
Waktu berlalu dengan cepat tidak terasa, seminggu berlalu, Lie Yuan tugas ke luar negeri, dia pulang pada hari ini bertepatan dengan peluncuran produk smart kamera dan smart ponsel tercanggih yang tahan banting dan juga bisa bertahan dalam air.
Acara diadakan di salah satu hotel yang berada di bawah naungan Grup Lie, hotel terbesar di negara K, Lili datang bersama sopir yang bertugas menjemputnya.
Sebelumnya sang sopir menjemput satu jam lebih cepat, tujuannya membawa Lili ke salon dan juga butik langganan Lie Yuan untuk didandani dan juga berganti gaun yang sangat indah yang sudah dipilih oleh Lie Yuan.
Setelah selesai didandani dan berganti pakaian Lili pergi bersama supir menuju hotel tempat konferensi pers diadakan.
“Nyonya anda sudah datang “ sapa ramah sekretaris Lion silahkan anda mencari tempat duduk untuk beristirahat, konferensi akan segera dimulai saya akan kembali ke sisi tuan” ucap Lion.
Disis lain dari aula perjamuan, Budi sedang berjalan kemari.
Melihat Lili, mata Budi yang berwarna hitam sedikit menyipit, ekspresi Jessy yang merangkul tangannya juga berubah.
Setelah itu Budi, mengatakan sesuatu kepada Jessy, Jessy pun melepaskan lengannya dengan sangat anggun dan perhatian. Dia pun ngobrol dengan beberapa selebriti di sebelahnya.
Lili sedang melihat ke sisi Lie Yuan dengan matanya yang indah, Budi berjalan kemari dari samping.
“Mileara, kamu benar-benar datang ke konferensi pers peluncuran produk smart ponsel grup Lie ini?”
Budi tersenyum cerah dan mengambil dua gelas anggur merah dari nampan pelayan.
Pada awalnya saat sekolah menengah dia yang dulunya mengajari Mileara mencicipi anggur merah.
Lili sepertinya telah melihat sebuah masalah datang, dia mengalihkan pandangannya dari Lie Yuan dan ingin pergi menghindar.
Banyak selebriti dan juga orang penting yang hadir dalam acara bisnis ini, tetapi sebagian besar berkumpul di tengah-tengah aula, di pinggir-pinggir aula relatif sepi sehingga kebanyakan orang tidak memperhatikan bagian sini.
Budi berjalan ke samping Lili dan memberinya segelas. “ Kamu seharusnya bisa minum anggur merah, setidaknya kamu bisa minum saat kita bersama saat sekolah” ucapnya.
“Maaf itu dulu, sekarang aku tidak minum minuman keras,” Lili berkata dengan dingin, sekarang dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran Budi di sisinya, sebab karena hal inilah yang membuat dia dan suaminya berselisih akhir-akhir ini.
Sekarang Budi yang dia kenal dulu tidak sesederhana saat mereka sekolah, dia ternyata berteman dengan Jessy entah apa hubungan dia dengan wanita jahat itu.
__ADS_1
“Sejak kapan kamu kenal dengan dia?” ucap Lili
Lili melirik Jessy, dia hampir menggertakan gigi dan matanya yang dingin melirik Jessy.
Jessy juga memperhatikan dia dan Budi.
Terhadap pertanyaan Lilu, Budi hanya tersenyum dan meletakan gelas anggur di samping. Dia mengecilkan suara nya dan berkata di sampingnya. “Apakah yang terjadi, apakah kamu cemburu?, bukankah waktu itu kamu mengatakan bahwa aku sudah tidak ada harapan dan juga tidak bisa mempengaruhimu lagi?” , apak karena sekarang sepertinya Lie Yuan juga tidak terlalu mencintaimu?”
Lili balas menatap Budi dengan dingin. “ Budi, tidakkah kamu merasa bosan selalu memprovokasi aku, aku merasa kamu benar-benar sangat menyebalkan dan juga sangat tidak tahu malu?”
“Aku telah terlalu bosan mendengar kata-kata semacam ini, setiap kali bertemu, mungkin kamu bisa mengubah beberapa kata baru” ucap Budi tersenyum menyebalkan.
“Sekarang aku tidak peduli kau membenciku atau tidak, karena aku hanya ingin kamu pulang bersamaku ke tanah air, aku tidak percaya kamu melupakan semua nya dengan mudah, ini adalah hal yang paling penting”. Ucap Budi.
Dia mengangkat gelas nya ke arah Lili dengan tersenyum, dia merasa senang karena sudah merusak hubungan Lili dengan Lie Yuan.
“Aku peringatkan kamu, jangan coba-coba mengancamku, sekarang!” ucap Lili menatap kesal.
