
Pukul 7 malam Rara tiba di rumah, masi mengenakan seragam sekolah, Rara duduk di dekat kedua orang tuanya.
"Baru pulang?" tanya mam Lara.
"Hehehe,, iya ma" ucap Rara sambil meyigir kuda.
"Anak gadis, pulang-pulang bau keringat gini" ucap mama Lara melihat putrinya.
"Habis konsennya rama banget ma" ucap Rara.
"Ya sana mandi, habis itu kita makan malam, mam sama papa punya kejutan buat kamu" ucap mama Lara.
"Kejutan apa ma, pa?" tanya Rara penasaran.
"Sana mandi dulu aja" ucap mama Lara.
"Ya udah Rara mandi dulu ya" ucap Rara beranjak berdiri dari sofa.
Mama Lara dan papa Andi hanya menggeleng kepala melihat tingkah putri mereka itu.
Rara masuk ke dalam kamarnya, kemudian langsung masuk ke dalam kamar mandi, hari ini Rara benar-benar capek dan cepat tidur.
"Gila wajah gue kusam banget, pantes aja si es batu gak pengen liat gue" ucap Rara melihat wajahnya di depan cermin.
Rara lalu mulai membersihkan diri, karena kedua orang tuanya sudah menunggu di bawa untuk makan malam.
Terlihat seorang pria tampan dan tinggi keluar dari kamarnya, lalu melihat kamar sebelah yang terkunci.
Lalu pria itu turun ke lantai bawa, melihat kedua orang tuanya sedang mengobrol di ruang tengah.
"Ma, pa Rara udah pulang?" tanya Reyhan kaka laki-laki Rara.
"Udah sayang, lagi mandi dia bau keringat" ucap mama Lara.
Reyhan baru saja tiba tadi sore dari Italia, pria itu mengambil studi di Italia selama 4 tahun, dan tinggal setahun lagi Reyhan akan menyelesaikan studinya dan akan segera pulang ke tanah air dan menetap di sini.
Rara masi belum mengetahui kalau sang kaka tiba di indonesia tadi sore, kalau tau Rara pasti akan cepat pulang, karena Rara sangat menyayangi sang kaka.
Di dalam kamarnya, Rara baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono miliknya, Rara mengambil piyama tidur miliknya, selesai Menganti pakaian, Rara turun ke lantai bawa.
Baru saja menuruni pertengahan tangga, Rara mendengar suara yang tak asing. Dengan cepat Rara menuruni tangan dan benar saja sang kaka yang ia rindukan sedang mengobrol bersama kedua orang tua mereka.
"Kakaaaaa" teriak Rara mendekati sang kaka dan memeluknya.
"Dek, kamu ngagetin aja" ucap Reyhan.
"Maaf kak, habis aku kangen banget sama kaka" ucap Rara memeluk erat sang kaka.
"Kaka juga kangen banget sama kamu" ucap Reyhan membalas pelukan sang adik.
"Kaka kok gak bilang sih kalau pulang, tau gitu kan Rara cepat pulang" ucap Rara.
"Kaka baru tiba tadi sore, kata mama kamu lagi nonton konser" ucap Reyhan.
__ADS_1
"Iya aku nonton konser sama Lia dan Amel" ucap Rara.
Reyhan mengacak rambut sang adik, hal yang sering Reyhan lakukan pada Rara kalau mereka bertemu.
"Jadi kejutan yang mama bilang itu kak Reyhan ya" tanya Rara.
"Iya sayang" ucap papa Andi.
"Udahan ngobrolnya nanti di lanjutin lagi, ayo kita makan malam dulu sayang" ajak mama Lara.
Semuanya pergi ke ruang makan, karena saat ini jam sudah menunjukan pukul setengah 8 malam. Suasana meja makan itu bertambah ramai lagi, karena kedatangan Reyhan.
Keluarga itu menikmati makan malam mereka dengan riang, sesekali mama Lara menawarkan menu lauk untuk kedua anak nya.
