CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#71 Bertemu dengannya.


__ADS_3

Sesampai di rumah keluarga Jessy,mobil Lie yuan memasuki halaman Mension keluarga Jessy ketika Lion keluar dan membuka kan pintu mobil untuk Jessy , ternyata kakek Jessy dan orang tuanya sudah keluar dari dalam rumah untuk menyambut mereka.


"Jessy, siapa yang bersamamu?" ucap mereka serentak.


"Kak Yuan" ucap Jessy dengan wajah tertunduk.


"Wah, nak Yuan, panjang umur, apa kabar?" ucap kakak dan orang tua Jessy menghampiri mobil.


Untuk menjaga kesopanan Lie Yuan terpaksa keluar untuk menyapa mereka.


"Selamat malam Kakek, selamat malam om, dan tante" Lie Yuan menyapa sambil membungkukan bandan.


"Wah sikap apa ini, ayo jangan sungkan mari masuk kita minum teh , sudah lama tidak jumpakan?" sambil tersenyum senang Kakek langsung menarik tangan Lie Yuan menuju rumah.


"Lain kali saja kek saya mampir, sekarang ada sedikit urusan" tolak Lie Yuan sopan.


"Ayo jangan menolak, kakek sudah tua mungkin tidak punya banyak waktu, mari masuk lagi pula Jessy baru saja pulang dari luar negeri mungkin banyak hal yang akan dia ceritakan pada kita" ucap kakek.


Dengan tidak enak hati terpaksa Lie Yuan mengikuti mereka masuk kedalam rumah.


Kakek langsung membawa mereka menuju ruang makan dan di sana sudah terhidang mie pedas makanan kesukaan Lie Yuan dan Jessy saat masik kecil.


"Ayo kita makan dulu sambil berbincang" ucap kakek sambil tangannya membimbing Lie Yuan mengajaknya masuk kedalam rumah.


Mie pedas ini adalah menu favorite Lie Yuan dan Jessy saat kecil, mereka selalu suka memakan mie pedas ini dan setiap kali mereka makan dengan lahap kakek senang melihat nya.


Sepertinya mereka sengaja memilih menu ini untuk membangkitkan kenangan lama antara Lie Yuan dan Jessy.


Sepertinya pertemuanku dan jessy malam ini bukanlah suatu yang kebetulan mungkin saja sudah ada yang mengaturnya.


Dengan cekatan Jessy memasukan daging merah ke atas mangkuk Lie Yuan , wanita itu selalu tersenyum pada Lie Yuan.

__ADS_1


Sementara Lie Yuan duduk dengan tenang, waktu sudah berlalu 6 tahun hari ini tiba-tiba datang dan bertemu dengannya didalam negeri, pasti bukanlah hal yang sederhana dibalik ini semua.


"Kau sudah lama tidak memakan mie pedas di sini, ayo makan yang banyak" ucap kakek Jessy tersenyum ramah.


Jessy meletakan sumpitnya dan memasang wajah sedih, " Maafkan aku, pada saat itu, pikiranku masih labil sebenarnya aku masih ingin mengejar cita-citaku, maafkan aku tidak terus terang, aku tidak ingin membuatmu sedih, karena itu aku memutuskan meninggallanmu". Ucap Jessy penuh penyesalan.


"Kak Yuan maafkan aku", ucap Jessy sambil menagis.


Maukah kakak memaafkanku dan bisakah kak Yuan memberiku kesempatan dan waktu lagi untuk bersamamu?"


"Aku sudah menikah" ucap Lie Yuan dengan wajah datar.


Jessy berpura-pura kaget, padahal hal inilah yang membuat dia kembali datang ke sini karena melihat pemberitaan tentang Lie Yuan dan Lili di media sosial.


Lie Yuan 6 tahun yang lalu dan sekarang sudah jauh berbeda bahkan istrinya sudah hamil, apa dia sudah sembuh dari imfoten?.


"Baiklah kalau begitu, kak kita masih bisa jadi teman baik kan?" tanya Jessy dengan raut wajah sedih.


"Ya begini lebih baik, kita jadi teman saja, kamu tetaplah ku anggap sebagai adik ku" ucap Lie Yuan.


