CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part# 68 Isu


__ADS_3

Setelah menyuapi makan untuk Lili, Lie Yuan pergi ke ruang belajarnya untuk memeriksa beberapa dokumen, dan dia menelpon Lion untuk datang ke ruang kerja.


"Lion apa kamu sudah menemukan dalang dari penyebar berita tentang istriku" tanya Lie yuan pada asisten nya.


Sudah tuan, dan dalangnya masih paman ketiga" Jawab Lion sambil menyerahkan dokumen hasil penyelidikannya.


Lion melaporkan bahwa dalang dari penyebar berita-berita liar tentang Lili selama ini adalah paman ketiga.


"Aku tidak ingin berita seperti itu terulang lagi, selesaikanlah dengan cepat, tutup semua aset bisnisnya yang ada di negara ini dan pastikan dia bangkrut" mengingat kejahatan paman angkatnya yang sudah membuat Lili menderita dan juga membuat saham perusahaan menjadi turun dan kerugian besar pada Lie grup.


Kelakuan dan tindakan paman angkat sudah keterlaluan dan membuat Lie Yuan murka, Sudah jelas tuan muda Lie Yuan tidak akan melepaskan paman angkatnya itu.


Tuan Muda Lie tidak akan biarkan paman angkatnya dengan hukuman yang ringan.


Tuan Muda Lie benar-benar memastikan Paman Angkatnya akan menjadi miskin sampai ke akar-akarnya.


"Sudah di beri perusahaan di Amerika masih juga mengacau di sini, ini tidak bisa dibiarkan, diberi hati minta jantung, keterlaluan!!" Lie Yuan membanting dokumen hasil penyelidikan Lion.


***


Sichuan masih sangat khawtir dengan keadaan Lili, dia masih berusaha ingin menemui Lili, dan masih setiap hari selalu mengirim bungga ke Mension walaupun bunga itu tidak pernah sampai ke hadapan Lili.


Seperti pada hari ini ada lagi buket bungga mawar merah yang diantar kurir.


"Bibi Lin sudah ku bilang jangan pernah menerima bunga yang dikirim orang ke Mension ini mengerti!!!" Teriak Lie Yuan dengan suara dalam sambil membanting bunga ke dalam tong sampah.


"Sungguh terlalu, apa dikirannya aku tidak sanggup beli bunga untuk istriku" Ujarnya gusar.


"Pokok nya jangan biarkan barang apapun masuk ke Mension ini paham...!!!" Teriaknya dengan mata mendelik tajam bak pedang yang bisa membunuh.


"Baik Tuan Muda" jawab bibi Lin dengan menundukan kepalanya.


Lie Yuan masuk kedalam kamarnya dilihatnya Lili masih terlelap tidur dengan memiringkan tubuhnya, Lie Yuan menatap wajah lelah sang istri masih terlihat pucat dan cekung tak ingin meninggalkan sang istri yang sedang tidur dia duduk di sofa sambil membaca dan memeriksa email yang di kirimkan sekretaris nya, karena lelah tidak terasa diapun tertidur di sofa.


Lili terbangun tenggorokannya terasa haus dan ingin meminum coklat panas minuman kesukaan Lili.


Perlahan dia bangkit dan melihat ke atas sofa dia terkejut melihat suaminya sedang tertidur di sofa dengan posisi terlentang.


mengapa dia tidak tidur di ranjang apa dia kira aku masih marah?


Perlahan Lili berjalan rencananya hendak turun membuat segelas coklat hangat, dia tidak ingin membangunkan bibi Lin sebab sekarang sudah tengah malam.


Ketika Lili melewati suaminya , dia memandangi wajah suaminya, dua alis terlukis tebal, hidung mancung, bibir merah sungguh pemandangan yang indah, entah bawaan hamil atau apa, Lili merasa begitu rindu dengan suaminya , saat dia mematung memandangnya ternyata sang suami pun membuka matanya.


Melihat suaminya tiba-tiba membuka matanya Lili memerah seketika , malu kepergok sedang menggagumi. Dia mundur kebelakang bermasud menghindar tatapan suaminya, tapi karna kepalanya masih ngambang seketika dia sempoyongan , dengan sigap Lie Yuan bangkit dan menagkap pinggang sang istri dan membawanya kedalam pelukan.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan, kenapa bangun dari tempat tidur, mengapa tidak memanggilku kalau perlu sesuatu?" Lie Yuan memeluk Lili dan membelai lembut rambut kemudian mencium pipinya.


"Aku...aku haus, dan ingin meminum coklat hangat" Jawab Lili dengan sedikit gugup.


Lie Yuan memandang Lili dan mengecup lembut pipi nya." Kau tunggu di sini, aku akan mengambilnya untuk mu" ucapnya sambil mendudukan Lili di sofa.


"Tunggu disini dan jangan kemana-mana ya" ujarnya sebelum pergi.


"Aku ingin coklat hangat di taburi kacang almon diatasnya"


"Baik" ucap Lie Yuan sambil mengangkat jempolnya dan melangkah menuju pintu.


"emm...tunggu, kacang nya harus dihaluskan ya" pinta Lili dengan wajah penuh permohonan yang terlihat menggemaskan dimata nya.


"Baik, tunggu saja sebentar akan ku buatkan untukmu" Jawab Lie Yuan seraya melangkah pergi dan tidak lupa menutup pintu kamar.


