CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part #16


__ADS_3

...Cara Mengenali Laki-laki...


..."Kenali laki-laki itu dari perbuatannya dan bukan pada Ucapannya serta kenalilah rasa cintanya dari tatapan Matanya dan bukan pada lisannya"...


...(Al Mawardi hal.319)...


Tuan Muda yang Arogan.


Lion Bawa ke sini kotak hitam di saku jas di ruang kerja. Suara Tuan muda berbicara dengan Lion lewat hp. Tidak lama kemudian Lion Masuk sambil membawa kotak hitam kecil segengaman tangan.


"Ini Tuan", kata Lion sambil menyerahkan kotak tersebut ke hadapan Tuan Muda.


Tuan Muda mengambil kotak dan menyerahkannya kepada Lili.


"Ini, bukalah". kata Tuan muda.


Dengan ragu Lili mengulurkan tangan menerima kotak itu, tapi masih bengong dan belum juga membukanya. matanya masih terbelalah melihat kotak hitam yang di desain begitu indah. Belum pulih dari keterkejutannya tiba-tiba Tuan Muda kembali menyamar kotak di tangan Lili.


"Lion coba kamu lihat gadis ini, sungguh, keterlaluan, dia sudah melanggar syarat yang ku buat, dia masih belum memakai cincin tunangan yang ku perintah".


" Hei.... gadis ceroboh apa kamu berharap aku yang belikan cincin Tunangan ,dan juga kau berharap aku yang mengajak kamu Tunangan?"


"Apa ???.... sungguh narsis kau tuan, aku tidak mungkin berharap begitu, sungguh terlalu" Lili, mengomel dalam hati.


"Maaf Tuan mana mungkin saya berharap begitu, sungguh saya lupa karena sibuk mempersiapkan segala keperluan kuliah. jawab Lili cepat.

__ADS_1


"Apa kamu sengaja ingin tampil menggoda para pria di kampus? biar ketahuan masih jomblo ,maka tidak ingin pakai cincin tunangan?"!! hardik Tuan muda Lie mendelik geram?.


"Maaf tuan saya belum sempat membeli cincin. lagian gaji pertama saya di toko juga belum keluar tuan". sahut Lili sambil mengepalkan tangan karena kesalnya.


"hahaha...Lihat Lion dia membela diri padahal berharap aku yang mengajaknnya bertunangan". Tawa tuan muda sampai mengeluarkan air mata , lucu melihat ekspresi Lili yang wajahnya merah merona Seperti buah tomat matang.


"Sini ulurkan tangan mu, perintah tuan muda".


"ini Tuan", jawab Lili sambil mengulurkan tangannya.


"Hahaha...


"Lihat Lion benarkan dia memang berharap aku yang pasangkan cincinnya", tawa tuan muda menyebalkan..


"Memang sia*lan tuan muda ini , apa maunya sih , tadi kan dia sendiri yang minta aku mengulurkan tangan. ah...". Lili mengucapkan segala sumpah serapah dalam hati.


Asisten Lion tetap ber ekspresi datar aneh melihat gaya Tuan Muda bersikap layaknya remaja yang sedang jatuh cinta. Bertingkah konyol.


"Kumohon Tuan berhentilah bersikap konyol dan mempermalukan dirimu sendiri" batin Lion


Lalu tuan muda bangkit dari duduk nya dan menghampiri Lili.


Tanpa sadar Lili mundur ke belakang, tuan muda semakin maju mendekat dan Lili tetap berjalan mundur sampai menabrak dinding dan tidak bisa bergerak lagi.


Sentara Tuan Muda terus melangkah dan ke dua tangan tuan muda mencengkram dinding di sisi lengan Lili seolah memagari sehingga dia tidak bisa bergerak dan juga berlari menjauh.

__ADS_1


Seketika Lili merasa merinding berada sedekat itu dengan Tuan Muda, bahkan nafas segar beraroma cola yang diminum tuan muda tercium oleh Lili.


Sementara mata Tuan Muda menatap seperti mengintimidasi, semakin membuat Lili ketakutan, apa sebenarnya yang ingin Tuan Muda lakukan.


Tengah Lili berpikir bagaimana cara lolos dari kungkungan ,Tuan Muda mengambil kota hitam didalam saku celananya dan membuka dengan satu tangan sementara tangan yang lainnya tetap di sisi Lili


Dengan mata yang masih tidak mengalihkan tatapan dari wajah Lili, Tuan muda membuka kotak dan mengambil sebuah Cincin cantik bermata merah muda dan langsung di pasangkan di jari manis Lili , dan ajaib cicin itu melingkar manis begitu pas di jari Lili.


Lalu setelah di pasang Tuan Muda mengecup tangan Lili. semakin membuat Lili merinding.


"Aku kabulkan ke inginanmu dan sudah ku pasangkan cincin tunangan , jangan coba-coba kau lepaskan". Ucap Tuan Muda sambil menunduk mengecup bibir Lili sekilas secepat kilat sehingga Lili tidak bisa berpaling. Lalu dia lepaskan kungkungan nya dari Lili.


"Ayo kita turun aku sudah lapar" , Ucap Tuan muda sambil menyunggingkan senyum licik dan langsung melangkah ke luar kamar di ikuti Lion .


Tinggalah Lili yang masih terbengong di tempat seperti patung seluruh tubuh nya lemas tak bertenaga tidak percaya dengan apa yang terjadi.


"Dasar Tuan muda sudah dua kali dia menciumku. ingin aku menapar mukamu yang kurang ajar itu". gumam Lili kesal karena merasa tidak bisa berbuat apa-apa untuk membela diri. dia melihat ke jari manis yang sudah dilingkari sebuah cincin indah. ingin rasanya dia lepas dan buang.


❤Bersambung❤


Buat para pembaca yang budiman , Maaf Author terlambat UP karena ke sibukan di dunia nyata☺


Jangan lupa kasih LIKE👍🏼 KOMEN , dan juga VOTE. Ajak juga teman2 baca Novel ini ya.


❤Thank You.❤

__ADS_1


__ADS_2