Cinta Seindah Mimpi

Cinta Seindah Mimpi
Biang Masalah


__ADS_3

Semenjak gosip tentang Agus Dermawan semakin santer dan viral bahkan tidak terkendali. Rima menjadi semakin penasaran akan kebenarannya mencoba mencari tau dan ingin mendesak Luna untuk membuka semuanya.


Niatan Rima adalah dengan membuka semuanya dengan rekaman percakapan yang sengaja akan di buatnya ketika berbincang dengan Luna. Rima mendatangi apartemen Luna dengan harapan besarnya menghancurkan Luna.


Rima ingin semua anak anak Heru tersisihkan dengan berita buruk sehingga Heru akan memutuskan hubungan dengan keduanya baik Luna maupun Levan sehingga tidak ada yang mengganggu akal busuk Rima untuk menguasai seluruh harta milih Heru.


Rima menekan bel pintu beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Rima sebelumnya melewati basement dan berpapasan dengan sepasang muda-mudi yang sedang bermesraan di dalam mobil. Rima masih saja menggerutui apa yang di lihatnya barusan.


" Jijik sekali, tidak mampu bayar hotel." Rima menggumam.


" Tante?" Sapa Veni yang baru saja pulang dari lembur kerjanya.


Veni sangat lelah sebenarnya dia hanya ingin cepat cepat beristirahat. Tatapi malang benar nasibnya harus bertemu dengan biang masalah di depan pintu apartemennya. Terlambat baginya untuk berpura-pura tidak tahu akan keberadaan Rima.


" Ven! Apa kabar?" Rima berpura-pura manis di hadapan Veni yang sesungguhnya sudah tahu tentang kebusukan Rima.


" Baik Tante." Jawab Veni dengan ramah.


" Lunanya ada?" Rima berterus-terang dengan tujuannya.


" Tadi dia menelfon saya, katanya dia akan ada acara beberapa lama dengan pacarnya yang baru." Jawab Veni yang sengaja membuat kobaran api di daun kering.


Rima seperti sangat tidak suka mendengar jawaban dari Veni. Hal itu di tunjukkanya dengan mimik muka yang tiba-tiba kehilangan manis senyuman.


" Iyakah? Memangnya siapa pacar barunya sekrang?" Rima berpura-pura tidak tahu dan sengaja ingin memancing Veni.


" Masa Tante tidak tahu? Agus Dermawan Te. Hemmh, aku sangat iri dengan temanku sendiri yang mendapatkan keberuntungan sebesar ini. Hemm, pasti sebentar lagi dia akan menjadi milyarder dan orang terkaya nomor dua di negara kita." Veni sengaja membual dan membuat Rima semakin terbakar oleh iri dan dengki.

__ADS_1


Ayo, apalagi? Akan ku tunjukkan bakat membualku kali ini. Akan kubuat kamu semakin membenci hingga tidak bisa menelan seteguk air karena iri hatimu itu. Veni tertawa senang dalam hatinya menunggu pertanyaan Rima selanjutnya.


" Kamu bisa saja Ven. Rasanya Tante belum cukup siap untuk itu. Tapi Tante akan ikut berbahagia jika anak Tante bahagia." Ucap Rima penuh dengan kepalsuan baik dari mimik wajah dan senyuman.


" Baiklah, kalau begitu. Tante pamit dulu." Rima bergegas pergi dengan hati yang hangus terbakar iri hati.


Kapok kan kamu Tante Tante biang masalah! Ada begitu manusia macam kamu, yang sedih lihat orang senang, dan senang lihat orang sedih. Apa mungkin kamu dulu terbuat dari kotoran sapi? Veni mengejek Rima yang berlalu pergi beriring dnegan senyum palsu darinya.


Tidak hanya menelisik di kediaman Luna sebelumnya tetapi juga ke resto dan cafe milik Luna. Tetapi para karyawan Luna hanya menjawab tidak tahu. Rima sangat kesal dan urung uringan. Di tenggaknya segelas minuman keras yang ada di hadapannya. Di dalam sebuah bar malam ini Luna berada menunggu kedatangan Adrian.


" Sayang kamu kenapa minum sih, ada apa?" Tanya Adrian yang heran dengan wajah Rima yang sangat marah dengan sorot mata yang tajam.


" Aku benci, aku tidak suka dia hidup tenang. Dia selama ini yang selalu menghambat langkahku." Jawab Rima emosi.


" Luna?" Adrian menebak.


