Cinta Seindah Mimpi

Cinta Seindah Mimpi
Pesan dari Mbak Sri


__ADS_3

Hai!!


Sayang sayangku!!


Semoga sehat selalu ya.


Emm, Happy reading aja deh.


Love you all!!❤️❤️❤️❤️


" Non Cantik..., Non...! hiks hiks!" Mbak Sri menangis terduduk di dalam mobil dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.


Dengan separuh jiwanya mbak Sri mulai mengaitkan beberapa perkataan dari Rosa yang baru di pahaminya jika semua itu seperti serangkaian pesan sebelum perpisahan. Dari mulai Rosa yang tiba-tiba menyukai warna ungu, Rosa yang selalu bilang jika dia merindukan Agus, Rosa yang ingin punya waktu lebih lama berbincang dengan Papa dan Mama dan yang terakhir sebuah surat yang sedang di pegang oleh Mbak Sri saat ini.


Mata Mbak Sri sudah basah oleh air mata, nafasnya tersengal-sengal menangisi kelambatannya dalam menanggapi beberapa makna ucapan Rosa. Kini hanya kesedihan yang memenuhi relung hatinya.


Pandu, Papa Rosa hanya bisa menatap kosong keluar jendela. Tatapan matanya hampa dan tersirat kesedihan yang teramat sangat menghancurkan dunianya. Kilasan saat bersama dengan putrinya sangat terbatas karena kesibukannya yang luar biasa.


Mobil melaju membaur bersama pengguna jalan yang lain. Setelah 30 menit melaju, kini mereka telah sampai di rumah sakit Kasih Medika. Mbak Sri seketika berlari mendahului Pandu, seolah yang sedang berbaring tak berdaya adalah anaknya sendiri.


" Nya, Bagaimana non Cantik?" Tanya Mbak Sri yang tidak mendapatkan jawaban dari Elena.


Elena hanya menoleh ke ruang yang berdinding kaca yang tepat berada di sebelah mereka. Seketika Mbak Sri jatuh merosot dan bersimpuh di lantai. Tubuhnya lemas seperti tidak bertulang.


" Non, Bangun Non!" Mbak Sri memanggil Rosa dengan suara yang bergetar.


Semua yang berada di dalam lorong itu merasakan aura kesedihan yang mendalam. Tidak terkecuali Levan yang menatap kosong dengan mata yang basah dan sembab.


" Bu, aku ingin menyampaikan pesan dari non Cantik untuk kalian. Sebelum kecelakaan ini, nona sering bermimpi buruk dan berbicara yang aneh-aneh. Dan ini titipannya." Mbak Sri merogoh tasnya dan memberikan beberapa amplop berwarna ungu dengan hiasan bunga di atasnya. Amplop itu terlihat cantik dan manis seperti yang menulisnya.


Di bacanya Amplop yang pertama tertulis di atasnya tertuju untuk Mama dan Papa.Yang kedua untuk Kakakku yang tertampan di dunia, dan juga satu buah amplop yang berwarna pink dengan gambar hati merah sebagai perekatnya untuk Levan.


Tangan Elena bergetar membuka perlahan surat dari putrinya. Matanya bergulir kesana-kemari mengamati tiap kalimat yang tersusun rapi khas tulisan tangan Rosa.


*Mama, Papa, Maafkan jika aku selama hidupku telah banyak merepotkan kalian. Sungguh, itu semua bukan maksudku.


Aku selalu berusaha untuk membuat kalian bangga. Tapi nampaknya aku kekurangan waktu.


Terimakasih sudah melahirkan aku ke dunia Ma.


Terimakasih telah menjadikan aku berharga dan memenuhi segala keinginanku Pa.


Aku bahagia dan aku bangga memilki kalian sebagai keluargaku.


Jangan bersedih jika aku pergi. Hantarlah aku dengan senyuman, aku ingin melihat kalian bahagia meski tak lagi bisa bersama.

__ADS_1


Pa, Ma, Aku ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lain. Jika nanti di penghujung nafasku masih tersisa sedikit waktu. Maka, aku ingin mendonorkan organ tubuhku kepada yang membutuhkan. Aku ingin menolong mereka.


Aku mencintaimu Ma, Pa.


^^^Rosa, putri cantikmu*.^^^


Elena ambruk dan jatuh pingsan setelah membaca surat dari Rosa. Pandu yang panik melihat istrinya jatuh pingsan segera membopongnya dan menemui perawat. Sementara Levan terdiam tak bergeming dan mematung.


" Mbak, dimana kita cari penghulu?" Kata levan dengan mata yang menatap kosong.


" Apa, Apa maksud perkataan sampean den?" Tanya Mbak Sri yang bingung mengapa mencari penghulu di malam hari dengan tiba-tiba.


" Ini Mbak, bacalah." Levan memberikan surat yang di bacanya kepada mbak Sri dan kemudian mengusap kasar wajahnya.


*Van,


Hai!


Aku senang sekali di saat kau berkata tidak akan menangisi aku jika aku mati. Setidaknya aku tidak akan menyiksamu dengan kematianku.


Van, aku tahu kita hanya sebatas sahabat. Tetapi maaf Van, aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku ini. Aku akui, sedari awal kamu bilang kita bersahabat, sejak saat itulah aku mulai mencintaimu.


Van, salahkan aku memiliki perasaan ini?


Jika itu salah, maka maafkan aku dengan segenap hatimu Van.


Aku berjanji, setelah surat ini Kau baca. Aku tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi.


