
Waktu sudah menunjukan pukul setengah 4 sore, mama Lara dan papa Andi sudah berada di bandara untuk mengantar sang putra yang akan kembali ke Italia.
"Sayang foto dulu dong, sayang ya Rara gak ikut" ucap mama Lara.
"Ayo ma, foto dulu" ajak Reyhan.
Mama Lara, papa Andi dan Reyhan pun berfoto bertiga, Reyhan juga merasa ada yang kurang karena sang adik tak ada di sana.
"Sayang kamu hati-hati ya, kabarin mama sama papa kalau udah sampe sana ya" ucap mama Lara mencium putra sulungnya itu.
"Iya mama tenang aja ya" ucap Reyhan kembali memeluk sang mama.
Cukup lama berpelukan, Angga dan Ilham baru saja tiba di bandara, Ilham dan Angga pun mendekati Reyhan dan kedua orang tuanya.
"Hay bro" sapa Angga dan Ilham.
"Hey, men" sapa Reyhan juga.
"Sorry ya kita telat" ucap Angga.
"Iya gak papa kok bro santai aja, pesawatnya juga 35 menit lagi baru berangkat" ucap Reyhan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Angga melihat ke semua arah, seperti ada yang kurang, ia Angga tidak melihat kehadiran gadis bar-bar itu.
"*Tumben banget tuh cewek gak ada, biasanya dia paling heboh" ucap Angga dalam hati.
"Tapi ngapain juga gue nyari dia, bukannya lebih bagus kalau dia jahuin gue" ucap Angga lagi*.
Reyhan dan Ilham yang melihat itu hanya saling pandang, Reyhan tau kalau sahabatnya itu sedang mencari keberadaan Rara adiknya.
"Dia gak ikut, lagi sibuk belajar buat ujian" ucap Reyhan sambil tersenyum.
"Apaan sih loh" ucap Angga memasang wajah dinginnya.
Sedangkan Reyhan hanya tersenyum melihat sahabatnya itu, Reyhan tau kalau yang membuat sang adik tidak bisa ikut itu karena Angga.
__ADS_1
"Loh baik-baik ya di sana, kabarin kita kalau uda sampe" ucap Ilham melihat Reyhan.
"Loh udah kaya mama gue aja, kuatir" ucap Reyhan terkekeh geli melihat wajah Ilham.
"Gini-gini gue sahabat paling baik, karena kuatirin loh" ucap Ilham.
"Iya-iya makasih ya" ucap Reyhan.
"Iya sama-sama bro" ucap Ilham.
"Tante, om" sapa Ilham dan Angga.
"Iya nak" ucap mama Lara, melihat Angga dan juga Ilham.
Sampai saat ini mama Lara dan papa Andi belum tau kalau Angga adalah anak dari pak Lukman dan mama Sofia, karena mereka hanya mengetahui nama dari Lukman dan Sofia adalah seorang polisi.
Setelah mengobrol kurang lebih 30 menit lamanya, Reyhan lalu pamit masuk ke dalam armada keberangkatan, karena 5 menit lagi pesawat tujuan Italian akan segeran berangkat.
"Ma, pa Rey pamit ya, salam Rey buat adek" ucap Reyhan kembali memeluk kedua orang tuanya.
"Bro gue pamit ya" ucap Reyhan memeluk kedua sahabatnya bergantian.
"Iya jangan lupa kabarin kita kalau udah sampai" ucap Angga.
"Sip, semaunya aku masuk dulu ya" ucap Reyhan, yang mendapat anggukan dari semau yang ada di sana.
Reyhan masuk ke dalam bandara, Angga dan Ilham melihat punggung sang sahabat sampai menghilang dari pandangan mereka.
"Om, tante, kami pamit pulang dulu ya" ucap Ilham.
"Iya nak, terimakasih ya" ucap mama Lara dan papa Andi.
"Iya om, tante sama-sama" ucap Angga dan Ilham.
Setelah kepergian Angga dan Ilham, mama Lara dan papa Andi juga masuk ke dalam mobil yang terparkir di luar bandara.
__ADS_1
"Ma, papa baru tau kalau Rey punya sahabat polisi, dan salah satu polisi tadi yang pernah menilang motor Rara" ucap papa Andi melihat sang istri.
"Iya pa, mama juga baru tau sekarang, tapi kata Rey itu teman nya dari SMA" ucap mama Lara.
Mobil itu pun keluar dari area bandara, sebelum pulang ke rumah, mama Lara dan papa Andi akan mampir ke supermarket untuk membeli sesuatu.
☘☘☘☘
Rara dan kedua sahabatnya baru saja keluar dari tokoh buku, rupanya ketiga gadis berseragam SMA itu benar-benar pergi mencari buku untuk persiapan ujian nanti.
"Capek banget ya guys seharian keliling cari buku" ucap Amel.
"Ia ni gue sampai keringatan tau gak" ucap Lia juga.
"Udah-udah ayo kita pulang, udah sore loh ini udah mau jam 5" ucap Rara.
"Iya nanti gue yang anter Lia ya, rumah kita kan searah" ucap Amel.
"Iya" ucap Rara.
Rara lalu menaiki motor miliknya, begitu pun dengan Amel, merek berpisah di perempatan jalan karena mereka berbeda arah.
Rara mengemudikan motornya dengan sangat pelan, sedangkan mobil yang ada di belakang Rara juga berjalan sangat lambat seperti sedang mengikuti Rara diam-diam.
"Dari mana tuh cewek jam segini baru pulang" ucap Angga seorang diri, ternyata yang berada di dalam mobil yang mengikuti Rara adalah Angga.
Hidup Angga terasa aman seharian ini gak ada gangguan dari gadis bar-bar itu.
Angga melihat Rara memberi tumpangan pada ketiga bocah kecil yang baru saja selesai mengaji, kebetulan ketiga bocah kecil itu sedang berdiri di depan masjid.
Rara menurunkan ketiga bocah kecil itu di depan gang kecil, lalu Rara kembali menjalankan motornya pulang ke rumah.
Tampa Angga sadari ternyata sedari tadi ia mengikuti Rara terus, bukannya pulang ke rumah.
"Kok gue mala ikutin tuh cewek sih" ucap Angga dalam hati.
__ADS_1