
Reyhan saat ini sudah siap untuk ke bandara, Reyhan sudah mengetahui kalau sang sahabat juga ke Itali bersama kedua orang tuanya.
"Gimana yah, nanti Rara bisa tau kalau ada Angga," ucap Reyhan dalam hati.
"Dek, kamu yakin mau yakin mau ikut, apa gak sebaiknya tunggu di apartemen saja," ucap Reyhan melihat sang adik.
"Gak kak, aku mau ikut aku juga mau jemput papa sama mama," ucap Rara.
Reyhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, entah alasan apa yang harus iya katakan pada sang adik, karena iya juga sudah kehabisan alasan.
"Kak Rey kenapa sih, kok kaya gak suka aku ikut?" tanya Rara melihat sang kaka.
"Gak kok, ya sudah ayo kita berangkat sekarang," ucap Reyhan.
Kaka beradik itu pun keluar dari dalam apartemen, mereka langsung masuk ke dalam lift, Reyhan mengutak atik ponsel miliknya, lalu mengirim pesan pada sang sahabat.
"Masi centang satu, pasti pesawatnya belum lending," ucap Reyhan kembali memasukan ponselnya ke dalam saku jaketnya.
Tingg....
Pintu lift terbuka, Reyhan dan Rara keluar dari dalam lift dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di sana.
🍀🍀🍀🍀
Pesawat tujuan Indonesia, Italia baru saja tiba. Seorang pria tampan melihat ke arah luar jendela pesawat dengan senyum yang sulit diartikan.
"Aku gak sabar ingin ketemu kamu," ucap Angga dalam hati.
Setelah pesawat berhenti, Angga, mama Lara dan papa Andi pun turun, jam saat ini sudah menunjukan pukul 6 sore pertanda kalau siang akan segera berganti malam.
Sebelum keluar bandara, Angga menganti mode pesawat menjadi mode biasa, krena saat ini mereka sudah berada di luar pesawat.
Ting....
__ADS_1
Bunyi notif, pertanda kalau ada cet masuk di aplikasi hijau ya itu aplikasi Whatsapp, Angga pun langsung membuka nya dan melihat kalau itu cet dari sang sahabat.
"Bro, Rara ikut mau jemput, loh jangan keluar dulu, biarkan nyokap, sama bokap saja, nanti loh naik mobil anak buah gue saja," isi pesan Reyhan.
Dengan cepat Angga memanggil mama Lara dan papa Andi, sebelum mereka keluar dan Reyhan dan Rara bisa melihat mereka di ruang tunggu.
"Om, tan," panggil Angga.
"Iya nak Angga, ad apa?" tanya papa Andi.
"Barusan Rey cet Angga, dan bilang kalau Rara juga ikut jemput. Kayaknya om sama tante saja yang keluar dulu, aku biar naik mobil yang satu," ucap Angga.
"Tapi apa kamu gak papa nak?" tanya mama Lara.
"Angga gak papa kok tan, om, Reyhan juga udah siapin mobil satu yang akan Angga naikin," ucap Angga.
"Ya sudah, kalau gitu om sama tante dulu yah nak," ucap papa Andi.
Mama Lara dan papa Andi tau kalau Angga akan memberikan kejutan untuk putri mereka, karena itu Angga belum bisa menunjukan wajahnya di depan Rara.
Angga melihat mama Lara dan papa Andi berjalan menuju ruang tunggu, di mana di sana sudah ada kaka beradik yang sedang menunggu kedatangan mereka.
"Sayang," panggil mama Lara.
"Mama, papa," ucap Rara berlari ke arah kedua orang tuanya.
Rara memeluk sang mama dengan erat, lalu bergantian memeluk sang papa juga, begitu pun dengan Reyhan.
"Apa kabar kalian,?" tanya mama Lara.
"Alhamdulillah, kita sehat kok ma, pa," ucap Reyhan.
"Rey, adik mu ini tidak bikin ulah kan?" tanya papa Andi melihat sang putra.
__ADS_1
"Iih, papa, Rara kang memang gak pernah nakal pa," ucap Rara cemberut.
"Papa bercanda kok sayang," ucap papa Andi memeluk sang putri.
Angga yang berdiri tak jauh dari keluarga kecil yang sedang melepas rindu itu tersenyum, hati Angga begitu bahagia bisa melihat gadis yang ia cintai itu, senyum terbit di bibir Angga kala melihat gadis SMA yang dulunya sering mengejar-ngejar dirinya, kini sudah berubah menjadi lebih dewasa dan tambah cantik di pandang.
Ting...
Angga di kaget kan dengan bunyi notif yang baru saja masuk, Angga melihat notif cet dari sang sahabat dan langsung membukanya.
"Gak usah senyum-senyum gitu, gue tau kalau adik gue cantik," isi pesan dari Reyhan.
Rupanya Reyhan melihat sang sahabat yang sedari tadi berdiri tak jauh dari mereka, Angga tersenyum melihat sang sahabat dan Angga hanya melambaikan tangan saja.
"Yah udah pa, ma kita pulang yuk," ajak Rara.
"Iya sayang, mama juga capek banget habis perjalanan jauh," ucap mama Lara.
Semuanya pun pergi ke mobil yang tak jauh dari mereka terparkir, setelah semuanya sudah masuk ke dalam mobil, Angga pun menjalankan mobilnya kejar dari area bandara. Terlihat seseorang mendekati Angga.
"Mas Angga yah?" tanya pria yang mendekati Angga.
"Iya," ucap Angga.
"Ayo mas, Saya yang di minta mas Rey untuk menjemput mas Angga," ucap pria itu.
Angga dan pria itu pun pergi ke salah satu mobil hitam yang juga terparkir di area bandara, setelah barang Angga di masukan ke dalam bagasi mobil, Angga dan pria iyu pun masuk ke dalam mobil.
Angga akan menginap di hotel yang tak jauh dari apartemen Angga, karena tidak mungkin Angga menginap di apartemen sang sahabat.
Next...
Selamat Tahun baru 2023 guys😊
__ADS_1