
Pagi ini udara sangat cerah, anak-anak sudah bersiap ingin piknik bersama paman Akhira, mereka berencana piknik di belakang Mansion memancing di kolam dan bermain layang-layang. Tiba-tiba dari arah pintu terlihat seorang gadis datang.
“Halo semua” ucap Iko, yang langsung memeluk Lili dengan mata berkaca-kaca.
“Katakan, apa yang telah terjadi padamu selama lima tahun ini?” ucap Iko dengan nafas yang masih terengah-engah, dia terus memeluk dengan air mata yang sudah menganak sungai, dia merasa sangat bahagia ternyata sahabatnya saat ini masih selamat.
“Kau ini, simpan dulu pertanyaanmu, ayo masuk “ jawab Lili seraya menarik Iko masuk ke dalam rumah.
“Apakah ini anak-anakmu” Tanya iko saat melihat di dalam ruang tamu sedang berdiri dua anak yang sangat cantik dan tampan.
“Iya” jawab Lili sambil menarik tangan kedua anaknya dan menggandeng mereka untuk memberi salam pada Iko.
“Ma, apakah ini , bibi kami?” tanya Kennie dengan wajah yang imut, lucu sekali.
“Aiyyaa…, kamu pintar sekali” ucap Iko seraya mengacak rambut sang putri kecil dengan gemas.
“ Lili, putrimu sangat cantik dan pandai menarik hati. entah jika besar nanti akan seberapa banyak pria yang akan tergila-gila dengannya” ucap Iko tertawa renyah.
“Tapi Kennie cengeng bibi” ucap Kenzie cemberut merasa diabaikan.
“Aiyyaa…, kamu juga sangat tampan, paman Akhira mu itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan mu” ucap Iko lagi.
Kemudian dari arah pintu muncul seseorang lagi yaitu sichuan, melihat itu Lie Yuan memicingkan matanya pada Iko.
“Tuan Lie maaf tidak apakan aku mengajak Sichuan juga kesini, Lili kau tau tidak kami pernah mengunjungi beberapa negara untuk mencarimu” ucap Iko.
Meski mereka pergi hanya untuk mencari Lili, tapi Iko cukup merasa bahagia bisa bersama-sama dengan Sichuan sang idola kampus mereka saat jaman kuliah dulu.
“Lili’, ucap Sichuan terpaku menatap wajah Lili. Kenzie yang melihat ini pun bisa membaca jika Sichuan menaruh hati pada mommynya.
“Siapa paman ini” tanya Kenzie. Sichuan beralih dari wajah Lili dan menatap Kenzie dan Kennie secara bergantian.
“Apakah ini putra dan putrimu?” tanya Sichuan kepada Lili.
“ehem…, tentu saja tidakkah kau lihat wajah mereka mewarisi ketampanan ku, ucap Lie Yuan dengan bangga sambil tangan nya memeluk bahu Lili.
Lili hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku suaminya.
“Paman”, ucap Kennie berlari memeluk Akhira yang baru memasuki pintu.
__ADS_1
Akhira berjongkok dan merentangkan tangannya memeluk Kennie dan menuntunnya memasuki rumah.
“Apakah kalian sudah lama menunggu ?” tanya Akhira pada Kenzie.
“Tidak paman, kami baru saja bersiap” ucap Kenzie.
“Apakah Bibi dan paman sichuan boleh ikut, piknik?” tanya Iko
“Boleh, semakin banyak semakin bagus jadi rame” jawab Kennie ceria.
“Iya sudah ayo kita berangkat, lihat matahari sudah tinggi dan panas hari ini sangat bersahabat, ayo kita pergi jangan sia-siakan cuaca yang sudah mendukun ini” ucap akhira.
“Ayo”, ucap Lie Yuan sambil menarik Lili meskipun mereka hanya piknik di belakang, mansion tempatnya tidak begitu dekat, ada jalan menanjak sehingga mereka harus menggunakan mobil ranger.
Akhira menaikan segala perlengkapan piknik, makanan ringan dan juga bekal serta kue-kue yang sudah dipersiapkan oleh kepala pelayan untuk mereka bawa.
Ayam panggang, susu, air mineral, dan tidak lupa camilan sehat buat anak-anak .
Mereka berangkat menuju danau tempat mereka akan memancing, di area mansion ini aman sebab di setiap penjuru ada penjaga yang tidak kelihatan sehingga Lie Yuan merasa aman membawa kedua buah hatinya piknik.
Sesampai di area terbuka, padang rumput yang luas, danau yang indah dan pohon-pohon rindang menjulang tinggi dengan dahan yang berdaun lebar, mobil pun berhenti mereka singgah memasang tenda dan juga menggelar tikar.
“Daddy, bolehkah kami bermain layang-layang dahulu”, tanya Kennie.
