Cinta Seindah Mimpi

Cinta Seindah Mimpi
Kalau dia naksir kamu bagaimana?


__ADS_3

Masih berkutat dengan hairdryer yang akhirnya di eksekusi dengan di bongkar paksa. Rambut Luna tetap terlihat utuh, meski sedikit tersangkut dan rontok bahkan ada juga beberapa helai yang hangus terbakar.


" Sudah Nak?" Tanya Mama Elena dengan kelegaan di wajahnya yang menandakan pertempuran di pagi hari yang menegangkan sudah selesai.


" Iya Ma. Ma, apa Um..," Ucapan Luna menggantung karena dia baru ingat dia masih belum punya panggilan untuk suaminya di hadapan mertuanya. Apakah dengan sebutan Mas, Bang, Kak, atau yang lainya?.


" Iya ada apa?" Respon Mama Elena dengan senyum manisnya.


"Apa dia selalu bersikap seperti itu?" Bisik Luna dengan menunjuk Agus yang tengah membahas beberapa dokumen penting dengan Desta di meja makan sedang Luna berada di teras belakang karena Luna tidak tahan dengan pengawasan Agus yang berlebihan.


" Iya. Ini belum apa-apa. Kamu harus banyak banyak bersabar seperti Mama dulu Nak. Hihihi, kamu terlihat bingung. Mama gemas sama kamu." Ucap Mama Elena dengan terkekeh geli melihat ekspresi wajah Luna yang kebingungan.


" Nyonya, ini sudah selesai. Boleh kamu undur diri?" Kata Kim seorang hairstylist yang sudah selesai berkemas.


Bukan hanya melepaskan rambut dari lilitan hairdryer, tetapi juga Agus meminta mereka untuk menata rambut Luna dengan gaya yang baru. Agus sangat khawatir, bahgakan hanya dengan helaian rambut Luna yang berkurang.


" Iya, kalian boleh kembali ke salon." Jawab Mama Elena dengan senyum ramahnya.


" Terimakasih Nyonya. " Jawab mereka dan kemudian bergegas pergi sebelum Agus datang dan mengintrogasi tentang urusan rambut yang terangkut di hairdryer.


"Cepat Kim, cepat! Sebelum tuan Agus menyadari rambut istrinya yang tersangkut di hairdryer ini." Bisik Dian teman Kim yang seprofesi.


Hairstylist pergi dan Luna kembali masuk ke dalam bersama dengan Mama Elena. Agus terlihat sesekali mencuri pandang dengan Luna meski sekarang dirinya sedang rapat online dengan beberapa klien.


" Ma, aku ke kamar dulu ya. Akan bersiap siap untuk kerja. Nanti setelah itu aku akan sarapan dengan Mama." Luna berpamitan dengan Elena.


" Iya. Tapi Mama tidak bisa sarapan bersama kalian. Mama harus buru buru ke rumah sakit Na. Rosa sudah mulai membaik. Gantian, biar adikmu yang pulang dan beristirahat." Mama Elena tersenyum dan terlihat sedikit lebih lega ketika membicarakan keadaan Rosa.

__ADS_1


" Iya Ma. Aku juga ikut senang mendengarnya. Semoga Rosa lekas kembali pulih dan berkumpul bersama kita." Jawab Luna penuh pengharapan.


Beberapa saat kemudian. Luna selesai dari ritualnya berdandan ria dan memilih baju yang nyaman untuknya. Makeup natural dengan warna warna peach membuat Luna semakin imut dan ceria. Dengan sedikit berjalan pincang, Luna keluar dari kamar dengan membawa catokan rambut dengan niatan ingin mengembalikannya ke kamar Mama Elena.


Agus yang melihat Luna sesaat menelan salivanya dan terpana. Luna terlihat memukau di mata Agus meski tanpa polesan makeup yang mencolok. Mata bulat, pipi chubby dan juga bulu mata lentik berpadu dengan rambut panjang hitam membuat Luna memiliki daya pikat lebih di mata Agus.


"By, kamu mau kemana?" Tanya Agus tanpa berkedip melihat kecantikan Luna.


Luna menoleh dan tersenyum manis sambil menjawab pertanyaan Agus " Mau mulangin ini ke kamar Mama by." Jawab Luna lembut.



Begini kita kira ekspresi wajah Luna yang membuat Agus terpesona.


" Kamu nunduk, jangan lihat!" Agus menundukkan kepala Desta dengan satu telunjuknya. Desta yang tadinya juga ikut melihat ke arah Luna kini tertunduk mengamati huruf huruf dengan sangat dekatnya.


