Cinta Seindah Mimpi

Cinta Seindah Mimpi
Pakai sarung


__ADS_3

Malam semakin larut. Namun gelora cinta dan kabut nafsu terus memburu. Desahan, decitan, bercampur dengan peluh yang semakin menambah hasrat bercinta.


Luna dan Agus tengah melakukan momen terindah dalam biduk bahtera baru mereka. Melangkah dalam bahagia di awal cerita, membuat keduanya mabuk kepayang dan terjerat dalam panasnya permainan yang memadukan antara cinta dan nafsu yang membuncah.


" Ah......, By, pelan-pelan." Gumam Luna dalam desahannya. Matanya setengah terpejam menahan nikmat permainan yang di suguhkan. Tangannya terus mencengkeram dan mengusap kasar tengkuk si lelaki pemimpin permainan yang masih saja asik bermain memaju mundurkan sesuatu yang menonjol keras diantara ************.


" Iya By, nikmati saja. Sudah lama aku menahannya." Jawab Agus tanpa perduli keluhan istrinya.


30 menit berlalu, dan permainan berakhir dengan lengkuhan panjang dan tubuh yang menggelinjang nikmat. Keduanya berbaring dan saling berpelukan. Agus memeluk Luna dari belakang dan menciumi pundak mulus sang istri.


" By, ah geli!" Ucap Luna sambil menggerakkan pundaknya.


" Geli geli nikmat kan?" Goda Agus dengan jahilnya, mulutnya sembari mengigit kecil daun telinga Luna.


" Ah, By!" Keluh Luna.


" Tuh, kan nikmat. Belum apa-apa udah mendesah lagi. Kamu mau nambah lagi By?" Tanya Agus sengaja menggoda Luna. Semenjak menikah sudah menjadi kebiasaan baru yang menyenangkan bagi Agus jika berhasil membuat Luna mengerucutkan bibirnya dengan kesal.


" Dasar mesum!" Sungut Luna kesal dengan bibir yang mengerucut dan matanya melirik Agus dengan malas.


" By, aku mau jujur." Kata Agus dengan tiba-tiba.


Suasana seketika berubah menjadi serius dan sedikit kaku. Luna hanya bisa terdiam menyimak dengan seksama dan dalam hatinya menebak apa yang akan di katakan oleh suaminya saat ini.


" Jujur? tentang apa?" Tanya Luna dengan penasaran dan memutar balik tubuhnya dan kini mereka saling berhadapan dan melekat erat.


" Tapi kamu jangan menertawakan aku. " Pinta Agus


" Iya." jawab Luna


" Jangan anggap aku gila!" Pinta Agus lagi.


" Iya." Kata Luna singkat dan menganggukkan kepalanya perlahan dengan tatapan mata lembut dan tulus menatap manik hitam milik Agus.

__ADS_1


" Sebenarnya, sudah lama aku mencintai kamu istriku." Kata Agus mulai membuka cerita.


" Ceritakan sejak kapan? aku penasaran." Kata Luna penuh harap.


" Sejak kamu berusia 4 tahun." Jawab Agus. Tangan Agus tak henti-hentinya mengusap lembut rambut Luna dengan sayang.


" Peffttt....! Jangan bohong, Usia kita beda jauh. Kamu tidak mungkin suka dengan anak yang masih ileran dan ingusan." Pungkas Luna tak percaya.


" Sungguh, Aku bersumpah. Karena lukamu ini adalah ketidak sengajaanku dan membuatku ingin bertanggung jawab untuk selalu menjagamu sampai ujung usiaku." Agus menyeludupkan jari jemarinya dan meletakkannya di atas bekas luka jahitan operasi ginjal milik Luna.


" Hahahaha, kamu terjebak akan kesalahan yang kecil? Aku memang sempat mendapatkan operasi ginjal, tapi tidak sampai mengangkat satu ginjalku. Aku masih memiliki dua ginjal yang bekerja dengan baik. Hanya saja, kadang rasa sakit akibat trauma jatuh dan luka operasi datang dan menyerang ku." Jawab Luna jujur.


" Sayang, By kamu serius? kamu beneran?" Tanya Agus yang ternyata salah sangka dan mengira jika selama ini Luna hanya memiliki satu ginjal karena ulahnya.


" Iya, aku serius."


" Kalau begitu aku tidak perlu takut lagi jika kamu Hamil. Kemungkinan kamu hamil masih sangat besarkan pasti?" Tanya Agus yang membuta Luna tergelak.


