Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Ilham & Feli


__ADS_3

Hari pernikahan Ilham dan Feli hanya tinggal menghitung hari saja. Saat ini keduanya sedang di sibukkan dengan banyak urusan.


Di karenakan Feli akan menikah dengan seorang abdi negara, jadi keduanya harus menikah dinas terlebih dahulu.


Ilham sudah mengambil cuti sampai hari H, dan saat ini Ilham dan calon istrinya itu sedang fitting baju pengantin mereka di salah satu butik.


Ilham menatap calon istrinya itu dengan senyum manis, Feli berdiri di depan Ilham dengan mengenakan gaun pengantin berwarna abu terang.


"Sayang, kau sungguh cantik," ucap Ilham sembari mendekati sang kekasih.


"Terimakasih, calon suami ku ini juga begitu tampan," ucap Feli mengerikan sebelah matanya pada Ilham.


"Aduh calon pengantin baru kompak banget sih kalian berdua," ucap pemilik butik yang tak lain adalah teman Feli.


Feli terlihat mengatur gaunnya yang terlihat terlalu mengembang itu, pemilik butik pun mendekati Ilham dan Feli sambil membawa kamera.


"Gimana Fel gaunnya," tanya pemilik butik tersenyum ke arah Feli.


"Bagus mbak, aku suka sama warnanya abu terang," ucap Feli sambil tersenyum melihat ke arah Ilham.


"Kalau gitu kita ambil beberapa foto dulu yah," ucap pemilik butik itu.


Feli dan Ilham hanya mengangguk saja, kemudian pemilik butik mengambil beberapa gambar, Ilham dan Feli terlihat begitu serasi.


Selesai fitting baju pengantin, Ilham dan Feli pun pergi dari butik itu, dan mencari restoran dekat situ untuk makan siang.


Saat ini keduanya sudah berada di dalam mobil, Feli terus melihat ke arah Ilham yang sedang menyetir mobil. membuat Ilham melihat ke arah calon istrinya itu.


"Kenapa sih kamu liatin aku terus dari tadi?" tanya Ilham sesekali fokus menyetir.


"Aku gak nyangka aja, bisa nikah sama kamu," ucap Feli masi menatap Ilham.


"Namanya juga jodoh," ucap Ilham dan memberhentikan mobilnya tepat di depan sebuah restoran.


"Kok berhenti sih?" tanya Feli.


"Udah sampai," ucap Ilham menunjuk keluar restoran.


Feli melihat ke arah yang di tunjuk oleh Ilham, dan benar saja mereka sudah berada di depan restoran saat ini, Feli tersenyum melihat ke arah calon suaminya itu.


Ilham melepaskan sabuk pengaman lalu turun duluan dari dalam mobil, Ilham membukakan pintu untuk calon istrinya itu.


"Makasih yah," ucap Feli.

__ADS_1


Ilham mengandeng tangan Feli dengan mesra masuk ke dalam restoran itu, sampai di dalam Ilham melihat meja kosong dan mengajak Feli duduk di sana.


"Hay Ham," sapa seorang wanita yang mendekati meja yang d duduki oleh Ilham dan Feli.


Ilham dan Feli melihat ke arah wanita itu, wanita itu tersenyum menggoda ke arah Ilham.


"Masi ingat aku gak, aku Sasa," ucap Sasa dengan percaya dirinya.


"Maaf saya lupa," ucap Ilham dengan suara dinginnya.


"Kok cepat banget sih lupa nya, kita kan pernah ketemu di hotel xx tempo hari," ucap Sasa dengan menekan kata hotel sambil melirik Feli.


"Mungkin saja, tapi saya sudah tidak mengingatnya lagi," ucap Ilham mengambil buku menu yang ada di atas meja.


"Sayang kamu mau pesan apa?" tanya Ilham menatap penuh cinta ke arah calon istrinya itu.


"Yang biasa aja, tapi minum nya jus jambu yah," ucap Feli dan Ilham hanya mengangguk saja.


"Silahkan duduk dulu mbak," ucap Feli meminta Sasa untuk duduk.


"Makasih," ucap Sasa dan langsung duduk di dekat Ilham tampa tau malu.


Feli menatap Ilham sejenak, lalu memalingkan wajahnya ke arah lain, Ilham berdiri dan pindah ke kursi yang ada di dekat Feli.


