
Hari ini adalah hari keberangkatan Rara ke Itali, setelah mengurus visa dan berkas-berkas lain, kini saatnya Rara akan terbang ke negara Italia.
Rara juga terlihat sudah selesai packing barang-barang yang akan ia bawa ke sana, Rara tidak membawa barang, karena nanti ia akan membeli lain perlengkapan main di sana.
Lia dan Amel akan ikut mengantar Rara ke bandara, dan mereka sudah janjian akan bertemu di sana. Papa Andi hari ini tidak pergi ke kantor, dan akan meminta asistennya untuk mengantarkan berkas penting nanti sore ke rumah.
Mama Lara masuk ke dalam kamar sang putri, dan melihat Rara sedang membereskan berkas-berkas yang nanti akan di perlukan di sana.
"Sayang, sudah siap semua?" tanya mama Lara masuk ke dalam kamar anak gadisnya.
"Udah ma, ini Rara lagi meriksa berkas aja," ucap Rara.
"Selesai itu turun ke bawa, mama udah masakin makanan kesukaan kamu loh," ucap mama Lara.
"Iya ma, selesai ini Rara turun kok," ucap Rara.
"Iya sudah, mama mau panggil papa kamu dulu ya," ucap Rara.
"Iya ma," ucap Rara.
Mama Lara keluar dari kamar Rara, sedangkan Rara mengisi semua berkas itu ke dalam tas kecil dan langsung meletakan di dalam koper miliknya.
"Semua udah beres, apa lagi ya kelupaan," ucap Rara seorang diri.
Lalu pandangan Rara tertuju ke arah laci di dekat meja rias, Rara berjalan pelan dan membuka laci itu. Rara mengambil bingkai foto dari dalam sana dan melihatnya.
Rara mengusap kaca foto itu sambil tersenyum, setelah ini ia pasti tidak akan bertemu lagi dengan pria yang sudah membuatnya jatuh hati itu.
"Aku kangen banget sama bang Angga," ucap Rara masi mengusap wajah Angga dalam foto, tak terasa air mata Rara jatuh saat mengingat pria yang ia cintai itu.
Sekuat hati Rara menahan rasa rindunya, dan menepati janjinya untuk tidak lagi menganggu Angga, seperti yang di inginkan Angga.
"Aku pamit ya kak, semoga aja dengan aku pergi ke luar negri, aku bisa lupain kaka," ucap Rara lagi sambil tersenyum, walaupun air matanya mengalir di kedua pipinya.
Rara kembali menyimpan foto itu ke dalam laci, lalu Rara mengusap air matanya dengan kasar. Ia lupa kalau mama dan papa nya pasti sudah menunggu di bawa, Rara lalu keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah untuk makan siang.
__ADS_1
☘☘☘☘
Di sisi lain, Angga saat ini sedang bersemangat mengerjakan laporan-laporan yang akan ia serahkan pada sang atasan. Hari ini setelah tugas-tugas nya selesai, Angga akan pergi ke rumah Rara untuk menemui gadis itu dan minta maaf.
Angga sudah memikirkan dan menyadari nya, kalau ia ternyata jatuh hati juga pada gadis yang dulunya selalu menganggu hidupnya, Angga merasa bersalah kalau mengingat kata-kata nya dulu saat membentak Rara untuk tak lagi menganggu hidupnya.
Apa lagi saat itu Rara terlihat menangis setelah pergi dari rumah Angga.
"Wih, semangat banget nih, ada apa?" tanya Ilham yang baru saja datang.
"Ham, ntar pulang kantor temanin gue ya," ucap Angga.
"Ke mana?" tanya Ilham.
"Udah ikut aja, nanti juga loh tau," ucap Angga melihat Ilham sambil tersenyum.
"Oke," ucap Ilham sambil mengangguk kepalanya.
Angga kembali fokus dengan berkas yang iya kerjakan, karena harus segera di serahkan pada atasannya untuk di tandatangani.
☘☘☘☘
"Ayo sayang," ucap mama Lara.
Rara, papa Andi dan mama Lara masuk ke dalam mobil, Rara duduk di tengah-tenga kedua orang tuanya, lalu mobil pun keluar dari halaman rumah mereka.
Pesawat yang akan di naikin Rara satu jam lagi berangkat, dan perjalanan dari rumah ke bandara hanya membutuhkan waktu selama 30 saja.
"Sayang nanti sering-sering kabarin mama sama papa ya, dengar sama kaka di sana," ucap mama Lara mengusap kepala sang putri.
"Iya ma, Rara janji akan sering nelpon mama sama papa, dan dengarin kaka di sana," ucap Rara memeluk sang mama.
"Nanti papa sama mama akan sesekali berkunjung ke sana kalau akhir tahun," ucap papa Andi mengusap kepala sang putri.
Mama Lara dan papa Andi mengijinkan putri mereka melanjutkan studi di luar negri, karena ada putra pertama mereka di sana, yang nantinya bisa menjaga sang adik, apa lagi Rara terkenal gadis cerewet.
__ADS_1
Tak lama kemudian mobil memasuki area bandara, terlihat Amel dan Lia sudah menunggu di sana.
"Rara, tante, om" panggil Amel dan Lia melihat Rara dan kedua orang tuanya turun dari mobil.
"Kalian udah nunggu lama guys?" tanya Rara mendekati kedua sahabatnya.
"Gak juga kok baru, tante, om," sapa Amel dan Lia.
Mereka mengobrol, sambil menunggu pengumuman keberangkatan pesawat tujuan Italia, Rara dan Amel juga Lia berfoto sebelum Rara masuk ke dalam bandara.
☘☘☘☘
Di sisi lain mobil Angga baru saja tiba di depan gerbang rumah Rara, Ilham merasa heran dengan sang sahabat yang mendatangi rumah Rara.
"Kita ngapain ke rumah Rara bro?" tanya Ilham.
"Mau ketemu Rara lah, udah ayo turun temanin gue." ajak Angga.
Ilham dan Angga pun turun, dan memanggil pak satpam yang berada di pos dekat pintu gerbang.
"Permisi pak," ucap Angga.
"Iya pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya pak satpam melihat dua pria berseragam polisi itu dan membuka pacar.
"Rara nya ada gak? kami ada perlu dengan Rara," ucap Angga membuat Ilham menatap sang sahabat dengan kaget.
"Kita? bukannya dia yang ada perlu, ada-ada aja nih anak," ucap Ilham dalam hati.
"Neng Rara baru saja ke bandara pak, neng Rara akan pergi ke Italia," ucap pak satpam membuat Angga dan Ilham saling pandang.
"Ya sudah pak makasih ya," ucap Angga.
"Iya pak sama- sama," ucap pak satpam.
"Ayo Ham, kita ke bandara sekarang," ucap Angga dengan cepat masuk ke dalam mobil, begitupun dengan Ilham.
__ADS_1
Angga pun kembali mengendarai mobilnya ke arah bandara, saat ini perasaannya campur aduk, mendengar Rara akan pergi ke luar negri. Angga menyesali kenapa tidak dari kemarin-kemarin menemui gadis itu.
Next....