Cinta Seindah Mimpi

Cinta Seindah Mimpi
Tragedi macaron


__ADS_3

Desta dengan segera bergegas menuju ke cafe dan resto milik Luna setelah mengetahui cafe Luna mulai buka. Luna menggendong tas kucing di depannya dan nampak Katty yang melihat ke arah luar melalui lubang akrilik yang ada di tas gendong khusus untuk kucing itu.


"Mbak Luna, mbak Luna!" Panggil Desta dengan nafas yang tersengal-sengal setelah berlari.


Luna menoleh seketika dan melihat Desta dengan herannya sampai sampai menekuk alisnya.


"Ada apa Mas?" Luna berhenti berjalan dan masih memegang kunci cafe.


" Kopi Panasnya Mbak, cepat. Satu saja." Kata Desta sambil menunjukkan jari telunjuk yang mengartikan angka satu.


"Iya Mas Sabar. Ini juga baru mau buka." Jawab Luna.


"Mbak, mbak udah nikah?" Tanya Desta sambil mengikuti langkah Luna memasuki Cafe.


Luna menggeleng perlahan.


" Pacar, Pacar?"Tanya Desta lagi dengan mimik wajah penuh pengharapan menatap Luna.


Luna menggeleng perlahan dengan diiringi senyuman berjuta makna.


"Wah, pas banget ini." Kata Desta.


" Apanya yang Pas Mas?" Tanya Luna yang kini sudah selesai membuatkan kopi panas untuk Desta.


"Pas, buat saya kenalkan kepada Bos saya. Kan kalau kalian pacaran, minimal tugas saya untuk jadi kurir kopi akan berkurang." Kata Desta jujur.


Entah ide gila macam apa yang ada di kepala Desta saat ini. Bisa bisa ya dia mengusulkan kedua orang untuk saling berpacaran tetapi tidak saling mengenal.


Kena sawan kopi panas nih orang, Dateng dateng nyomblangin orang. Gila aja. Batin Luna yang kemudian menggeleng dan melanjutkan mengelap cangkir.


"Enggak ah Mas. Mana mau juga Bossnya Mas sama manusia burik seperti saya ini. Saya juga tau diri lah Mas."


"Lagian kalau jodoh, ga akan kemana. Orang lain yang jungkir balik, Saya yang dapat." Kata Luna.


" Em, iya juga sih mbak. Tapi, siapa tau kalian berjodoh mbak." Kata Desta seperti ingin Luna mengiyakan kemauannya.


" Sudah Mas, keburu dingin itu kopinya. Nanti Mas kena marah lagi."


" Ini Mas, Pagi ini kan Jumat berkah. Jadi saya bagi bagi makanan gratis untuk 5 pembeli pertama. Ini Nasi goreng buatan saya sendiri. Saya sengaja masak dulu tadi di rumah makanya bukanya agak siang."

__ADS_1


" Ini buat Mas dan Bossnya ya. Biar ga sakit perut, pagi pagi minum kopi terus." Kata Luna sambil memberikan dua kotak nasi goreng.


" Terimakasih Mbak, mbak ini sudah cantik dan rajin bersedekah ya." Desta memuji kebaikan Luna.


Luna mengangguk dan tersenyum.


*****


"Apa ini?" Kata Agus dengan melempar kue macaron ke tong sampah.


Desta menelan ludah melihat apa yang di lakukan oleh Bossnya. Desta tidak mengira dari sebuah macaron bisa menjadi tragedi seperti ini. Agus benar benar kesal karena rasa dari macaron yang di makannya jauh dari harapannya.


Jelas jauh berbeda,macaron yang dia makan kemarin adalah hasil buatan tangan Luna dan yang sat ini di makannya adalah hasil jelajah online Desta.


" Kamu, mau gaji bulan ini saya hanguskan?" Kata Agus singkat.


Desta menggeleng cepat dan meremas remas tangannya yang saling menangkup. Suasana benar benar mencekam saat ini. Lena yang turut menjadi sasaran saat ini hanya bisa diam menunduk menyesali idenya untuk memesan macaron secara online.


"Kue yang kemarin saya makan kamu dapat dari mana? kenapa yang sekarang rasanya jauh berbeda?" Agus memutar- mutar kotak kue.


"Kemarin di kasih sama mbak Luna Pak Boss. Kalau Bapak mau, saya mintakan lagi ke Mbak Luna." Kata Desta dengan spontan.


