
Kalau cinta tunjukan perhatianmu, jangan terburu-buru seolah-olah memaksa. Karena cinta adalah masalah hati maka gunakan pendekatan dengan hati juga.
Sebab bila kamu memaksakan kehendak bukan membuatnya menerima mu, bisa jadi dia akan lari ketakutan.
Sebab seorang wanita suka di perhatikan dan diistimewakan buat dia merasa istimewa dihadapanmu baru hatinya bisa luluh.
"Baiklah aku akan memulai dari memasakan makanan untuknya"
Tuan muda bergegas bangun, mandi dan turun ke dapur terlihat bi Sarah sedang menyiapkan sarapan.
"Selamat pagi tuan, mau sarapan apa hari ini? sapa bi sarah melihat tuan muda menghampirinya.
"Pagi juga bi biasanya nona Lili suka makanan apa untuk sarapan? "
"Nona suka semua masakan, tidak pernah pilih-pilih tuan, jawan bi Sarah merasa aneh dengan tuan mudanya ini biasanya tidak pernah masuk ke area dapur apalagi mau masak.
apa sekarang sudah mulai memiliki perasaan pada nona Lili ya.
"Bi biar saya yang masak, saya ingin masak telur kukus dan salat taoge" tuan muda memakai celemek dan langsung memasak sarapan.
Hari sudah siang perlahan Lili membuka mata, terlihat sinar sang surya menerpa jendela kamarnya.
"Aiss...Aku kesiangan gegara semalam tidak bisa tidur" gumam Lili seraya bangkit dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Secepat kilat dia mandi dan mengganti bajunya, meghias wajahnya secara natural, hanya memakai skin care dan bedak tipis serta lipstik warna nude sehingga tidak begitu mencolok, sekali lagi dia melihat dirinya di cermin , memutar - mutar tubuhnya dan mengatup bibirnya lalu tersenyum.
Tok! tok! tok...
Suara ketukan di pintu kamar Lili.
"Nona, sarapan sudah siap, tuan muda menunggu anda di meja makan" suara bibi Sarah di balik pintu kamar Lili.
"Iya bi, aku akan turun sebentar lagi" jawab Lili, sambil agak cemas memikirkan apakah tuan muda akan marah kepadanya ? apakah akan menghukumnya seperti dulu kalau dia melakukan kesalahan?
"Ah akukan tidak salah, mengapa harus takut " kata Lili sambil sekali lagi melihat cermin dan mengepalkan tangan untuk menyemangati diri.
"Semangat"!!! katanya pada diri sendiri dan buru-buru turun ke ruang makan.
Sesampai diruang makan Lili tercengang melihat tuan muda memakai celemek dan sedang memasak sarapan untuk mereka dibantu bi Sarah, seketika Lili menjadi tidak enak hati.
Tidak biasanya tuan muda turun tangan memasak sarapan, apa dunia sudah terbalik?.
"Seorang tuan muda yang biasanya arogant CEO Lie Group yang di takuti oleh ribuan karyawannya sekarang memasak makanan untukku" seketika ada rasa manis didalam hati Lili.
"Seandainya nanti dia harus menerima hukuman setidaknya saat ini dia merasakan manisnya diperhatikan nikmati saja dulu. pikir Lili.
Nampak senyuman diwajahnya ketika melihat Lili.
"Maaf tuan, biar saya yang lanjutkan" kata Lili, sambil menghampiri tuan muda.
"Kamu duduk saja yang manis di sana ini sudah selesai katanya sambil dia menaruh makanan yang dia masak didalam sebuah piring dan meletakan di atas meja.
Tanpa sadar Lili menatap tuan muda, dengan baju rumahan seperti ini dia sungguh tampan.
__ADS_1
"Hai, makan sarapanmu, kenapa menatapku, aku memang tampan, kamu baru sadar ya?" tuan muda tersenyum menyebalkan.
Ih ternyata dia masih narsis merasa sok tampan.
"Kenapa bengong, mau aku suapin" katanya lagi sambil menyodorkan sendoknya ke mulut Lili.
Apaan sih masa' mau disuapin segala malu-maluin saja.
"Baik tuan aku makan sendiri saja"
Masa harus disuapin, nanti apa kata para pelayan dan juga asisten Lion, tuh lihat dia di sudut serperti sedang tersenyum awas kamu Lion sambil mengepalkan tangannya dan melirik Lion dengan tajam.
Lili makan sambil menunduk, tidak berani mengangkat kepalanya mentap tuan muda.
Mereka menikmati makanannya dalam diam.
Setelah sarapan mereka ke ruang duduk, sambil menonton TV.
Tiba-tiba ponsel tuan muda berdering dan dilayar terera Kakek memanggil, segera di angkatnya, belum sempat dia menyapa kakek sudah duluan bicara.
"Yuan, kakek sedang sakit, sudah mau mati kanapa kamu tidak datang ke ruamah utama?"
"Kamu sudah melupakan orang tua ini" suara kakek memelas.
"Kakek anda akan panjang umur" jawab tuan Lie.
