Cinta Seindah Mimpi

Cinta Seindah Mimpi
Hari pernikahan


__ADS_3

Hiruk pikuk kota dengan segala aktivitas pagi. Tetapi tidak di tempat ini, berlokasi di sebuah pantai berlangsung sebuah acara pernikahan yang sakral.


" Wah menantu anda cantik sekali Nyonya. Hanya sedikit polesan sudah membuatnya berkilau seperti berlian." Puji salah seorang makeup wedding.


" Hahaha, sudah jelas. Pasti itu, aku sudah memesannya sebagai menantuku semenjak dia baru lahir. Kecantikannya mewarisi kecantikan sahabat terbaikku. Untuk itu aku akan selalu menjaga berlian ku ini." Kata Mama Elena dengan bahagia di selingi tawa renyah dari bibirnya.


" Papa, lihat putri kita. Cantik sekali bukan?" Mama Elena memamerkan kecantikan Luna kepada Papa Pandu.


" Tentu, dia sangat cantik. Agus tidak salah pilih. Sedari dia bayi Agus sudah memasang level kepemilikan terhadap Luna. Aku sungguh bangga pada putraku." Papa pandu terharu dengan sendirinya.


" Pa, Ma, kita foto dulu yuk! sebelum aku melaksanakan ijab qobul. Aku sangat gugup sekarang. Mungkin dengan berfoto akan mengurangi kegugupanku." Pinta Luna yang sudah selesai dengan make-up dan hair do.


" Eits..., aku juga ikut." Kata Rosa yang hadir dengan memakai Hoodie dan juga masker.


Semua terkejut tak terkecuali termasuk Luna. Rosa yang tadinya tidak mau hadir karena merasa tidak percaya diri dengan wajahnya. Kini dia ikut berdiri di sana dan juga ingin berfoto bersama.


" Rosa?" Kata Luna dengan heran dan juga bahagia yang kemudian merangkul Rosa dengan senyum manisnya.


" Iya Kak, aku datang. Aku juga ingin memiliki kenangan di saat acara pernikahanmu. Tetapi hanya untuk foto bersama, aku tidak memiliki keberanian untuk membaur di pesta." Ucap Rosa dengan wajah yang sulit di artikan.


"Eum..." Luna mengangguk dia mengerti benar bagaimana keadaan psikis adik iparnya itu kini.


" Iya sayang, ini juga sudah sebuah keberanian besar kamu hadir di sini. Jangan terlalu memaksakan diri. Mama dan Papa bangga padamu yang berani ini." Kata Papa Pandu menyemangati hati putrinya lalu memeluknya erat.


" Nak, Levan. Bisa tolong panggilkan Kakak iparmu. Kita akan berfoto bersama." Perintah Mama Elena kepada levan yang sedari tadi hanya berdiri mematung menatap semuanya.


Tidak ada yang lebih menyakitkan baginya selain hari ini. Dia menyaksikan Kakak kesayangannya menikah dan bahagia, tetapi dia tidak bisa ikut di dalamnya karena harus segera berangkat ke Korea menemani istrinya yang menganggapnya hanya sebagai sopir pribadi.


" Levan, tolong panggilkan Mas Agus ya." Kata Luna menghampiri Levan yang malah melamun bersandar di samping karangan bunga.


" Kamu sedih? Jangan bersedih sayang. Kakak yakin suatu saat nanti istrimu Pasti akan mengingatmu lagi. Setidaknya untuk hari ini, tersenyum dan berbahagialah untuk Kakak. Oke?" Luna mengusap lembut wajah levan dan memeluknya erat sambil menepuk halus punggung adiknya itu.


" Iya Kak. Terimakasih. Kamu selalu menjadi yang terbaik untukku. Aku turut berbahagia atas pernikahanmu. Ini hadiahku untukmu, terimalah." Levan merenggangkan pelukan Luna dan memberikan sebuah bingkisan kecil di tangan Luna.

__ADS_1


" Apa ini?" Tanya Luna heran.


" Bukalah, saat di rumah. Aku malu jika kau membukanya di sini." Kata Levan lirih.


" Ya, aku tahu. Selain malu kau juga akan menangis haru. Hatimu ini sungguh lembut." Sindir Luna sambil menunjuk dada levan dan tersenyum cantik menatap adiknya satu-satunya.


" Van, cepatlah. Panggil Kak Agus, kita juga harus segera terbang!" Ketus Rosa memerintah Levan dengan wajah masamnya.


" Rosa bersikap baiklah kepadanya. Dia adik dari kakak iparmu sekarang!" Desis Mama Elena yang tidak suka dengan sikap arogant Rosa.