“Sudah…, “Budi tiba-tiba mendekat ke telinga Lili, posisinya seolah-olah sangat intim seperti sedang mencium daun telinga Lili.
“Kamu kembali lah bersamaku, aku adalah orang yang tepat untuk melindungimu, aku suka membuatmu marah demi aku atau senang demi aku ” ucapnya lagi sambil tersenyum penuh kemenangan sebab mata nya melirik ke arah panggung tempat Lie Yuan yang sekarang sedang menatap ke arah mereka.
Lili mundur selangkah, dia mengangkat tangannya dan hampir menampar wajah Budi yang menyebalkan itu, tapi belum sempat tangannya mendarat di wajah budi sudah menangkap tangannya dan mengecup tepat di punggung tangan Lili.
Alih-alih menampar wajah budi malah terkesan mesra dilihat orang.
Mempertimbangkan bahwa ini adalah tempat umum dan pandangan beberapa orang yang melihat ke arah mereka, Lili mengepalkan jari-jarinya dengan erat dan menarik tangannya dengan kasar.
“Budi, kenapa dulu aku tidak menemukan bahwa kamu begitu tidak tahu malu?” Lili tidak lagi merahasiakan rasa kesalnya.
Wajah Budi sempat terlihat jelek, tetapi kemudian menghilang lagi. “ Terserah apa yang kamu pikirkan, tetapi aku tidak akan menyerahkan barang-barangku dengan mudah.”
“Apakah Budi teman masa kecilnya yang sangat baik dan juga pengertian sekarang berubah menjadi seorang B*jingan dan tidak peduli apapun bahkan berkomplot dengan Jessy untuk menghancurkan hubungannya dengan Lie Yuan.
__ADS_1
Di depan panggung Lie Yuan menatap Budi dan Lili dengan mata yang dingin. Dia menoleh ke sebelah untuk mengatakan sesuatu kepada sekretaris Lion. Lion mengangguk dan berjalan menuju Lili.
Budi melirik dan berjalan mendekat. Dia merasa lucu dan berkata. “Apa yang terjadi? Mileara, jika kamu berani menamparku, kamu juga tidak perlu lakukan, aku akan merubah tamparan menjadi kecupan kerinduan sepasang kekasih yang telah lama berpisah kembali bertemu lagi, dan besok media akan menerbitkan gosip tentang kamu dan aku..”
“Namun aku keberatan, kita bukan sepasang kekasih baik dulu maupun sekarang!”, Lili menggertakkan gigi dan menatap b*jingan itu.
“Aku tidak ingin muncul di berita gosip dengan orang sepertimu!”
Budi sepertinya tidak terkejut dengan sikap gadis itu terhadapnya.
Ekspresinya sangat santai.
Anggur merah masuk ke tenggorokannya dan mewarnai bibirnya yang merah sehingga membuatnya terlihat lebih jahat lagi.
Beberapa wanita terpesona melihatnya menjilat anggur merah di bibir atasnya, dis memiliki pesona untuk menarik perhatian para wanita , semacam pesona pria jahat.
“Oh ya?” dia mendengus dan menatap Lili, dengan matanya yang hitam. “Saat itu, masalah di sekolah kita dulu, kamu sengaja mengatakan pada semua orang bahwa aku adalah pacarmu, sehingga kemanapun kamu pergi aku selalu menemanimu, kamu tidak membiarkanku untuk mencari pacar atau memperhatikan gadis lain bahkan sampai sekarang, kamu malah berpura-pura mati dan menipu semua orang”
“Kamu sengaja membuatku setiap malam menatap kepergianmu, membiarkanku menyesal tidak mengatakan perasaanku yang sebenarnya padamu, Mileara aku mencintaimu tidakkah kau tau?”
“Mileara aku tidak akan menyesal seorang diri, meski menderita sampai jatuh kedalam neraka pun, aku juga akan menarikmu”. Ucap Budi.
Ketika Dia mengatakan ini, matanya hitam pekat memancarkan hawa dingin yang memaksa. Dia tidak rela terhadap masalah yang sengaja disembunyikan oleh Mileara padannya…
Bersambung.
Hallo para readers semua nya maaf author sering terlambat updete, sebab kesibukan author di dunia nyata.
Catatan : untuk pembaca mungkin agak bingung dengan ada nama Mileara, ini adalah nama Lili yang sebenarnya, sebelum dia kecelakaan pesawat.
Setelah dia selamat dari kecelakaan pesawat dan di tolong Lie Yuan namanya diubah jadi Liliana Kim dan di panggil Lili.
jika ada yang masih bingung silahkan tanya di komentar.
__ADS_1
Terima kasih.