
“Kamu pikir itu terhormat?, ada banyak cara untuk jadi terkenal, termasuk dengan memiliki reputasi buruk” Jessy berbicara dengan sinis.
“Tapi setidaknya itu bisa membuktikan satu hal, bukan?” balas Lili , “Yakni jika dibandingkan dengan kamu, Jessy, sekarang para selebriti lebih memperhatikanku”.
Lili berdiri, lalu berjalan ke arah Jessy dan berkata, “ Itu artinya, kamu tidak lagi penting seperti sebelumnya, ketika kamu meninggalkannya, orang-orang memperhatikanmu, ,mereka berpikir kamu sudah tidak peduli, tapi sekarang mengapa kamu sekarang menyesal ?” , selamat Jessy sedikit demi sedikit kamu akan kehilangan pesonamu.”
Hal ini adalah ironi besar bagi Jessy, yang sebelumnya selalu di sayang dan juga tenar di kalangan para bangsawan dan selalu menjadi pusat perhatian diantara orang-orang.
Sebab dia tahu dengan jelas.
Dia tidak pantas datang ke suatu acara bisnis besar apa lagi acara yang diselenggarakan oleh Grup Lie .
Alasan yang pertama adalah karena dia tidak diundang dan yang kedua adalah karena akibat dia melarikan diri di acara pertunangan dengan pewaris Grup Lie, keluarga Jessy sekarang kedudukannya sudah tidak setara dengan keluarga Lie dan kedua keluarga sejak lama sudah tidak ada hubungan apa-apa.
Tapi hari ini, dia hadir sebagai pasangan Budi, maka tentu saja kedudukanya meningkat dan ketika dia tiba di acara entah berapa wanita yang memandangnya dengan tatapan rasa iri.
Jessy melihat ke sekeliling, dan mencibir . “Huh kedengarannya kamu, Liliana Kim benar-benar populer, kamu bisa datang ke pertemuan bisnis grup Lie karena lewat pintu belakang, yang disediakan oleh Lie Yuan kan?”
“OH maaf sekali, aku dijemput oleh sopirnya secara pribadi. Ada pula kartu undangannya apa kamu mau lihat?” ucap Lili tersenyum manis sambil menyipitkan matanya.
Fakta nya, Lili tidak tahu apakah si sopir nya ada menerima kartu undangannya atau belum, sebab LIli tidak perlu menunjukannya ketika dia masuk kemari, dan Jessy akan pingsan jika dia tahu bahwa Lili adalah istri Lie Yuan, Lili tersenyum dalam hati memikirkan fakta nya.
Sebenarnya Lili tidak pernah ingin berkata sombong di depan orang , tapi dia saat ini ingin agar bisa mengintimidasi Jessy, Lili sadar untuk orang seperti Jessy ini kita harus berani menggertak agar tidak mudah ditindas.
Benar saja, wajah Jessy lalu berubah, “apa hebatnya sebuah kartu undangan? aku wanitanya Budi, aku datang ke sini dengan terhormat sebagai wanitanya.
Jessy tidak berani meminta Lili untuk menunjukan undangannya, sebab jika dibandingkan, Jessy tidak sebanding dengan Lili di kalangan selebriti dan komunitas nona - nona kaya.
__ADS_1
“Wanitanya?” Lili tersenyum dalam hati Lili bergumam dalam hati apa hebatnya hanya tunangan jika dibandingkan aku yang seorang istri?
“Liliana, apa yang kamu tertawakan?” penghinaan dari Lili seakan-akan menampar wajah Jessy. Apa hebat yang bisa dibanggakan jika hanya sebagai wanitanya Budi, kedudukan belum jelas dan pasti.
“Aku menertawakan kesedihanmu” .Liliana menyesap minuman anggurnya dan berkata, “kamu mengatakan bahwa kamu lebih baik dariku dan lebih mulia dariku sejak kecil. Agar kamu lebih menonjol di kalangan bangsawan, kamu sengaja menindas ku di sini, dan mempermalukanku.
“Jessy, aku tidak tahu apa yang membuat kamu begitu membenciku, padahal aku tidak pernah menyinggungmu, menghadiri acara-acara bisnis manapun kamu tidak bisa membatasiku”.
“Apa kamu takut aku akan membuat Budi Satrio tertarik lagi padaku, apa kamu kira kamu bisa mencegah jika Budi benar-benar tertarik padaku” ucap Lili tidak mau memberi kesempatan pada Jessy menjawabnya.
Wanita memang terlahir dengan kepekaan yang tinggi.
