
Pagi yang begitu indah dengan aroma tanah setelah hujan semalam.
Semerbak wangi bunga, memenuhi udara segar pagi ini, yach negara Indonesia merupakan negara sejuta pesona, ramah penduduknya, indah dan kaya raya alamnya.
Tit...tit..tit... klakson penjual sayur keliling." Sayur...sayur....sayaur " Kang Asep penjual sayur keliling langanan Lili.
"Mama Kenzie beli sayur ndak, ada sotong, udang dan juga ikan tongkol masih segar nich baru datang" ucap kang Asep pedagang sayur keliling langganan Lili, berterik dari depan rumah.
Lili mengerjapkan matanya, melihat matahari sudah terbit dan cahayanya masuk menembus gorden jendela.
Ketika ingin bangun terasa sebuah tangan memeluk pinggang ramping Lili, suaminya masih terpejam tidur sambil terus memeluk Lili sepanjang malam.
Pelahan Lili menyingkirkan tangan suaminya dan beranja memakai daster, mengikat rambut dan keluar menemui penjual sayur, sebab dia tidak akan pergi sebelum Lili keluar memebeli sayurnya.
"Siapa sih pagi-pagi teriak-teriak" gumam Lie Yuan membuka mata dan meraba ke samping tempat tidurnya merasakan ruang kosong di sebelahnya, dia terlonjak bangun, kemana istrinya .
Lie Yuan bangun dan keluar kamar dia mengintip dari jendela ruang tamu melihat ramai orang mengelilingi gerobak sayur.
"ih apa sayur nya higienis, sudah dipilih-pilih dan di pegang banyak orang, kasihan anakku makan makanan seperti itu" gumamnya pada diri sendiri.
"Mbak Lili, ada titipan bunga dari den Evan", ucap penjual sayur seraya menyerahkan bunga pada Lili.
"Eh ..ndak usah kang, kembalikan saja, saya sudah punya suami" ucap Lili.
"Nah, aku sudah mengatakan begitu mbak tapi den Evan tidak percaya, katanya masa suaminya tidak pulang- pulang sudah bertahun-tahun, emang bang Toyip, tak pulang-pulang katanya", Kang Asep tetap menyodorkan bunga ketangan Lili, sementara ibu-ibu lain tertawa mendengar canda kang Asep.
"udah mbak terima aja, lagian den Evan lumayan lho, pegawai negeri, masih perjaka tinting, cuawakaap..lagi ,masa depan terjamin mbak" timpal bu Atik.
"Iya mbak, kalau aku suami seperti itu, tak akan ku tunggu deh, masa sudah 5 kali puasa, 5 kali lebaran tak pulang-pulang udah lebih dari bang Toyip " timpal mbak Endang.
Sementara Lie Yuan merasa gerah mendengar para ibu mengosip dan menjodohkan istrinya, dia keluar dengan hanya menggunakan celana pendek, kaos putih polos dan sandal jepit, dia buru-buru menghampiri Lili dan melingkarkan tangannya di bahu Lili.
"Selamat pagi istriku sayang" ucapnya seraya mengecup pipi Lili, Lie Yuan sengaja menunjukan kepemilikannya didedepan mereka pada Lili.
Enak saja mau menjodoh-jodohkan istriku dengan orang lain, apa mereka bilang bang toyip , seperti apa pula orang itu.
__ADS_1
Mata semua orang terbelalak melihat kemesraan Lili dan orang asing yang wajahnya lebih cakep dari oppa-oppa Korea di drama yang biasa ibu-ibu tonton di TV.
Lili merasa tidak enak hati diperlakukan mesra didepan banyak orang apa lagi didepan ibu-ibu rumpi ini, sudah dipastikan sebentar lagi jadi trending topic dikalangan ibu-ibu ini, dia berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya
"Mbak Lili ini suami kamu?" Ucap kang Asep sambil memandang Lie Yuan kagum, begitu juga ibu-ibu yang lain memandang tidak berkedip sekarang fokus mereka pada sayuran dagangan kang Asep sudah teralihkan pada sosok sempurna di depan mereka .
"Ia aku suami Lili, aku bukan bang Toyip, aku Lie Yuan" ucapnya sambil tersenyum menawan , sukses membuat para ibu-ibu rumpi meleleh.
"Ini ambil saja bunga ini untuk akang," ucapnya lagi sambil mengambil bunga di tangan Lili dan memberikan ke tangan kang Asep.
