Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Spaghetti Pedas


__ADS_3

Angga tersenyum melihat gadis yang saat ini bersamanya. Seragam tak ingin berpisah dengan Rara.


"Sayang,," panggil Angga.


Rara berbalik dan melihat sang calon suami, Angga tersenyum melihat Rara yang berjalan mendekatinya.


"Ada apa bang?" tanya Rara.


"Kita balik yuk, udah mau sore nanti papa sama mama dan kaka kamu kuatir lagi," ucap Angga merapikan anak rambut Rara.


"Yah udah deh, tapi kita mampir makan spaghetti pedas yah di jalan xx," ucap Rara.


"Iya sayang, ayo biar abang bawakan tas nya," ucap Angga.


"Ini abang, ayo." Ajak Rara juga.


Dengan mesra Angga mengandeng tangga Rara keluar vila, berjalan ke arah mobil mereka yang sedang terparkir di luar vila.


"Silahkan masuk calon istri ku," ucap Angga.


"Makasih sayang," ucap Rara sambil tersenyum malu.


"Cie malu-malu lagi nyebut sayang," ucap Angga.


Dengan cepat Rara masuk ke dalam mobil, begitu pun dengan Angga. Angga menyalakan mobilnya dan meninggalkan parkiran vila itu.


"Bang!" panggil Rara.


"Ada apa sayang?" tanya Angga.


"Besok abang udah mau balik ke indonesia lagi, pasti kita lama gak akan ketemu," ucap Rara dengan wajah sedih.


Angga mengerti perasan gadis yang duduk di dekatnya saat ini, tapi mau bagaimana lagi waktu cuti Angga sudah selesai dan ia harus segera kembali ke indonesia besok.


"Udah gak usah sedih yah, kita kan masi bisa vedio call sayang," ucap Angga berusaha membujuk sang kekasih.


"Jujur aku juga gak mau jauh dari kamu sayang, tapi aku akan berjanji akan setia dan cuma kamu wanita yang ada di hati aku," ucap Angga dalam hati.


"Abang janji yah mau nunggu aku selesai sekolah?" tanya Rara.


"Iya sayang, abang janji cuma kamu wanita yang abang cinta selain mama dan Alisya," ucap Angga.


"Makasih yah bang," ucap Rara.


"Iya sayang," ucap Angga.


"Udah gak usah sedih, kita kan mau mampir makan spaghetti pedas. Bentar lagi sampai loh," ucap Angga.


"Iya abang," ucap Rara.


"Boleh gak, panggilannya di ganti," ucap Angga.


"Abang mau nya di panggil apa?" tanya Rara melihat ke arah Angga.


"Sayang aja lebih bagus," ucap Angga.


"Iya sayang," ucap Rara sambil tersenyum.


Angga menggenggam sebelah tangan Rara, dan sebelah tangannya sedang fokus di stir mobil. Tak lama lagi mereka akan tiba di restoran spaghetti pedas di jalan xx.

__ADS_1


Dratt...


Dratt...


Getaran ponsel Angga terdengar oleh keduanya yang ada di dalam mobil, Angga meminta sang kekasih untuk mengangkat panggilan masuk.


"Kak Rey sayang," ucap Rara.


"Angga saja sayang," ucap Angga.


"***Hallo kak, ada apa?" tanya Rara, setelah sambungan telpon terhubung.


"Dek, pacar kamu mana, kok kamu yang angkat telpon kaka?" tanya Reyhan.


"Bang Angga lagi nyetir kaka, ada apa kaka nelpon?" tanya Rara.


"Abang cuma mau minta tolong, mampir beliin kaka spaghetti pedas di restoran xx," ucap Reyhan.


"Kok sam yah, apa cuma kebetulan aja yah," ucap Rara.


"Memangnya kenapa Dek," tanya Reyhan.


"Aku sama bang Angga juga mau mampir ke restoran spaghetti pedas kak," ucap Rara.


"Yah sudah, sekalian saja yah titip punya kaka," ucap Reyhan.


"Iya kak," ucap Rara.


"Yah sudah, kaka tutup dulu telponnya yah," ucap Reyhan.


"Iya kak," ucap Rara***.


Telpon dari Reyhan pun mati, Rara melihat Angga yang sedang fokus menyetir.


"Kaka nitip di beliin spaghetti pedas juga sayang," ucap Rara.


"Yah sudah sekalian saja nanti, mau makan di tempat apa bawa pulang sayang," tanya Angga.


"Kita bawa pulang saja sayang, kita makan bareng kak Rey, kayaknya mama sama papa juga lagi keluar," ucap Rara.


"Yah sudah," ucap Angga.