" Jangan sebut namanya. Telingaku tidak ingin mendengar nama itu." Rima meremas gelasnya.


" Bagiamana si kakak? Dia sehat kan?" Adrian menanyakan kabar Sisil.


" Sehat, tapi dia terlalu dekat dengan Heru. Kapan kamu akan mendekati anakmu dan merebut hatinya?"


"Sayang untuk saat ini aku belum bisa. Istriku sedang sakit sakitan, sebulan ini saja dia hampir tidak meninggalkan tempat tidurnya." Kata Adrian menceritakan wanita yang di hianatinya.


" Hemmh, wanita mandul itu. Kenapa tidak kau ceraikan saja?" Celetuk Rima tiba tiba.


" Apa kau gila? menceraikannya itu sama saja dengan bunuh diri sayang. Tanpanya aku tidak akan seperti sekarang." Adrian tampak membela istrinya karena harta.

__ADS_1


" Iya, dia masih jauh lebih kaya dariku. Tapi ingat anakmu ada bersamaku. Sedang dia tidak mampu memberikanmu keturunan." Rima mengunggulkan dirinya.


Adrian terdiam memikirkan sesuatu di dalam kepalanya, tapi entah apa itu. Adrian bukan hanya karena harta, tapi dia memang lelaki bejat yang hanya mendewakan uang. Dia selalu membohongi Rima dengan mengarang cerita tentang keadaan dan istrinya. Tetapi sesungguhnya dia hanya menjadikan Rima budak ****.


Istri Adrian, Jasmine membolehkan Adrian untuk berselingkuh asalakan hanya dengan satu orang yang sama. Ya, semua demi alasan kesehatan. Bagi Jasmine tak apa Adrian memenuhi kebutuhan yang tidak bisa di penuhinya setiap waktu dengan wanita lain, tanpa ikatan asalkan hanya dengan satu wanita. Jasmine bukan orang bodoh, dirinya tidak mau mengekang Adrian dan akan kehilangan banyak uang untuk menjajakan kebutuhan **** suaminya. Baginya lebih baik membiarkan Adrian berselingkuh dengan Rima yang menguntungkan tanpa mengeluarkan sepeser uang. Malah, terkadang Rima menjadi sumber penghasilan ekstra bagi pasangan suami istri gila itu.


Bertahan dalam kubangan lumpur hitam bagi Jasmine lebih mulia daripada harus kehilangan Adrian. Pernah Jasmine berfikir untuk membiarkan Adrian berpoligami, tetapi itu semua di urungkannya mengingat Jasmine tidak mau apa yang dimilikinya harus di bagi dengan madu suaminya terutama harta.


"Sudah, jangan minum lagi. Ini tidak baik untuk bayi kita." Adrian mengingatkan.


Mereka pulang dengan mobil yang terpisah. Dengan kesa dan penuh amarah Rima mengemudikan mobilnya seorang diri. Sementara Adrian?


"Maaf sayang sedikit lama. Tante Tante itu sangat rewel." Adrian mencium tangan Jasmine yang sedari tadi menunggunya di dalam mobil.


" Mau kemana kita?" Tanya Adrian yang di dalam otaknya sudah begitu terangsang melihat molek tubuh Jasmine.


" Hem, hotel paradise?" Tanya Jasmine mengusulkan idenya.


" Tidak aku baru saja ke sana kemarin dengan Rima." Tolak Adrian malas.


" Baik, langsung saja di rumah ya." Jasmine mengajak pulang Adrian yang terlihat sangat bernafsu dari tatapan matanya.


Entah penyakit apa yang di idap sepasang suami istri ini tetapi terkadang Adrian sangat bersyukur memiliki Jasmine. Wanita yang mau memahami dirinya sejauh ini. Bahkan terkadang Jasmine menikmati permainan yang di suguhkan Adrian bersama Rima di rumahnya. Rima tidak tahu akan hal itu, yang Rima tahu ada cermin besar tepat di depan ranjang kamar Adrian.


Betapa bodohnya Rima yang tidak sadar jika kaca itu adalah jenis kaca one way. Kaca yang nampak seperti cermin pada sisi lain, tetapi tembus pada pada sisi sebaliknya. Jasmine sungguh menikmati permainan itu dan terkadang muncul rasa seperti ingin ikut bergabung di dalamnya. Sungguh pasangan yang gila.


Apakah semua kebusukan Rima akan segera terbongkar?

__ADS_1


Ataukah akan ada karma dari semua perbuatannya?


~ Bersambung ~


__ADS_2