
Tidak terasa waktu berlalu sekarang sudah memasuki bulan ke 6 usia kandungan Lili, sekarang sedang mulai mengukuti kelas ibu hamil, sudah tiga kali kelas berlangsung namun, tuan muda Lie tidak dapat menemani Lili, karena sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk selama ditinggal liburan ke Indonesia.
Awalnya Lili bisa mengikutinya sendiri karena hanya latihan pernapasan.
Latihan pernafasan untuk mempermudah proses persalinan.
Seharusnya saat kelas ini suami wajib ikut agar, Suami juga belajar memijat untuk membantu Ibu tetap relaks baik sebelum maupun pada saat melahirkan. Namun Lili mengikuti kelas ini sendirian, ada rasa kecewa juga dalam hatinya tapi dia mencoba memahami posisi sang suami sebagai seorang CEO yang sudah tentu sangatlah sibuk, masalah pijet dan urut untuk Lili, kakek Albert sudah mendatangkan tenaga profesional.
Kemudian kelas hamil yang kedua memperlajari segala
informasi mengenai seluruh proses persalinan, rincian prosedur medis, mengatasi reaksi emosinal Ibu dan perubahan yang terjadi pada saat kehamilan dan setelah kelahiran Kelas ini Juga di lewati sendiri
Kelas Ke tiga kalinya yaitu ,
Belajar beragam posisi melahirkan, termasuk informasi pilihan pereda sakit, dan tips mengatasi beragam situasi yang mungkin terjadi saat persalinan
Kemudian pada hari ini adalah kelas yang sangat penting suami istri harus hadir karena kelas hari ini adalah,
Kelas untuk Ibu dan suami: Di kelas ini Ibu dan suami bisa sama-sama mempersiapkan persalinan sambil mempererat hubungan. Kelas ini juga dapat membantu calon ayah yang gugup menjadi lebih tenang saat manghadapi persalinan. Mereka juga lebih terlibat dalam kehamilan Ibu dan merasa berguna.
Ruang tunggu pribadi bandara
Guyuran hujan deras tiada berhenti dari siang , beberapa kali kilat dan juga petir menyambar, diangkasa dengan bunyi yang menakutkan dan cahaya yang menyilaukan mata. Awan gelap juga masih menyelimuti langit diatas bandara dan sudut kota. Hari ini sepertinya alam sedang menagis lama membuat rencana Lie Yuan menemani sang istri tercinta latihan buyar sudah.
"Lion apa badainya sudah reda?" sialan, harusnya hari ini aku tidak pergi, sebab kelas hamil kali ini kelas khusus suami istri"
kasihan Lili harus latihan sendirian, tidak ada pasangan
Memikirkan ini tuan muda Lie merasa prustasi.
"Lion, kita harus pulang sekarang siapkan jet pribadi" printahnya sambil mondar mandir.
"Maaf tuan, tidak bisa cuaca sangat exstrem landasan pacu tergenang air tunggu badai reda kita pulang." jawab Lion.
"Sial, kau suruh aku tenang sementara istriku di sana tidak ada pasangan latihan" ujarnya gusar, mengusap wajah kasar dan menyugar rambutnya.
"Kenapa, aku harus kembali sekarang" tangannya mencengkram jas Lion melepaskan dan mendorong tubuh Lion. Lalau dia sendiri menghempaskan tubuhnya keatas sofa dengan sangat kesal.
anda sungguh sudah seperti orang gila karena nona Lili
"Maafkan saya sekali lagi tuan muda, cuaca benar-benar sedang buruk sekali. Sekarang landasan pacu terendam banjir cukup parah. Kita tidak bisa lepas landas, itu akan membahayakan keselamatan anda, dan saya tidak akan mengambil resiko, jika menyangkut keselamatan anda" Lion menjawab tenang seperti biasanya, dia sudah biasa menghadapi perbuatan paling gila yang dilakukan tuan muda nya, sudah biasa dia tanggapi dengan helaan nafas ringan saja.
anda lelaki yang sedang dimabuk cinta, biarkan dia melakukan apapun yang anda suka.
