
Hari ini Angga menyempatkan pergi ke kantor, seperti perkataannya tempo hari pada sang papa. Masi mengunakan baju dinas, dengan di lapisi jaket kulit berwarna hitam. Angga turun dari mobil, lalu berjalan di lobby kantor.
Banyak pasang mata yang melihat Angga, pria yang masi lengkap dengan seragam dinas itu, masuk ke dalam lift.
Angga tidak pusing banyak karyawan yang menatapnya tampa berkedip.
Ting...
Pintu lift terbuka, Angga keluar dari dalam lift dan langsung berjalan ke arah ruangan sang papa, bertepatan dengan pak Andi yang baru saja keluar bersama asistennya dari ruangan pak Lukman.
"Loh, nak kamu bukannya teman nya Reyhan ya, yang waktu di bandara itu kan?" tanya papa Andi.
"Iya pak, itu benar saya," ucap Angga.
"Nak ngapain di sini?" tanya pak Andi.
"Saya mau ke temu papa saya om, pak Lukman," ucap Angga.
"Jadi, nak ini putranya pak Lukman yang polisi itu ya?" tanya pak Andi.
"Benar om," jawab Angga dengan sopan.
"Gak nyangka om, kamu putra nya pak Lukman loh," ucap pak Andi.
"Om, mau pulang?" tanya Angga.
"Iya nak, om baru saja bertemu papa kamu," ucap pak Andi.
Setelah berbincang cukup lama, pak Andi dan sang asisten pun pamit pada Angga dan masuk ke dalam lift. Sedangkan Angga masuk ke dalam ruangan sang papa.
Clekk...
Pak Lukman melihat ke arah pintu yang terbuka, masuklah sang putra dengan masi mengunakan pakaian dinasnya.
"Nak," ucap pak Lukman.
"Pa, lagi sibuk ya?" tanya Angga duduk di salah satu sofa.
__ADS_1
"Iya begitulah nak," jawab pak lukman.
Pak lukman lalu beranjak dari kursi kerjanya, dan ikut bergabung bersama sang putra, pak Lukman lalu melihat Angga.
"Tumben nih, komandan ke kantor?" tanya pak Lukman.
"Mulai besok Angga akan membantu papa di kantor, kebetulan tugas-tugas Angga di kantor tidak terlalu banyak," ucap Angga.
"Alhamdulillah, papa senang dengar nya nak," ucap pak Lukman.
"Pa, tadi ada papa nya teman aku keluar dari ruangan papa?" tanya Angga.
"Iya itu pak Johan, dia teman sekaligus rekan bisnis papa," ucap pak Lukman.
"Jadi papa belum tau, kalau pak Andi itu adalah papa nya gadis itu, kalau sampai papa dan mama tau, bisa berabe nih," ucap Angga dalam hati.
"Kamu kenapa nak," tanya pak Lukman.
"Gak papa kok pa," ucap Angga.
Paa dan anak itu lalu mengobrol tentang pekerjaan, pak Lukman juga menjelaskan tentang pekerjaan kantor pada sang putra.
☘☘☘☘
"Guys, buku yang kita cari tentang sejarah gak ada ya?" tanya Lia melihat kedua sahabatnya.
"Iya, ntar kita cari ke toko buku aja ya pulang sekolah," ucap Amel.
"Boleh deh, sekalian jalan-jalan kan bentar lagi sibuk sama ujian," ucap Rara.
"Oke guys," ucap Lia.
Ketiga gadis itu kembali belajar, karena di perpustakaan tidak boleh ribut, apa lagi ada guru penjaga di sana.
☘☘☘☘
Setelah mengobrol cukup lama dengan sang papa, Angga lalu pamit pulang ke rumah.
__ADS_1
Angga masuk ke dalam mobilnya yang terparkir di lobby kantor, seperti biasa Angga selalu menjadi pusat perhatian semua karyawan kantor.
Mobil Angga keluar dari area perkantoran, Angga mengendarai mobilnya di jalan dengan kecepatan rendah.
Tiba di lampu merah persimpangan jalan, kedua mata Angga tak sengaja melihat gadis yang sudah sebulan ini tak bertemu dirinya, sambil menunggu lampu menjadi hijau, Angga melihat Rara dan kedua sahabatnya yang akan masuk ke tokoh buku.
Pikkk...
Piikk...
Angga kaget dengan klakson mobil yang terdengar dari belakang, ternyata lampu sudah berubah menjadi hijau, Angga pun menjalankan mobilnya, dan meminta maaf pada kendaraan di belakang.
Dalam perjalanan pulang, Angga berusaha menepis wajah Rara yang tiba-tiba melintas di pikirannya.
"Kenapa sih, gue mala mikirin tuh anak lagi, bukannya hidup gue udah aman, setelah dia gak gangguin hidup gue lagi," ucap Angga dalam hati..
Angga menggeleng kepala mencoba mengusir wajah Rara dari pikirannya, Angga masi menyangkal kalau ia tidak mau memikirkan gadis itu.
Mobil yang di kendarai oleh Angga memasuki pintu gerbang rumah mereka, setelah memikirkan mobilnya, Angga masuk ke dalam rumah dan melihat sang mama sedang menonton acara TV.
"Ma," panggil Angga.
"Sayang, kamu baru pulang, gimana jadi ke kantor?" tanya mama Sofia.
"Iya ma, Angga baru aja dari kantor, mulai besok Angga akan ke kantor ma," ucap Angga.
"Mama senang dengar nya sayang," ucap mama Sofia mengusap lengan sang putra.
"Iya ma, Angga ke kamar dulu ya ma," ucap Angga.
"Iya sayang," ucap mama Sofia dan kembali melanjutkan acara menonton nya.
Angga menaiki tangga menuju lantai atas, di mana kamarnya berada.
Next...
***Maaf ya guys, aku baru bisa up, beberapa hari ini aku lagi kurang sehat, mulai sekarang bakalan rajin up lagi😁🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys***..