Cinta Seindah Mimpi

Cinta Seindah Mimpi
Kecurigaan


__ADS_3

" Syukurlah kalau dia cemburu sama aku. Aku buat dia cemburu terus." Jawab Romy dengan entengnya sembari berseringai licik.


" Maksudnya?" Luna melongo tak percaya mendengar perkataan Romy.


" Biar cepet cerai. Hahaha, ku tunggu jandamu Lun." Ucap Romy yang terbilang tidak tau diri di hadapan Luna.


" ish, ga lucu bercandanya." Sahut Luna jengah dan melempar Romy dengan tisu yang bekas Luna pakai.


Bukannya di buang tapi Romy malah memasukkannya kedalam saku celananya.


" Ohhh, jorok. Buat apa coba tisu bekas ingus di simpan? Buang ga?" Desak Luna kepada Romy yang malah cengengesan.


" Ga!" Jawab Romy sengaja meledek Luna.


Semua omongan Romy bagi Luna hanyalah sebuah banyolan antar teman. Luna tidak menganggapnya sebagai suatu hal yang serius.


DI KANTOR AGUS DERMAWAN.


" Desta! keruangan saya sekarang dalam dua detik!" Ucap Agus datar melalui interkom yang terhubung langsung ke meja kerja Desta.


" Ba..." Belum selesai Desta menjawab, Agus sudah mematikan panggilan.


" Kebiasaan deh!" Ucap Desta sambil berlari menuju ke ruangan Agus dengan terengah engah.


" Siap! ada apa pak?" Tanya Desta yang sudah menerobos masuk tanpa mengetuk pintu karena terburu-buru.


" Mana etikamu? Keluar, Ulang lagi dan ketuk pintu dengan sopan." Titah Agus tanpa melihat Desta. Agus melihat jam tangannya dan memang belum dua detik Desta sudah berada di ruangannya.


Tok!


Tok!


Tok!


" Masuk!" Jawab Agus yang sudah duduk santai menghadap kejendela besar dan melihat kebawah tepat ke resto Luna.


" Ada apa Pak bos?" Ucap Desta yang sudah berdiri tegap menunggu perintahnya.


" Kamu, cari tahu siapa pemilik sedan hitam itu sekarang juga. Lama sekali dia mengunjungi resto istriku. Aku curiga jika dia bukanlah pengunjung biasa." Kata Agus yang mencurigai mobil sedan hitam yang terparkir di depan resto Luna sedari tadi.


" Mungkin hanya pengunjung yang terjebak hujan saja pak Boss. Jadi dia menunggu hujan reda untuk pulang." Ucap Desta yang masih berpikir logis dan positif.

__ADS_1


Tidak berkata apapun, Agus justru melirik tajam kepada Desta dan seketika membuat Desta bergidik ngeri dan mengangguk. " Baik akan segera saya periksa." Kata Desta yang gugup dan kemudian segera pergi.


" Len, payung mana payung?"Tanya Desta yang terengah engah dan berhenti di depan meja Lena.


" Payung?minta sama pak Sobri di lantai bawah." Jawab Lena yang hanya menatap heran Desta.


" Makasih!"Ucap Desta yang kemudian berlari lagi dan berhenti di depan lift.


" Astaga lama sekali, keburu habis gajiku di potong pak bos." Umpat Desta yang kesal menunggu lift terbuka. Akhirnya Desta berlari melalui tangga dan itu cukup membuatnya ngos ngosan menuruni tiga lantai hingga ke lantai dasar.


" Pak Sobri, payung pak!" Kata Desta meminta payung dengan segera.


" Waduh, payungnya sedang di pakai Mbak dera Tadi Pak. ke resto depan situ." Jawab pak Sobri selaku satpam yang berdiri di depan pintu keluar.


" Sial!! sial!! sial!!" Umpat Desta kesal dan menghentakkan kakinya dan kemudian berlari menerobos hujan deras.


DI RESTO LUNA.


Romy masih saja duduk bersantai menikmati rintik hujan yang membasahi bunga bunga berwarna warni yang berderet di depan jendela. Sebuah buku di bacanya dan sesekali menyesap kopi panas yang menjadi kesukaannya. Romy sangat menikmati kesendiriannya.


" Kok dia ga pergi, pergi sih?" Gumam Luna yang sesekali memperhatikan Romy dari ruang kerjanya yang memiliki monitor untuk memantau CCTV yang terpasang di berbagai sudut resto.