"Gimana mau panjang umur kalau, cucu-cucuku tidak mau menjenguk? aku kesepian, andai saja ada cicit yang menemani orang tua ini akan bahagia sebelum mati" suara kakek terdengar gusar.
"Yuan, aku tidak akan memaksamu harus menikah dengan Jesica ataupun Jeslin atau putri kolega bisnis lainnya lagi, sekarang terserah padamu siapapun dia asal kamu bahagia, kakek akan restui" lanjut kakek lagi.
"Nanti sore kita menggunjungi kakek" tuan muda berkata sambil menatap Lili dengan mesra.
"Lion, siapkan gaun untuk Lili pesan di butik langgan biasa, minta mereka mengantarkannya dalam waktu tiga jam, minta mereka membawa MUA untuk dandani Lili " perintah tuan muda pada asisten Lion.
"Baik tuan muda" Lion langsung beranjak pergi menelpon butik dan MUA yang diminta tuan muda.
Kalau mau mengunjungi kakek kok harus pakai mike up artist segala sih emang mau ke pesta
gumam Lili aneh.
"Sayang kamu jangan cemberut ya apa lagi kalau nanti didepan kakek.Kalau kamu bisa bersikap baik aku akan melupakan kesalahanmu semalam oke" tuan muda membelai rambut panjang Lili.
Lili hanya bisa tersenyum.
"Memang aku punya keberanian untuk menolak ? baiklah ikuti saja permainannya pikir Lili, tuan muda adalah sutradarannya terserah dia mau jadi apa ceritannya, aku bisa apa?"
Sore itu Lili sudah memakai sebuah gaun indah yang diberi asisten Lion, dan MUA telah menghias wajahnya dengan dandanan elegan.
Setelah memastikan semua sempurna, dan mengucapkan terima kasih kepada para penata riasnya, bi Sarah membantunya keluar dari kamar menuruni tangga dan menemui Tuan Muda.
Tuan muda yang menunggu di ruang tamu, berdiri menghampiri Lili, beberapa saat tekesip.
"Cantik" pujinya dalam hati.
Ayo jalan, tuan muda mengambil tangan Lili dari genggaman bi Sarah, senyuman dibibir tuan muda tersunging tanda dia sedang senang.
__ADS_1
Asisten Lion sudah menunggu di dekat mobil. matanya lekat tertuju menatap Lili. Ternyata dengan penampilan seperti itu anda terlihat sangat cantik nona pantasan dua orang tuan muda jatuh hati pada anda. Gumamnya Lirih sambil membuka pintu mobil.
Didalam mobil.
"Tuan muda apa yang harus saya lakukan didepan kakek? Lili bertanya dengan suara halus takutkan nanti tiba-tiba dia marah gimana? pikir Lili.
Tuan muda hanya menjawab
"hemm"
Sungguh tidak jelas apa maksudnya?
Tuan muda sepanjang jalan terlihat memejamkan matanya
Membuat Lili tidak berani bertanya lagi.
Sepanjang jalan Lili menatap keluar jendela untuk menghilangkan kejengkelan dalam hatinnya.
Sampailah mobil pada tujuan.
"Tuan apa saya perlu masuk?" seketika Lili merasa takut orang kaya biasanya suka pilih-pilih teman gadis putranya. kalau di negara Indonesia tempat asal Lili, biasanya orang kaya ingin Bibit,bobot, bebet yang jelas tidak bisa sembarangan.
Tuan muda melirik Lili dengan tajam, nampaknya dia sedang kesal mendengar pertanyaan itu.
"Ikuti aku" kata nya sambil menganggandeng tangan Lili.
begitu mereka masuk para pelayan sibuk menyambut mereka.
"Selamat datang tuan muda, sapa kepala pelayan, Kakek sudah menunggu di ruang makan" katanya sopan sambi mmpersilakan tuan muda masuk dan mengikiti dari belakang.
Di ruang makan.
Sudah ada kakek dengan seorang pria tampan yaitu tuan Akhira sedang berbincang santai .
"Selamat sore kakek" sapa tuan muda diikuti Lili.mereka menyalami kakek dan juga Akhira.
"Sore juga, kakek menyambut mereka sambil berdiri, masih terlihat gagah, "apa nya yang sakit sehat-sehat saja" pikir Lili.
Kakek menatap Lili lama dan tiba-tiba teringat sesuatu.
"Bukankah gadis ini yang bernyanyi di acara ulang tahun kakek?" tanya kakek kepada kedua cucunya.
"Dan Bukankah ini pacar mu Akhira yang belum sempat kamu kenalkan pada kakek" ?
"Mengapa datang dengan Yuan?"
Mereka yang ada di situ terdiam seketika.
💝Bersambung💝
Masukin ke List pavorite ya agar saat UP kalian dapat notifikasinya.
Terima kasih buat semuanya yang sudah Like, Komentar dan Vote, bagi yang belum ditunggu Likenya setiap bab ya.
...LIKE, KOMENTAR, VOTE...
__ADS_1
...💝TE'AMO💝...