"Kamu mau buat saya malu?" Ujar Agus sambil berdiri mendekati Desta dengan kedua tangannya yang berada di dalam saku celana.


"Em, ini bagaimana kalau Bapak coba ini. Ini masih hangat Pak Boss. Hari ini Jumat berkah jadi Mbak Luna bersedekah memberikan 5 pelanggan pertamanya nasi goreng spesial buatannya sendiri." Kata Desta menjelaskan sambil membuka kotak nasi goreng.


Saat di buka tampilannya tidak begitu menarik. Lebih tepatnya acak acakan. Bagaimana tidak, karena Desta membawanya sambil lari terburu - buru.


"Apa ini, tampilannya berantakan sekali. Tidak meyakinkan!" Kata Agus dengan wajah dinginnya.


"Tapi saya yakin enak Pak Boss. Mbak Luna sendiri yang masak. Em, enak nih."


" Wau…! OMG, Oh my God. Sumpah ini enak gila." Kata Desta yang mencicipi nasi goreng buatan Luna.


Ekspresi Desta sungguh meyakinkan dan membuat Agus tergiur untuk mencobanya.


Satu suap sepucuk sendok Agus mencicipinya. Seperti ada sebuah rasa yang sulit untuk di jelaskan dan masakan Luna memang benar-benar enak. Belum pernah Agus menjumpai nasi goreng seenak ini.


"Enak kan?" Tanya Desta di tengah-tengah kenikmatan Agus melahap nasi goreng.

__ADS_1


Agus tidak menjawab dan hanya melirik tajam sambil terus melanjutkan makannya. Desta bergidik ngeri dan hanya bisa terdiam sambil melihat Agus yang makan dengan lahapnya.


"Kamu, kenapa ga pergi. Tugas kamu ga ada lagi." Kata Agus dengan ketus.


"Ba… baik Pak. Tapi itu, nasi goreng saya." Kata Desta sambil menunjuk satu kotak nasi goreng yang masih utuh dan belum di buka.


"Ini juga punya saya. Sekarang kamu keluar saya ingin sarapan." Jawab Agus yang tidak memberikan nasi goreng milik Desta.


"Lena buatkan saya teh tawar hangat." Kata Agus memerintah lenna.


"Baik pak." Jawab Lena dengan cepat.


"Ayo keluar Des, buruan. Keburu buat lalapan kita."Bisik Lena sambil menarik tangan Agus untuk segera meninggalkan ruangan Agus.


Beberapa saat kemudian.


"Ah, kenyang. Enak sekali nasi goreng ini. Besok akan ku suruh Desta untuk pesan lagi." Gumam Agus sembari duduk bersandar dan mengusap perutnya yang kekenyangan.


"Desta, saya nanti malam lembur. Kamu carikan saya macaron dan kopi yang sama seperti kemarin." Kata Agus melalui sambungan telepon.


"Tapi pak, di cafe Mbak Luna tidak menjual macaron. Itu hanya buatan pribadinya pak tidak untuk di jual." Kata Desta menjelaskan.


"Saya tidak mau mendengar alasan apapun. Kalau kemarin kamu bisa dapat, kenapa hari ini tidak?" Kata Agus dengan suara keras dan menutup panggilan telepon seluler.


"Selalu, dan selalu. Dimatikan terus dengan seenak hati." Gumam Desta kesal sambil berjalan menuju ke cafe Luna.


"Eh, Mas." Sapa Luna kepada Desta sambil tersenyum ramah.


"Mbak, bisa ga sih besok besok jangan kasih saya dan bos saya gratisan lagi."


"Cukup Mbak, cukup! Aku lelah dengan semua ini. Aku lelah dengan amarahnya." Kata Desta dengan nada seperti wanita yang teraniaya.


Luna mengerutkan alisnya dan heran dengan tingkah Desta.


"Loh, Mas memangnya kenapa?" Tanya Luna polos.


"Tragedi ini mbak, tragedi. Tragedi macaron mu itu Mbak. Hua…! Hua…!" Ucap Desta sambil seperti anak kecil yang sedang menangis.


"Tragedi?" tanya Luna penasaran.

__ADS_1


"Tragedi kue macaron Mbak. Boss saya mau macaron buatan Mbak lagi tanpa alasan dan tanpa Tapi. Kalau tidak ada, maka gaji saya hangus di potong bulan ini Mbak."


"Mbak tolong saya." Ucap Agus mengiba.


__ADS_2