
..."Aku siap menghadapi masalah seberat apapun , asalkan Tidak ke hilangan kamu"...
^^^(Tuan Muda Lie Yuan)^^^
...****************...
"Hi.... kesal-kesal...." gumam Jesslin sambil berjalan di trotoar, Nona ayo masuk ke mobil ucap supir sambil menghentikan mobil di samping Jesslin. namun Jeslin tetap melangkah tanpa menghiraukan sang supir.
tiba-tiba taxsi lewat dia segera mencegat taxsi dan meloncat ke dalamnya.
"Ayo buruan pak hindari mobil itu, bawa aku lewat jalan manapun asal jangan ketemu mobil itu", Jeslin berucap sambil matanya menunjuk kearah mobil di belakang.
Sang supir terkejut melihat nona nya pergi kabur. Dia berusaha mengejar , tapi kehilangan jejak gara-gara singgah di persimpangan jalan dan terjebak lampu merah.
sementara Jesslin sudah tidak terlijat lagi.
Serelah merasa cukup jauh sudah di pinggiran kota Jesslin melihat pemandangan cukup indah udara sejuk dan bersih, sedikit kendaraan yang lewat.
Dia merasa cukup aman dari kejaran Supir kakek nya, dia meminta taxsi untuk singgah di depan sebuah Mini mart .
"Pak turunkan aku di sini", pintanya pada supir taxsi.
"Baik Nona", jawab supir taxsi seraya menepi taxsi nya kedepan mini mart.
"Ini pak ongkosnya terima kasih ya", Jeslin meberikan selembar uang kepada supir taxsi, dia langsung berjalan cepat memasuki mini mart tanpa menoleh lagi.
"Nona kembaliannya", Teriak supir taxsi.
"Untuk bapak saja, terima kasih", Jeslin hanya menoleh sambil melambaikan tanganya dia terus berjalan memasuki mini mart .
Tiba-tiba Buk ....!!, dia menabrak seseorang yang akan keluar dari pintu kaca minimart , sehingga mengakibatkan tumpukan sampah dalam plastik yg dibawanya bertaburan didepan toko itu.
Keduanya terjatuh di lantai.
Auw....!!!
Teriak mereka berdua bersamaan , sambil serentak melihat wajah orang yang bertabrakan dengannya.
"Maaf " mereka serentak mengucapkan kata maaf sambil buru-buru bangun dan membereskan sampah-sampah yang berceceran di lantai depan toko.
"Tidak usah nona, silakan masuk berbelanja saja biar saya yang mengatasi ini". Dengan cekatan Lili membereskan sampah-sampah yang berceceran.
"Maaf ya aku tidak sengaja"Jeslin tetap membantu memungut sampah yang jatuh kelantai..
"*Sial, gara-gara memikirkan Yuan aku jadi tidak focus, kalau tidak karena ancaman kakek ingin menghapus dari daftar ahli waris akupun tidak akan ingin bertunangan dengan orang yang sombong dan arogan, dan kabar dari Jessy bahwa dia juga inpoten" Jeslin terus mengomel dalam hati.
"Maaf nona, tolong masukan kedalam kantong ini sampah yang anda pegang." Lili berucap memutuskan lamunan Jeslin, sambil menyodorkan kantong plastik berisi sampah.
"Mengapa dia justru melamun sambil memegang sampah dasar aneh", gumam Lili dalam hati .
__ADS_1
"Eh iya, ini sampah nya" Jeslin segera masukan sampah ke dalam kantong yang dibawa Lili dan mengambil kantong sampah yang dipegang Lili dia menuju ke tempat sampah dan menaruhnya disana.
Giliran Lili yang terbengong tak bisa berkata-kata dia hanya bisa memandang Jeslin yang mengambil alih tugasnya membuang sampah dengan terbelalak tidak percaya seorang gadis yang berpenampilan Nona besar dari keluarga kaya ternyata mau membuang sampah
"Selesai beres", katanya sambil menepuk-nepuk tangannya agar kotoran yang menempel hilang dia berbalik kembali ke toko di ikuti oleh Lili.
"Aku ingin membeli air mineral yang dingin" katanya kepada Lili.
"Baik nona, 2.400 KRW ini silakan " Lili menyodorkan satu botol minuman mineral dingin.
"Jangan panggil aku nona, namaku Jeslin dia mengulurkan tangannya Kepada Lili.
"Aku Lili"
"Ini uangnya", senang berkenalan denganmu " lain kali aku akan mampir lagi"
"Bay Lili" Jeslin berlalu sambil melambaikan tanganya.
...***...
Pulang dari toko Lili bergegas mandi dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam Tuan muda
Dibantu oleh koki Lili masak beberapa hidangan. Setelah selesai dia menatanya di meja makan.
"Bi aku ke kamar dulu ya, sebentar".
Lili bergegas ke kamar, sampai dikamar dia buru- buru mengecek notifikasi wa .