"Sialan, kamu tahukan hari ini sangat penting" mengeram kesal lagi, sambil memandang ke jendela dengan gusar, melihat guyuran hujan yang membanjiri bumi.
"Maaf tuan muda".
minta maaf saja, semoga bisa membuat suasana hatinya membaik.
Cuaca yang memburuk membuat semua jadwal penerbangan tertunda keberangkatannya, pesawat komersil yang berbadan besar saja di tunda keberangkatannya dilarang , apa lagi pesawat jet pribadi yang berbadan kecil sudah tentu sangat rawan di cuaca seperti ini.
Saat ini bandara sedang dipenuhi penumpang yang juga kesal menunggu penerbangan apa lagi mereka menunggu di ruangan yang ramai penuh sesak.
Berbeda dengan Tuan Lie dia menunggu diruangan yang nyaman, namun dia tetap gelisah, dua orang pelayan masuk membawakan hidangan makanan lezat untuknya, namun sama sekali tidak diliriknya. Pikirannya hanya satu bagaimana Lili sedang latihan sendirian disana.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita naik kereta, ya kita pulang naik kereta bawah tanah saja" agak bersemangat bicara, padahal tentu saja ide nya ide gila yang segera mungkin dibantah Lion.
"Kita akan sampai dalam waktu tiga hari kalau naik kereta"
Tuan muda menendang udara dengan kesal.
"Bagaimana kalau kita naik mobil sekarang!" tuan Lie bangun dari duduknya" siapkan mobil Lion"
berhentilah berpikir ide gila tuan muda, sudah duduk saja yang manis.
Lion tidak menjawab dengan kata-kata hanya gelengan kepala saja yang mewakili suasana hatinya.
"Cih!...kamu tidak bisa ya, dasar manusia biasa" omelnya kesal.
memangnya anda pikir saya super boy ya tentu saja saya manusia biasa.
"Bagaimana keadaan Lili disana apa dia kesal dan marah sebab sudah 3 kali kelasnya tidak aku temani" ucapnya gusar.
"Saat ini nona pasti sedang latihan tuan"
"Siapa yang akan jadi pasangannya"
"Pasti ada lah tuan, mungkin pinjam pasangan lain.
"aaa....sial, kenapa harus ada perjalanan ke luar di hari yang sepenting ini, dia pasti menungguku seharusnya aku muncul dihadapannya menemaninya sebagai pasangan keren menunjukan pada semua orang siapa suaminya yang tampan dan sangat mencintainya.
"Apa meminjam pasangan orang lain, aaaa....memikirkannnya membuatku gila" Lie yuan sudah tidak tahan, dia menjatuhkan timpukan buku dan koran yang ada diatas meja sampingnya dengan marah.
"Maafkan saya tuan"
lakukan apapun yang bisa membuat anda tenang
"Nona muda tidak akan secengeng itu tuan" jawab Lion.
"mana hp ku", Lion langsung menyerahkan hp di saku jas nya, dan langsung di sambar Lie Yuan.
Dia mencoba menghubungi Lili tetapi hp nya mati mungkin baterai nya lowbet.
Dia sudah akan membanting hp nya tapi seketika dia mencium layar yang ada gambar Lili sedang tersenyum manis melihat ke arahnya
lihat saja kelakuan anda memang sudah seperti orang gila.
"Tuan sebaiknya anda makan malam dulu" Lion.mendekat kearah meja makan.
"makan, kamu pikir aku bisa makan sekarang" Tuan muda menjawab marah.
"Demi nona Lili, anda harus makan, nona juga pasti sedang makan sekarang, anggap saja kalian sedang makan bersama di tempat yang berbeda..
"Jangan bicara sembarangan" tapi dia mulai beranjak menuju meja makan ,menikmati makanan sambil tersenyum mengulangi, kata" makan bersama di tempat yang berbeda" hah....