" Biarlah Ma. Dia hanya supir." Bisik Rosa di telinga Mama Elena.


Lalu, keduanya menatap levan yang pergi untuk memanggil Agus di kamar riasnya. Mama Elena sungguh tidak enak hati kepada Luna dia takut jika Luna mendengar perkataan Rosa yang meremehkan Levan sebagai supir maka akan melukai hatinya.


Tetapi Luna, meskipun dia mendengarnya, dia pura-pura tidak mendengar apapun. Dia mencoba memahami apa yang di lakukan Rosa saat ini hanyalah karena ingatan yang belum kembali.


Levan sampai di kamar Tias Agus yang sebenarnya hanya bersebelahan dengan kamar rias Luna. Pintunya sudah terbuka lebar dengan beberapa makeup wedding yang sibuk menata pakaian, dan rambutnya.


" Apa sekarang?" Jawab Agus yang kembali bertanya tanpa melihat siapa yang berbicara dengannya.


" Iya sekarang. Kami menunggumu, cepatlah. Rosa dan aku juga akan segera terbang." Ucap Levan lagi.


" Oh, kamu Levan. Aku kira siapa?" Ucap Agus yang kini sudah melihat Levan.


" Terimakasih, kamu sudah bisa membujuk Rosa untuk berani datang kemari." Kata Agus menepuk bahu Levan.


" Em, sudah tugasku sebagai suaminya Kak." Jawab Levan dengan wajah yang tertunduk lesu.


Agus menyunggingkan senyumnya dan berjalan mendekati Levan. " Jangan tunjukkan sisi lemah mu di hadapan gadis nakal itu. Atau dia akan semakin menindasmu dan terus menindasmu sampai kamu menyerah."


" Aku berusaha Kak." Jawab levan datar.


" Aku yakin kamu bisa bro!" Ujar Agus yang berdiri di hadapan Levan dan menepuk bahu Levan untuk memberikan kekuatan.

__ADS_1


" Heum!" Levan mengangguk dan membalas dengan tatapan mata yang penuh arti.


" Kak, tolong jaga dan bahagiakan Kakakku ya. Dia satu-satunya keluargaku. Dia sangat berharga bagiku. Jika kamu menyakitinya maka kamu akan berhadapan denganku." Ucap Levan berpesan tapi sarat akan ancaman hingga membuat Agus terkekeh.


" Hahaha iya Hero. Aku tahu. Aku tahu kamu adalah sosok pahlawan baginya." Jawab Agus tertawa senang dan kemudian menarik tangan Levan untuk ikut berfoto.


Sampai di ruang rias Luna, Agus menelan kasar salivanya melihat takjub sosok bidadari yang kini sesungguhnya sudah seratus persen menjadi miliknya.


" Pa, Ma, Rosa. Hai!" Sapa Agus dengan senyum bahagia.


" Hai Kak! Mari kita berfoto." Rosa segera menempel dan menggelayut di lengan Agus dengan wajah imut yang di buat-buat.


" Ish, awas dulu. Aku ingin mendekati ratuku dulu." Agus menepiskan tangan Rosa dari lengannya.


" Hai, Chubby!! Kamu cantik maksimal hari ini." Puji Levan mendekati Luna dan mengulurkan tangannya untuk di gandeng.



" Hai... By!" Jawab Luna menatap manis wajah Agus yang memberikan usapan kecil dari ibu jarinya di genggaman tangan mereka.


" Sudahlah, nanti lagi berduaannya. Sekarang fokus ke acara dulu. Papa tahu kamu sudah tidak sabar. Kamu sudah sangat inginkan sekarang?" Ucap Papa Pandu yang tahu benar jika putranya sudah menahan hasrat selama berhari-hari karena pingitan darinya.


" Ayo cepat kita berfoto!" Kata Mama Elena yang sudah datang dengan juru foto.


Selesai dengan acara berfoto bersama keluarga. Rosa dan Levan pergi ke bandara. Sedangkan acara pesta akan segera di mulai.



Lokasi akad sekaligus pesta.


Pesta berlangsung meriah dengan para tamu undangan yang hadir. Ada satu tamu yang bahkan tidak di harapkan kehadirannya saat ini. Gadis yang tidak tahu malu itu datang lagi dan nampaknya akan mulai berulah kembali.


Nina hadir dalam acara pernikahan Agus. Entah apa yang dia rencanakan kali ini. Mungkin dia berharap bisa menggagalkan prosesi pernikahan yang sedang berlangsung saat ini?

__ADS_1


__ADS_2