
Langit malam membumi, menutup dengan hitamnya. Redup cahaya rembulan berpadu dengan titik kecil sinaran bintang yang bertaburan. Menemani hati yang sayup sayup merindu seseorang yang sudah bersanding dengan yang lain.
Romy menikmati langit malam seorang diri di tengah hiruk pikuk perkotaan. Setelah kini dia kembali berada di ruang sempit rumah sewa yang di tempatinya. Memikirkan hal tabu yang sedang melanda menguasai hatinya.
Bisa bisanya dia mencintai seseorang yang kini sudah menjadi milik orang lain. Seseorang yang memiliki tempat spesial di dasar hatinya. Seseorang yang mampu membuatnya tertawa meski hanya dengan tisu bekas yang kini di pegangnya.
Luna, bukan aku kalah tampan atau kaya.
Hanya saja aku kalah cepat dari Suamimu.
Hahahaha, inilah aku yang selalu di permainkan cinta. Tidak saat ini, tidak juga dahulu, aku selalu kalah darimu Agus Dermawan.
Hahahaha, tapi aku tidak berputus asa, aku di didik untuk selalu berjuang.
Aku dilahirkan untuk menjadi nyata dan bahagia.
Luna, I miss u. Did you miss me too?
Romy terkekeh dalam lamunannya. Dengan tatapan hampa memandang gelap langit malam yang bertabur bintang.
*
*
*
Pagi hari,
Perlahan lembut sorot mentari masuk melalui celah-celah jendela menghangatkan suasana. Harum aroma mawar mulai menggelitik manja dengan iringan kicauan burung yang kian merdu di telinga.
Disinilah sepasang suami istri masih nyenyak dalam lelapnya. Mereka masih saling mendekap hangat penuh cinta dan kasih.
" Eungh" Luna melengkuh saat mulai terbangun dari tidurnya. Sebenarnya dia sangat malas memulai hari. Entahlah mengapa, tapi hari ini dia benar-benar malas untuk beraktivitas.
" Kamu sudah bangun?" Tanya Agus yang masih memeluk erat tubuh istrinya. Menyambut dengan senyum manis yang terukir indah di bibirnya.
" Pagi By. Kamu ga kerja?" Tanya Luna setelah melihat ternyata jam di dinding sudah menunjukkan pukul 08:30. Luna mengkerutkan alisnya dia bingung kenapa di jam begini suaminya masih saja bermalas-malasan di sampingnya.
" Kerja, nanti jam 10 ada rapat. Aku masih kangen kamu By." Ucap Agus yang kini sudah meraba Payu***a Luna dengan lembut dan bermain main di atas pent*lan kecil yang memberikan rangsangan tersendiri bagi si empunya.
" By, jangan mancing pagi pagi ya." Ucap Luna yang menahan sesuatu yang sebenarnya sudah ingin keluar dari mulutnya.
" Hehehehe, kita mandi bareng yuk!" Ucap Agus yang dengan cepatnya menggendong Luna ala bridal style dan membawanya kedalam kamar mandi.
" Eh, eh, eh, kok kamu yang kecanduan?" Luna mengernyit heran sampai-sampai dia memiringkan kepalanya melihat ekspresi wajah Suaminya yang sudah dalam mode on wild.
__ADS_1
Dengan semangat membara Agus menurunkan Luna di dalam bathtub dan ia hendak mengisi bathtub dengan air hangat tetapi belum apa-apa Agus kemudian,
"Hoek, Hoek!"
" Kamu kenapa By?" Luna bangkit dari dalam bathtub dan memijit tengkuk Agus.
" Ga tau, kepalaku pusing banget by, aku... aku..."
" Hoek, Hoek!" Lagi-lagi Agus seperti mau muntah tapi nyatanya tidak ada apapun yang keluar dari dalam mulutnya.
" Hhh, lemes aku By. Kepalaku pusing." Keluh Agus sambil mengusap usap perutnya yang masih terasa mual. Sungguh di luar perkiraan. Siapa yang bisa menebak jika sakit akan datang? Manusia tidak ada yang tahu.
" Kita ke rumah sakit ya sayang, kita periksa keadaan kamu. Aku takut kamu kenapa-kenapa" Luna sudah mulai membantu Agus berdiri dan membaringkan tubuhnya di ranjang.
" Aku tidak apa-apa sayang hanya mual saja. Mungkin aku masuk angin." Sanggah Agus yang sesungguhnya sangat anti rumah sakit. Belum lagi sebenarnya hari ini dia harus keluar kota menghadiri sebuah acara peresmian panti asuhan baru. Agus diam-diam memiliki beberapa panti asuhan yang tidak di ketahui oleh Papa dan Mamanya.
Untuk apa di sembunyikan? Padahal kan, itu hal yang mulia?
Yah, itulah Agus Dermawan yang ingin berbuat kebaikan tanpa di gembor-gemborkan. Dia ingin kebaikannya tersembunyi bahkan bila perlu tidak ada yang tahu. Dia tidak ingin menjadi manusia yang sombong setelah melakukan kebaikan.
" Ya udah aku bikinin wedang jahe dulu ya, udah itu sarapan, terus minum obat dan istirahat." Kata Luna yang tanpa persetujuan Agus sudah melenggang keluar kamar dan menuju ke dapur.
