CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#29 Sampai Terbiasa


__ADS_3

...Salah satu hal paling kejam yang dapat dilakukan seseorang adalah membangkitkan cinta seseorang tanpa niat untuk benar-benar mencintainya....


Sampai di parkiran, seperti biasa supir sudah menunggu, dan membukakan pintu mobil.


"Silakan nona", ucap supir sambil membungkukkan badannya.


"Terima kasih pak, Jawab Lili, tapi dia belum masuk kedalam mobil, matanya menyapu sekeliling gedung berharap melihat sosok Tuan Muda Lie Yuan, namun harapannya sirna, Tuan Muda tidak terlihat meskipun cuma bayangannya .


"Ah Lili apa sih yang kamu pikirkan?" Lili mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Iko aku duluan ya, terima kasih banyak untuk hari ini, kamu adalah teman terbaikku, ucap Lili sebelum dia masuk ke dalam mobil yang akan membawanya ke Villa white, Villa Tuan Muda yang dibelinya atas nama Liliana Kim.


Sepanjang jalan Lili termenung memikirkan jalan hidupnya.


Lili merasa aneh, begitu banyak yg terjadi didalam hidupnya.


Seperti sebuah dongeng yang bagi semua orang hanya sekedar dongeng pengantar tidur anak-anak.


Bagaimana tidak?, seperti sebuah mimpi dia bisa mendapatkan beasiswa dikampus ternama di Korea , kemudian ada tragedi jatuhnya pesawat yang seharusnya dia tumpang menuju Korea.


Tapi tidak ada yang tahu Tuhan sudah merubah sekenario hidupnya.


Dia masuk kedalam Pesawat pribadi Tuan Muda kaya raya, CEO Gruop Lie dan selamat sampai sekarang.


Walaupun di Indonesia negara asalnya dia sudah dianggap meninggal dalam tragedi jatuhnya pesawat, namanya jelas tercatat sebagai salah satu korban, bahkan sudah ada makam atas nama Mileara Anggela Khristian, namanya.


Siapa yang sangka ternyata dia masih bernapas sampai sekarang, dan sudah menyelesaikan study sudah jadi sarjana !!! dengan warga negara Korea nama baru Liliana Kim.


Dia sungguh tidak tahu apa yang di inginkan oleh Tuan Muda yang menyelamatkannya, yang memberikan hidup kedua ini baginya.


Selama setahun dia selalu hadir, membuatnya sedikit banyak menjadi terbiasa dengan kehadirannya.


Meski tidak ada sepatah kata yang bisa di tarik kesimpulan atas kedekatan mereka.


Tapi mereka sudah seperti orang berpacaran, bermesraan layaknya orang pacaran , dan jangan lupakan Fasilitas kehudupan yang nyaman, Villa, Pelayan, supir serta kartu tanpa batas limit atas namanya . Untuk apa Tuan Muda berikan ?


Tak terasa air mata mulai turun dan dengan kasar di tepisnya dengan tangan.


"Nona sudah sampai" suara sopir membuyarkan lamunannya.


"Terima Kasih pak" Lili bergegas masuk menuju kamarnya di lantai atas.


Melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur menangis sedih tersedu-sedu.


Andai jalan takdir tidak seperti ini, pasti dia sudah tertawa bahagia bersama keluarganya, mama papa dan kedua kakaknya, tidak akan sendirian seperti ini.


...****************...


Di sebuah restoran ruangan VIP, Lili berjalan bersama Iko, mereka datang merayakan kelulusan mereka bersama teman-temannya.


Saat tiba di restoran tempat pertemuan, pelayan membawa mereka ke ruangan VIP yang telah di pesan oleh teman - teman sekelas mereka.


Ketika memasuki ruangan, mereka melihat Imelda dan Diana sedang duduk di kelilingi oleh teman-teman lain, mereka sedang tertawa riang.


Langkah kaki Lili berhenti, Iko telah menyadari reaksinya dan menggengam tangannya dengan erat, mereka selalu ingin mencelakakan Lili.


"Sudah datang, Imelda dan Diana, berkata sambil menatap mereka dari atas ke bawah menilai penampilan mereka seolah mengejek.


Lili sudah punya firasat bahwa di acara perpisahan kali ini pasti akan dimanfaatkan oleh mereka berdua untuk menindasnya.


Mereka cemburu karena kedekatan Lili dengan Akhira yang merupakan pangeran kampus.


Mereka tidak terima dikalahkan oleh Lili yang asal usulnya tidak jelas menurut mereka, sementara mereka adalah anak dari pengusaha ,nona muda kaya.


"Malam ini akanku buat kamu hancur Lili, sampai kamu menyesal telah dilahirkan ke dunia" batin Imelda lalu tersenyum Licik


"Lihatlah tidak ada yang akan menolongmu, pangeranmu Akhira tidak akan bisa menyelamatkanmu, dan setelah dia tahu apa yang terjadi ,aku pastikan dia tidak akan peduli lagi padamu" Diana membatin sambil melirik sebal kearah Lili.

__ADS_1


"Teman-teman , aku yang traktir kalian boleh makan dan minum sepuasnya" Suara lantang Imelda bergema di seluruh ruangan, disambut sorak- sorai teman-teman.


"Ayo kita mulai pestanya" teriak mereka sambil menikmati makanan dan minuman.yang dihidang para pelayan.


"Iko, kita harus cari cara agar bisa cepat keluar dari acara ini, kepalaku pusing" bisik Lili di telinga Iko.


"Baik , setelah makan kita lansung cabut" Iko balas berbisik di telinga Lili.


