Cinta Seindah Mimpi

Cinta Seindah Mimpi
Rasa ini tetap Sama.


__ADS_3

Agus sudah di perbolehkan pulang. Dia menolak untuk memakai kursi roda meski siapapun itu memaksanya. Agus sebenarnya tengah berada pada sisi terendah dalam hidupnya.


Siapa yang bisa terima, jika keadaan fisik yang semula baik-baik saja kini di fonis akan mengalami kelumpuhan? Agus lemah dan rapuh, semenjak pulang dia seperti sedang mengasingkan diri dari manusia lainnya. Krisis kepercayaan diri membuatnya semakin terpuruk.


" Sayang, By. Kita mau makan apa?" Tanya Luna yang berniat menghibur suaminya. Mungkin saja dengan makanan enak bisa merubah Mood dan suasana hati Agus.


" Terserah, Apapun yang kamu masak saja By." Jawab Agus dengan malasnya. Agus masih saja duduk di tepi ranjang dan menatap hampa jendela besar yang memperlihatkan pemandangan sebuah pohon tabebuya kuning tempat dia dan Luna dulu pernah berfoto bersama.


" Sayang. Kamu jangan bersedih terus ya. Jangan seperti ini. Aku yakin kamu akan bisa berjalan normal lagi." Ucap Luna menguatkan.


Luna semakin mendekati Agus Luna berdiri lalu memeluk Agus dari samping. Kini kepala Agus sudah terbenam kedalam dada Luna. Ada ketenangan di sana. Perlahan Luna mulai terisak dan menangis.


" Aku sedih melihatmu seperti ini. Hatiku sakit melihatmu kehilangan gairah hidup. Tidak bisakah kamu kembali tersenyum dan tertawa untuk kami By?" Luna berucap dengan bibirnya yang bergetar menahan tangisnya.


" Baby juga ingin mendengar riang suara Daddy-nya. Aku sangat bahagia ketika kamu kembali, ketika kamu di temukan. Tidak ada yang lebih berarti dari pada itu By."


"Aku tau kamu tidak percaya diri dengan apa yang terjadi saat ini. Tapi, aku tidak pernah memungutmu untuk tampil sempurna. Bagiku kamu adalah satu satunya di dunia. Aku tidak perduli bagaimana tampilan fisikmu, karena yang kucintai adalah hatimu By." Ucap Luna tersedu-sedu dengan tangannya yang terus mengusap lembut rambut Suaminya.


" Tapi By. Aku tidak ingin kalian mendapat ejekan karena fisikku yang cacat. Aku bisa melihat bagaimana tatapan mata mereka saat melihat kita berjalan bersama. Aku tidak ingin nanti ketika anakku mulai duduk di bangku sekolah, dia akan di ejek teman-temannya." Ucap Agus dengan menyatakan opininya sendiri.


" By, sayang. Kamu berfikir terlalu jauh. Sebelum dia sekolah, kamu sudah bisa kembali berjalan normal. Kamu harus semangat By. Apa kamu lupa siapa Daddy dari baby ini? Agus Dermawan, Pria yang ketus, cuek, masa bodo, dan berpendirian teguh dan juga sangat baik hati dan Dermawan. " Kata Luna melancarkan segala pujian untuk menguatkan kepercayaan dirinya yang rapuh.


" By, kamu memujiku atau menghinaku?" Tanya Agus yang kini mulai menengadahkan kepalanya menatap wajah istrinya yang sudah sembab air mata namun masih bisa menahan tawa untuk membuat suaminya kembali tersenyum.


" Dua duanya sayang." Jawab Luna yang kemudian mencium bibir lembut Agus dengan hangat.


" Jangan bersedih lagi Ya. Agus yang aku kenal dia orang yang kuat." Kata Luna dengan menyapa intens manik coklat milik Agus.

__ADS_1


" Aku memang kuat. Nyatanya kamu hamil." Jawab Agus kembali dengan nada cueknya.


" Aku hanya takut jika suatu saat kamu...." Ucap Agus terpotong karena Luna sudah melu**t lagi bibir tipis Suaminya.


" Tidak, tidak ada yang lain dan hanya kamu. Rasa ini tetap sama By. Aku mohon buang jauh jauh pikiran negatif yang ada di kepalamu itu." Ucap Luna yang menyisir rambut Agus dengan jari jemarinya dan kemudian mencium hangat kening Agus.


Tanpa sengaja, lutut Luna yang berada diantara ************ Agus menyenggol sesuatu yang mengeras disana.


