CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part# 69 Ketakutan Kakek.


__ADS_3

Selesai Meeting, tuan muda Lie menghadiri jamuan makan malam bisnis, bertemu dengan beberapa kolega bisnis yang baru dan ingin menjalin kerjasama yang akan memiliki keuntungan yang besar.


Dezzzz...., ponsel tuan muda menerima notifikasi pesan dari bibi Lin, ketika bibi Lin di beri tugas mengawasi Lili bearti harus mrngirimkan foto dan juga vidio yang merekam kegiatan yang dilakukan Lili tanpa sepengetahuannya.


Lie Yuan membuka notifikasi vidio dan melihat gambar yang jelas. Tiga orang sedang memasak nasi goreng, membuat jus jeruk dan juga membuat puding coklat karamel. Terlihat jelas wajah Lili tersenyum lepas terlihat sangat bahagia saat Sichuan memberikan puding coklat yang berbentuk hati dan atasnya dihiasi taburan kacang almon, makanan kesukaan Lili, terlihat dia begitu lapap memakannya.


Hati Lie Yuan terasa masam, selama ini belum pernah dia melihat Lili tersenyum bahagia begitu lepas seperti itu sejak bersamanya, apalagi kerap kali harus ditinggal mendadak dalam waktu yang lama , seperti saat ini harus nya dia yang berada disisi Lili menghibur nya saat habis sakit.


Sedikit- sedikit dia meminum arak bersama para kolega baru bisnisnya, hingga tidak terasa dia sampai mabuk. Lion sampai kewalahan memapahnya kedalam mobil.


Ketika didalam mobil dia minta diantar ke apartemennya tidak ke mension. Meski sedikit binggung Lion tidak berani membantah perintah bos nya.


Sesampai di Apartemen mewah nya, yang hanya di gunakan saat dia sedang sibuk dan tidak bisa diganggu saja, dia masuk terhuyung-huyung menuju lantai dua dan langsung masuk kekamar.


Sesamapai di kamar dia langsung menghampiri tempat tidur dan langsung terjatuh terlungkup diatas kasur, sepertinya dia memang sudah mabuk berat.


ketika Lion menyusulnya ke atas dia melihat tuan muda terlungkup diatas kasur , dia berusaha membalikan badan nya dan melepas sepatu serta mengelap tubuh nya membersihkan bau arak yang ada ditubuhnya.


"Tuan muda ini benar-benar mencintai nona Lili, baru melihat vidio nona makan bersama pria lain sudah seperti ini, tapi masih saja tidak bisa menunjukan kepeduliannya pada nona" Gumam Lion sambil menyelimuti Tuan muda.


Selama ini sikap nya seolah acuh padahal dia begitu mencintai Lili, walaupun dia pergi tetapi setiap hari dia mengetahui dan menanyakan kegiatan yang dilakukan Lili. Cuman dia kesulitan untuk menunjukan kepeduliannya secara terang-terangan , justru sikap inilah yang membuat orang salah paham padanya termasuk nona Lili. Lion membatin.


Setelah hampir jam 11 malam tuan muda terbangun dan sudah tidak mabuk lagi, rupanya dia tidur sebentar biar pengaruh arak hilang dan setelah itu baru pulang lagi ke Mension, dia tidak mau Lili melihat dia yang sedang mabuk.


Sampai di Mension jam menunjukan pukul 12 malam dan dia menarik napas panjang melihat Lili yang sedang tidur lelap, wajah damai seperti bayi seketika hati nya menghangat.


Lie Yuan menarik selimut dan menegelamkan diri di balik selimut terbaring di samping istrinya.


Lili tidur dengan nyenyaknya, dia merasakan kehangatan bantal yang tidak seperti biasannya. Seketika matanya terbuka, rupanya dia tertidur diatas dada suaminya dan kedua tangan sang suami sedang memeluknya.


Lili tidak berani bergerak takut membangunkan suaminya. "Apa kau sangat rindu padaku?" Tanya Lie Yuan sambil masih memejamkan mata.

__ADS_1


Lili langsung melepaskan diri dari dekapan suaminya, ia benar memang dia sangat rindu pelukan suaminya, tapi kan...malu menggakuinya langsung.


"Apaan sich..." ucap Lili tersipu.


"Apaan bertanya hal semacam itu, apa dia tidak rindu pada ku?


"Silakan lanjutkan tidurnya, aku mau bangun dulu" ujar Lili seraya beranjak bangun.


Tapi belum sempat Lili bangun , sang suami sudah memeluknya dengan erat namun lembut, mulai mencium pipi dan membelai perut Lili berdialog dengan bayi di perut Lili.


"Sayang apa kalian kangen Daddy?, Uacapnya seraya membelai perut buncit Lili, dan seolah tau sang Daddy menyapa mereka, mereka serentak bergerak dan.menendang tangan sang Daddynya.


"Auww..."gumam Lili sambil memegang perutnya yang terasa terik akibat bayi nya bergerak Lincah didalam sana.