"Eueiii cakep pisan suami mbak Lili, mirip banget dengan den Kenzie" ucap kang Asep tersenyum kagum.
"Ia lah, pasti mirip aku daddy nya" ucap Lie Yuan bangga, anakanya di bilang cakep.
"Sudah, sudah, mari kita masuk, terima kasih kang Asep, ayo ibu-ibu", pamit Lili. Tapi Lie Yuan masih tidak beranjak dia masing meghampiri kang Asep.
"Kang aku borong semua sayuran mu biar hari ini akang bisa cuti, gak perlu jualan" ucapnya pada kang Asep.
"Becanda, ucap Lili, ini aku sudah beli banyak" ucap Lili sambil menarik tangan Lie Yuan, tapi tetap tidak beranjak, tetap ingin memborong sayuran kang Asep.
"Aku borong semuanya , silakan akang bagi dengan ibu-ibu ini, seketika suara riuh rendah dan sorak-sorai ibu-ibu senang mau dapat sayur gratis, mereka mulai ancang-ancang menyerbu.
"Kang Asep, hitung dan bagi secara adil sayuran, daging dan ikan setelah itu baru di bagi rata" ucap Lie Yuan dan diangguki kang Asep.
Ibu-ibu berbaris yang rapi ya, malu dilihat oppa , kalau berebut, tidak anggun, ucap kang Asep tersenyum jenaka sambil membungkus sayuran, ikan dan juga daging dibagi rata, diiringi terikan ibu-ibu.
Setelah selesai masing-masing orang dapat 1 kantong, termasuk Lili.
"Kang aku gak usah, ucap Lili" sambil menolak kantong yang diberi kang Asep.
"Eh, gak bisa, ini demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", ucap kang Asep sok nasionalis.
"Huuu... "sorak ibu-ibu kompak
Setelah di bagi semua, ibu-ibu tetap tidak beranjak pergi mereka masih betah menatap wajah tanpan Lie Yuan.
__ADS_1
"Sayang ya tadi aku belum mandi, dan tidak bawa hp, kalau ndak bisa berfoto selpie dengan oppa" ucap mereka masih saja meleleh melihat senyuman Lie Yuan.
'Hitung akang" ucap Lie Yuan pada kang Asep.
"Asyiap oppa" ucap kang Asep sambil menagkat tangan seperti memberi hormat ala parajurit sungguh gaya yang Lucu.
Setelah di otak atik pakai kalkulator kang Asep menyebutkan jumlah semua harga sayurnya.
"2 juta rupiah mas semuanya", ucap kang Asep.
"Baik ucap Lie Yuan, sambil membuka dompet dan mengeluarkan sebuah kartu debit dan menyerahkan kepada kang Asep.
"Ini ambil 5 juta" ucap Lie Yuan masih tetap menyodorkan kartu dan tidak di terima kang Asep, sebab kang Asep masih bengong menatap kartu di tangan Lie Yuan.
"Mas mana uang 5 jutanya", ucap kang Asep bingung.
"Ini didalam kartu ini mas tinggal gesek"
"Mas pakai apa aku geseknya" ucap tukang sayur dengan wajah kecewa, jangan-jangan aku ditipu nih, mana sayurannya sudah ku bagi semua pikir kang Asep sambil melirik para ibu yang masih menjinjing kantong sayur. Melihat kang asep melirik mereka buru-buru kabur takut sayurnya di minta lagi.
"Terima Kasih kang Asep, terima kasih oppa" ucap mereka kompak sebelum pergi.
eh tunggu dulu ucap kang Asep tidak rela sayurannya di bawa kabur sementara belum dibayar.
Tinggal kang Asep menatap pilu gerobak sayurnya sudah kosong, dari dalam rumah Kenzie berlari menghampiri daddy nya dan menyerahkan uang 5 juta rupiah kepada kang Asep.
"Ini uangnya kang, ucap Kenzie, dia kasihan dengan daddy yang kelihatan salah tingkah.
Terima kasih den Kenzie ucap kang Asep mengambil uang dan memasukannya ke dalam tas, dan mengucapkan salam pada Lie Yuan dan juga Lili lalu pergi.
"Lili tersenyum geli melihat suaminya menjadi salah tingkah.
Tuan muda Lie Yuan merasa salah tingkah dihadapan tukang sayur keliling, untuk pertama kalinya kartu debit tidak berharga dan tidak bisa digunakan.
Bersambung.
__ADS_1
Buat para pembaca, Like dan juga Komentar ya, juga Vote.
Terima Kasih.