CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#41 Lamaran ala tuan muda


__ADS_3

Aku mencintaimu lebih dari yang kamu tahu.


Sepulang dari rumah utama keluarga Lie. Tuan muda meminta Lion.untuk mengantarnya ke toko perhiasan ternama


San Jawerly adalah toko perhiasan yang menjual perhiasan dengan harga mahal dan juga kwalitas nomor satu. Tidak semua orang bisa memasukinya hanya kalangan koglomerat saja yang punya akses masuk .


Tuan muda Lie adalah pelangan VIP mereka, begitu mobil parkir di halaman toko, para pelayan sudah membungkukan badan.


"Selamat siang Tuan muda, ada yang bisa saya bantu" ucap manejer toko dengan sopan.


"Carikan saya cincin berlian, dan satu set perhiasan berlian" Jawab tuan muda sambil duduk di sofa.


"Baik tuan , akan saya ambilkan cincin berlian dan set perhiasan edisi terbatas yang hanya ada di toko kami" jawbab manejer tako seraya beranjak menuju lemari etalase toko.


"Ini tuan cincin berlian berwarna merah,berlian langka jumlahnya paling banyak seratus buah saja didunia, kami hanya membuat satu set saja, jadi tuan tidak perlu khwatir , tidak akan ada yang sama.


Terlihat sebuah cincin berlian berwarna merah yang sangat cantik menyilaukan mata, satu set dengan kalung, gelang dan anting.


Tuan muda sangat tertarik, "bungkus" katanya dan menyerahkan kartu berwarna emas kepada manejer untuk melakukan pembayaran.


Semua yang harus di bayar adalah 1,2 triliyun, wauww... pantastis sekali harganya. Tapi bagi tuan Lie itu sebanding dengan cintanya pada Lili. Uang bukanlah masalah baginya karena dia adalah pewaris Lie Group orang terkaya di Korea.


" Lion kembali kekantor, telpon Lili minta dia bersiap nanti malam menghadiri jamuan malam bersamaku bawa ke restoran Jiang gan, boking ruangan VVIP" Telpon butik langanan untuk mengantarkan sebuah gaun untuknya" perintah tuan Lie kepada Lion.


"Baik" jawab Lion.langsung menghubungi restoran, memesan gaun dan menelpon Lili memberitahukan nanti malam akan menemani tuan Lie ke perjamuan, jam tujuh malam akan di jemput.


Setelah selesai melaksanakan semua perintah tuan Lie, barulah mereka kembali ke kantor.


................***


Lili berjalan dengan angun memasuki restoran, menuju ruangan VVIP yang di tunjunjukan oleh Lion, begitu masuk, suasana temaram, Lili merasa sedikit binggung melihat ke sekeliling ternyata tidak ada orang lain.


Hanya nampak tuan muda duduk dengan gagah memakai stelan jas berwarna hitam, ketampanan yang menyilaukan mata sangat tampan.


Tuan muda menghampiri Lili meraih tangannya dan membimbing sampai ke meja makan menarik kursi untuknya.


"Selamat datang Sayang", ucap tuan muda sambil mencium kening Lili.


"Terima kasih" Lili duduk dikursi yang sudah ditarik tuan muda untuknya.


"Sayang mengapa sepi, dimana tamu lainnya? tanya Lili.


"Tamunya telah tiba" jawab tuan muda sambil terus menatap ke wajah Lili yang terlihat begitu cantik


__ADS_1


Lili kebingungan mata melihat ke sekeliling ruangan , mata indahnya berkedip dua kali, apakah ada? dimanakah itu mengapa tamunya tidak kelihatan apakah mungkin hantu atau Jin yang tidak kelihatan pikir Lili uhuk...uhuk...menjadi merinding sendiri.


Melihat reaksi Lili yang sangat Lucu membuat tuan muda tersenyum dan menghampiri Lili menarik tangannya dan membawanya kedalam pelukan.


"Kamu adalah tamunya" Ucap tuan muda berbisik di telinga Lili


setelah itu dia membimbing Lili ke meja makan yang telah tersedia semua makanan kesukaan Lili.



Sekarang silakan makan dahulu, seperti biasa tuan muda memotong danging steck dan menaruhnya dihadapan Lili.


Mereka makan dengan diiringi musik romantis.


Lili melirik pria yang duduk dihadapannya, saat ini terlihat hangat, tidak perduli, dan sedikit horor yang terkadang sulit dipahami. Terkadang menyebalkan, terkadang romantis.


Setelah mereka selesai makan, tuan muda menuangkan wine kegelas mereka dan bersulang mereka minum sambil saling menatap.


kemudian tuan muda bangun menghampiri Lili dan berlutut seraya mengeluarkan kotak cincin dari saku jasnya.