Dan tanpa melihat jawaban Lie Yuan dia sudah menghambur kedalam pelakukan Lie Yuan bahkan dengan manja menyandarkan kepalannya ke bahu Lie Yuan, Lie Yuan diam saja tanpa bereaksi wajahnya juga tidak menunjukan reaksi apapun.


Setelah berbasa basi sebentar dengab keluarga Jessy Lie Yuan berpamitan pulang ke mension, ketika dia memasuki kamar dilihatnya Lili sudah tertidur lelap di kasur.


"Nampaknya dia sudah tidur gumam Lie Yuan dalam hati dia masuk ke kamar mandi membersihkan diri dan mengganti bajunya dengan piayama tidur lalu melangkah ke tempat tidur masuk kedalam selimut, meneggelamkan diri memeluk tubuh istrinya, Lili terdiam sebenarnya dia belum tidur matanya sulit terpejam setelah menerima kiriman gambar dari nomor tak dikenal.


Satu jam yang lalu, Lili mendengar notifikasi dari ponselnya dia segera beranjak dari sofa tempatnya menonton TV, segera meraih benda pipih itu dan membuka wichat , dia tetegun melihat foto dan juga vidio yang dikirim dari nomor tak dikenal. Foto saat sang suami makan mie dan juga saat sang wanita memeluk suaminya.


Merasa tidak tahan melihat kemsraan sang suami dengan wanita lain, Lili segera mematikan ponsel dan mencoba baring, berkai-kali dia menepis pikiran negatif tentang suaminya, mungkin saja foto dan vidio sengaja dugunakan untuk menghancurkan kehidupan rumah tangga mereka sebab bisa jadi hanya fitnah seperti yang terjadi padanya dulu.


Lebih baik sekarang aku fokus menanti kelahiran si kembar

__ADS_1


Suasana didalam kamar sunyi seyap... didalam kamar tenang, didalam kepala ribut, memikirkan hal-hal yang negatif tentang suaminya, hati nya berperang dengan bahtin antar pikiran negatif dan pikiran positif


didalam hati Lili, sejak kapan ya aku jadi kepikiran begini?.


Setelah lelah berdebat dengan batin nya sendiri akhirnya Lili benar-benar tertidur.


Ketika sang suami pulang dia tidak ingin menyambutnya dan berpura-pura tertidur lelap, dan akhirnya dia juga benar-benar tertidur sampai pagi.


Ke esokan harinya hati kakek Albert memburuk sebab dia mengetahui bahwa Lie Yuan menemui Jessy dan bahkan sampai makan mie di kediaman keluarga Jessy, kakek merasa kuatir Lili akan mengetahuinya.


Kakek tidak mengetahaui jika Lili juga ada dikirimi foto dan vidio tentang Lie yuan dan Jessy.


Saat Lie Yuan bekerja Lili seperti biasa mengantar suaminya samapai kedepan pintu.


"Sayang kenapa wajahmu sedari tadi tidak ceria, ada apa?" tanya Lie Yuan sebelum memasuki mobil dia melihat wajah sedih Lili dan membelai lembut rambut di kepala nya.


"tidak apa-apa, aku hanya merasa takut" jawab Lili tersendat.


"Takut kenapa, Lihat aku,Liliana Kim , mencintaimu adalah mimpi terindah dan tersulit dalam hidupku, tapi aku tak akan pernah menyerah akanku pastikan selalu membuatmu tersenyum" Ucap Lie Yuan sambil memeluk Lili.


"Jadi jangan banyak memikirkan apapun , fokus saja untuk kelahiran buah hati kita" Lie Yuan mengurai pelukannya dan menatap lembut kedalam mata Lili. Lili hanya mengangguk kan kepalanya.


Sedangkan Jessy mendengar dari balik pohon tersenyum penuh arti.


Jessy tersenyum mempesona, "Senang mendengarmu mengatakan itu" Ucap Jessy pada dirinya sendiri.


Tapi mimpi paling indah dalam hidupku adalah menghancurkan mimpi indahmu itu Lili, suara patah hatimu pasti sangat merdu.


Mobil Lie Yuan bergerak meninggalkan Mension, Lili masuk kedalam rumah dan Jessy juga keluar dari balik pohon di pinggir gerbang.


Saat masuk kedalam Lili melihat Kakek Albert .

__ADS_1


"Aku akan selalu ada untukmu" ujarnya menguatkan Lili.


Bersambung.


__ADS_2