" By, kamu?" Celetuk Luna kala melihat sesuatu yang menonjol di antara paha.


" Iya, sudah hampir dua bulan kan aku libur? Jatahku tersendat. Dan aku sendiri belum bisa bergerak. Biarkan saja, jangan di hiraukan nanti juga layu sendiri." Kata Agus yang sebenarnya malu dengan tingkah juniornya yang mulai menunjukkan keperkasaannya.


" Ada cara lain kan By?" Ucap Luna yang menggoda Agus sambil tersenyum manis dan menaikkan kedua alisnya.


" A... apa maksudmu?" Sahut Agus bingung.


" Ah..." Agus mendesah kala jari jemari lentik mulai menggelitik geli dan semakin membuatnya bernafsu.


" By.." Lirih Agus yang ingin menolak tapi tak kuasa menahan nikmat.


Entah lapar atau bagaimana, dengan rakusnya Luna melahapnya seperti sebuah lolypop. Naik turun terus, hingga setengah permainan dan akhirnya Luna juga melucuti sendiri pakaiannya dan memulai aksinya yang sesungguhnya.


Seperti Cowboy, Luna melakukan aksinya, lembut dan teratur namun tetap mencapai puncaknya. Luna bermain dalam mode calm. Dia masih ingat akan luka di paha Suaminya yang belum pulih benar.


Setengah jam berlalu dan akhirnya mereka saling tertidur tanpa memakai pakaian sama sekali. Hanya berbalut selimut tebal dan ini masih pagi hari.


Tidak masalah kapan waktunya, karena Luna sendiri juga sudah lama menahan hasratnya. Semenjak hamil, hanya Suaminya yang selalu di inginkanya. Jika bertanya mau makanan apa, maka semua makanan bagi Luna biasa saja.

__ADS_1


Tapi jika ada bertanya apa yang kamu inginkan maka di otak Luna hanya akan ada suaminya yang tersenyum dengan menggodanya mengajaknya melakukan cocok tanam dan menebar pupuk super.


*


*


*


" By, ceritakan padaku bagaimana kamu bisa bertahan dalam waktu selama itu tanpa makanan?" Tanya Luna kepada Agus yang masih memeluknya dengan erat.


" Entahlah, aku sendiri sampai saat ini masih bingung jika memikirkannya. 7 hari aku tidak buang air, aku hanya minum susu murni yang ada di dekatku. Kakiku tertimpa reruntuhan tembok. Aku juga tidak tau bagaimana." Jawab Agus yang masih tidak mengerti karena semuanya berjalan sangat cepat.


" Waktu itu, apa yang sedang kamu lakukan?"


"Waktu itu aku sedang melihat desain rancangan bendungan karena ada kesalahan jadi kami bekerja lembur. Aku mengajak dua orang pekerja untuk menemaniku begadang. Aku membawa banyak makanan sayang. Dan waktu itu sangat cepat, hanya sepersekian menit semuanya sudah runtuh. Mungkin karena bangunan yang sudah tua."


" Tapi sebelum itu, aku mendorong kuat dua orang pekerja ku karena aku melihat ada tembok yang sudah retak di atas kami. Dan setelah itu semuanya gelap. Aku pikir aku sudah mati, dan saat kami berbincang sebelum hari aku di temukan, kata mereka yang ku dorong tadi, aku tidak sadarkan diri selama 3 hari. Mereka pikir aku mati."


"Setelah mereka tau aku tidak mati,mereka terus saja mengajakku berbicara. Mereka takut jika aku kembali tidak sadarkan diri lagi. Beruntung waktu itu ada Kayo balok yang melintang di atas kamu yang bisa memberikan kami sedikit ruang untuk bernafas." Terang Agus menceritakan kisahnya.


" Lalu apa yang terjadi dengan kedua pekerjamu itu By?"


" Mereka selamat, Mereka mengalami patah tulang rusuk. Tapi perusahaan sudah menanggung semua biaya rumah sakitnya."


" Aku juga sudah memberikan santunan dan kompensasi untuk keluarganya. Juga anak-anak mereka mendapat beasiswa dariku sampai kuliah Diploma." Jawab Agus.


" Aku bangga memilikimu By. Tetaplah menjadi baik hati. Ingatlah Rasaku padamu selalu sama. Rasa ini tetap sama By. Muach!" Luna mengecup bibir Agus.

__ADS_1


__ADS_2