
Sepanjang malam.
Lee yuan membuktikan dirinya nya sangat kuat , Hingga kemudian. Lily pun minta ampun kepada dia dengan sambil menangis dia berteriak bahwa dirinya sudah tidak mampu lagi dan sudah tidak mau lagi, tetapi Li Yuan pun tidak berhenti, dia ingin membuktikan bahwa dirinya tahan lama.
hingga sampai pagi Li Yuan yang sudah kehilangan kendali baru melepaskan kan Lili.
siang hari.
Akibat dari bertindak sesuka hati ubuh terasa tidak enak, bahkan bergerak saja pun merasa sangat sakit.
diri merasa ada yang memeluknya, dan suara Lie Yuan pun dengar.
“Apa kamu merasa tidak enak? sakitkah” Lie Yuan berkata sambil menarik Lili ke dalam pelukannya.
Lily terdiam meskipun malam tadi dirinya diberi obat, jadi hasratnya pasti akan lebih kuat daripada biasanya tapi suaminya Li Yuan juga malam biaskan semua hasratnya yang sudah lama terpendam selama 5 tahun kehilangan istrinya. sehingga Li Yuan pun tidak bisa mengendalikan dirinya.
Li Yuan merasa tidak puas dan menginginkannya berulang kali sepanjang malam.
Lili berpikir dalam hatinya suaminya sudah lama menahan segala hasrat selama 5 tahun dirinya berpisah dan sekarang Ada Kesempatan Jadi wajar saja jika dirinya agak sulit mengendalikan dan bagaimana mungkin jika ada dirinya nya sang suami akan dapat menahan nya.
“Lain kali jangan begitu lagi aku merasa kesakitan sampai ingin menangis lain kali kamu jangan begitu lagi” ucap Lili sambil membelakangi sayang suami.
“ baiklah kalau gitu…… aku berikan Kesempatan untukmu balas dendam kepada ada aku lain kali kamu di atas, terserah kamu mau memperlakukan aku seperti apa pun boleh” ucap sang suami yang sama sekali tidak peduli terhadap istrinya yang sedang ngambek, dia berkata seolah-olah hal itu adalah sebuah ketulusan
“oh oke…” ucap Lili , tapi detik berikutnya dia pun tertegun sejenak, lalu melihat ke sang suami yang tersenyum licik, barulah dia menyadari bahwa dirinya telah dikerjain, dan dia pun memarahi nya. “Tuan muda Lie Yuan, sekarang turun dari ranjang segera”! teriaknya dengan wajah merona merah menahan malu,dan melempar bantal ke arah sang suami.
Sudut bibir Lie Yuan Pun terangkat, lalu, dia menangkap bantal dan mendekap sang istri yang terlihat marah, sambil membelai punggungnya.
__ADS_1
“Kemarin aku sangat takut, ponselku jatuh pula, aku kira kali ini aku akan habis” Lili mencengkram selimutnya, dengan kedua airmata yang sudah menganak sungai .
“Kedepannya aku akan dengarkan kata-katamu dan tidak akan pergi kemanapun sendirian” ucap Lili terisak.
“Jangan takut, dan jangan memikirkan apapun lagi, kedepannya aku akan melindungimu dan anak-anak” ucap Lie Yuan semakin mengencangkan pelukannya.
Lie Yuan membalikan Lili agar mengarahkan wajahnya ke hadapannya, sekarang mereka berhadapan, dan saling menatap.
“Umm…” jawab Lili, semakin memasukan kepalanya ke dada bidang sang suami.
Meskipun saat ini Lili sudah aman, tetapi ketika memikirkan adegan kemarin, dia masih merasa takut dan juga trauma.
Pada saat itu, yang menyelamatkannya adalah Akhira, tetapi pria yang ada di hadapannya ini pun membuatnya merasa lebih aman.
Lie Yuan mengangkat wajah sang istri, kedua tangannya memegang pipi sang istri yang basah dengan air mata, perlahan dia mencium air mata Lili, dan kemudian mencium lembut bibirnya.