^^^Rosa*^^^


Isi surat untuk Levan.


" Nona!" Seru Mbak Sum meratapi apa yang telah di bacanya.


" Ayo Mbak kita cari penghulu, aku ingin menikahinya Mbak, aku tidak ingin menyesal lagi. Aku ingin memenuhi keinginannya di waktu yang tersisa." Kata Levan menangis haru.


" Iya den iya. Biar Mbak yang Carikan." Kata Mbak Sri sembari menyeka air matanya yang jatuh tak tertahankan.


Pandu mendengarkan pembicaraan Levan dan Mbak Sri. Kemudian mendekati mereka dan meminta surat yang sedang di pegang oleh Mbak Sri. Pandu menangis dan membuka kaca matanya seraya memeluk Levan. Pandu ingin mewujudkan keinginan putrinya di waktu yang tidak bisa di tebak ini.


"Aku mohon, sekali saja. Biarkan dia mewujudkan keinginannya. Biarkan dia bahagia bersamamu Nak. Aku berjanji akan memberikan apapun yang kamu minta sebagai gantinya sebatas kemampuanku. Aku mohon Levan." Pandu hampir saja merosot dan bersimpuh di kaki levan tetapi levan mundur dan mencegahnya.


" Pak, tidak. Jangan seperti ini. Aku akan menikahinya sekarang juga, aku tidak ingin membuat kesalahan yang sama. Izinkan aku untuk menikahi putri Bapak, dan aku akan berusaha untuk membahagiakannya. Aku tidak akan meminta apapun, aku ikhlas melakukannya." Jawab pandu dengan menangis tersedu.


" Ayo Mbak Sri, kita cari penghulu." Kata Pandu yang kemudian bergegas pergi bersama Mbak Sri.

__ADS_1


****


Beberapa jam berlalu, Pandu dan Mbak Sri kembali dengan membawa penghulu dan juga saksi yang tidak lain adalah Agus dan Luna. Penghulu yang mereka cari kebetulan bertempat tinggal di dekat rumah Agus.


" Cepat Pak nikahkan anak saya." Kata Pandu dengan sangat tergesa-gesa.


" Baik pak, baik. Iya." Jawab penghulu menuruti keinginan Pandu.


Akad nikah selesai, dengan ijab yang sudah Qabul, kini Rosa sudah sah menjadi istri Levan meski keduanya terpisah ruang. Tangis haru mewarnai prosesi akad. Sangat menyedihkan dimana biasanya pengantin akan dirias secantik mungkin tetapi tidak untuk Rosa yang justru berbaring dengan tubuh lemah dan kepala yang botak pasca operasi.


Levan berdiri menatap sendu ke arah istrinya yang kini tengah terkapar lemah tak berdaya. Harapan levan hanya satu, dia hanya ingin Rosa tersadar dari tidurnya. Luna mendekati levan dan memberi selamat sembari memeluk penuh kasih adiknya itu.


"Selamat ya Dek, kamu sudah menikah meski tanpa kehadiran Ayah. Aku harap, kamu bisa menjadi imam yang baik untuk keluargamu." Kata Luna sambil memeluk erat Levan dan kemudian menagkup wajah levan dan mencium keningnya.


" Kak, hentikan. Nanti istriku akan cemburu." Kata Levan yang sebenarnya malu di perlakukan seperti anak kecil di hadapan banyak orang.


" Hahaha, iya iya." Luna melepaskan Levan dan menyeka air matanya.


Di sudut lain. Agus hanya bisa berdiri menatap kedekatan kakak beradik yang sangat hangat. Jauh berbeda dengan dia dan Rosa. Hubungannya dingin dan tidak harmonis saa sekali.


Luna yang melihat Agus terdiam mematung tanpa mengucapkan selamat kepada Levan kemudian menghampiri Agus. Agus masih terdiam mematung sambil meremas kertas yang ada di tangannya.


" Sayang." Panggil Luna yang berpura-pura manis di hadapan banyak orang sesuai dengan perjanjian mereka.


" Ucapkanlah sesuatu kepada adik iparmu. Bahagiakan Rosa meski dia tidak melihatnya." Kata Luna dengan lembut sambil perlahan melepaskan tangan Agus dari genggaman surat yang sudah kuyu di remasnya.


Agus hanya menurut saja dan mendekati Levan. Keduanya terlihat kaku dengan senyum pias berlapis kesedihan.


" Jaga adik gue ya bro! Bahagiakan dia." Kata Agus sembari menepuk-nepuk pundak Levan seperti kedua laki-laki dewasa yang berbicara hanya dengan tatapan mata.


Levan mengangguk dan kemudian memeluk Agus dengan spontan.


" Aku akan berusaha sebisaku Kak." Kata Levan dengan deru tangis yang kembali.


Suasana haru terus berlangsung, dan Agus yang lelah berdiri mulai duduk di sebelah Luna yang terdiam membaca surat dari Rosa. Mata Luna berkaca-kaca dan kemudian menatap Agus dengan seksama seperti sedang bertanya " Inikah hubungan kalian selama ini?"


Hubungan seperti apa yang terjadi antara Agus dan Rosa?


Mengapa Luna sangat kecewa dan sedih bukan kepalang?


...~ Bersambung ~...


Jangan lupa like ,👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


dan juga komentar 💬💬💬💬💬💬💬💬💬💬💬💬💬💬💬💬💬💬💬💬

__ADS_1


__ADS_2