CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#46 Pembalut ?


__ADS_3

"Sayang apa yang kamu lakukan ? mengapa begitu lama di dalam?" teriak tuan muda mulai cemas suaranya mulai tidak sabar


"Maaf sayang, aku butuh pembalut" Jawab Lili dari dalam kamar mandi.


"Pembalut, memang kamu terluka, buka pintunya, aku bantu?"


"hais...,bagaimana ini, kalau aku berdiri akan terlihat darah yang sudah menodai jubah handuk warna putih ini" Lili pusing sendiri.


"Lili buka pintunya, bagian mana yang terluka" suara tuan muda cemas, sambil mondar mandir di luar pintu kamar mandi.


"Tidak luka aku hanya kedatangan tamu bulanan " ucap Lili maaih dari dalam kamar mandi.


"kamu bicara apa sih, pangilan alam, pembalut dan sekarang tamu bulanan, jangan main-main denganku ya" ucap tuan muda mulai kesal.


sialan sepertinya gadis ini mau menguji kesabaran ku, awas kamu nanti.


Tok...tok..tok..


Suara ketukan tuan muda pada pintu.


Lili kalau kamu tidak keluar , percayalah saya akan dobrak pintu ini, acaman tuan muda tidak main-main.


"ia" sebentar jawab Lili terpaksa membuka pintu dangan mengapit jubah handuk pada pahanya tidak berani melangkah, takut darah haid nya kelihatan.


Mana yang luka sehingga kami butuh pembalut, dan mana tamu bulananmu suara tuan muda gusar dan wajah tampan nya menjadi dingin, tatapan setajam pedang.


Lili bergidik melihatnya sepertinya dia benar-benar marah deh tapi salahku apa ? :batin Lili.


"Maaf aku butuh pembalut, bukan untuk Luka" Jawab Lili dengan takut tidak berani menatap wajah seram tuan muda.


Lalau untuk apa kalau bukan untuk luka" tanya tuan muda sedikit membentak, dengan tatapan mata benar-benar kesal


"Ih...ya ampun " Lili menarik nafas kemudian menjawab" aku butuh pembalut kewanitaan , karena sekarang aku lagi menstruasi" Lili menjawab sambil membalikkan tubuhnya membelakagi tuan muda dan terlihat noda darah menodai jubah mandinya.


Seketika wajah tuan muda jadi melongo dan tidak bisa berbicara apa-apa, dia meraih ponselnya diatas nakas dan menelpon asisten Lion.


"Lion belikan pembalut wanita sekarang" perintahnya tanpa menunggu jawaban Lion dia sudah mematikan ponnselnya melemparkan nya keatas sofa lalu masuk kekamar mandi.


Sentara Lion yang baru mau mandi mendapat telpon dari tuannya segera bergegas menuju mall terdekat dan mencari pembalut wanita.


sampai di mall dia menuju peralatan wanita dan mencari pembalut , sejenak dia kebingungan, ada banyak pembalut, ada yang panjang, yang pendek, tebal, tipis ada untuk malam, ada untuk siang dan bermacam jenisnya.


"Aku beli semua jenis aja deh dari pada nanti di minta pergi belikan lagi"


Akhirnya asiaten Lion membeli semua jenis pembalut dia ambil satu macam satu.


Ketika sampai di depan kasir para ibu-ibu berbisik-bisik melihat belanjaannya.


"ih ya ampun , pria tampan ini membeli begitu banyak pembalut untuk apa " ucap mereka sambil tertawa.


Asiten Lion tidak peduli dia tetap berwajah dingin dan tanpa ekspresi, mendorong setrolly belanjaan yang isinya pembalut semua.


Masa bodoh deh, kalian tidak tahu penderitaanku .

__ADS_1


sampai di Mension Lion memberikan sekantong besar pembalut kepada kepala pelayan mintanya untuk mengantarkan ke kamar tuan dan nona, setelah itu dia menuju kekamarnya , melanjutkan aktivitas mandi yang tertunda.


semoga tidak ada perintah lagi badan ku juga sangat lelah hari ini.


tok...tok...tok..


bunyi suara ketukan dipintu kamar permisi tuan ini ada titipan Lion suara kepala pelayan sambil membuka pintu dan memberikan sekantong belanjaan kepada nona Lili dan meletakannya diatas meja .


"terima kasih " Jawab Lili sambil melongo melihat banyaknya pembalut yang dibeli Lion.


Ini mah bisa dipakai untuk satu tahun banyak sekali dan bermacam merek dan ukuran, penti linear juga di belikan dan apa ini pembalut untuk bersalin yang panjangnya 60 cm juga di belikan ha..ha..ha.. .tawa Lili dalam hati.


Tidak apa-apa besok akan ku bagi dengan para pelayan wanita yang ada di mension ini deh tidak mungkin aku pake semua bisa kadaluarsa.