“Sudah, ah aku masih sakit,” ucap Lili mendorong sang suami yang sekarang tangannya sudah semakin tak bisa dikendalikan menjelajah ke tempat-tempat favoritnya di tubuh sang istri.
“Bentar aja ya, sekarang kamu yang pegang kendali, kamu yang mainin nya ya..ya..” ucap Lie Yuan jemarinya menarik tangan sang istri dan menuntunnya pada sesuatu yang sekarang tampak menggunung di antara pangkal paha nya.
“Tidak ah, aku tidak mau lagi, aku mau mandi “ ucap Lili lalu bangkit dari ranjang dan tergesa menuju kamar mandi dan mengunci pintunya.
Sungguh dirinya sudah tidak sanggup lagi, seluruh tubuhnya terasa nyeri dan remuk, pinggangnya terasa patah.
Lie Yuan pun tidak memaksa sang istri, dia bangkit dan menuang segelas air putih untuk melepas dahaga nya. Kemudian dia mengambil handphonenya dan menghubungi Akhira.
“ Kamu sekarang ada dimana?, bagaimana keadaan anak-anak?” tanya Lie Yuan setelah Akhira mengangkat telepon.
__ADS_1
“Tenang kak, mereka baik-baik saja dan sekarang sedang bermain bersama kuda pony , sengaja hari ini tidak sekolah dengan alasan keamanan, tetapi mereka tidak protes, setelah aku katakan bahwa mommynya ikut daddy melakukan perjalanan bisnis.
Lie Yuan terdiam beberapa saat dan tentu saja Akhira tahu apa yang sebenarnya ingin sang kakak tanyakan, jadi dia pun langsung mengatakan:
“ Kak kejadian kemarin sudah aku telusuri, masalah ini diprovokasi oleh Jessika, Pria ini awalnya memang seorang pembunuh bayaran yang sering menerima job untuk melenyapkan orang, dia sudah beberapa hari ini mencari kakak ipar untuk dibunuh, kebetulan hari itu kakak ipar sedang belanja sendirian nah itulah kesempatan pria itu melakukan aksinya”
Lie Yuan terdiam sejenak.
“Masalah ini kamu yang urus dan tangani sampai tuntas, pastikan tidak akan terjadi lagi”.
“Baik kakak , masalah ini kamu jangan khawatir, serahkan ke aku saja” Akhira tersenyum jahat, aku akan buat Jessyka merasa lebih baik mati daripada hidup” ucap Akhira tegas.
Setengah jam kemudian, Lie Yuan membawa Lili pergi menuju ke restoran untuk makan siang.
“Kenapa kita tidak pulang saja ke mansion, kasihan Kenzie dan Kenny pasti sekarang sedang mencari kita” ucap Lili.
“Tidak akan mencari kita, mereka sekarang sedang bersenang-senang bersama paman Akhira” ucap Lie Yuan dia menyodorkan ponselnya pada Lili, terlihat, sebuah video keseruan, kedua buah hati mereka yang sedang bergembira bermain kuda dia halaman, dan di lanjutkan bermain bola di lapangan, Lili tertawa melihat wajah Akhira yang nampak kelelahan mengikuti kedua bocah itu bermain.
“Sudah lihatkan mereka tidak akan merasa ditinggalkan oleh kita , mereka sekarang merasa senang bersama paman Akhira”
“Nanti malam kita masih lanjut tidur di hotel ya, kita akan membuat adik untuk mereka berdua” ucap Lie Yuan dengan suara rendah di telinga Lili, dan dengan sengaja menggigit daun telinga nya.
Lili melotot dan mendorong dada sang suami yang sudah mulai nampak mesumnya.
“Iiihhh….,apa an sih, jadi makan ndak sekarang” ucap Lili.
“Jadilah tetapi setelah itu aku mau makan kamu” Lie Yuan menarik kepala Lili dan ******* bibir sang istri yang sekarang sudah menjadi candu untuknya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat berciuman, hingga mereka hampir kehabisan nafas, barulah Lie Yuan melepas kan sang istri dan menyeka sudut bibirnya, dan membantunya melepaskan sabuk pengaman.
Bersambung.