
Rara kembali ke rumah dengan wajah lesu, dua kali menolong orang mala di kira tukang ojek, Rara memasuki rumah sambil membawa plastik berisi keperluan pribadinya.
"Sayang kok kamu baru pulang sih?" tanya mama Lara.
"Iya ma, tadi arara habis nolong ibu-ibu sama nenek" ucap Rara duduk di salah satu sofa.
"Maksud kamu nolong gimana?" tanya mama Lara.
"Iya jadi tadi ada nenek yang nunggu angkot, karena angkotnya lama jadi Rara bantu anter deh ke tempat jualan, dan tiba-tiba ada ibu-ibu yang manggil Rara dan minta di anter ke rumah sakit, eh malah ngasi uang mereka kira Rara tukang ojek" ucap Rara.
"Gak papa sayang yang penting kamu udah mau membantu sesama" ucap mama Lara.
"Iya ma, kaka sama papa kemana ma?" tanya Rara, karena tak menemukan papa dan sang kaka.
"Ada di ruangan kerja papa kamu tuh" jawab mama Lara.
"Kalau gitu Rara langsung ke kamar ya ma, mau mandi capek" ucap Rara.
"Iya sayang" ucap mama Lara.
Rara beranjak dari ruang tengah, menaiki tangga menuju lantai atas, di mana kamarnya berada.
Clekk..
Rara membuka pintu kamar, dan meletakan plastik yang ia bawa ke atas meja, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
☘☘☘☘
Di lain tempat, Angga baru saja tiba di rumah. Sepulang habis mengawal Wali kota, Angga langsung pulang ke rumah.
"Setelah Angga memikirkan mobilnya di garasi, Angga langsung masuk ke dalam. Angga melihat kedua orang tuanya sedang mengobrol di sana.
"Assalamualaikum pa, ma" ucap Angga mendekati kedua orang guanya.
"Waalayikumsalam sayang, kamu baru pulang" tanya mam Sofia.
"Iya ma, tadi Angga sama anggota yang lain habis mengawal pak Wali kota" ucap Angga duduk di salah satu sofa.
"Kamu mandi ya, baru kita makan malam katanya papa ada yang mau di omongin sama kamu" ucap mama Sofia.
"Iya ma, pa kalau gitu Angga ke kamar dulu ya" ucap Angga.
"Iya sayang" ucap mama Sofia.
Angga pun pergi ke kamarnya yang ada di lantai dua, pria itu pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
30 menit kemudian Angga sudah siap untuk kembali turun ke lantai bawa, Angga melihat kedua orang tuanya masi berada di sana.
"Sayang sini deh" panggil mama Sofia.
__ADS_1
"Iya ma, ada apa?" tanya Angga.
"Papa mau ngomong sama kamu sayang" ucap mama Sofia.
"Papa mau ngomong apa?" tanya Angga.
"Nak, papa mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap papa Lukman.
"Papa ini kan sudah tua, dan tak selamanya papa memimpin perusahaan, papa gak minta kamu berhenti jadi polisi tapi papa minta kamu tolong sesekali ke kantor ya kalau lagi gak sibuk banget" ucap papa Lukman melihat sang putri.
"Iya pa, Angga akan ke kantor kalau lagi gak sibuk banget di kantor" ucap Angga.
"Makasih ya nak" ucap papa Lukman.
"Iya pa, sama-sama" ucap Angga.
"Permisi nya, tuan, makan malam nya sudah siap" ucap bibi yang barus saja masuk ke ruang tamu.
"Iya bi makasih ya" ucap mama Sofia.
"Iya sama-sama nya" ucap bibi lalu undur diri dari sana.
"Pa, sayang ayo kita makan malam" ajak mama Sofia.
Angga, mama Sofia dan papa Lukman pergi ke rumah makan, di sana semua menu sarapan sudah tersaji di atas meja.
Papa Lukman dan mama Sofia juga Angga duduk di kursi yang biasa mereka duduki, mama Sofia melayani piring sang suami, sedangkan Angga mengambil makan malam untuk nya sendiri.
☘☘☘☘
Mama Lara masuk ke dalam kamar sang putri, mama Lara melihat Rara sedang tertidur di atas ranjang , padahal hari sudah sangat gelap.
"Astaga nih anak, tidur belum makan lagi" ucap mama Lara melihat Rara.
"Sayang, bangun kita makan malam dulu yuk" panggil mama Lara.
"Ma, Rara ngantuk banget" ucap Rara.
"Ayo bangun, papa sama kaka kamu udah nunggu di meja makan tuh kasian" ucap mama Lara.
Rara pun membuka kedua matanya, dan melihat jam yang sudah menunjukan pukul 8 malam, Rara lalu bangun dari tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
"Ayo sayang" panggil mama Lara.
Mama Lari dan juga Rara turun ke lantai bawa, kedua wanita itu langsung masuk ke ruang makan.
"Ma, kok lama Rara mana?" tanya papa Andi.
"Ini putri papa baru bangun" ucap mama Lara duduk di salah satu kursi dekat sang suami.
__ADS_1
"Ayo sayang duduk" ajak papa Andi.
"Ngantuk ya?" tanya kak Reyhan.
"Iya kak aku ngantuk banget, mama tuh bangunin aku" ucap Rara.
"Gimana gak di bangunin kamu belum makan sayang" ucap mama Lara.
"Udah-udah ayo kita mulai makan malamnya" ucap papa Andi.
Mereka pun memulai makan malam, Rara menikmati makan malamnya dengan diam, karena saat ini ia masi sangat mengantuk.
"Dek" panggil Reyhan.
"Iya kak ada apa?" tanya Rara.
"Kamu bikin nasi goreng tadi buat siapa?" tanya Reyhan.
Membuat gerakan makan Rara terhenti, lalu melihat ke arah sang kaka, Rara baru ingat tentang nasi goreng itu.
"Buat teman kak" ucap Rara, lalu kembali memakan makanan nya.
"Bukan buat Angga?" tanya Reyhan lagi.
"Iih, kakak kepo deh" ucap Rara.
"Tuh kan benar buat Angga" ucap Reyhan lagi.
"Iya kak" ucap Rara.
Reyhan melihat sang adik sambil tersenyum, sedangkan Rara sudah menunduk malu mengingat nasi goreng yang ia buat tadi.
"Bodoh banget si gue" ucap Rara dengan pelan.
"Kalian lagi ngomongin apa sih?" tanya mama Lara.
"Ada deh, mama kepo deh" ucap Rara.
Mama Lara hanya tersenyum melihat kedua anaknya yang saling bisik-bisik itu, mereka lalu melanjutkan makan malam mereka.
Setelah selesai menghabiskan makanan nya, Rara dengan cepat kembali lagi ke kamar, gadis itu beralasan kalau sudah sangat mengantuk padahal ingin cepat menghindari sang kaka.
"Aduh, kak Reyhan tau dari siapa sih, apa jangan-jangan bang Angga kasih tau kak Reyhan yah" ucap Rara seorang diri, mondar-mandir di dalam kamarnya.
"Tapi aku gak akan menyerah, besok aku akan mengirim sarapan lagi buat bang Angga, tapi minta di buatin sama bibi aja" ucap Rara seorang diri.
Gadis itu lalu kembali berbaring di atas ranjang king size miliknya, sambil melihat-lihat sosial media miliknya.
Next...
__ADS_1
Jangan lupa, Like, komen sama Vote ya guys...