Rupanya ketakutannya lebih mengarah kepada hasil dari perbuatannya selama ini. Luna kini tahu mengapa terkadang Agus memilih selalu memakai kon**m saat bercinta dengannya.


" Syukurlah, aku sangat takut waktu itu. Waktu aku dengan sengaja menjatuhkanmu dan kamu kesakitan By. Sejak saat itu aku pikir dari bekas luka ini kamu hanya memiliki satu ginjal. Aku sengaja banyak membaca tentang resiko besar orang yang hanya memiliki satu ginjal. Dan aku sangat takut ketika membaca tentang resiko kehamilan orang yang hanya memiliki satu ginjal. Aku takut By." Kata Agus dengan jujur dan suaranya mulai bergetar.


" Aku juga mau jujur. Tapi kamu jangan anggap aku ini sinting." Kata Luna dengan memainkan bibir bawahnya, seolah ragu untuk mulai menguaknya.


" Tidak, aku janji. Katakanlah. Aku akan jadi pendengar terbaikmu."


Luna menarik nafas panjang dan mulai yakin dengan ketulusan hati suaminya.


" Aku sudah sangat lama memimpikan kamu sebagai pangeranku. Dalam mimpiku kamu selalu hadir dan memberikan kenyamanan terbaik untukku. Tetapi, sangat lama bagiku untuk melihat wajahmu yang sempurna ini." Luna mengecup bibir Agus.


" Sangat lama, bertahun-tahun lamanya hingga membuatku hampir gila dengan terus mencarimu di sembarang pria. Siapa sangka, saat kita mulai bertemu, perlahan mulai terlihat alis ini, hidung ini, rambut ini, mata ini dan bibir manis ini. Semuanya ini sudah lama aku mimpikan dan membuatku jatuh cinta. " Terang Luna sembari menciumi setiap anggota wajah yang di sebutkannya tadi.


" Iyakah?" Tanya Agus menelisik.

__ADS_1


" Eung!" Angguk Luna yakin.


" Aku juga, aku juga memimpikan ini, ini, ini, dan ini, dan semua ini sejak lama. Lama, lama..... sekali."Kata Agus dengan jujurnya dan menciumi wajah sang istri dengan penuh kasih sayang.


" Iyakah?" Tanya Luna sedikit ragu.


" Eung!" Agus mengangguk yakin dan semakin mengeratkan pelukannya.


" Aku tidak menyangka semua ini terjadi."


" Aku pun sama." Kata Luna.


" Aku mencintaimu ISTRIKU."


" Aku juga sangat mencintaimu suamiku." Kata Luna.


" Aku ingin itu sekarang." Agus mengerlingkan matanya menggoda Luna.


" Aku juga, tapi kali ini jangan di pakaikan saring lagi ya. " Goda Luna dengan jahilnya.


" Dia dulu pakai sarung karena aku ingin dia menurut, patuh, dan Soleh saat memasuki sarang. Tapi sekarang, aku rasa dia sudah gerah jika memakai sarung, karena si pemilik sarang sudah mulai memanas." Agus terkekeh senang dan semakin giat menjahili Luna dengan tangannya yang sudah bergerilya.


" Sekarang yuk!" Ucap Luna dengan bibirnya yang sudah melu**t hangat bibir Agus. Menyesap hangat menghisap manisnya bibir khas Suaminya, rasa spesial yang hanya di miliki oleh Agus Dermawan yang dirasa sangat memabukkan bagi Luna.


" Mulai nakal ya?" Kata Agus dengan merenggangkan pelukannya dan menatap intens wajah Luna.


" Nakal sama suami kan wajib, enak, dan berpahala." Jawab Luna dengan entengnya tanpa berfikir jika ada Boomerang dalam ucapanya.


" Oh, terimakasih Tuhan! Kau berikan aku istri yang menyukai permainanku dan kini dia sudah ketagihan. " Kata Agus bersyukur kepada sang pencipta dengan maksud meledek Luna.


" Apa tadi enak?" Tanya Agus lagi.


" Eum, enaklah. Geli dan sedikit sakit tapi enak." Jawab Luna dengan polosnya tanpa menimbang sesuatu yang akan siap menyerang.

__ADS_1


" Siapkan mental dan fisikmu. Kemungkinan terburuk kamu besok akan kesusahan saat berjalan." Ucap Agus yang mengandung banyak kata kiasan dan ancaman halus.


__ADS_2