
Dengan bergandengan tangan tuan muda Lie Yuan dan Lili menuruni tangga menghampiri nyonya Christian yang sedang menata bubur pedas diatas meja makan, harum nya bubur pedas sudah memenuhi seluruh ruangan Villa itu.
"Selamat pagi ibu, maaf aku tidak bantu ibu masak", sapa Lili begitu menghampiri nyonya Christian.
"Selamat pagi, Nyonya Christian menjawab dan mengentikan aktifitasnya, tertegun sejenak melihat ke arah Lili seolah melihat Ara anaknya yang sudah tiada.
Dia benar-benar mirip Ara dari suaranya , postur tubuhnya dan juga caranya berjalan, Tuhan bukannya aku tidak merelakan kepergiannya tapi hati benar-benar berharap kalau dia masih hidup dan sekarang berdiri dihadapanku ini dan memanggilku ibu adalah dia.
"Bu boleh aku mencoba bubur pedasnya" Lili melepas jari tangan suaminya dan berjalan memeluk ibunya dari belakang, melihat ibunya termenung melamun dengan air mata menetes, hati nya seketika juga pilu rasanya ingin sekarang berlutut dan mengatakan yang sebenarnya.
maafkan aku bu, ia aku masih hidup ini aku bu, Ara anak kesayanagan ibu.
Dengan gelagap Nyonya Christian menyedokan se mangkok bubur pedas dan menyerahkannya ke hadapan Ara. Di meja makan sudah duduk semua orang, kedua kakak perempuan Ara Agatha dan Merry juag kakak Sepupunya Fany dan dokter Nathan yang sesekali matanya melirik ke arah Fany sepertinya ada perasaan naksir yang tidak berusaha dia tutupi.
Visual Fany
Visual dr. Nathan
Semangkuk bubur pedas, dimakan dengan perasan jeruk nipis dicampur kecap dan cabe rawit sungguh sangat enak, Lili memakan bubur pedas dengan penuh semangat tidak menghiraukan peluh yang bercucuran didahinya. Lie Yuan mandang sang istri makan dengan penuh sayang, diambilnya selembar tisu dan dengan sayang dia mengelap butiran peluh didahi Lili. Sungguh sikap ini membuat siapapun yang sedang jombo menjadi kepanasan, termasuk Nathan dan Fany kembali saling melirik malu-malu.
"Apa senikmat itu" ucapnya sambil menatap Lili penuh cinta.
"Ia ini memang sedap apa kamu mau coba suamiku" Lili berucap sambil menyodorkan sesendok bubur pedas kehadapan sang suami yang sekarang sedang makan sepotong Sandwich.
"Tidak , maaf sayang, aku belum bisa masuk makan makanan disini" Ucapnya dengan rasa bersalah yang tergambar diwajahnya.
"Ia sudah" Jawabku dengan bibir di monyongkan dan muka sedikit masam sambil mengelus perutku entah mengapa sekarang aku merasakan ada gerakan pertama dalam perut ku seperti ada yang bergerak di sana, mungkin anak kami juga kesal dengan daddy nya.
Dasar daddy tidak peka, belum juga nyoba sudah mengatakan tidak mau, seharusnya coba dulu baru komentar.
Kulihat dr. Nathan menyedok sesendok sayur bubur pedas ke mangkuknya, mungkin dia mau mengambil simpati Fany, dia terlihat binggung mau mencampur bahan-bahan pelengkapnya, dia melirik Fany.
"Tambahin ini dech biar seger " Ucap Fany sambil memeraskan sepotong jeruk Nipis ke mangkuknya dan menuangkan kecap tidak lupa nambahin kacang tanah goreng juga sedikit ikan teri goreng dan terakhir cabe ulek .
"Nach coba diaduk dulu baru di makan" ucap Fany sambil mendorong mangkok bubur pedas ke arah dr. Nathan.
"Terima kasih" ucap Nathan sambil mengosok-gosok kedua tangannya sebelum akhirnya menyendok bubur ke mulutnya.
Semua orang menatap kearah Nathan termasuk Tuan Muda Lie , Fany sampai menahan nafas takut Nathan memuntahkan bubur dari mulutnya, beberapa menit suasana tegang ternyata tidak muntah.
"Wah enak banget bubur ini rasanya amazing," Ucapnya sambil mendesis karena rasa pedas dari cabe rawit ulek, dan rasa seger dari perasan jeruk nipis sungguh rasanya benar-benar enak. Seketika peluhnya juga menetes di keningnya, reflek Fany memberikan selembar tisu pada Nathan. Semua orang merasa lega melihat Nathan bisa menelan semua bubur yang ada di mangkoknya, entalah apakah benaran sesuai di lidah Korea nya atau hanya untuk ingin menyenangkan hati semua orang yang ada di meja makan itu, hanya dia sendiri yang tahu.