"Jangan cemberut, cantiknya berkurang loh," ucap Ilham sambil tersenyum.


"Mas, mau pesan apa?" tanya seorang pelayan dengan sopan mendekati meja yang di tempati oleh Ilham dan juga Feli. Ilham tak menganggap Sasa ada di depan mereka sekarang.


Ilham mengatakan menu yang akan mereka pesan, dan pelayan itu mencatatnya sambil mengangguk kepalanya.


"Ada lagi mas?" tanya pelayan itu.


"Sama saya lemon teh aja," ucap Sasa melihat ke arah pelayan itu.


"Baik mbak, kalau begitu tunggu sebentar yah," ucap pelayan itu membungkuk hormat dan berlalu dari hadapan mereka.


"Kalian habis dari mana?" tanya Sasa melihat Ilham dan juga Feli.


"Kita habis fitting baju pengantin mbak," ucap Feli tersenyum melihat ke arah Ilham. Ilham pun membalas senyum sang calon istri.


"Kalian udah mau nikah?" tanya Sasa kaget melihat Ilham.


"Iya, Feli adalah calon istri aku," ucap Ilham menekan kata calon istri.

__ADS_1


Tak berselang lama pelayan datang membawakan pesanan, pelayan meletakan di atas meja dengan hati-hati, sedangkan Sasa sudah mengambil lemon teh pesanannya.


"Mbak gak makan?" tanya Feli melihat ke arah Sasa.


"Gak saya lagi diet, saya gak mau badan saya terlihat gemuk, nanti gak **** lagi di liat pria," ucap Sasa menyindir Feli yang tak se langsing dirinya.


"Sayang di makan, nanti keburu dingin lagi," ucap Ilham mendekatkan dirinya ke arah Feli.


"Iya sayang," ucap Feli memegang sendok dan mulai makan siang.


"Sayang cobain deh ini enak banget," ucap Ilham ingin menyuapkan makanan pada sang kekasih.


Feli langsung membuka mulut dan memakan apa yang di suapkan oleh Ilham, membuat Sasa yang duduk di depan mereka menjadi bertambah kesal saja.


Ilham sengaja ingin memamerkan kemesraan nya dengan calon istrinya itu di depan Sasa, biar wanita itu tau kalau sekarang Ilham sudah memilik wanita yang ia cintai.


"Enak gak?" tanya Ilham menatap Feli sambil tersenyum.


"Iya enak, apa lagi yang nyuapin itu calon suami aku," ucap Feli tersenyum manis ke arah Ilham.


Sasa yang sedang melihat mereka terbakar emosi, baru kali ini ia menjadi obat nyamuk untuk orang lain.


"Sial, sengaja banget mereka pamer kemesraan di depan gue, mereka pikir gue ini apa," ucap Sasa dalam hati sambil meminum lemon teh nya.


"Kayaknya gue harus cabut deh, masi ada urusan, ucap Sasa beranjak dari duduknya.


"Loh mbak udah mau pergi yah?" tanya Feli dengan suara lembutnya, sambil tersenyum manis ke arah Sasa.


"Sok polos banget sih nih cewek, males banget gue liatnya," ucap Sasa dalam hati sambil tersenyum paksa ke arah Feli.


"Iya," ucap Sasa mengambil uang dari dalam tasnya, tapi di cegah oleh Feli.


"Gak usah mbak, biar sekalian kita aja yang bayar," ucap Feli memandang Ilham yang sedang menikmati makan siang nya.


"Oke, makasih kalau gitu, gue cabut duku yah Ham," ucap Sasa tersenyum menggoda ke arah Ilham, tapi Ilham tidak membalas senyum dari wanita itu. Ilham hanya memasang wajah datar dan tak bersahabat saja.


Ilham masi ingat betul kejadian di hotel waktu itu, karena ulah wanita itu dan Sasmita, ia harus berakhir di kamar hotel bersama wanita yang ia cintai.


Ilham tidak menyesal, tapi ia hanya merasa bersalah saja pad Feli. Ilham lagi-lagi terlihat menyuapi sang kekasih, mereka terlihat begitu mesra.


Sampai membaut pengunjung restoran lain baper sendiri.


Next....

__ADS_1


__ADS_2