☘☘☘☘
Di sisi lain, Angga dan Ilham baru saja tiba di aspol. Kedua pria itu langsung masuk ke dalam asrama Angga.
"Gue numpang mandi sama tidur ya, udah malas mau ke rumah" ucap Ilham duduk di sofa.
"Kalau gue udah pindah loh mau numpang mandi di mana?" tanya Angga.
"Memangnya loh mau pindah kemana?" tanya Ilham.
"Ke rumah, kasian bokap sama nyokap sendiri" ucap Angga.
"Berarti loh udah gak tinggal di sini dong" tanya Ilham.
"Iya udah gak, gue mandi dulu ya" ucap Angga yang mendapat anggukan dari Ilham.
Tokkk...
Tokkk...
Ilham melihat ke arah pintu yang di ketuk, Ilham pun beranjak untuk membuka pintu.
"Hay bang" ucap seorang wanita berambut pendek.
"Hay, ada apa ya" tanya Ilham.
"Bang Angga ada gak" tanya Wanita itu yang tak lain adalah seorang polwan.
"Angga lagi mandi, ada perlu apa ya?" tanya Ilham.
"Aku cuma mau kasih makan malam buat bang Angga bang" ucap wanita itu.
"Aduh gimana nih, kalau gue tolak gak enak juga, gue ambil aja deh lumayan juga kalau Angga gak mau makan ya buat gue aja" ucap Ilham dalam hati.
"Bang, kok bengong sih?" tanya wanita berambut pendek itu.
"Eh iya sorry, aku terima ya" ucap Ilham mengambil makana itu.
"Iya bang, nanti tolong di sampein ya buat bang Angga bang" ucap wanita itu.
__ADS_1
"Iya nanti aku sampaikan" ucap Ilham.
Polwan itu lalu pamit pada Ilham, ilham pun membawa masuk makanan itu dan meletakan di atas meja.
Cclekk...
Angga keluar dari kamar dengan pakaian rumahnya, pandangan Angga tertuju pada bungkusan yang ada di atas meja.
"Ham, itu apa?" tanya Angga menunjuk ke atas meja.
"Makan malam di anter sama polwan tadi" ucap Ilham.
"Kenapa loh terima sih Ham" ucap Angga.
"Gue gak enak mau nolak, kasian" ucap Ilham.
"Kalau gak di gituin nanti mereka gak berhenti lagi" ucap Angga duduk di sofa dekat Ilham.
"Kalau loh gak mau makan buat gue aja ya" ucap Ilham.
"Giliran ada makanan gratis aja loh cepat banget" ucap Angga.
"Hehehe,, lumayan bro" ucap Ilham.
"Ya udah gue mandi dulu ya, pinjam handuk dong" ucap Ilham.
"Ck, makanya lain kali bawa handuk dong" ucap Angga.
"Ye mana gue tau kalau mau numpang mandi di sini" ucap Ilham mengambil handuk yang di lempar oleh Angga.
Ilham masuk ke kamar mandi, sedangkan Angga masi duduk si sofa, Angga melihat kartu undangan yang ada di atas meja, Angga membuang nafasnya dengan kasar.
Tak berselang lama Ilham keluar dari kamar mandi, Ilham melihat Angga masih duduk di sofa.
"Nga, loh yakin gak mau makan ini" tunjuk Ilham.
"Gak" ucap Ilham.
"Kenapa sih loh kok kaya gak suka sama mereka yang mencoba deketin kamu" ucap Ilham.
"Karena gue gak mau bikin mereka baper" ucap Angga.
"Benar juga sih, kalau mereka baper kan bahaya" ucap Ilham.
"Kalau gitu buat gue aja ya" ucap Ilham.
"Makan aja" ucap Angga.
"Loh gak makan?" tanya Ilham.
"lagi nunggu pesanan online datang" ucap Angga.
Ilham pun mulai membuka makanan yang di kasi oleh polwan tadi, dan melihat menunya yang sangat menggugah selera.
__ADS_1
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...