"Tuan muda sudah sampai di depan gerbang"
"Apa...!!! dasar sekretaris sialan, kenapa baru bilang"
Lili buru-buru menuruni tangga dan bertemu dengan kepala pelayan mereka menuju pintu masuk sambil menunggu tuan muda sampai, hal semacam ini selalu mereka laku kan bila yang mulia Tuan Muda datang.
Harus di sambut seperti kaisar.
Mobil Tuan muda datang memasuki halaman , saat mobil berhenti Lili datang menghampiri . Tuan muda turun dari mobil.
" Selamat datang Tuan Muda", Lili menyapa sambil menunduk kan kepala memberi hormat.
Tuan muda hanya menoleh tidak menjawab sapaan Lili, dia berjalan cepat diikuti sekretaris Lion
Lili mengutuk dalam hati , dan bergegas mengikuti mereka melangkahkan kaki setengah berlari.
"Apa sih mereka ini kenapa bisa berjalan cepat sekali, seperti di kejar penjahat saja", Gerutu Lili dalam hati
Lili mengikuti mereka sampai ke depan pintu kamar Tuan Lie , dia berhenti tepat di luar pintu, dan hendak berbalik meninggalkan kamar Tuan Lie.
"Nona silakan masuk Tuan Muda ingin mandi", sekretaris Lion keluar dari kamar dan menatap Lili tanpa perasaan seperti tatapan mengejek.
__ADS_1
terpaksa Lili masuk ke dalam kamar dengan perasaan enggan.
Dilihatnya Tuan Lie duduk di sofa dengan menyandarkan punggungnya sambil memejamkan mata.
"Permisi Tuan saya akan menyiapkan air hangat untuk anda mandi", Lili bergegas melewati Tuan Lie dan masuk ke kamar mandi.
Di isinya bak mandi dengan air hangat dan di tuang kan sabun mandi serta tetesan aromaterapi yang ada di kamar mandi, setelah dirasanya cukup dia berjalan ke arah ruang ganti pakaian dan mengambil pakaian ganti untuk Tuan muda dan dia keluar.
"Tuan airnya sudah siap dan ini baju ganti anda sudah ku siapkan diatas tempat tidur". Lili ingin cepat-cepat meninggalkan tempat itu.
"Kamu mau kemana gadis ceroboh", bantu aku melepaskan pakaian". Tuan Lie bicara sambil melihat Lili dengan tatapan tajam dan dingin.
"Lili terbelalak, menatap Tuan Lie yang tetap acuh tak acuh .
Sudah sebesar ini, dia belum pernah melihat tubuh laki-laki karena dia belum pernah punya pacar dan juga dia belum pernah melakukan kontak fisik dengan laki-laki.
Namun sekarang inilah yang harus dia lakukan dan tidak ada ruang untuk melarikan diri.
Lili membuka jas dan juga kemeja Tuan muda.Terpampanglah tubuh yang penuh dengan otot, putih dan mulus, seketika wajah Lili memerah bagai tomat matang.
Tiba-tiba tuan muda berdiri dia membuka celananya dan dengan santai memasuki kamar mandi.
Lili terperanjat kaget dan segera memalingkan mukanya.
"Gila....!!! kenapa sore-sore begini aku sudah melihat pemandangan yang memalukan, aku masih perawan dan tabu untuk melihat hal yang memalukan seperti itu, gila...!!! kenapa aku harus melihatmu telanjang di depanku"
"Masuk, bantu aku mencuci rambut dan pijet aku saat mandi" Tuan muda Lie bicara dari dalam kamar mandi.
Lili masuk kekamar mandi dan melihat Tuan lie sudah berendam sambil memejamkan mata.
"Cepat keramas rambutku , kenapa kamu malah bingung", tuan muda berkata sambil masih memejamkan matanya.
Lili duduk di belakang bak mandi sambil membasahi rambut Tuan Muda. terpaksa ia melihat bahu yang sangat bidang dan tubuh Tuan Lie putih mulus bersih , bagaimana kulit seorang laki-laki bisa semulus ini.
Lili menuang sampo dan memijet kulit kepala Tuan Lie dia melihat punggung Tuan Lie sepertinnya dia benar-benar lelah, setelah memijat dia menyiram air bersih untuk membilas sampo tetapi Tuan Lie tiba-tiba berdiri menuju shower membilas tubuhnya.
Lili memalingkan wajah malu melihat pemandangan yang tabu baginya.
Lili tidak tahu bawa Tuan Lie sedang menjalani terapi pemulihan kelelakiannya. Dan sepertinya Lili adalah obat tetapi yang ampuh?
Bagaimana kelanjutannya?
Simak di part betikutnya.
❤Bersambung❤
Aku mohon maaf yang sebesar-besarnya buat semua pembaca karena terlambat Up, dikarenakan Anakku lagi sakit dan akan di operasi Polip di hidung mohon dukungan doa dari semua pembaca setiaku semoga anaku lekas pulih. Amin
Thanks You❤
__ADS_1