"Daddy akan menjenguk kalian didalam sana" Ucap Lie Yuan sambil tangan dan mulutnya sudah bergriliya kemana-mana menjarah dan membelai tempat-tempat favorite nya, bahkan sekarang bibirnya sudah seperti vacum Cliner menyedot bukit kembar istrinya yang puncaknya membesar serta menghitam karena hormon kehamilan .Akhirnya kegiatan panas dipagi hari terjadi dalam kamar tidur mereka rintihan dan desahan mesra penuh kerinduan bergema didalam ruangan kamar yang kedap suara mereka saling melepaskan dan menuntaskan hasrat dan gelora yang sudah lama terpendam.


Bibi Lin menyiapkan sarapan istimewa, atas perintah kakek Albert. Mendengar laporan bahwa Lie Yuan betusahan pulang ke Mension setelah rapat dan juga jamuan bisnis membuat Kakek senang bukan main akhirnya sang cucu sudah lebih memperhatikan istrinya yang sedang mengandung..


Lili turun bersama sang suami untuk sarapan bersama, seketika wajah Lili memerah mengingat kejadian yang berlangsung di kamar mereka barusan.


Mereka memakan sarapan dengan damai dan pikiran masing-masing, selesai sarapan Lie Yuan pamit pergi ke kantor .


Kakek menghampiri Lili untuk memintanya pergi berdoa bersama dan pergi menginjungi panti asuhan untuk membetikan derma.


"Cucuku, kau pergi bersamaku untuk berdoa dan mengantarkan derma ke panti Asuhan".


"Sebelum berangkat kau.minum dulu sup penghangat tubuh, disana cuaca sangat dingin karena berada di lingkungan pegunungan. Aku tidak ingin kau terkena flu" Ucap kakek penuh perhatian pada Lili.


"Baik kakek" ucap Lili sambil meminum sup yang dibawa bibi Lin.


Setelah perjalanan beberapa jam akhirnya mereka sampai di kapel. Kakek membawa Lili ketempat berdoa. Kakek berlutut dan berdoa dengan tulus meminta kebahagian untuk kehidupan keluarga cucu nya Lie Yuan dengan Lili, Juga berdoa untuk kelancaran proses persalinan Lili.

__ADS_1


Selesai berdoa kakek Albert memerintahkan para asistennya untuk menyerahkan barang-barang sedekah untuk diberikan ke panti Asuhan didekat kawasan itu. Kakek mengajak Lili menemani berjalan-jalan sebentar menikmati pemandangan dan menghirup udara segar pegunungan.


"Kelak kalian harus baik-baik menjaga anak kalian, Kamu harus banyak bersabar menghadapi sikao Lie Yuan yang terkadag semaynya sendiri datang dan pergi" ucap kakek sambil menarik nafas terlihat raut sedih di wajahnya.


"Sejak kecil kakek merawat nya, dia tumbuh bersama kakek ketika orang tua nya meninggal umurnya baru 7 tahun saat itu kakek sering mengajaknya berkunjung ke Indonesia"


"Ketika dia berumur 8 tahun perusahan kami terpuruk kami di serang dari berbagai arah dan Lie Yuan berjuang walaupun diremehkan di rendahkan dan dilecehkan dia tetap tegar, hanya saja sifat nya menjadi cuek dan juga arogan" Lanjut kakek sambil menarik nafas dalam-dalam dan Lili masih setia mendengar tanpa menyanggah.


"Karena dia berjuang dan berusaha dewasa belum waktunya dia dewasa"


"Tapi kakek tahu bahwa Lie Yuan sangat setia kamu harus percaya itu" ucapnya sambil menatap wajah Lili


"Apa kalian sudah menentukan nama untuk bayi kalian?" tanya kakek.


Belum kakek, soal ini kami belum sempat berdiskusi mengenai ini aku akan menyerahkan sepenuhnya pada suamiku" Jawab Lili pendek dan sambil menunduk


aku ingin memberikan nama Indonesia pada putri dan putraku yang berbau sangsekerta.


Kakek menagkap ketidak percayaan diri Lili, segera berbalik dan menepuk bahu Lili.


"Kau sudah masuk dan menjadi bagian keluarga Lie, kau sudah menjadi cucu ku, jangan sungkan kemukakan jika kau punya rekomendasi nama yang bagus, kami pasti mendengarkanmu juga". ucap kakek.


Menedengar perkataan Kakek Albert Lili benar-benar terharu. " baik kakek" Jawab Lili.


Ketika saatnya pulang langkah kakek Albert terhenti ketika melihat sosok yang dia kenal.


"wanita ini benar-benar ya!!.," hati kakek Albert diliputi ketakutan yang amat sangat. kenapa dia harus muncul disaat cucuku baru memulai kebahagiaannya. Dengan wajah yang pucat kakek Albert segera membawa Lili pergi dari Kapel.


Sepanjang perjalanan pulang kakek Albert hanya terdiam. Lima tahun yang lalu wanita itu pergi meninggalkan Lie Yuan dan membuat rumor yang menyakitkan hingga membuat Lie Yuan patah hati.


Siapa wanita itu? simak di part berikutnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2