CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#36 Ungkapan Cinta.


__ADS_3

Di ruang tamu rumah kakek.


Seketika suasana menjadi canggung ketika kakek bertanya.


"Ah ya tidak perlu dijawab, karena semua sudah hadir mari kita segera makan.


Anggota keluarga Lie yang lainnya sudah lama datang, duduk diruang tamu, berkumpul bersama,


Silvia dan cristina terlihat duduk diantara kedua orang tuanya.


"Mari kita makan ke ruangan perjamuan, jangan bicara apapun saat kita belum makan" suara kakek berwibawa.


Semua orang mematuhinya, walau terlihat jelas di wajah dua orang sepupu wanita tuan Lie yang tidak begitu senang terhadap kehadiran Lili.


Mereka adalah dua orang yang benar-benar terlihat cantik dengan gaun keluaran edisi terbatas serta perhiasan mahal.


Silvia dan Cristina tersenyum sinis seolah berkata lewat tatapan pasti gadis itu akan tidak paham etiket jamuan makan.


"Pantasan Tuan Muda mempersiapkan penampilanku sampai meminta Mike Up Artist untuk meriasku, ternyata ini bukan makan malam biasa, kalau aku datang dengan penampilan biasa pasti aku akan jadi bahan lelucon" ucap Lili dalam hati.


Selama jamuan makan malam berlangsung mereka makan dengan penuh etiket table marnner.


Pantasan waktu itu Tuan Lie meminta Lili mengikuti kursus table manner dan untungnya Lili lulus dengan nilai terbaik jadi dia tidak membuat dirinya malu saat jamuan makan di keluarga bangsawan seperti ini.


Rupanya tuan muda sudah mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memperkenalkan Lili dengan keluarganya.


Table Manner (Etika Makan) yang Lili pelajari saat kursus dan sekarang dia praktekan di acara makan malam keluarga tuan muda.


Makan dengan mulut yang tertutup saat mengunyah makanan tidak boleh mengeluarkan suara.


Berbicara dengan volume suara yang rendah.


Tutupi mulut saat batuk atau bersin.


Jangan menyandarkan punggung di sandaran kursi.


Jangan memainkan makanan dengan peralatan makan


Ribet ya, hehehe ... iya memang ribet, kalau masuk kedalam keluarga orang kaya.


Selesai makan yang membosankan versi Lili.


Mereka berpindah ke ruang keluarga sambil menonton TV.


Selama jamuan Lili merasa beruntung karena saat jamuan makan dirinya duduk diantara Tuan Muda dan Akhira jadi dia tidak merasa sendirian sebab keduanya seperti berlomba melayaninya mengambilkan lauk pauk yang disukai oleh Lili.


Kalian tahu siapa yang lebih paham dengan makanan kesukaan Lili?


"Akhira"!!! yach selama empat tahun mereka berteman tentunya lebih tahu dari pada tuan muda Lie, nampaknya akan ada persaingan disini.


Bagaimanapun kakek ingin memamerkan Lie Yuan yang datang membawa pasangan pada hari ini.


Tetapi ada keraguan karena justru Akhira yang terlihat lebih akrab dengan gadis ini.


Sudah dihidangkan teh, mereka sudah minum dan bercengkrama satu sama lain, tapi tuan muda belum juga mengumumkan siapa gadis yang dia bawa sehingga membuat kakek jengkel.


Lili menjadi serba salah, merasa canggung apa lagi dua orang nona muda Lie tidak ramah kepadanya sementara tuan Lie yang membawanya juga terlihat santai tanpa beban.


"Kakek Ada piano aku dan Lili ingin bernyanyi boleh"? Tanya Akhira.

__ADS_1


"Boleh jawab kakek, lagu nostalgia Indonesia ya " kata kakek tersenyum senang.


"Ayo Lili " ajak Akhira sambil memarik tangan Lili membawanya menuju piano disudut ruangan.


Lili hanya terdiam mengikuti Akhira berjalan menuju piano, tidak berani melihat tuan muda yang duduk di sofa tepat didepannya. Rasanya ingin sekali Lili mencabik-cabik lelaki dihadapannya ini.


Pria ini sepertinya dilahirkan hanya untuk mengganguku" Gumam Lili dalam hati


"Membawaku ke sini tapi berlaku cuek " pikir Lili benar-benar sebal sambil melirik tuan Lie.


"Lili ingin bernyanyi lagu apa ?" tanya Akhira.


Lagu lawas Indonesia lebih baik berpisah. Jawab Lili.


"Baik" kata Akhira sambil membuka penutup piano yang sangat besar, elegant dan indah di sudut ruangan, Lili menatap kagum pada piano.


