Cinta Seindah Mimpi

Cinta Seindah Mimpi
Kagum


__ADS_3

" By, Kamu tidak usah ke cafe lagi saja. Berdiam diri saja di rumah ya." Kata Agus yang tiba-tiba merasa tidak suka jika istrinya masih melayani para pelanggan di cafe yang mayoritas adalah kaum Adam.


Dari yang tua hingga yang muda kebanyakan dari pengunjung adalah pria. Hal itu tentu saja membuat Agus Dermawan merasa risih. Hingga dia dengan seenak hatinya meminta Luna tidak lagi berkecimpung langsung dalam mengelola cafe dan resto miliknya.


" Ga bisa dong By. Itu Cafe dan resto peninggalan Bunda. Masa iya aku anak tertua akan menyia-nyiakan begitu saja sisa hasil kerja keras bunda selama hidup? Kamu aneh!" Protes Luna yang tidak sejalan dengan permintaan aneh Suaminya.


" Ya bukan begitu By. Kamu kan bisa hanya tinggal duduk di rumah dan menerima hasilnya. Tinggal gaji orang saja By."


" Ih, enggak ya. Aku ga mau ungkang-ingkang kaki gitu aja. Kamu kenapa sih hum? Bukanya dari awal kita ketemu justru di cafe? Terus ada apa sekarang tiba-tiba minta aku diem di rumah?" Kata Luna yang tiba-tiba mengusap lembut pipi Agus sembari bertanya. Karakter Agus yang akan menjadi sangat lembut ketika berada di dekat Luna layaknya kucing Persia yang manja. Agus sangat suka di Elis dan di perhatikan oleh Luna. Karena itu Agus tidak mau jika ada laki-laki lain yang melihat istrinya. Miliknya dan hanya untuk dia, mungkin itu menjadi motto Agus.


" Eum.... Aku. Aku ga mau aja By. Lihat kamu ketawa-ketawa sama pelanggan." Jawab Agus dengan Jujur. Pandangannya masih fokus mengemudi tanpa mampu melihat wajah Luna.


Tentunya jawaban Agus ini membuat Luna tergelak tak percaya tapi juga sekaligus geli. Rupanya tingkat kecemburuan seorang Agus Dermawan sangatlah tinggi. Luna sampai menahan tawa dan menggelengkan kepalanya.


" My Husband Gummy, I Want to say something to you. But, I want to laugh before. Hahahahaha!" Luna tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi suaminya yang menurutnya lucu ketika mengungkapkan kecemburuan.


" Kamu cemburu? are you Jealous?" Ucap Luna mastikan tingkat kecemburuan Suaminya.


" Ga lucu Ya By. kenapa memangnya kalau aku cemburu huh? Sah sah saja kan kalau aku cemburu? Kita sudah hallal, dan suami mana yang rela istrinya di lirik lelaki lain?" Agus mulai mengoceh seperti burung beo meluapkan kekesalannya atas sikap Luna yang justru menertawainya.


" Sssttt!" Telunjuk Luna menghentikan ocehan Agus.


" Ada hotel sekitar sini ga ya? Kamu tidak ada rapat pagi ini kan?" Tanya Luna sembari menaikkan satu alisnya.


Terdengar aneh, di tengah perdebatan justru mencari hotel. Apa kaitannya?


" Hotel?" Agus merespon seketika menepikan mobilnya dan menatap Luna dengan intens. Telinganya serasa mendustainya.

__ADS_1


" Eum," Luna mengangguk sambil memainkan ponselnya.


"aku rasa ini waktu yang pas untuk menambah dayamu dan rasa percayamu padaku. Aku tidak mau terus di curigai dan di cemburui untuk hal sepele. Kamu harus tau juga jika di sini, 100% pemiliknya adalah kamu." Ucap Luna meyakinkan dan menunjuk dadanya saat berkata pemilik 100%.


Ucapan Luna bagaikan angin segar untuk Agus, terasa sejuk dan membuatnya terbuai dengan segala kejujuran hati yang terungkap. Bukan dia saja rupanya yang 100% menjadi budak cinta. Tetapi Luna pun sama.


" Tapi aku ada rapat dengan anak-anak" Kata Agus yang meras ini bukanlah waktu yang tepat. Karena memang tinggal 20menit lagi dan dia akan mengadakan rapat dengan karyawan untuk melakukan pengangkatan jabatan salah satu manager yang akan di pindah kantor cabang.