“Boleh, paman Akhira dan juga paman Sichuan akan menemani kalian”
“ Daddy ingin mancing” ucap Lie Yuan dan di angguki oleh kedua anaknya.
Masing-masing mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing, Lili dan Iko menyusun bekal makanan yang mereka bawa dari rumah, sambil bercerita tentang asal mula Lili hilang hingga dikira sudah meninggal.
Lili menceritakan kejadian waktu itu, ketika ada telepon yang menggunakan surel suaminya meminta dia untuk datang dan dijemput mobil yang menggunakan supir biasa yang sering mengantarnya, dia sedikitpun tidak menaruh curiga. Hingga dia hampir mati, untungnya di detik terakhir Tuhan menolong sang sopir menyuruhnya lari sejauh-jauhnya sebelum mendorong mobil ke laut.
Iko, berkaca-kaca mendengar cerita Lili, dia dengan haru memeluk sahabatnya itu.
“Hahhh…., ayo kita istirahat dulu” ucap sang gadis kecil yang sudah nampak kelelahan, butiran keringat membanjiri dahi dan pipinya.
Mereka mengakhiri permainan layang-layang dan berjalan menghampiri Lili dan Iko di tenda.
“Mommy aku haus, aku mau es krim “ucap Kennie.
__ADS_1
“Tidak boleh minum atau makan es saat badan kita berkeringat, minum air putih lebih dahulu baru baik” ucap Lili .
“Baik mom”, ucap Kennie cemberut sebab dia hobi makan es krim, hanya saja dia tidak berani membantah mommynya.
Melihat mereka semua sudah berkumpul di tenda, Lie Yuan menyudahi mancing dan pergi berkumpul bersama mereka.
Mereka duduk sambil menikmati bekal yang dibawa dari rumah sambil bersenda gurau.
“Kennie, Kennie, Kenzie, paman mau memberikan ini sebagai hadiah. Ini adalah kartu VIP , bisa kamu gunakan kapan saja untuk berbelanja di F & Z Collection “ ucap Sichuan.
Melihat itu Akhira tidak mau kalah, Kennie paman memiliki, wahana permainan yang sangat megah di jepang, ini kartunya kamu berdua bisa bermain sepuasnya di sana kapanpun kalian mau paman akan menjemput kalian dengan jet pribadi.
Lie Yuan melihat dua orang di hadapannya ini. Berusaha merebut perhatian kedua anaknya dan memberikan kartu VIP milik mereka tanpa seijinnya merasa gerah .
Dia sudah mulai ingin menegur, namun urung saat melihat senyum bahagia kedua anaknya yang begitu senang, Lie Yuan tidak ingin merusaknya.
“Hari sudah sore, sudah waktunya pulang, ucap Lie Yuan, sambil menatap kedua anaknya agar setuju untuk segera istirahat.
Kedua anaknya mengangguk menyetujui untuk segera pulang. Mereka pulang menaiki mobil kembali menuju mansion.
Malam hari saat anak - anak sudah tertidur, Lie Yuan masih lembur di ruang kerja nya, sentara Lili sudah berbaring di kamar, dia merasa cukup lelah hari ini.
Saat aku sedang tertidur, tiba-tiba sepasang tangan memeluk punggungku erat, belum sempat aku membuka mata, dia sudah menyambar bibirku mengecupnya perlahan dan berbisik perlahan penuh perasaan.
“Lili, maafkan aku , karena kecerobohanku kau hampir celaka, aku hampir gila saat kehilanganmu, aku merasa menjadi orang yang gagal dalam hidup.
“Aku tak bisa mengubah masa lalu, aku tak bisa menghapus semua dosa-dosaku, …tapi aku mau berubah menjadi lebih baik untukmu dan anak-anak kita aku ingin menjadi pria yang melindungi kalian sepanjang masa”
“Kau adalah satu-satunya orang yang membuatku ingin mengubah masa lalu, tapi sayangnya sehebat apapun aku tetap tak bisa. “Maaf telah mengecewakanmu” ucapnya lembut.
“Aku ingin bertanya, masa lalu seperti apa yang membuatmu begitu menyesal dan juga merasa bersalah ? tapi belum sempat aku membantah dia kembali menyambar bibirku dan perlahan menguasaiku dalam permainan tengah malam ini.
Bersambung.
Aku mohon maaf, sudah begitu lama tidak update, bukan sengaja, tapi saat ini kesibukan di dunia nyata lagi padat,
Mohon maaf buat para pembaca setia aku, yang sudah lama menanti kelanjutan cerita ini, tapi aku berjanji untuk berusaha menyelesaikan novel ini sampai tamat.
jadi mohon dukungannya untuk tetap Like, Komentar dan juga Vote.
__ADS_1
Terima Kasih.