Melihat Nathan bisa menghabiskan bubur yang dihadapannya, tiba-tiba Lie Yuan meraih mangkuk bubur dihadapan Lili dan menyedok sesedok ke mulutnya, semua orang kembali menahan nafas lagi takut dia tiba-tiba muntah .
Sesendok sudah masuk kemulutnya terlihat kedua alisnya mengerut dan saling bertemu, tapi kemudian dia menganguk-angguk dan menyendok sesuap lagi, sampai habis tanpa komentar keringat juga bercucurah di dahinya akibat rasa pedas cabe rawit uleng yang pedasnya bukan kaleng-kaleng, kini giliran Lili yang mengelapnya.
Semua orang bernafas lega ternya kedua orang Korea ini suka makan bubur pedas khas Kalimantan Barat sungguh sekarang keluarga Christian termasuk Lili merasa *amazing!
π
π
π*
__ADS_1
Nampaknya bibit tanaman Kesum atau bahasa Latinnya adalah polygonum odoratum akan ikut ditanam di Korea sebab itu adalah bumbu wajib bubur pedas.
"Ibu terima kasih masakan nya, nanti aku minta resep bubur pedas ya bu biar bisa aku buat di Korea "Ucap Lili bersungguh-sungguh menatap ibunya penuh harap.
"Baik Fany tolong catat ya" ucap nyonya Christian sambil menyebutkan resep nya.
Bubur pedas ini makanan khas dari pontianak.walaupun dinamakan bubur pedas tapi rasanya bukan pedas banget ya
π.Yang paling khas dari rasa dan aroma bubur ini adalah daun kesumnya.Dibuat dari berbagai macam sayur mayur yg dicincang kasar dan dipotong2.Penasaran pingin coba ikutin yuukk cara membuatnyπ
Author kasih Resepnya dech sambil kita ngehalu ngebayangin Tuan Muda Lie dan Dokter Nathan makan nya yaπ.
...RESEP BUBUR PEDAS...
Bahan-bahan
500 gram iga sapi.
1/2 kg beras cuci bersih kemudian sangrai sampai kuning dan tumbuk kasar
1/2 kg kelapa parut sangrai sampai kuning dan tumbuk halus
1 buah wortel potong kecil dadu
2 buah kentang potong kecil dadu
1 ikat kacang panjang potong kecil
5 ons kecambah
3 cm lengkuas geprek
3 liter air untuk rebus
Sayuran yg dicincang kasar:
1 ikat kangkung
2 ikat pakis
2 buah rebung muda yg sudah direbus
1 genggam daun kesum
3 lembar daun kunyit muda
Bumbu yg dihaluskan:
5 siung bawang putih
4 siung bawang merah
1 sdm merica bulat
2 cm jahe
1 cm kunyit
__ADS_1
1 sdm ketumbar
1 sdt jintan
secukupnya terasi
bahan taburan:
bawang merah goreng,teri goreng dan kacang goreng
pekengkap:
Jeruk nipis,sambal uleg cabe
rawit dan kecap manis
"Sudah selesai nyatan ya Fany?" tanya nyonya Christian sambil melirik Fany .
"Sudah bunda" Jawab Fany sambil menyerahkan Note Book ke arah Lili, dan di terima Lili dengan penuh suka cita.
"Terima Kasih Fany, nanti kamu juga sekali-sekali berkunjung ke Korea ya" ucao Lili sambil mengedipkan matanya dan melirik penuh arti kearah dr. Nathan. Sementar yang di lirik pura-pura batuk kecil dan dengan reflek Fany menyerahkan segalas air putih.
*ehem....sepertinya akan ada temanku di Korea nanti, kakak sepupuku ini sepertinya sudah mencuri hati Nathan. Kamu terkena kutukan pada jaman dahulu bahwa siapa pun yang minum air sungai kapuas walaupun pergi jauh kemana sungguh susah nak ngelupakannya....π
Lagu sungai Kapuas.
Hei.... sampan laju,
Sampan laju dari hile sampai ke hulu
Sungai Kapuas,
Sunggoh panjang dari dolo membelah kote
Hei.... tak disangke,
Tak disangke dolo hutan menjadi kote
Ramai penduduknye,
Pontianak name kotenye
Sungai Kapuas punye cerite,
Bile kite minum aeknye
Biar pun pergi jaoh kemane,
Sunggoh susah nak ngelupakkannye
Hei.... Kapuas
Hei.... Kapuas*
Bersambung.
maaf ya Auhtor sengaja ingin memperkenalkan beberapa kuliner Khas Pontianak semoga para reader berkenan mencicipinya. Karena negara kita yang keren ini memiliki berjuta pesona termasuk kuliner nya. Dan juga Lagu daerah bagi yang ingin tau sungai kapuas silakan datang ke pontianak yaπ€
__ADS_1
Terima Kasih.