" Selamat datang di resto kami, silahkan pilih menu yang anda sukai!" Sambut Evi saat Desta menerobos masuk dengan basah kuyup.


" Bu boss di kantor lagi mau ngerekap keuangan. Ada apa sih, seperti di lekas masa saja." Ucap Evi terheran-heran.


" Makasih!" Desta langsung menuju ke kantor Luna dan mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Bu bos, boleh saya masuk?" Ucap Desta sembari mengetuk pintu.


" Ya masuk!" Luna mempersilahkan.


" Permisi Bu boss, saya kemari karena perintah tuan." Kata Desta.


" Istigi!! Kamu kenapa basah gitu Desta?" Luna terkejut setelah memperhatikan Desta yang basah kuyup berada di depannya.


" Duduk, sini duduk." Luna mengajak Desta untuk duduk di sofanya.


" Ada apa?"


" Pak Boss, itu Bu Boss. Dia nyuruh saya kemari untuk mencari tahu siapa pemilik sedan hitam di depan resto Bu Boss. Tapi saya ga tau maksud pak Boss apa. Tadi saya lewat depan, ada tiga sedan hitam dengan tipe yang sama. Saya tidak tahu sedan mana yang pak boss maksud." Ucap Desta dengan jujur. Desta bisa sedikit lebih santai dan berbicara dengan tenang ketika berhadapan dengan Bu Bossnya. Lain halnya jika dia dihadapkan dengan Agus.

__ADS_1


" Hemmmh, Pak Boss mu itu pasti dia sedang berfikir yang tidak-tidak." Luna menggeleng dan membuatkan Desta secangkir teh hangat.


" Ini minum dulu." Luna kembali duduk di meja kerjanya dan memantau monitor pengawas CCTV.


Dari monitor terlihat Romy yang sibuk mengotak atik ponselnya. Tak lama berselang ada sebuah pesan masuk di ponsel Luna.


📲: "Aku pulang dulu ya Lun, kayaknya mata mata suamimu sudah mulai beraksi. Bye bye Lun🤭". Isi pesan dari Romy yang seolah mengejek keadaan Luna saat ini.


📱: "Ya, pulang sana!" Balas Luna ketus.


📲: " Ih, galaknya. Jadi gemeshhh🤗!" Balas Romy lagi.


📱:"🤮" Balas Luna yang malas untuk mengetik sesuatu untuk temannya itu.


📲 : " Lihat ke kamera pengawas, aku akan memberikan sesuatu. Balas pesanku jika kamu sudah menangkapnya." Romy berdiri setelah pesan yang di kirinya bercentang biru.


Romy memberikan finger heart ke arah kamera CCTV dengan senyum manisnya yang memiliki dua lesung pipi.


📱:"😒" Balas Luna.


Romy menunduk membaca pesan dan kemudian melenggang pergi dengan senyuman di bibirnya.


" Astaga, manusia tampan itu. Senyumnya, bang, Godain adek bang!" Gumam Evi yang gemas melihat Romy berjalan melewatinya.


Ish! Dia ini selalu bisa membuatku tertawa. Batin Luna yang mengulum senyum setelah menghapus bersih semua pesan dari Romy.


" Bu boss, gimana? saya harus lapor apa ke pak Boss?" Celetuk Desta yang kebingungan dengan Luna yang hanya diam menatap monitor.


" Hemh, bilang saja itu pelanggan saya Des. Mereka sedang ada pertemuan. Dan saya juga tidak mungkin menanyakan secara rinci apa yang mereka bahas kan?" Ucap Luna memberi penjelasan kepada Desta.


" Baik Bu, Tapi jika bapak bertanya lagi kepada ibu. Saya harap jawaban kita sama." Ucap Desta dengan mengiba.


"Ok!" jawab Luna dengan mengacungkan jempolnya.


Desta sekarang dapat bernafas lega dan kembali menyesap teh hangatnya tanpa takut mendapat bombardir kecurigaan dari Bossnya.


Tapi tiba-tiba,


Brak!


Pintu terbuka dengan kerasnya dan Agus sudah berdiri menatap tajam keduanya. Luna yang terdiam duduk di meja kerjanya, dan Desta yang tengah mematung memegang cangkir teh di tangannya.

__ADS_1


" Oh, jadi begini!!" Seru Agus masih berdiri di ambang pintu kantor Luna.


__ADS_2