"Eh, iya, kita punya bintang di kelas kita dan juga pemenang berbakat dalam seni , bagaimana kalau kita minta menyanyikan lagu untuk kita" teriak Ketua kelas mereka.


"Setuju , ayo Lili nyanyikan sebuah lagu untuk kami" mereka semua mengatupkan tangan didepan dada sambil menatap memohon kearah Lili.


sementara tatapan Imelda dan Diana semakin dingin dan benci ke arah Lili.


Terpaksa Lili menyanyikan sebuah lagu untuk teman-temanya. Lagu yang di nyanyikan oleh mas Harry Parintang , sukses membuat teman-temannya terhanyut dan terbuai.


...Sampai Terbiasa...


...By. Harry Parintang....


.......


...Lama ku sendiri Selepas...


...kau pergi...


...Ku sunyikan hati...


...Berharap kau kembali...


...Hingga saat datang hari...


...Ku temukan sebuah hati...


...Kini kau datang kembali...


...Tanyakan cinta lagi...


...Tak usah kau tanyakan lagi...


...Dulu engkau yang putuskan pergi...


...Relakanku bersama dia...


...Tentang kita hapuskan saja...


...Jalani tanpaku sampai engkau terbiasa...


...Ku sunyikan hati...


...Berharap kau kembali...


...Hingga saat datang hari...


...Ku temukan sebuah hati...


...Kini kau datang kembali...


...Tanyakan cinta lagi...


...Tak usah kau tanyakan lagi...


...Dulu engkau yang putuskan pergi...


...Relakanku bersama dia...


...Tentang kita hapuskan saja...

__ADS_1


...Jalani tanpaku sampai engkau terbiasa...


...Tak usah kau tanyakan lagi...


...Dulu engkau yang putuskan pergi...


...Relakanku bersama dia...


...Tentang kita hapuskan saja...


...Jalani tanpaku sampai engkau terbiasa......


Mereka semua bertepuk tangan dan mengankat gelas untuk bersulang menghargai Lili, mereka Lili merasa memang pantas untuk jadi idola dan jadi juara.


Sementara tidak ada yang mengetahui Imelda dan Diana menyusun rencana untuk menghancurkan Lili.


Mereka menyogok pelayan untuk memberikan minuman kepada Lili, ada sesuatu yang ditaruh dalam minuman itu.


Lili kembali ke tempat duduk setelah bernyanyi dia merasa kerongkongannya terasa haus, dia beranjak hendak mengambil jus jeruk untuk meredakan haus nya.


Pas pada saat itu ada pelayan mengantarkan minuman berkeliling , meletakan gelas satu persatu dihadapan setiap orang.


Tiba juga dihadapan Lili , jus jeruk, diletakan di depannya.


Karena dia memang haus dia minum beberapa teguk .


Beberapa saat kemudian ada yang aneh dengan dirinya matanya berkunang-kunang ada rasa panas menjalari dirinya . Ada yang tidak beres dengan jus yang dia minum.


Dia mencari Iko , ternyata dia lagi ngobrol dengan Ticko orang yang sudah lama di naksir Iko, Lili tidak enak kalau harus mengacaukan acara mereka.


Tergesa-gesa dia keluar dari ruangan dengan langkah kaki lebar, namun baru beberapa langkah dia mendengar suara pintu ruangan terbuka.


Imelda dan Diana keluar mencarinya!!!


Lili, memperkirakan bahwa tidak baik bertemu dengan dua orang itu dalam keadaannya seperti ini, bisa celaka.


Tanpa pikir panjang dia berbelok sembunyi dibalik lorong.


Shiiit.... kemana sih dia, keparat kau Lili" ! umpat mereka.


"Om cepat datang ke restoran XX.. ada mangsa empuk, idola kampus, dia lagi butuh uang, cepatan om bisa menikmatinya" Suara Imelda sambil menelpon seseorang.


Lili, bergidik ngeri, dia bisa memperkirakan gerakannya, sebelum dia bisa keluar dari sini dia pasti akan dikejar Imelda dan Diana, sekali dirinya tertangkap maka pasti dia akan di jual dengan Om yang di telpon mereka tadi.


Ini tidak bisa, tidak boleh terjadi, aku tidak akan membiarkan rencana mereka berhasil.


Lili merubah arah jalannya dan melihat sebuah kamar VIP yang pintunya sedikit terbuka, tanpa pikir panjang dia masuk dan menutup pintunya.


Lalu kepalanya terasa semakin berat, langkah kakinya semakin lunglai, pandangan mata semakin buram, sepertinya dia akan pingsan.


Dengan memaksakan sedikit kesadaran dia merogoh tas dan mengambil ponselnya, namun pandangan matanya semakin buram, tidak jelas, tidak bisa melihat huruf dan menu yang ada di HP nya,


Dia benar benar tidak memiliki tenaga lagi untuk menelpon Sopir dan juga Iko, HP terkepas dari jarinya dan dia berusaha bersandar ke dinding ruangan.


Sementara di dalam ruangan itu sedang berlangsung meting, orangpun terkejut melihat seorang gadis jatuh terkulai lemas.


Lili tidak ada tenaga untuk bangkit, mata nya menjadi gelap dan suara di sekitarnya perlahan hilang, dia merasa seperti ada seseorang yang menutup tubuhnya dengan kain dan rasanya ada yang mengendongnya.


Penampilan Lili saat bernyanyi di acara perpisaan kelasnya.



❤Bersambung❤


Penasarankan, ikuti terus kisah Lili, ya. dan Kasih Like, koment dan juga VOTE buat dukung Author.


❤❤❤❤Terima Kasih❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2