
Senyum terbit di bibir gadis yang berseragam SMA itu, mama Sofia baru saja mengirim pesan pada Rara, dan mengajak gadis itu sarapan bersama di rumah dan Rara dengan senang hati mengiyakan karena akan bertemu dengan bang Angga.
Rara keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono, sebelum mengenakan seragam sekolahnya, Rara memoles wajahnya dengan sedikit bedak.
"Waktu nya pakai seragam" ucap Rara.
Selesai memakai seragamnya, Rara mengeringkan rambut dan menatanya dengan rapi.
Setelah merasa penampilannya sudah pas, Rara pun turun kelantai bawa, hari ini Rara tak ikut sarapan bersama anggota keluarga karena akan sarapan di kediaman mama Sofia.
Tokk...
Tokkk...
"Pa, ma buka pintunya dulu" ucap Rara mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya.
"Iya sayang sebentar" ucap mama Lara dari dalam.
Ccllekk...
"Ada apa pagi-pagi udah heboh aja" ucap mama Lara melihat sang putri yang sudah siap dengan seragam sekolah miliknya.
"Hehehe, Ma, Rara pamit dulu ya" ucap Rara sambil terkekeh geli.
"Berangkat ke sekolah kok pagi banget, ini baru jam 5 lewat 30 loh sayang" ucap mama Lara melihat jam yang menggantung di dinding kamar.
"Iya Rara mau sarapan di rumah tante Sofia, barusan tante kirim pesan ke Rara ma" ucap Rara dengan senang.
"Ya sudah kamu hati-hati ya, salam mama sama tante Sofia ya" ucap mama Lara.
"Iya ma, kalau gitu Rara pamit ya ma nanti kasih tau papa sama kaka aja" ucap Rara mengalami punggung tangan sang mama.
"Iya sayang" ucap mama Lara.
Setelah berpamitan lada mama Lara, Rara langsung pergi keluar dan mengeluarkan motornya dari garasi.
Menghidupkan motornya sejenak, lalu Rara mengemudikan motornya keluar dari halaman rumah mereka.
Suasana jalan masi sedikit sepi karena masi jam orang-orang bangun pagi, Rara mengemudikan motornya dengan sedikit cepat agar bisa segera sampai di rumah mama Sofia.
__ADS_1
☘☘☘☘
Kediaman rumah mama Sofia, saat ini wanita paru baya itu sedang sibuk menata menu sarapan di atas meja, selain ingin menyambut kedatangan Rara, mama Sofia juga kedatangan putri dan sang menantu.
"Bi, nanti long di taruh di meja ya kerupuk nya" ucap mama Sofia.
"Siap nya" ucap bibi yang masi menggoreng kerupuk kesukaan Alisa.
"Saya panggilkan bapak dan yang lain dulu ya ya bi" ucap mama Sofia.
Mama Sofia lalu berjalan ke arah kamar ingin memanggil kan sang suami, dan juga putri dan sang menantu.
"Sayang suami kamu masi tidur?" tanya mama Sofia yang melihat Alisa keluar dari kamar.
"Udah bangun kok ma, mas Bayu lagi di kamar mandi" ucap Alisa.
"Sarapan sudah siap ajak suami kamu ya sayang, mama mau panggilkan papa kamu dulu" ucap mama Sofia masuk ke dalam kamar.
"Iya ma" jawab Alisa.
Di lantai dua tepatnya di dalam kamarnya, Angga baru saja selesai bersiap-siap, Angga melihat penampilannya di depan cermin dan memperbaiki tata seragam dinasnya.
Suara dentingan ponsel milik Angga berbunyi, ternyata itu adalah pesan dari Ilham, kalau hari ini ia tidak ke kantor karena merasa kurang sehat. Angga membalas pesan dari sang sahabat, lalu turun me lantai bawa.
Baru saja berada di pertengahan anak tangga, sudah terdengar suara yang tidak asing dari arah ruangan tamu.
"Assalamualaikum tante, om" ucap Rara masuk ke dalam rumah Angga.
Membaut langkah Angga terhenti dan melihat gadis yang berseragam SMA masuk ke rumah tengah.
"Hay sayang, kamu udah sampai ayo sini" ajak mama Sofia menyambut kedatangan Rara.
"Iya tan" ucap Rara.
Sedangkan Angga masi berdiri di tangga, gadis yang akan ia hindari sudah berada di rumahnya sepagi ini.
"Ini pasti kerjaan mama deh, hhuuuff" ucap Angga dalam hati.
Angga menuruni tangga sampai ke lantai bawa, bertepatan dengan Alisa dan Bayu yang baru saja keluar dari kamar.
__ADS_1
Rara melihat wanita yang baru saja keluar dari kamar, wanita yang menjadi pengantin tempo hari.
Alisa juga melihat gadis yang berseragam SMA ini, lalu mama Sofia mengenalkan Rara pada putri sulungnya nya.
"Sayang ini Rara, yang pernah mama ceritain nolongin mama waktu keserempet motor di depan butik teman mama" ucap mama Sofia.
"Makasih ya Ra, udah nolongin mama aku" ucap Alisa memeluk Rara.
"Iya kak, sama-sama" ucap Rara membalas pelukan Alisa.
"Ngak, ada Rara loh" ucap mama Sofia tersenyum melihat sang putra.
"Mama nih pagi-pagi udah bikin mood aku gak baik aja" ucap Angga dalam hati nya.
"Karena semuanya sudah siap, ayo kita langsung sarapan aja ya" ajak mama Sofia.
Semaunya pergi ke ruang makan, Angga lagi-lagi memasang wajah dingin dan cuek pada Rara.
Rara duduk di dekat Angga, sesekali gadis itu mencuri pandang pada pria yang sudah siap dengan seragam dinasnya itu.
"Aduh bang Angga keren banget sih kalau di liat dari dekat gini, bikin jantung aku mau copot aja, apa lagi bau parfumnya auw lala wangi banget" ucap Rara dalam hati sambil mencuri pandang melihat pria dingin itu.
Alisa dan Bayu yang duduk berdekatan tersenyum melihat tingkah Rara, gadis itu ketahuan telah mencuri pandang pada Angga yang menikmati sarapannya dengan ekspresi dinginnya.
"Ra, sarapannya enak gak?" tanya mama Sofia.
"Enak kok tan, Rara suka" ucap Rara sambil tersenyum melihat mama Sofia.
"Apa lagi anak tante ini, Rara lebih suka" kata Rara tentunya dalam hati.
"Sayang kamu ke sini bawa motor?" tanya mama Sofia.
"Iya tan, Rara bawa motor" ucap Rara.
"Nanti motor kamu di tinggal aja di sini ya, biar Angga yang anter kamu ke sekolah" ucap mama Sofia membuat pergerakan makan Angga terhenti melihat sang mama.
"Gak papa sayang, cuma anter ke sekolah aja kok, bukan ke pelaminan" ucap mama Sofia menjahili sang putra, membuat semau yang ada di situ tersenyum melihat Angga.
"Gak papa tante Rara bawa motor sendiri aja" ucap Rara.
__ADS_1
"Gak papa sayang, biar anak mama aja yang anter" ucap mama Sofia sambil tersenyum melihat sang putra.