
Ini kesempatanku untuk melihat luka di pinggangnya jika dia gadis kecil yang selama ini aku cari maka bekas jahitan itu pasti masih ada. Dan jika itu kamu, maka aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi. Agus membatin sambil menyibakkan selimut yang menutupi tubuh Luna.
Di lihatnya bekas luka jahitan itu dan memang sama, Agus seketika mencium bekas jahitan di pinggang Luna. Matanya berkaca-kaca dan mulai meluapkan emosinya.
Luna terperanjat ketika Agus mencium luka bekas jahitan di pinggangnya.
*Ada apa? kenapa dia malah mencium luka bekas jahitan ku, bukankah itu seharusnya menjijikkan baginya?
Argghh....! Tidak,tidak. Yang ada dia nanti malah reflek menendangku dengan keras sampai aku terjungkal ke bawah. Tidak, ku biarkan saja dia tidur. Dia bukan gadis yang mudah di sentuh. Agus menggelengkan kepalanya membubarkan semua hayalannya.
Agus kemudian mulai menata bantal sebagai pembatas diantara mereka dan mengambil sebuah selimut lagi. Dengan menatap punggung Luna Agus mulai terlelap dalam mimpi indahnya.
Ya Tuhan rasa sakit ini kembali lagi setelah sekian lama. Sepertinya besok aku akan berjalan pincang. Semoga saja besok pagi sudah lebih baik. Harap Luna sebelum memejamkan matanya.
****
Drrrttt....!
Drrrttt....! Ponsel Agus terus bergetar di atas nakas membuatnya serasa seperti mendapat gelitikan di telinga. Perlahan Agus mulai membuka mata tetapi ada sesuatu yang aneh yang tengah di peluknya saat ini. Halus, lembut tetapi juga sedikit bertekstur kasar di Bagian tertentu.
" Ih dasar gadis jorok!" Agus membuka matanya dan menggerutu dengan tatapan tidak suka mengalihkan kaki Luna dari depan wajahnya.
Agus terduduk perlahan dengan mata yang coba mengamati sekitar dan otak yang mulai bekerja mengingat semua objek.
" Hehehehe, dia sangat mencintai kakiku ruapnya." Gumam Agus yang kini terkekeh melihat Luna tengah tertidur pulas dengan memeluk kakinya.
__ADS_1
Agus belum terlalu sadar hingga akhirnya dia merasakan ada benda berbentuk bundar kenyal mengapit satu kakinya. Dan benda hangat yang lain tepat berada di lututnya memberikan sensasi yang bergejolak luar biasa di dalam dirinya.
"Terus, terus saja dia seperti ini. Akan sampai kapan? Baru semalam saja kita bersama sudah berapa kali junior menggeliat karena dia." Keluh Agus di dalam hatinya dengan tangan yang menepuk-nepuk keningnya seperti orang yang bingung akan sesuatu.
Tapi, dia memang gadis kecilku juga wanita dalam mimpiku. Aku harus memanfaatkan semua keberuntungan ini. Aku harus benar-benar menjaganya. Keberuntungan ini semua berpihak kepadaku. Tapi mulai dari mana aku mengungkapkannya. Dan juga aku mana tahu caranya? Berpacaran saja aku tidak pernah. Batin Agus miris.
" Hoamz...! Sudah pagi." Luna menguap Sabil menggaruk-garuk perutnya, rambutnya berantakan seperti singa, dan juga kerah baju tidur yang terbuka hampir ke pusar memperlihatkan buah dada yang tidak terbungkus bra.
Agus melotot melihat apa yang ada di hadapannya.
Apa dia benar-benar tidak punya malu? Dia tidur tanpa memakai pakaian dalamnya? What? Lalu bagian hangat yang ada di lutut ku tadi? Oh Tuhan, ini berkah atau musibah? Aku memiliki istri seperti ini, tetapi aku juga belum memanfaatkan segala fungsi. Huhuhu Agus, sungguh malang nasibmu kini. Batin Agus merutuki nasibnya dan menelan salivanya dengan kasar.
" Eh, bapak. He he hem!" Sapa Luna tanpa ada rasa berdosa memamerkan senyum ala nyengir kuda.