Sesampai di dapur Lie Yuan membuka lemari pendingin mencari kacang almon dan juga bubuk coklat kemudian dia masak sambil menunggu air mendidih dia meyangrai kacang almon setelah itu dia memblender nya sampai halus.


segelas coklat hangat di campur sedikit susu bubuk khusus ibu hamil dan diatasnya ditaburi kacang almon. "hamm...harum, semoga Lili suka" gumam Lie Yuan sambil berjalan menuju kamarnya membawa minuman itu.


Ketika sampai ke kamar ternyata Lili sedang tertidur diatas sofa, Lie Yuan menarik nafasnya , menahan perasaan kasihan.


"Apa kamu selelah ini, mengandung dua bayi kembar, maaf aku sudah menyusahkanmu" dengan lembut mengusap pipi Lili ditepuknya pelan untuk membangunkan nya.


Tiba - tiba matanya terbuka lebar saat mencium bau harum dari coklat panas, segera dia meminumnya.


"Haamm... enak terima kasih" ucapnya sambil menatap sang suami mulut nya masih berlepotan sisa coklat dan kacang ketika Lili menggankat tangannya untuk membersihkan mulut, Lie Yuan bergerak cepat mengecup bibir Lili seolah membersihkan dengan bibirnya.


"Sekarang lanjutkan tidurnya" ucap Lie Yuan sambil ibu jarinya membersihkan bibir Lili.


Lili kembali ke tempat tidur dan melanjutkan tidurnya, matanya juga sudah mulai mengantuk lagi dia tertidur hingga pagi menjelang.


Hari ini di Mension hati Kakek Albert merasa tenang karena Lili sudah membaik, dan berita-berita Liar pun sudah mereda. Mereka semua sarapan di ruang makan dengan damai, Akhira pun hari ini akan kembali ke Jepang, Lie Yuan pun hari ini kembali bekerja ke kantor.


Di gedung Lie Gruop.


Saat sedang rapat dengan para Menejer dan juga direksi yang membahas tentang kondisi pasar penjualan dalam negeri. Tiba-tiba ada telpon lagi dari seseorang.


"Permisi tuan muda ada telpon dari nona Lili" Ucap Lion.


Lie Yuan memberikan tanda berhenti pada seorang menejer yang sedang presentasi, Lie Yuan keluar ruangan rapat dan menggankat telpon.


"Aku menggangu mu ya" suara Lili di seberang sana.


"Katakan ada apa " suara lembut Lie Yuan saat menjawab telpon Lili.

__ADS_1


"Ada temanku mau main ke mension apa boleh?" tanya Lili.


"Siapa?" tanya Lie Yuan mulai waspada.


"Senior Sichuan dan Iko " Jawab Lili berdebar - debar.


"Jaga sikapmu selama menemuinya!" jawab Lie Yuan.


Lalu Lie Yuan mengirim pesan pada bibi Lin untuk mrngawasi Lili.


"Awasi Lili!" Perintah nya.


Mendapat persetujuan dari suaminya sudah pasti membuat hati Lili merasa lega, dan segera mengirim pesan pada Iko bahwa mereka boleh datang ke Mension untuk menengok dia.


Lili pergi ke lantai bawah dan memberitahukan pada penjaga untuk membiarkan temannya masuk ke Mension.


"Hallo Iko, hallo senior Sichuan apa kabar?" sapa Lili begitu melihat temannya datang memasuki pintu Mension.


Iko dan.Sichuan menoleh dan tersenyum bahagia bisa melihat Lili sudah mulai sehat dan bisa menghampirinya.


"Kami mendengar kamu sakit akhir-akhir ini karena pemberitaan yang memojokanmu, apa kau baik- baik saja?" tanya Iko.


"Ya aku sudah mulai lebih baik sekarang " ucap Lili.


"Apa kau tahu selama hampir sebulan suamimu pergi mengurus perusahaan dia juga bertemu dengan calon tunangan nya dulu Jessy di negara K, dan dengar-dengar dia sekarang udah jadi janda sejak suaminya yang ketua mafia meninggal, apa dia ada cerita padamu?" tanya Sichuan.


Lili terbengong mendengar hal tersebut, pantasan kakek dan Akhira marah dengannya, " Apa suamiku sudah mulai selingkuh di belakangku?"


"Tapi sudahlah kak Sichuan jangan mengatakan hal yang belum pasti, Lili sekarang sedang mengandung anak nya tuan muda Lie , tidak mungkin dia akan berselingkuh di belakang Lili" Jawab Iko segera setelah dia melihat Lili tertegun mendengar omongan Sichuan barusan.


"Dan ini tidak bisa kamu rubah Lili, selagi dia bersikap baik padamu kamu jangan banyak memikirkan hal lain" Timpal Iko lagi.


"Jika benar dia seperti yang senior Sichuan katakan, aku tidak ada pilihan lain , kemana aku bisa pergi" Gumam Lili sendu dalam hati.


Bersambung...


Siapa yang sebenarnya menyebarkan vidio atau foto-foto Lili apakah ada pihak ketiga selain paman angkat Lie Yuan.


Simak terus dan beri dukungan Like Vote serta rate karya pertama Author.


Dan Saya mohon maaf sering terlambat up karena membagi waktu untuk nulis dan juga kerja.


Terkadang Author menulis menggunakan waktu malam hari.


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini . Baca juga novel karya kedua ku Kisah Cinta Lea.

__ADS_1


__ADS_2