"Lili Kamu adalah alasanku tersenyum. Kamu adalah semangatku mencapai kesuksesan ini, Tuan Lie membuka kotak cincin dan melanjutkan kata-katanya


"Jangan buat aku hancur dengan menolakku malam ini. Jadilah istriku, jadilah matahari di dalam rumahku selamanya" Ucap tuan muda sambil mengambil cincin dan menyematkannya di jari manis Lili.


Lili terpana tidak bisa berkata apa-apa, dia membungkuk menarik tuan muda agar berdiri dari berlutut.


Seorang tuan muda berlutut dihasapannya sungguh tidak pantas.


Tanpa terasa air mata Lili.menetes di pipinya dengan terbata dia menjawab.


"Satu-satunya hal yang bisa kujanjikan padamu saat ini adalah hatiku yang tulus. Akan kulakukan yang terbaik untuk mencintaimu dengan cara yang sama seperti hatimu , ku ijinkan kamu untuk mengarungi rumah tangga bersamaku, aku menerima mu" ucap Lili dengan linangan air mata karena sesungguhnya dia juga mencintai tuan Lie.


kemudian mereka saling berpelukan lama. Lega sudah rasanya karena sudah mengucapakan kata yang selama ini di pendam. Menyimpan cinta terpendam sungguh menyakitkan.


"Lili, aku tidak ingin tunangan" ucap tuan Lie sambil melepaskan pelukannya pada Lili.


sekeketika Lili membelalakan matanya, "apa maksud nya, tidak ingin tunangan, apa dia barusan mempermainkanku ?" batin Lili sambil menatap tuan muda binggung


"Hai... mengapa wajahmu bengong begitu" tuan muda tertawa sambil mentowel hidung mancung Lili.


Lili masih tidak menjwab, wajahnya terlihat memerah.


"Aku tidak mau tunangan, yang aku mau kita langsung menikah, apa kamu setuju?" tanya tuan muda lagi.


"Langsung menikah kita kan belum pernah kencan , apalagi pacaran"

__ADS_1


"Kita bisa kencan dan pacaran setelah menikah, jadikan enak kita tidak perlu menahan diri lagi, aku sudah tidak sabar pengen merasakan malam pertama bersamamu"


"Kamu maukan" tanya tuan Lie sambil tersenyum.mengoda Lili.


"Ih...apaan sih, grutu Lili terlihat pipinya yang ngebluse merona merah karena malu.


"Lili malam ini aku pengen" ucap tuan muda sambil maju kearah Lili kedua tangannya menekan pundak Lili, dan matanya menatap sayu ke arah Lili.


"Sayang apaan sih, Lili jadi berpikir parno"


"Tuh kan kamu sudah memikirkan yang erotis , pikiranmu sungguh liar" padahal aku belum mengatakan apa-apa kamu sudah memikirkannya " goda tuan muda sambil terkekeh.


Spontan Lili mencubit perut tuan muda dan kakinya ingin menendang ************ tuan muda, saking gemasnya.


Tuan muda menjerit karena cubitan dan juga menghindari tendangan Lili.


"kamu yang rugi kalau menedang ini " ucapnya sambil menutupi selangkangannya dengan jari , Lili tidak peduli sambil terus memukul dada bidang tuan muda dia benar-benar kesal dengan tingkah pria ini yang menurut Lili sudah keterlaluan menggodanya


"Ampun nyonya Lie, jangan pukul lagi ucapnya sambil meringis . Tapi Lili tidak perduli dia terus memukul tuan muda.


Tiba-tiba tuan muda mengaduh dan langsung terduduk dilantai, sambil memegang jantungnya nampak kesakitan.


Lili tetegun sesaat, "apaan lagi ini jangan berpura-pura, aku tidak akan tertipu lagi " Ucap Lili tetap berdiri di tempatnya .


Tapi tuan muda terus memegangi dadanya sambil tangan nya mengapai kearah Lili.


"Sayang kamu serius" ucap Lili sudah mulai khwatir dan memhampiri tempat tuan muda terduduk dan bahkan sekarang dia sedang terbaring sambil memegangi dadanya


"Sayang kamu kenapa?" Lili jadi semakin panik, padahal perasaannya tadi tidak kuat waktu memukulnya masa sih bisa sesakit itu.


Atau tuan muda punya riwayat penyakit jantung?


Apakah tuan muda berakting?


💝Bersambung💝


Terima Kasih Like , Kometar, Vote dan juga hadiahnya.


Tetap dukung Author Like setiap bab dan juga jangan Lupa Vote.


...💝Thanks You💝...


...💝TE'AMO💝...


.

__ADS_1


__ADS_2