CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#83 Siapa yang membeli saham 4 kali lipat.


__ADS_3

Di gedung perusahaan Lie group.


Ruan Meting.


Lihatlah !!!, betapa menjijikannya tuan muda Lie yang terhormat ternyata begitu tidak bermartabat, memalsukan dan menggelapkan pajak, ini sangat merugikan negara” ucap paman ketiga berapi-rapi di depan rapat para pemegang saham dan para direktur senior di Lie Grup.


“Tuan’ kita bisa tinjau ulang masalah ini, saya rasa tuan muda Lie tidak mungkin melakukan penggelapan pajak, tuan Lie sangat taat dengan pemerintah.


“tunggu apalagi, bukti sudah jelas, sekarang apakah kalian mau dipimpin oleh seorang koruptor” ucap paman ketiga sambil menghempaskan dokumen yang dia pegang sebagai bukti penggelapan pajak.


"Kau, bagaimana cara kamu menjelaskan semua ini ?" ucap paman ketiga, seraya melemparkan dokumen yang dia pegang ke hadapan tuan muda Lie.


"Apa kalian semua masih mau mempercayakan perusahaan ini untuk dia pimpin?" ucapnya lagi.


"Apa kalian semua masih mau mempercayakan perusahaan ini untuk dia pimpin?" ulangnya lagi.


sementara tuan muda, mengepalkan tangannya merasa kesal.


" Lie Group merupakan perusahaan keluarga Lie, anda tidak berhak mengatakan itu" ucap Lie Yuan membalas ucapan paman ketiga dengan wajah kesal.


"hahaha...., kamu sombong sekali, coba lihat sekarang sudah berapa persen saham yang telah ku miliki" balas paman ketiga sambil memencet remot proyektor dan sekarang di layar tampil nama-nama pemegang saham mayoritas, Lie Yuan memiliki 50%, paman ke tiga 25% dan sedangkan 25% dimiliki oleh beberapa pemegang saham yang lain.


"Sekarang silakan kalian jual saham kalian padaku, dari pada nanti kalian rugi besar, karena Lie Group bangkrut" ujar paman ketiga.


mendengar omongan paman ketiga membut para pemegang saham menjadi bimbang antar memilih Lie Yuan ataupun paman ketiga.


Dengan wajah datar Lie Yuan menatap para pemegang saham, saat ini ia bisa melihat siapa saja yang setia padanya dan siapa saja yang akan jadi penjilat serta penghianat.


"Tuan, beberapa orang sudah mulai menjual sahamnya, apa yang harus kita lakukan?" ucap Lion sedikit cemas.



"Kita beli saja saham mereka dengan harga tinggi, apa mereka pikir kita tidak sanggup membeli saham mereka?" ucap Lie Yuan masih dengan wajah datar.


"Baik tuan segera laksanakan" ucap Lion bergegas membuka tabletnya dan berselancar menuju pasar saham.


Ketika melihat saham Lie Group sudah di tawarkan oleh beberapa pemilik sahamnya dan ada banyak yang menawar namun belum ada yang membelinya.


Lion sedkit tersenyum, dia mulai mengetik untuk melakukan penawaran dua kali lipat, tetapi seketika dia tecengang melihat ternyata sudah ada yang menawar empat kali lipat dan langsung disetujui oleh sang pemilik.


Lion seketika menjadi pucat.

__ADS_1


"Kalau seperti ini, tuan benar-benar akan kehilangan Lie Group yang sudah di besarkannya , melalui jerih payahnya sendiri." Gumam Lion dalam hati.


Rapat pemegang saham sudah dibubarkan, mereka harus menunggu sang pemegang saham baru Lie group datang.


Di ruangan Ceo Lie Group


"Sekarang kita harus menunggu pemegang saham baru, dan berharap dia akan memilih kita" ucap Lie Yuan pada Lion di ruang kerjanya.


***********


Sebelum rapat pemegang saham berlangsung di kediaman Lie , Kenzie memasuki kamarnya setelah selesai sarapan, dia beralasan ingin mencoba permainan baru yang di hadiahkan kakek Albert, sementara Kenie sedang bermain dengan kuda poni di halaman belakang Mension, tidak ada yang akan mengaggunya sekarang dalam menjalankan misi penyelamatan perusahaan daddynya.


Kenzie masuk ke situs web kelompoknya dalam dunia hacker, segera dia mengontak sang ratu dia minta bantuan pada sang ratunya hacker yaitu Sashimi, yang berada di Jepang tidak ada yang dapat melacak keberadaan mereka karena mereka adalah ratu nya para Hacker, dan nama yang biasa para anggota gunakan tentunya adalah nama samaran.


“katakan apa yang kau butuhkan” jawab singkat Sashimi begitu dia melihat notifikasi dari akun Enggang nama samaran Kenzie.


“Aku ingin kamu membeli saham perusahaan Lie Group dengan harga tinggi, empat kali lipat’ Balas Kenzie.


“ mengapa harus aku yang melakukannya?” Jawab Sashimi lagi.