Ketika hujan berhenti waktu sudah lewat tengah malam, para petugas membersihkan sisa genagan air supaya landasan pacu bisa segera digunakan dan pesawat bisa lepas landas.
Lie yuan sudah berada didalam pesawatnya menunggu untuk lepas landas.
Latihan kelas berpasanganpun usai. Berakhir.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
Siang Hari;
Aula latihan senam hamil Lili terlihat kebinggungan pasalnya semua orang memiliki pasangan, mereka sudah memulai latihanya sementara Lili hanya diam dia sedang kebinggungan, dia keluar dari aula bermaksud mencari udara segar.
Tiba-tiba seseorang menyapanya.
"Hai Lili kamu sedang apa?, lagi ikut kelas ibu hamil ya tanya teman kuliahnya Sichuan.
Lili menoleh ke sumber suara dan menjawab" Ah Sichuan, kok kamu ada disini?"
"Lili apa sudah menjadi kebiasaanmu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan juga?" Ucapnya sambil tersenyum menghampiri Lili.
"Nyonya Lie sekarang giliran mu " Panggil pelatih kelas hamil.
Lili menoleh dan menatap binggung kearah pelatih, "tapi aku sendirian tidak ada pasangan suamiku belum datang " jawab Lili sedih dengan suara tersendat.
"Apa boleh aku membantumu Lili, biarkan aku jadi pasangan latihanmu" Sichuan menatap Lili.
Lili bimbang apa harus menerima tawaran Sichuan atau tidak, tapi mungkin tidak apa-apa kan hanya latihan pikir Lili.
"Baiklah ayo, ikut aku kalau tidak merepotkan mu"
"Tentu saja tidak aku lagi banyak waktu luang sekarang" Sichuan menghampiri Lili dengan semangat.
Kapan lagi bisa berdekatan dengan gadis pujaan hati dari jaman kuliah dulu, nah sekarang kesempatan langka harus di maksimalkan walaupun hanya menemani latihan.
Mereka pun memasuki aula latihan yang sekarang sudah terlihat sepi, mereka menghampiri pelatih dan berlatih mengikuti instruksi dari pelatih sampai selesai, selesai latihan mereka duduk sebentar sambil minum air mineral.
"Sichuan terima kasih sudah menaniku latihan" Ucap Lili.
"Ia tidak apa-apa jangan sungkan lain kali hubungi aku bila kamu perlu pasangan berlatih" Sichuan menjawab Lili sambil tersenyum.
"ia terima kasih, aku pamit pulang dulu ya" Lili beranjak saat melihat sopirnya sudah menjemput.
"Ia hati-hati sampai jumpa "balas Sichuan sambil melambaikan tangannya.
Sampai di rumah Lili melihat sang suami belum juga datang dan sekarang dia memasuki kamarnya, mandi dan membersihkan diri setelah selesai Lili duduk di tempat tidur mengecek ponselnya memeriksa pesan masuk.
Mengapa tidak ada pesan darinya, semoga tidak ada yang terjadi padanya.
tok....tok...tok...
Suara pintu di ketuk dari luar, " nona makan malam sudah siap apa anda ingin makan ke bawah atau saya bawa ke kamar?" suara pelayan dari balik pintu kamar.
"Ia bi saya ingin makan di kamar, tolong bawa kesini ya" jawab Lili .
"Baik " jawab pelayan.
Lili menaruh ponselnya dan menyalakan televisi. Ternyata menayangkan berita tentang cuaca buruk menyebabkan beberapa penerbangan ditunda karena tidak bisa berangkat.
oh ini rupanya penyebab dia tidak bisa datang cepat menemaniku latihan tadi, semoga tidak ada apa-apa.
suara ketokan pintu menyadarkan lamunan Lili, dia mempersilakan pelayan masuk dan menghidangkan makanan di atas meja dan kemudian dia menikmati makan malam sendiri dengan perasaan cemas.
__ADS_1
Sudah pukul sebelas malam tapi masih saja belum pulang, akhirnya Lili tertidur diatas sofa, karena lelelahan.
Bersambung.