Mobil yang di kendarai oleh Angga berhenti tepat di depan restoran spaghetti pedas, Angga mengajak sang kekasih turun dari dalam mobil, lalu keduanya masuk ke dalam.


🍀🍀🍀🍀


Di lain tempat, Feli sedang tersenyum sendiri membayangkan Ilham yang tampan menurut dia, Feli tak fokus bekerja karena memikirkan Ilham.


Pak Surya masuk ke dalam ruangan sang putri, dan melihat sang putri sedang tersenyum-senyum sendiri sambil melihat layar lap top miliknya.


"Feli kenapa sih, kaya orang lagi kasmaran saja senyum-senyum sendiri, gak jelas," ucap pak Surya salam hati.


Pak Surya lalu mendekati putrinya itu, tapi Feli belum juga menyadari kedatangan sang papa.


"Fel, kamu ini kenapa sih, senyum-senyum sendiri?" tanya pak Surya.


Tapi yang di tanya mala diam saja dan terus tersenyum sendiri seperti orang yang tidak waras.


Prengg...

__ADS_1


"Ada malingggg..." teriak pak Surya.


"Maling mana maling nya?" tanya Feli dengan pamit berdiri dari kursi kerjanya.


"Papa, kok ngagetin Feli sih," ucap Feli melihat sang papa.


"Habisnya kamu di panggil-panggil mala senyum-senyum gak jelas seperti orang gila," ucap pak Surya.


"Masa sih papa manggil aku?" tanya Feli.


"Percuma kalau papa ulangin juga kamu gak akan percaya kan?" tanya papa Surya.


Feli hanya diam saja, melihat sang papa yang sekarang sedang mengomel tiada henti, Feli tau sedari tadi ia hanya menghayal dan memikirkan Ilham saja.


"Lagi mikirin apa kamu, mikirin pacar baru kamu itu?" tanya papa Surya.


"Gak kok pa, Feli lagi mikirin kerjaan pusing pa," ucap Feli beralasan.


"Alasan aja kamu, bilang aja kalau lagi mikirin yang katanya polisi itu," ucap papa Surya.


"Papa ngapain ke sini, papa gak kerja yah?" tanya Feli mengalihkan pembicaraan.


"Papa mau pinjam uang kamu," ucap papa Surya.


"Ha, pinjem uang, emang uang papa dah habis yah?" tanya Feli kaget dengan maksud kedatangan sang papa.


"Papa mau pinjem uang berapa?" tanya Feli dengan serius, padahal papa Surya hanya bercanda saja pada putrinya itu.


"100 M, kalau kamu punya," ucap papa Surya.


"What, 100 M banyak banget pa, buat apa uang sebanyak itu?" tanya Feli tak percaya.


"Ada gak 100 M?" tanya papa Surya.


"Yah gak punya lah pa, 20 M aja gak ada," ucap Feli.


"Hahahaha, papa cuma bercanda lagi, lagi kamu ini dari tadi ngelamun terus, gak tau kenapa," ucap papa Surya.


"Iih papa, Feli kira serius," ucap Feli dengan kesal.


"Papa cuma bercanda sayang," ucap papa Surya mengusap kepala putri tunggalnya itu.


"Terus papa ke sini ngapain dong?" tanya Feli.


"Papa mau ngomong sesuatu sama kamu, hanya masalah kerjaan saja," ucap papa Surya.


"Oh, kirain ada apa, kenapa gak nelpon tau gitu kan Feli yang datang ke kantor papa," ucap Feli.


"Gak apa-apa, papa juga pengen liat perkembangan kantor putri papa, dan ternyata pemiliknya sedang asik melamun," ucap papa Surya melirik putrinya itu.


"Ih, papa ini," ucap Feli.


Ayah dan anak itu pun duduk di sofa yang ada di ruangan Feli, mereka membicarakan pekerjaan, karena maksud dan tujuan papa Surya juga adalah masalah kerjaan.


****


Terlihat seorang wanita cantik saat ini sedang mengikuti sang suami diam-diam, sudah dua bulan ini. Wanita itu merasa ada yang aneh dengan suaminya itu, sekarang ia ingin mencari tau sendiri, ada apa dengan suaminya itu.


"Apa yang kamu sembunyikan dari aku, kenapa akhir-akhir ini kamu sedikit berubah sama aku, gak seperti yang dulu. Aku udah bela-belain ninggalin pacar aku baut kamu, tapi kamu malah gini setelah kita nikah," ucap wanita itu, yang tak lain adalah Sasmita.

__ADS_1


Saat ini Sasmita sedang mengikuti mobil sang suami yang tak tau akan pergi ke kama, Sasmita curiga kalau suaminya itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Dan sekarang ia memutuskan untuk mengikuti suaminya sendiri.


Next...


__ADS_2