Terdengar suara indah Lili.


LEBIH BAIK BERPISAH


Berulang kali kau


Kau duakan cintaku


Berulang kali


Kau sakiti hatiku


Aku tak sanggup


Menerima semua


Perlakuan mu padaku.


Kau tak sayang padaku


Katakanlah terus terang pada diriku


Aku rela kau tinggalkan diriku


Oh sayang.


Hari hari berlalu tanpa kelembutanmu


Bahkan kau melihatku


Dengan rasa bencimu


Air mata ini selalu menetes


Membasahi pipiku.


Cukup cukuplah sudah


Kau hancurkan hatiku


Cukup cukuplah sudah


Kau khianati cintaku

__ADS_1


Lebih baik berpisah


Dari pada nanti


Diri ini menderita.


Lili membawa kan lagu yang biasa dinyanyikan mbak Vanny Vabiola dengan diiringi pemainan piano Akhira, terasa menyayat hati, kakek sampai memerah matanya terjanyut.


Boleh kok kalian membaca sambil mendengarkan lagu ini biar lebih menghayati perasaan Lili saat ini.


"Lili maafkan cucu kakek, sepertinya kakek harus memberikannya pelajaran agar dia bisa mengakui perasaannya agar tidak terus-menerus bertingkah seenaknya" Tekad kakek dalam hati.


Begitu selesai Lili menyanyikan lagu tuan muda Lie berdiri.


Tuan muda menarik tangan Lili kedepan dan membawanya kedalam pelukannya karena ditarik tiba-tiba membuat Lili kewalahan dan kehilangan keseimbangan sehingga dia terjatuh ke dalam pelukan tuan muda.


Tuan muda Menangkap ketidak puasan diwajah Akhira.


Dengan lembut tuan muda mencium bibir Lili dihadapan semua orang.


Tuan Muda menundukkan wajah dan menarik dagu Lili dan mencium bibir mungilnya dengan serakah. Tuan Muda mencium Lili tanpa ampun seolah sedang menunjukan superioritasnya, menunjukkan bahwa siapa pemiliknya.


Dan berkata , "Lili adalah gadisku, baik dahulu maupun sekarang " semua orang tercengang melihat aksi tuan muda Lie.


"Tidak ada yang boleh menindasnya " ucap tuan muda sambil matanya melirik kedua orang sepupu perempuannya karena dia tahu sepertinya mereka tidak menyukai Lili dari tatapan mata ,mereka melihat kearah Lili.


Dan katanya lagi seraya melihat kearah Akhira.


"Untuk Akhira terima kasih telah menjaganya selama ini, tapi untuk kedepannya tidak perlu lagi karena kemanapun aku pergi dia akan ada di sana bersamaku".


"Lili, sekarang akulah tempatmu, akulah rumahmu, kedepannya kamu jangan segan lagi ya" suara tuan muda lembut dan mesra menatap wajah Lili.


"Aku akan membencimu dengan hatiku, jika kau berani .... menghianatiku, tuan Lie membelai pipi Lili dengan penuh sayang dan mencium pucuk kepala Lili.


Didepan keluarganya tuan muda berkata lagi.


"Jadilah teman ceritaku, teman marahku, teman bercandaku, teman mainku, dan jadilah satu-satu teman hidupku"


"Kau bersedia?" tanyanya kepada Lili.


Lili terdiam bibirnya jadi kelu tidak bisa berbicara, dia tidak menyangka bahwa tuan muda menyatakan cintanya didepan keluarga , di depan kakek Albert.


"Kakak, apa kakak tahu apa yang disukainya atau tidak?" selama ini Lili dekat dengan siapa "? aku kak yang selama ini bersamanya seharusnya akulah yang pantas untuknya. Ucap Akhira dalam hati .


Dia memijit pelipisnya dengan rasa kesal.


Sekali lagi dia melirik ke arah kakaknya sedang melingkarkan tangan di bahu Lili mereka sedang duduk di sofa .


"Baiklah , Yuan kakek merestuimu, kapan kakek melamarnya untukmu?" tanya kakek sambil tersenyum bahagia.


Akhira berjalan keluar ruangan, seketika perasaan nya menjadi sumpek di dalam ruangan.


Dia melihat ikan dikolam kakek, melemparkan umpan dengan kesal.


"Yach mungkin saatnya kita harus rela melepaskan orang yang kita cintai, asalkan dia bahagia" pikir Akhira...


...💝Bersambung💝...


Terima kasih, bagi kalian yang sudah Like, Komentar dan Vote.

__ADS_1


Bagi yang belum di tunggu ya Like, Komentar dan juga Vote.


...💝TE' AMO💝...


__ADS_2