" By, tidak bisa di undur 2 jam lagi? Aku yakin tidak akan lama. Lihat ini, aku sudah melakukan reservasi hotel. Bisa ya.. Ya, ya?" Kata Luna dengan manjanya. Satu tangannya tak berhenti mengusap perlahan sela diantara paha Agus.


Senang? tentu saja. Semangat? Harus. Bahkan Agus sangat bergelora sekarang. Sedikit usapan lembut membuatnya terangsang dan menunjukkan otot keperkasaan yang mengeras bak binaragawan 🤭.


Bukan tanpa alasan. Cara terampuh untuk memperoleh ijin dari Suaminya adalah dengan memuaskan, mata, perut dan juga adik kecil yang berada diantara Selang****n suaminya.


Memuaskan mata, Ya Luna tampil cantik setiap harinya tidak lupa parfum khas bunga mawar yang akhir-akhir ini menjadi aroma tervaforit bagi Agus.


Perut, Sudah barang tentu masakan Luna mampu menggeser daftar makanan favorit Agus yang semula selalu bertengger pada menu hotel bintang lima.


" Dasar mesum!" Desis Agus dengan wajah yang Solah tak suka.


" Ih, By ah. Ayo..." Luna memaksa dan setengah merengek sambil terus mengusap **** ***** Suaminya.


" Nakal kamu ya?" celetuk Agus yang kini melajukan kembali mobilnya sambil terkekeh senang.


" Oke, Awas saja kalau hanya satu kali." Celetuk Agus.


" Hum?" Luna tertegun sambil membulatkan matanya. Rupanya suaminya hanya berakting seolah tak mau padahal doyan bahkan minta tambah.

__ADS_1


" Dua, tiga? Oke!" Ucap Luna menatap lekat wajah Agus dan tersenyum manis sambil mengusap pipinya. Agus tentu sangat senang bahkan sudah dapat di pastikan jika sekarang jantungnya sudah berdegup kencang. Otaknya sudah mengembara mengingat kembali pergulatan panas mereka yang akhir-akhir ini sering terjadi tanpa di duga duga. Hanya di mobil saja Luna selalu menolaknya.


*


*


*


Di dalam kamar hotel.


Saling berpagut, membagi kehangatan dan meneteskan peluh bersama. Degup jantung yang menderu seirama membuat keduanya menikmati decitan dan desahan yang menggema memenuhi ruangan. Tidak akan terdengar dari luar, tentu saja Luna memesan suite room di hotel itu. Dia tau walaupun janjinya hanya satu dua jam, tapi Agus selalu tidak ingin melepaskan tubuh istrinya selesai bermain. Tidur bersama dalam pelukan, mendengarkan jantung dan deru nafas satu sama lain. Menjadikan sentuhan kulit sebagai kegiatan yang menjadikannya ketagiahan, itulah Agus.


" Ah. .., Pelan By. Yang dalem..." Desah Luna di sela permainannya.


" Oh...., I'm coming By!" Desah Agus berbalas dengan nafas yang memburu.


Desiran hebat terjadi diantara mereka. Hingga tubuh mereka menggelinjang hebat dan nikmat. Sudah yang kedua kalinya setelah Agus terbangun dari tidurnya di ronde pertama.


" Sebut namaku Sayang...!" Desis Agus di telinga Luna.


" Agus Dermawan, I'm yours. Ah~~~~!" Ucap Luna mendesah hebat sebelum klimaksnya akhirnya tercapai.


Selesai permainan kuda kudaan kini keduanya terkulai di atas ranjang tanpa busana dan hanya berbalut selimut putih. Agus mendekap hangat tubuh Luna dan menciumi pundak Luna yang membelakanginya.


" Semoga kecebongku akan segera menetas di sini." Kata Agus mengusap lembut perut rata Luna.


" Eh, kecebong?" Luna terheran tidak mengerti makna kiasan yang diucapkan oleh Agus.

__ADS_1


" Iya, bibit unggulan yang baru saja aku tebar tadi." Kata Agus terkekeh senang dan terus saja menciumi sisi wajah Luna sebelah kanan.


Agus sangat mendambakan segera memiliki momongan. Tapi bagaimana dengan Luna? Rasa cinta dan kagumnya terhadap sang istri membuatnya ingin segera memiliki Luna junior.


__ADS_2