Setelah itu tuan muda keluar dari kamar mandi dan hanya mengumakan handuk yang melilit di pinggannya dan dengan rambut yang basah sambil dia mengerakan kepalanya .


Duh...kenapa dia terlihat begitu tampan


"hei kenapa bengong, " sana pakai pembalut ucapnya sambil meleparkan handuk ke muka Lili.


Lili memungut handuk dan melangkah pergi keruang ganti sambil membawa sekantong besar pembalut.


Ah sungguh melelahkan hari ini, Tuhan baik, aku belum siap malam pertama dan doaku terkabulkan aku mendapatkan menstruasi.


Lili menganti jubah handuk dengan pakaian tidur yang sopan piyama panjang yang sopan.


Setelah keluar dari kamar ganti Lili melihat tuan muda sudah memakai piyama tidur juga dan sedang berbaring di tempat tisut sambil memainkan ponselnyan.


"Lili", pangilnya keras.


"Eh" dia memangilku, ndak mungkin dia meminta nya kan?


"Ada apa sayang" jawab Lili sambil beranjak naik ke tempat tidur.


"Aku capek" Jawab singkat tuan muda.


ih..


aku juga capek tau


"Kalau wanita menstruasi biasanya berapa hati?" sambil kakinya dinaikan keatas pangkuan Lili.


Lili mulai memijat kaki tuan muda.


"Biasa tujuh hari"


"Tujuh hari lama sekali"


"Selama itu"


sialan lama sekali padahal aku ingin memilikimu seutuhnya supaya kamu tidak bisa lari.


"Kau tidak sengaja menghindari tugasmu sebagai istrikan?" tanya suaranya dengan nada sudah mulai kesal.

__ADS_1


hahaha... bangaimana saya bisa menghindari , itukan sudah tugas dan kewajiban seorang istri, dan merupakan kehormatan seorang istri untuk melayani suami.


"Baguslah kalau kau sudah tahu" tidak sembarang orang bisa menikah denganku walaupun mereka ingin, bersyukurlah karena aku memilihmu, jadi jangan coba macam-macam.


"Matikan lampu, aku mau tidur" tuan muda sudah menarik selimut.


"Baik"


Lili geleng-geleng kepala melihat sikap tuan muda dia pusing susah menebak suasana hati laki-laki dihadapannya ini kadang mesra, kadang galak, kadang dingin, kadang hangat.


Lili berjalan menuju saklar lampu dan mematikannya, matanya melirik tuan muda dalam suasana remang-remang dan sepertinya dia sudah masuk kedalam selimut Lili berjalan menuju sofa dan berniat berbaring tidur di sofa.


"Kau mau kemana? mengapa baring di sofa?"


"Saya belum mengantuk dan masih ingin duduk di sofa " jawab Lili sudah tidak berani memangil sayang melihat sikap tuan muda yang kembali dingin.


"Apa dia akan menyiksaku setelah jadi istrinya"Lili bergidik ngeri.


"kemarilah!" naik ketempat tidur, kau sudah jadi istriku kalau kau lupa"


"ia" tapi aku lagi haid jawab Lili, gemetar.


haha..haha.. aku menyuruhmu tidur di tempat tidur bukan bilang akan menidurimu kenapa kamu takut"


"maafkan saya" ucap Lili terpaksa naik ke tempat tidur.


krek...grap...


Tiba-tiba tuan muda memeluk pinggang Lili dan kakinya juga, memeluk Lili seperti bantal guling.


Lili jadi susah bergerak karena tangan dan kaki tuan muda memeluknya seperti bantal guling.


Lili mencoba mendorong tubuhnya, dengan mengeserkan tubuhnya bergerak sedikit-sedikit.


"Diamlah apa kamu ingin membangukan junior dengan gerakan erotis itu, kamu sengaja ya"


"maaf tidak bermaksud seperti itu" jawab Lili sambil berusaha memejamkan mata, walaupun sulit, entah sudah berapa lama akhirnya diapun tertidur. Sementara sebuah senyum penuh kemenangan tersungging dibibir tuan muda yang sedang mengerjai istrinya.


Di cium keningnya dan di lumatnya bibir tipis Lili, sayang nampaknya aku harus sedikit dingin dan kasar supaya kamu menuruti dan patuh , gumam tuan muda sambil membelai pipi Lili penuh kasih sayang.


Lalu tuan muda mepererat pelukanya.


Lili mau ke lobang semut pun kamu berlari aku akan menemukanmu.


malam semakin larut biarlah malam pertama tertunda beberapa hari kedepan sepertinya...yang penting sudah resmi sebagai suami istri.


Tuan muda tersenyum penuh kemenagan.


💝Bersambung💝


.


.

__ADS_1


__ADS_2