
Saat ini Rara sedang bersiap-siap, dengan di bantu sang mama Rara terlihat begitu cantik mengenakan gaun berwarna maroon, sangat cocok dengan kulitnya yang putih bersih.
Rara melihat pantulan dirinya di depan cermin, sedangkan mama Lara menatap sang putri sambil tersenyum geli. Rara lalu berbalik dan melihat sang mama.
"Ma, ini sebernaya kita mau ke mana sih?" tanya Rara.
"Ada deh, kejutan dong, pokoknya kamu ikut saja oke," ucap mam Lara.
"Kalau gitu mama ke kamar dulu yah, mau liat papa kamu," ucap mama Lara.
"Iya ma," ucap Rara.
"Sebernaya mau ke mana sih, apa mama sama papa lagi nyiapin kejutan yah buat aku," ucap Rara seorang diri.
Tokk...
Tokk...
"Dek, kaka boleh masuk gak?" tanya Reyhan dari balik pintu.
"Iya kak, masuk aja, gak di kunci kok," ucap Rara.
Clekk...
Reyhan tersenyum melihat sang adik, saat ini Reyhan juga sudah rapi dengan setelan jas.
"Udah siap?" tanya Reyhan.
__ADS_1
"Udah kak, kak kita mau ke mana sih,?" tanya Rara.
"Udah kamu ikut saja yah, ada seseorang yang pengen ketemu kamu di salah satu tempat," ucap Reyhan sambil tersenyum melihat sang adik.
"Seseorang, siapa?" tanya Rara kepo.
"Kepo deh, udah nanti kamu juga tau siapa orangnya, eh btw adek kaka cantik banget yah malam ini," ucap Reyhan.
"Jadi aku gak cantik yah, kalau hari-hari biasa," ucap Rara merajuk.
"Cantik juga kok, udah jangan cemberut nanti cantiknya hilang loh," ucap Reyhan.
Reyhan lalu mengajak sang adik keluar dari kamar, mereka akan menunggu mama Lara dan papa Andi di ruang tengah.
🍀🍀🍀🍀
Di hotel tempat Angga menginap, saat ini Angga juga sudah siap dengan setelan jas hitam berdasi maron, dasi yang senada dengan gaun yang akan di kenakan oleh Rara saat ini, senyum tak pernah pudar dari bibir Angga sedari tadi.
Angga mengambil ponselnya yang berbunyi, pertanda kalau pesan masuk.
"Kita udah siap mai otw nih bro," isi pesan dari Reyhan.
Angga lalu bersiap untuk pergi ke salah satu restoran yang sudah mereka booking dari kemarin, restoran yang sudah di sulap sebagus mungkin untuk menjadi tempat Angga dan gadisnya itu bertemu.
"Kok dada gue jadi gak karuan gini sih, apa karena mau ketemu Rara yah," ucap Angga memegang dadanya.
Angga lalu keluar dari kamarnya dan masuk ke dalam lift yang akan membawanya menuju lantai dasar, Angga melihat pantulan dirinya di dinding lift, seperti anak ABG yang sedang kasmaran Angga terus tersenyum.
__ADS_1
Tingg...
Pintu lift terbuka, Angga keluar dari dalam lift dan melihat mobil yang siap menjemput nya sudah berada di lobby hotel.
"Mas Angga," panggil sang sopir.
Angga tersenyum lalu masuk ke dalam mobil, mobil pun keluar dari lobby hotel pergi ke restoran tempat mereka bertemu.
Di sisi lain mobil yang di kendarai oleh Reyhan memasuki salah satu restoran mewah di kawasan kota Italia, Rara melihat ke luar kaca mobil di mana tempat itu begitu indah dengan kemerlap lampu-lampu indah.
"Ayo sayang turun, kita masuk," ucap mama Lara.
Rara dan Reyhan turun, begitu pun dengan mama Lara dan papa Andi, mereka langsung masuk ke dalam restoran itu Rara masi melihat-lihat di sekitarnya saat ini, dan pikirannya masi bertanya-tanya dengan semua ini.
"Kita duduk di situ yah sayang, kita tunggu seseorang datang," ucap mama Lara sambil tersenyum.
Rara pun hanya menurut saja, tapi dalam hatinya Rara berperang dengan pikiran sendiri, Rara juga merasakan jantungnya berdetak tak karuan, seperti saat ia berdekatan dengan seseorang.
Mobil yang di naikin Angga juga baru tiba di depan Restoran itu, Angga turun dari mobil dengan gaya cool nya, Angga terlihat begitu tampan mengenakan jas saat ini.
Angga langsung masuk dan melihat gadisnya sedang duduk di salah satu kursi membelakangi pintu masuk, jadi hanya mama Lara, papa Andi dan Reyhan yang dapat melihat kedatangan Angga.
"Om, tante, maaf aku telat," ucap Angga.
Deng...
Jantung Rara berdetak begitu cepat mendengar seseorang yang baru saja datang, Rara sangat mengenali suara itu, suara seseorang yang berusaha ia lupakan selama ini, dengan pelan Rara berbalik dan..
__ADS_1
Deng....
Next...