Luna yang melihat Agus masih sibuk rapat berniat memesan taksi karena tidak ingin merepotkan Agus. Jari jemari Luna kemudian mulai aktif mengetik kata kata dan itu sudah memicu kecurigaan dari Agus.


Agus melempar gumpalan kertas ke pada Luna dan tepat mengenai kepalanya. Luna mendengus kesal dan menoleh seketika dengan tatapan tajamnya. Terlihat Agus tidak berbicara tetapi hanya menggerakkan satu jarinya maju mundur dengan artian sedang memanggil Luna untuk mendekat.


Luna mendengus kesal, memutar bola akta malas dan berjalan gontai mendekati Agus tepat di belakang laptop Agus yang masih terhubung dengan rekan bisnisnya. Agus menepuk-nepuk pahanya. Luna yang sudah paham kemudian mendekat dengan berjongkok dan kini tingginya sejajar dengan pinggang Agus. Desta menahan tawa melihat majikan barunya di perlakukan seperti kucing peliharaan.


Tanpa bicara Agus menunjuk ponsel Luna dan Luna menyerahkan begitu saja karena memang tidak ada yang aneh di ponsel Luna. Hanya terlihat sekali dia sedang chating dengan sopir online yang di pesannya. Seketika terlihat awan hitam di wajah Agus yang siap berubah menjadi badai. Agus sudah menghela nafas dan raut wajahnya sangat dingin. Siapapun yang melihatnya pasti sangat yakin jika itu merupakan respon dari ketidak sukaan.


Sedangkan Luna masih tidak tahu pasti apa salahnya. Luna yang kesal ponselnya di sita mulai lelah dan malas untuk berdebat dengan Agus kini malah duduk tanpa alas di lantai dan itu pun Lagi lagi membuat Agus menunjukkan reaksi ketidak sukaannya. Agus melempar busa di bangku yang di dudukinya kepada Luna dengan maksud supaya Luna menggunakannya untuk duduk. Tetapi, Luna malah balik melemparkannya semakin jauh karena kesal dengan Agus yang bertindak berlebihan tanpa tau apa maksudnya.


" Baik, rapat selesai. Dan untuk pertemuan selanjutnya akan saya usahakan segera terwujud. Terimakasih atas waktunya dan semoga kita bisa menjalin kerja sama kedepannya." Kata Agus mengakhiri rapat dan kemudian menutup laptopnya.

__ADS_1


Terlihat Luna yang menunduk memainkan ujung dressnya. Luna menekuk wajahnya dengan bibir yang mengerucut dan tatapan matanya redup hilang keceriaan.


" Kenapa seperti itu?" Celetuk Agus tanpa melihat wajah Luna.


" Ga papa. Kembalikan ponselku aku akan mesan taksi online." Luna mengulurkan tangannya.


" Tidak usah, kamu dengan aku saja." Jawab Agus datar sembari menandatangani dokumen.


"Ih, kan kamu sibuk Pak!" Kata Luna


Seketika Agus menengok dan melotot melihat Luna dengan lidahnya yang bergerak di dalam pipinya yang menggembung menunjuk kepada Desta.


" Eh, by. Iya kamu kan sibuk by." Ucap Luna menutupi kesalahannya dengan salah tingkah dan mengusap usap pipinya karena gugup takut ketahuan oleh Desta.


" Selalu ada waktu kalau untuk ISTRIKU." Jawab Agus dengan wajah sendu dan senyum Gummy yang menjadi khasnya.


" Ya... tapi, aku sudah pelan loh." Luna mengingat pesanan yang telah di lakukannya.


" Tidak boleh! Sopirnya laki laki kan? No no no, no it's means can not! titik" Pekik Agus dengan kepala dan kemudian berdiri alu berjalan dengan kedua tangan yang ada di dalam saku celananya.


" By, apa masalahnya juga sih kalau sopirnya laki laki. Emang aku mau ngapain?" Sungut Luna sambil mengikuti berjalan di belakang Agus. Luna merasa tidak enak karena telah membuat pesanan.


Di belakang mereka ada sekretaris Desta yang sibuk merapikan tas kerja dan dokumen milik Agus.


" Tidak boleh! Kalau dia naksir kamu bagaimana? Kamu kan ISTRIKU." Ucap Agus dengan lantang dan tegas berdiri di hadapan Luna


ISTRIKU lagi ISTRIKU lagi! Seperti hanya dia saja yang punya Istri di dunia ini. Huft! apa aku bisa bertahan lebih lama sampai wanita itu di temukan? Luna, Luna Kuatkanlah ragamu dan tabahkanlah hatimu menghadapi suami yang over seperti ini. ( Aamiin). Batin Luna dan mengaminkan sendiri doanya.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2