" Tutup bajumu baik baik, atau aku..." Kata Agus menggantung dengan telunjuk tangan kanan menunjuk tepat di dada Luna.
" Kamu sengaja ya menggodaku dengan cara seperti itu?" Agus mulai sedikit ingin menjahili Luna.
" Juga, kenapa memangnya? Bagus kan kalau menggoda suami sendiri." Jawab Luna yang sebenarnya hanya asal asalan supaya Agus merasa risih dan pergi.
" Oh, kamu sudah siap menjadi istri yang seutuhnya rupanya?" Agus semakin menjahili Luna.
" Apa, apa? lakukan saa jika memang kamu pria. Aku curiga jangan-jangan kamu tidak pernah pacaran karena kamu adalah gay ya? Ngaku kamu, ngaku aja deh." Ujar Luna ngawur yang justru membangkitkan jiwa kelaki lakian Agus.
" Akan ku cium kamu jika terus meledekku seperti itu." Agus memperingatkan.
__ADS_1
" Ha ha ha! Dari kemarin hanya mengancam saja. Mana pernah ada yang terbukti. Hanya basa basi." Lagi lagi ucapan Luna semakin memicu semangat Agus untuk melakukan sesuatu.
Agus yang geram kemudian menarik leher Luna dan mencium paksa Luna dengan lidah yang langsung menerobos begitu saja. Luna memberontak dan berusaha ingin melepaskannya tetapi Tenaga Luna kalah kuat dengan Agus.
Sekali dua kali Luna menolak hingga pada akhirnya dia juga terjerumus dan menikmatinya dengan sangat rakus bahkan membuat Agus kewalahan dan kehabisan nafas. Tatapan mereka masih beradu tajam bersatu dalam satu titik temu. Nafas Agus mulai menderu menerpa leher jenjang Luna, memberikan rangsangan tersendiri hingga membuat Luna menggeliat dan semakin bergejolak hebat.
Dan ya begitulah kalian bayangkan sendiri, oke!!ðŸ¤
***
" Kok kamu mau Na?" Tanya Agus setelah selesai bermain dua ronde sekaligus dan kini tengah membantu mengeringkan rambut Luna.
" Ya, katanya kalau nolak suami itu dosa." Jawab Luna berdalih, Luna masih malu mengatakan yang sebenarnya kepada Agus. Padahal yang sebenarnya Luna sangat siap melayani Agus karena Luna paham betul bagaimana kewajiban seorang istri dan nilai nilai dalam rumah tangga.
" Huh, dasar! Jadi gara gara takut dosa Na? Bukan karena ada rasa?" Agus berdecak kesal sekaligus kecewa dan menoyor pelan kepala Luna.
" Ih, dosa tau by kayak gitu ke istri." Celetuk Luna tanpa sadar yang mengakukan dirinya sebagai istri Agus.
Agus mengulum senyum kemenangan. Hatinya merasa sangat senang ketika Luna mengakukan dirinya sebagai istri seorang Agus Dermawan. Sikap Agus kini sudah jauh lebih manis terhadap Luna setelah pergulatan terjadi diantara mereka.
Aku mau melakukannya denganmu suamiku, tetapi aku sendri belum yakin seutuhnya akan perasaanmu. Aku tidak ingin menjadi istri yang durhaka. Tetapi aku juga tidak mau menjadi wanita yang di butakan cinta. Aku mencintaimu semenjak aku mengenali wajahmu sebagai pangeranku. Tapi aku belum tahu perasaanmu terhadapku. Ataukah kamu hanya sekedar nafsu by? Atau memang ada yang lain? Luna mulai menerka-nerka.
Terimakasih untuk pagi pertama kita. Jika orang lain melakukan malam pertama, maka kita adalah sebaliknya. Kita melakukan pagi pertama. Tetapi, aku kecewa terhadapmu chuby yang mau melayaniku hanya semata-mata takut dosa bukan karena cinta. Agus terdiam sesaat sambil terus mengeringkan rambut Luna tanpa fokus hingga,
" Auh... aduh.... duh.. by! Kamu melamun ya? atau sengaja?" Luna mengaduh kesakitan dan memegang tangan Agus .
__ADS_1
" Aduh...! Sakit by. Ah, lepasin!" Luna merengek keakitan.
...~ bersambung~...