“Karena aku masih belum boleh melakukan transaksi, aku masih dibawah umur belum bisa membeli saham". Jawab Kenzie.


“Uangnya segera aku transfer di rekening mu nona Sashimi ucap Kenzie lagi dan dia segera mentransfer sejumlah besar uang pada nona Sashimi.


“Sekarang sudah aman", ucap Sashimi sambil mengirimkan bukti pembelian saham pada Kenzie.


“Terima kasih ratu” balas Kenzie.


“Tidak masalah, terima kasih juga kau mau bergabung dengan kami”, balas Sashimi lagi.


Di Ruangan kerjanya paman ketiga sedang duduk santai, di kursi kebesarannya, dia merasa senang sebab sebentar lagi dia akan menjadi CEO di Lie Group dan akan dia pastikan menendang Lie Yuan serta si tua bangka Albert dengan kejam. Dia tersenyum membayangkan kejadian yang akan menyenangkan baginya.


Sedang dia tersenyum membayangkan kemenangannya pintu ruangan kerja nya di ketuk dari luar.


“tok...tok...tok…” bunyi pintu diketuk.


“Silakan masuk, jawab paman ketiga sambil tersenyum senang dia pikir pasti Jessy yang datang menyampaikan kabar baik ini.


Asistennya masuk keruangan dan menyampaikan kabar bahwa baru saja saham perusahaan LIe group sudah ada yang membelinya dengan nilai yang sangat tinggi bahkan empat kali lipat.


“Tuan, beberapa pemegang saham sudah melepas sahamnya dan dibeli dengan sangat tinggi oleh seseorang” ucapnya sambil menyerahkan dokumen bukti pembelian saham.

__ADS_1


Sontak saja paman ketiga menjadi terkejut, dia berdiri dari singgasananya, dengan wajah gusar, merasa rencananya menjadi kacau, dan mulai gugup.


Paman ketiga segera menelpon Jessy memberitahukan kabar buruk ini.


“Nona Jessy, siapa yang membeli saham Lie Group, kalau begini kita akan hancur!!” ucap Paman ketiga gugup.


“Apa, bagaimana bisa tadi aku sudah membelinya semua” jawaban Jessy terkejut dia segera memeriksa webnya melihat transaksi pembeliannya ternyata telah dibatalkan, dia merasa aneh padahal dia tidak pernah membatalkan pembelian itu.


Seketika dia gugup, takut akan ketahuan mengenai kejadian enam tahun yang lalu, sebuah kejahatan melenyapkan nyawa nyonya Lie. Jessy sudah berencana akan kabur dari sini.


Kenzie keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang makan, dengan gaya cool nya, tangan sebelah dimasukan kedalam saku celananya, rambut disisir rapi ke belakang, gayanya ini persis seperti Tuan Muda Lie saat kecil, menggemaskan.


Sesampai di dapur dia sudah disambut bibi Lin dan beberapa koki dengan memandang kagum penampilannya.


“Ada yang di butuhkan tuan muda ?” tanya bibi Lin tersenyum ramah kearah Kenzie.


“Aku butuh beberapa cemilan untuk teman bermainku di kamar, nanti antarkan ke kamarku bi “ jawab Kenzie ramah pada bibi Lin.


“Baiklah Tuan muda, akan bibi antarkan ke atas , segera “ Jawab bibi Lin.


Kenzie berjalan lagi menuju kamarnya.


“Sekarang Daddy tidak perlu cemas, masalah kepemilikan saham sudah beres, kedudukan daddy sekarang aman” gumam Kenzie sambil tiduran memainkan mainan pistol-pistolan hadiah dari kakek.


“Nanti tinggal, aku membantu dan melihat laporan keuangan perusahaan Daddy selama tiga tahun terakhir, aku yakin ada pengkhianat yang telah menjebak daddy”, gumam Kenzie sambil membolak balikan pistol mainannya. Jika orang melihat tingkahnya pasti tidak tahu apa yang dia pikirkan , pasti orang mengira dia serius mengamati mainannya, padahal pikirannya bukan pada mainan itu.


Kenzie memang anak yang sangat jenius, yang tidak disadari oleh siapapun karena dia tidak pernah mau menunjukan pada orang lain kejeniusannya.


bagaimana cara Kenzie menolong daddynya? simak di part berikutnya ya.


Bersambung.


Hallo semua Pembaca setiaku, aku mohon maaf sering terlambat update, karena di kotaku lagi ada bencana banjir dimana-mana.


Susah untuk konsentrasi, tapi aku selalu berusaha updete di sela-sela kesibukanku.


terima kasih bagi yang sudah LIKE, Komentar dan juga Vote.


Salam sehat buat semua.


Keadaan kotaku tercinta, rumah hanya kelihatan atapnya saja, sudah 16 hari banjir tidak kunjung surut, Jerit tangis para balita dan anak anak di tenda pengungsian, sungguh menyayat hati. mohon doa para pembaca semoga keadaan kotaku cepat pulih. Amin

__ADS_1



__ADS_2