Agus hanya bisa menurut dan patuh tanpa banyak melawan.
"Apa aku kelelahan?" Gumamnya sambil memijit kepalanya yang berdenyut denyut.
Di dapur,
Luna sudah sibuk memasak untuk suaminya. Ada satu hal yang sedikit aneh saat dia sedang memasak, Dua gundukannya seperti bergerak bebas tanpa penyangga dan bagian bawahnya terasa lebih bisa bernafas lega dengan semilir angin membelainya.
" Kok sepoy sepoy gini sih?" Gumam Luna seorang diri sambil mengaduk bubur kacang hijau.
Luna mengintip dadanya dan dia tertawa cekikikan.
" Astaga, pantas saja rasanya aneh dan bergerak bebas. Ternyata aku tidak pakai apa apa selain kaus ini." Desis Luna yang memukul perlahan kepalanya. Ia merutuki kebodohannya sendiri. Bagaimana dia bisa lupa? Sedang semalam dia sendiri yang menggoda Agus dengan pose pose yang membuat runtuh pertahanan seorang Agus Dermawan.
Flashback on.
Pulang dari kesibukan mereka, Luna langsung masuk kedalam kamar mandi dan melakukan ritualnya. Luna membersihkan diri tanpa banyak bicara. Agus yang sebenarnya kebingungan hanya diam saja dan tak mau ada keributan.
" By, aku keluar sebentar Ya. Ada Desta di depan!" Seru Agus berpamitan pada Luna yang masih mandi.
" By, Hubby!" Teriak Luna yang mengeluarkan kepalanya dari dalam kamar mandi.
" Iya?" Agus berbalik melihat Luna.
__ADS_1
" Kiss" Luna memonyongkan bibirnya meminta di cium.
" Hahahaha!" Agus terkekeh senang dan mencium bibir Luna.
" Jangan lama-lama. Aku tunggu!" Ucap Luna sambil mengerlingkan matanya.
" Ish, nakal Ya." Agus memencet hidung Luna gemas.
Selesai drama cium mencium, Agus kemudian pergi untuk menemui Desta.
Di taman depan rumah.
" Lamanya si boss, aku sampai lumutan disini." Gumam Desta seorang diri yang menunggu Agus.
" Lumayan kalau lumutan, bisa buat mancing." Celetuk Agus yang sudah datang dan kini langsung duduk di sebelah Desta.
" Eh, Bos?Em tidak, saya tidak apa-apa kok menunggu anda walau lama, lama..... sekali saya rela." Ucap Desta berusaha menepis salah katanya barusan.
" Hem, penjilat!" Decih Agus bercanda smabil menyunggingkan senyuman kecil. Suasana hatinya sedang baik saat ini jadi tidak ada potongan gaji untuk Desta. Tanpa Agus sadari, semnejak bersama Luna dia berubah menjadi pribadi yang lebih santai walau ketegasannya masih ada.
" Apa berita terbarunya?" Tanya Agus to the points.
" Benar Pak, ternyata yang anda maksud itu adalah orang yang sama. Dia pewaris tunggal Dirga company. Tapi sepertinya dia tidak berminat sama sekali atas bisnis Ayahnya." Ucap Desta melaporkan.
" Lalu, apa lagi?" Tanya Agus yang merasa kurang.
" Dia, mengasingkan diri dari keluarganya karena suatu kasus yang menyebabkan Tuan Dirga membencinya sampai sekarang." Lapor Desta yang membuat Agus mengangguk paham.
Ternyata kamu orang yang sama. Kamu Romy yang sama, siapa sangka kita bertemu lagi karena wanita juga.
Tapi jangan harap kau bisa mendekati wanitaku.
Dia milikku dan aku tidak suka berbagi kepemilikan.
Romy, carilah yang lain selagi aku masih berbaik hati.
Selesai dengan Desta, Agus kembali masuk ke dalam kamarnya. Begitu masuk, Agus sudah di sambut dengan suguhan erotis seorang wanita yang teronggok di ranjang dengan hanya mengenakan bra dan CD. Rambutnya terurai setengah basah, dengan kulit putih mulusnya dan juga makeup yang paripurna sambil menggigit setangkai mawar merah.
Luna menata kamar sedemikian rupa. Sepertinya dia sangat ingin bercinta malam ini. Dia sampai memakai parfum dan juga lipstik yang menjadi favorit Suaminya. Bulu mata palsu pun di pakainya, meskipun walau di keseharian Luna sangat jarang tampil menggunakan make up tapi tidak malam ini dia sangat menggebu untuk menggoda Agus.
" Sayang, kamu kenapa lama?" Tanya Luna dengan suara yang manja dan setengah mendesah.
Siapa yang tahan? Siapa yang sanggup? Seketika, saat itu juga Agus menerkam dan memangsa mangsanya. Tapi jangan dikira Luna hanya pasrah, Luna membalas dan memimpin permainan sampai Agus kewalahan.
Sekali? tidak! Sampai 3 kali permainan. Seperti hadiah besar, Lutut Agus sampai bergetar lemas karena lamanya permainan.
__ADS_1
Flashback off.