
Rara termenung di balkon kamarnya, ia melihat bangunan tinggi yang ada di depan matanya itu, pikirannya masi teringat dengan kata-kata sang sahabat tadi.
"Sejauh manapun aku pergi, tapi kenyataannya aku belum bisa lupain bang Angga, bahkan sekarang aku sangat merindukan nya," ucap Rara dalam hati.
"Wajar saja bang Angga sudah memiliki wanita lain di sana, secara bang Angga kang gak pernah suka aku," ucap Rara seorang diri.
Tak terasa air mata gadis itu mengalir di pipi mulusnya, Rara melalui hari-hari nya dengan tersenyum bahagia, tampa orang tau kalau hatinya sedang tidak baik-baik saja.
Tampa Rara sadari, sedari tadi sang kaka mendengar kegundahan hati sang adik. Reyhan benar-benar tak tega melihat sang adik bersedih seperti itu, tapi Reyhan percaya pada sahabatnya itu kalau Angga pasti akan membuat Rara bahagian di kemudian hari.
"Dek, kaka cariin ternyata kamu di sini," ucap Reyhan mendekati sang adik.
Mendengar suara sang kaka, dengan cepat Rara menghapus air matanya, tapi sayang Reyhan sudah melihat semua itu. Reyhan tersenyum lalu memeluk sang adik.
"Kenapa heemm?" tanya Reyhan.
"Aku cuma kangen sama papa dan mama saja kak," ucap Rara beralasan.
Reyhan tersenyum mendengar pengakuan sang adik, Reyhan membelai rambut sang adik dengan begitu sayang.
"Udah, gak usah sedih lagi mama sama papa tadi nelpon, akhir bulan ini mau ke sini," ucap Reyhan.
__ADS_1
"Benar kak, kok papa sama mama gak bilang sih sama aku," ucap Rara tersenyum.
"Ini kan kaka udah bilang sama kamu dek," ucap Reyhan sambil tersenyum.
"Kamu mau ikut gak, kaka mau ke luar nih," tanya Reyhan.
"Gak kak, aku di apartemen saja, pengen tidur ngantuk," ucap Rara.
"Yah sudah, kaka pergi dulu yah, kamu mau kaka belikan apa?" tanya Reyhan lagi.
"Yang biasa saja kak," ucap Rara.
"Iya kak, hati-hati yah," ucap Rara.
"Iya dek," ucap Reyhan lalu keluar dari kamar Rara.
Setelah melihat sang kaka menghilang dari balik pintu, Rara pun masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuh nya di atas ranjang, Rara bermain ponsel miliknya, lalu tak lama kemudian ia tertidur pules.
****
Angga dan kedua orang tuanya saat ini baru saja tiba di rumah, setelah menghadiri undangan makan malam di rumah pak Surya.
__ADS_1
"Pa, kayaknya pak Surya ingin menjodohkan anak nya deh sama Angga," ucap mama Sofia turun dari mobil.
"Papa juga merasa seperti itu ma," ucap papa Lukman.
Papa Lukman dan mama Sofia lalu melihat sang putra yang hanya diam saja, mama Sofia tau kalau saat ini putra nya itu sedang kesal.
"Pa, ma, Angga langsung ke kamar yah," ucap Angga.
"Iya sayang," ucap mama Sofia dan papa Lukman hanya mengangguk saja.
Angga masuk duluan dan langsung naik ke lantai dua, di mana kamarnya berada. Angga membuka dua kancing kemejanya dan menggulung lengan nya sampai siku.
Lalu Angga mencoba menghubungi sang sahabat, tapi nomornya sedang sibuk membuat kekesalan Angga semakin bertambah saja.
"Rey kemana sih, kenapa nomornya sibuk gini," ucap Angga.
Ia lalu kembali mencoba menghubungi Reyhan, tapi tetap saja sama hanya suara operator saja yang terdengar.
Angga lalu memutuskan untuk pergi ke ruang ganti, karena ia sudah sangat gerah dengan sekarang.
Next...
__ADS_1