Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Lamaran


__ADS_3

Angga terlihat begitu tampan berdiri di ruang tengah rumah calon istrinya itu, melihat Rara yang sedang menuruni anak tangga.


Rara terlihat begitu cantik mengenakan gaun pemberian dari Angga. Keduanya saling tatap cukup lama, sampai suara Reyhan mengagetkan keduanya.


"Udah kali liat-liat nya," ucap Reyhan yang baru saja lewat.


Angga melirik sahabatnya itu, lalu kembali lagi tersenyum melihat Rara.


Wajah cantik Rara terlihat cemberut mendekati Angga, dan Angga tau apa penyebab kekasihnya itu cemberut.


"Jangan cemberut gitu, wajahnya jadi tambah cantik," goda Angga.


"Aku gak lagi bercanda," ucap Rara kesal.


"Maaf karena seharian ini gak ada kabar," ucap Angga memegang kedua tangan Rara.


Rara menatap wajah tampan Angga, gadis itu bertanya-tanya dalam hati. Kenapa Angga mengenakan jas yang rapi juga.


"Ayo kita berangkat sekarang," ajak Angga dan Rara hanya mengangguk saja.


Angga menarik tangan Rara dengan lembut pergi dari ruang tengah, membuat Reyhan yang sedang meminum kopi menatap tajam keduanya.


"Gak sopan yah loh berdua, main pergi aja. Gak liat ada gue di sini," ucap Reyhan.


Angga dan Rara menghentikan langkah mereka, dan melihat ke arah Reyhan yang sedang meminum kopi.


"Bisa berkurang restu nih dari gue," ucap Reyhan melihat pangan itu.


"Kak kita pamit yah, Kaka baik-baik di rumah," ucap Rara sambil tersenyum.


"Iya Bro, gue izin ngajak adek loh kelaur dulu yah," ucap Angga tersenyum geli melihat sahabatnya itu.


"Ayo sayang," ajak Angga menarik tangan Rara.


"Belum di iyain aja udah main pergi aja," ucap Reyhan dengan kesal.


Angga membukakan pintu mobil untuk Rara, kemudian Angga masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi.


"Kak kita mau ke mana sih," tanya Rara saat ini mobil sudah keluar dari halaman rumah Rara.


Angga tidak menjawab, hanya tersenyum saja sambil melirik Rara, karena ini kejutan jadi Angga memilih diam saja.

__ADS_1


"Di tanyain cuma diam aja," kesal Rara.


"Nanti kamu juga tau sayang," ucap Angga tersenyum geli melihat wajah kesal kekasihnya itu.


Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang, sampai mobil itu berhenti di depan salah satu restoran bintang lima di Jakarta.


Rara melihat ke luar kaca mobil, lalu melihat Angga yang sedang memegang setir mobil dan tersenyum melihat Rara.


"Lagi ada pesta yah?" Tanya Rara.


Tampa menjawab pertanyaan Rara, Angga langsung turun dari mobil dan membuka pintu untuk Rara, Rara melihat Angga yang mengulurkan tangannya pada Rara.


"Ayo, apa mau di mobil terus?" Tanya Angga.


Rara menyabut ukuran tangan Angga dan keduanya masuk ke dalam restoran itu, Rara melihat kiri kanan dimana terdapat banyak lampu hias yang di tata begitu rapi.


Angga membawa Rara masuk, hanya ada beberapa pelayan saja yang menunduk hormat. Membuat Rara semakin di buat heran.


Rara melihat salah satu meja yang sudah di tata dengan rapi, Angga berhenti tepat di depan meja itu.


"Silahkan," ucap Angga menarik kursi untuk sang kekasih.


Rara hanya tersenyum, lalu Angga juga duduk di kursi yang ada di depan Rara.


"Aku hanya ingin makan malam bersama calon istri ku saja," ucap Angga sambil tersenyum.


"Makan malam kok gini banget sih," ucap Rara.


"Yah gak papa aku cuma pengen suasana romantis saja," ucap Angga mengenyam kedua tangan Rara dengan lembut.


Rara melihat tangan Angga yang mengengam tangannya, pandangan Rara lalu melihat ke wajah tampan Angga.


Angga mengajak Rara berdiri, pandangan keduanya tidak lepas satu sama lain.


"Di setiap tidurku aku selalu berharap wajahmu lah yang selalu hadiri dalam mimpi indah ku, dan di setiap langkah ku, aku selalu berharap kamu lah yang selalu menemani ku," Angga tersenyum melihat Rara.


"Dulu aku pernah menyia-nyiakan gadis SMA yang selalu menganggu hari-hari ku, tapi seiring berjalannya waktu, Tampa aku sadari aku sudah jatuh hati pada gadis itu. Dan sekarang gadis itu ada di hadapanku saat ini," ucap Angga lagi, Angga menatap kedua mata Rara dengan teduh dan penuh cinta.


"Rara Anatasya Johan, maukah kau menikah dengan ku, dan menjadi pendamping hidupku sampai menua nanti," ucap Angga.


Rara diam mematung, ia masih belum percaya kalau saat ini Angga sedang melamarnya, air mata jatuh dari pelupuk mata cantik Rara.

__ADS_1


"Iya, aku mau menikah dengan mu, dan menua bersamamu," ucap Rara sambil tersenyum manis.


"Terimakasih," ucap Angga mencium kening Rara cukup lama, lalu membawa Rara ke dalam pelukannya.


Rara terisak, terisak karena bahagia Angga sudah melamarnya sekarang. Angga mengusap punggung Rara dengan pelan dan lembut.


"Kenapa menangis?" Tanya Angga saat ini pelukan mereka sudah terlepas.


"Aku hanya bahagia saja, terimakasih," ucap Rara dan kembali memeluk Angga lagi.


Angga tersenyum dan memeluk sang calon istri dengan erat, pelayan datang dan meletakan semua menu makan malam di atas meja.


Angga kembali mendudukkan Rara, kemudian pasangan yang sedang bahagia itu menikmati makan malam romantis mereka.


Angga terlihat menyuapi Rara, membuat Rara tersipu malu menerima suapan dari calon suami itu.


"Aku bahagia banget malam ini," ucap Angga.


"Aku juga sayang," ucap Rara.


"Mau berdansa dengan ku," Jaka Angga.


"Aku tidak tau berdansa," ucap Rara.


"Nanti biar aku ajarkan, ayo," ajak Angga.


Angga mengulurkan tangannya untuk Rara, dan Rara menyambut tangan Angga dengan senang hati.


Angga melingkarkan tangannya di pinggang ramping Rara, lalu Rara meletakan satu tangannya di dada Angga.


Musik mulai di putar, Angga dan Rara berdansa di bawa cahaya lampu yang tidak terlalu terang, pandangan Angga dan Rara bertemu.


Angga menikmati wajah cantik calon istri itu, begitu pun dengan Rara.


Angga mendekatkan wajahnya dan menyatukan kening mereka.


"I Love You," ucap Angga.


"I Love You too," jawab Rara dan Angga langsung mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi dengan Rara.


Di bawa cahaya lampu keduanya berciuman dengan romantis, di iringi dengan suara music yang romantis.

__ADS_1


Next....


__ADS_2