan menangkup kedua pipinya, mengarahkan wajah Lili menghadap menatap matanya.


Empat mata saling menatap dalam perasaan yang sulit di mengerti.


Lili mengerutkan keningnya, mencoba mencerna perkataan Suaminya, masih merasa binggung dengan ucapannya.


"Apa kau sudah mengenalku ?, sebelum insiden jatuhnya pesawat?" Lili mengutarakan ke ingin tahuannya , sungguh dia penasaran.


"Kalau sudah mengenalku sejak pertama kali betemu bearti saat didalam pesawat itu kamu sudah tahu aku, lalu bagaimana kamu bisa mengenalku, kau bisa jelaskan pada ku saat itu?" Lili bertanya ada kebinggungan dalam hatinya bahkan sekarang menjadi ada kecurigaan juga disana. Tatapan mata Lili sekarang mulai waspada dipenuhi kecurigaan.


"Sekarang jawab pertanyaanku dengan Jujur" Lie Yuan meraih kedua tangan Lili mengenggamnya dan mengecup telapaknya lembut.


"Apa motivasimu ingin kuliah jauh-jauh sampai Korea? jawab saja dengan jujur" Lie Yuan menatap langsung kedalam mata Lili berusaha mencari kebenarannua.


"Apa maksudmu" Lili bertanya sambil mengalih kan matanya dari pandangan Lie Yuan

__ADS_1


"Jawab jujur Lili" Lie Yuan menatap Dalam ada kekhawtiran dalam tatapanya.


"Apa aku harus jawab jujur, baiklah aku punya kenangan saat kecil saat aku terjebak di dalam lift...." Lili berhenti sejenak menelan ludahnya membasahi kerongkongan tiba-tiba serasa kering, beberapa kali menarik nafas melihat ke mata suaminya , mencoba berpikir apa harus mengatakan dengan jujur.


"Saat di dalam kegelapan Lift ada seorang anak lelaki yang bersama denganku , saat itu aku amat takut, rasanya ingin mati, anak itu menolongku, mengatasi rasa takut" Lili berhenti sejenak


"Aku menangis sampai kehilangan suara, dia menghiburku, menenagkanku memberi coklat, memelukku sampai aku tertidur" Lili menarik nafas lagi, sedikit kabut menyelimuti mata indahnya.


"Lanjutkan ceritanya" Lie Yuan berbicara sambil mengusap lembut bahu Lili seakan memberi kekuatan padanya.


"Dan saat aku terbangun aku sudah ada di rumah , di kamarku, aku tidak bisa bahasa korea, sehinga tidak tahu apa yang dia ucapkan bahkan aku tidak tahu namanya" Lili mengakhiri ceritannya, setetes air mata meleleh di kedua pipi mulusnya.


"Apa itu cinta pertamamu?" Lie Yuan bertanya ada rasa bahagia didalam hatinya.


Lili mengerjapkan mata beberapa kali menghilangkan air mata yang tanpa seijinnya terus menetes.


"Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih, kalau tanpa dia mungkin aku saat ini sudah tidak ada".


Lie Yuan menarik Lili kedalam pelukannya, di kecupnya ujung kepala Lili penuh kasih, air bening juga menetes dimatanya.


Lie Yuan sejak saat kejadian di lift itu sering mengunjungi Indonesia selalu pergi ke mall dan menaiki lift yang sama saat terjebak bersama seorang gadis cilik, tapi nihil dia tidak pernah menemukannya.


Lalu temannya mengatakan bahwa kamu harus berdoa pada Tuhan mohon di pertemukan lagi dengannya, mohon berjodoh dengannya kamu harus berdoa berlutut setiap malam.


Awalnya Lie Yuan tidak begitu memperhatikan agama, sejak saat itu demi bisa betemu dan berjodoh dengan gadis itu dia setiap malam khuyuk berlutut dan berdoa.


Tuhan Maha Kuasa doanya di kabulkan, gadis itu dikirimnya hadir sendiri mendataginya.


"Aku juga sama denganmu Lili, aku sudah memiliki cinta pertama yang sampai saat ini tak akan tergantikan, sejak bertemu dengannya setip malam berdoa suatu saat dipertemukan"

__ADS_1


"Apa...!!, lalu mengapa kau malah menikahiku , kalau ada gadis lain dihatimu?" teriak Lili tidak terima, seketika perutnya bergolak ingin muntah, dia berusaha mendorong dada suaminya ingin muntah


Bersambung.....


__ADS_2