Melihat tatapan-tatapan pria - pria di sini kepada dirinya membuat Lili tahu bahwa kecantikan dan kepribadiannya tidak kalah dengan wanita-wanita tersohor di kalangan para selebriti di kota ini, meski dia sudah memiliki dua anak.
Mengingat anak- anak Lili merasa sangat rindu dengan kedua anaknya, rasa nya ingin dia pergi menemui anak-anaknya.
“Oh, kalau begitu kamu harus kecewa karena aku sama sekali tidak mau mengalah untuk mu” ucap Lili tegas.
Tatapan mata Jessy jadi semakin dingin dan sinis , oh iya tidakkah cukup bagimu untuk menjadi kekasih gelap Lie Yuan . maka kamu lalu masih ingin melanjut merayu Budi ?” !
“Selagi ada aku jangan mimpi kamu”! ucap Jessy berang.
“Soal itu, tanyakanlah sendiri dengan priamu, dia sendiri yang datang dan bicara padaku” ucap Lili berusaha mengalihkan pembicaraan . “Budi malah lebih suka berbicara denganku, daripada peduli dengan perasaanmu, jelas kalau kamu sekarang belum terlalu penting baginya” ucap Lili sama sinisnya.
“Liliana, Budi sekarang adalah priaku, aku sarankan kamu untuk menjaga sikapmu!” kata Jessy yang adalah orang yang yang selalu ingin mencitrakan diri nya menjadi orang yang sabar dan lembut sehingga dia berusaha menahan amarahnya.
“Priamu itu yang masih berusaha aktif berhubungan dengan ku wanita lain di depan umum, bagaimana bisa kamu malah bilang padaku untuk menjaga sikap?” ucap Lili tersenyum ironis sambil berkata “ sebaiknya kamu bertanya padanya, atau mungkin kamu Jessy tidak bisa mengontrol dia sama sekali ?” sebab Budi Pun masih hanya sebagai priamu , maka kamu harus meresmikan hubungan agar lebih jelas bukan begitu?”
__ADS_1
“Liliana !”, hati Jessy merasa tertekan.
“Barusan Budi bilang apa padamu?” ucap Jessy.
Lili perlahan-lahan tersenyum. “Menurutmu?”
Jessy jadi punya firasat .
Mungkinkah Budi hanya memanfaatkannya untuk tujuan membuat Lili merasa cemburu ?
“Ah Jessy….” Lili mendesah “sebelumnya aku benar-benar tidak paham, sebenarnya apa yang kamu lakukan untuk merebut Budi. Jangan-jangan memang benar semua orang menyayangimu? ketika pria melihatmu, mereka tidak bisa tidak jatuh cinta padamu, begitu? Budi Pun tak terkecuali bukan? setelah aku bangkit dari kematian, hanya kamu yang paham maksudku ini , aku merasa sangat membencimu, aku tidak ingin memberimu kesempatan untuk berbuat jahat lagi”.
“Meskipun kamu ingin, kamu pun sudah tidak punya kesempatan lagi untuk menyakitiku, walau dengan bersekongkol untuk melakukan kejahatan aku berjanji aku tidak akan jatuh kesekian kalinya karena kamu!” ucap Lili tegas.
Lili jadi mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, jadi tersenyum pahit, dalam hati menyalahkan diri sendiri yang sempat bersembunyi selama lima tahun, membuat kedua buah hatinya tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah, dan juga membuat sang suami merasa kehilangan dirinya dan anak-anak. Lili terpedaya oleh kelicikan wanita ini.
Sekarang Lili pun mengerti akan suatu rencana yang sudah direncanakan selama bertahun-tahun oleh Jessy dan paman ketiga Lie Yuan untuk memisahkan mereka dan juga untuk menghancurkan grup Lie.
Jessy mengepalkan tangan nya, kecantikan dan wibawa di wajah sirna, mendengar perkataan Lili.
“Jessy sebenarnya siapa yang tidak tahu malu?, kamu bahkan menikah dan merayu pria yang kuat demi kepentinganmu dan setelah itu entah bagaimana bisa pria tersebut meninggal, apa kamu benar-benar tidak terlibat?, kamu sungguh wanita yang sangat tega!” ucap Lili dengan berani.
Jessy meremas tangannya dengan sendiri erat-erat sesungguhnya dia tak menduga bahwa Liliana akan tahu dengan perihal yang terjadi beberapa tahun yang lalu, serta masih mempertanyakan tentang kematian mantan suaminya yang seorang mafia, sungguh dia tidak biasa meremehkan Lili.
Bersambung.
Dukung Author dengan Like, komentar dan juga Vote.
__ADS_1
Terima Kasih.