Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Ilham & Feli Ke Puncak


__ADS_3

Angga menceritakan semua pada Reyhan, tentang dirinya yang hampir di jebak oleh Sasmita.


Reyhan yang mendengar itu semua menjadi emosi dan marah, pasti sang adik akan bersedih kalau mengetahui semua ini.


"Loh harus lebih berhati-hati Nga, Sasmita gak akan berhenti buat ngejar loh," ucap Reyhan dari balik telpon.


"Iya Han, tapi gue juga kasian sama Ilham, karena gue ngajak dia, dia sampai harus menjadi korban," ucap Angga.


"Gak papa, dia kan jadi bertemu jodohnya," ucap Reyhan.


"Iya juga sih," ucap Angga.


"Calon istri gue lagi ngapain?" tanya Angga.


"Baru pulang habis kuliah, Nga kata Rara dia di ikutin sama mobil waktu pulang ke apartemen," ucap Reyhan.


"Apa, siapa yang berani-berani mengikuti Rara," ucap Angga mulai kuatir.


"Gue juga gak tau Nga, mulai besok gue yang bakalan antar jemput Rara, takutnya ada apa-apa nanti," ucap Reyhan dari balik telpon.


"Jangan biarin Rara ke kampus sendirian Han, gue kuatir banget," ucap Angga.


Reyhan dari seberang telpon bisa mendengar suara kuatir sang sahabat, apa lagi Angga sudah mencintai Rara begitu dalam.


"Iya loh tenang aja, gue akan siap siaga jagain adik gue," ucap Reyhan.


"Makasih Han, cuma sama loh gue bisa nitip Rara saat kita lagi jauhan gini," ucap Angga.


"Iya santai aja," ucap Reyhan.


Keduanya lalu menyudahi obrolan di telpon, karena Angga juga harus menelpon sang kekasih. Pasti Rara juga sudah menunggu.


****


Ilham terlihat sedang termenung di balkon kamarnya, Ilham melihat ke arah balkon kamar rumah sebelah yang tak lain adalah rumah Feli.


Ilham mengingat kejadian kemarin yang menimpah ia dan Feli, Ilham mengusap rambutnya dengan kasar.


"Hay," sapa seseorang dari balkon sebelah.


Ilham melihat ke arah suara itu dan di sana Feli berdiri dengan mengunakan piyama tidur nya. Rupanya Feli baru saja bangun tidur.


"Kapan kamu pulang?" tanya Ilham.


"Semalam," ucap Feli sambil tersenyum. Membuat Ilham membalas senyum wanita itu.


"Nanti siang aku jemput yah," ucap Ilham.


"Mau ke mana?" tanya Feli.


"Ikut aja, kita weekend bersama," ucap Ilham.


"Oke deh, kalau gitu aku siap-siap yah," ucap Feli.


"Emang sekarang jam berapa?" tanya Ilham.


"Udah jam sembilan," ucap Feli.


"Udah jam sembilan dan kamu baru bangun?" tanya Ilham.


Feli menjadi malu sendiri, melihat Ilham. Apa lagi saat ini Feli masi mengunakan piyama dan juga rambut acak-acakan.


"Feli kamu mama cariin ada di sini," ucap mama Feli.


"Ma," ucap Feli.


Mama Feli melihat ke arah balkon sebelah, di mana Ilham sedang berdiri di balkon kamarnya.


"Hay tante," sapa Ilham dengan sopan.


"Hay," sapa mama Feli dengan ramah.


"Anak mama kok belum mandi udah ngobrol sama cowok sih, gak malu yah rambut masi terbang-terbang gini," ucap mama Feli melihat sang putri.


"Ih, mama apaan sih," ucap Feli menunduk malu.


"Cepat mandi, mama sama papa tunggu di bawa yah," ucap mama Feli.


"Iya ma," ucap Feli.


Feli melihat sang mama kembali masuk ke dalam, lalu Feli berbalik melihat ke arah Ilham yang masi berdiri di sana sambil tersenyum.


"Sana mandi, dan dandan yang cantik juga," ucap Ilham.


"Iya, kalau gitu aku masuk dulu yah," ucap Feli.


"Iya," ucap Ilham tersenyum manis.


Feli berbalik dan masuk ke dalam kamarnya, Ilham melihat punggung Feli yang menghilang dari balik pintu balkon kamarnya.


Ilham lalu masuk juga ke dalam kamarnya untuk bersiap-siapa, karena ia akan mengajak Feli ke suatu tempat.


****


"Untuk apa kamu datang ke sini ha?" tanya Sasmita dengan marah pada sang suami.


"Kenapa, saya ini masi suami kamu kalau kamu lupa," ucap suami Sasmita.


"Kamu bukan suami saya, kamu u selingkuh dengan wanita lain," ucap Sasmita dengan suara keras.


"Jaga suara kamu Sasmita, saya ini suami kamu," ucap sang suami memegang dagu Sasmita dengan kuat.


Sasmita dengan tatapan marah melihat ke arah sang suami, Sasmita benci melihat wajah suaminya itu.


"Lepas, kamu gak punya hak menyentuh saya," ucap Sasmita.

__ADS_1


Sasmita berdiri dan pergi ke dalam kamar mandi, suara bantingan pintu terdengar begitu keras di telinga sang suami.


Sasmita melihat wajahnya di balik cermin, senyum terbit di bibir Sasmita.


"Wajah ku masi cantik, Angga pasti akan tergila-gila sama aku, aku akan bikin Angga sampai berlutut di hadapan ku," ucap Sasmita.


Sasmita sudah banyak meng hallu, dan pasti lama kelamaan Sasmita akan menjadi gila, karena obsesinya pada Angga.


"Sasmita buka pintunya," ucap sang suami dari balik pintu.


"Mau ngapain lagi sih tuh orang, ganggu gue lagi mikirin Angga aja," ucap Sasmita dengan kesal.


"Sasmita buka pintunya," ucap sang suami.


Celkk...


"Mau apa lagi sih kamu ha, kenapa gak pergi aja," ucap Sasmita.


"Makan dulu, saya udah belikan makan siang buat kita," ucap sang suami.


"Gak usah, saya gak laper," ucap Sasmita.


"Ayo, kamu harus dengerin suami kamu," ucap sang suami menarik tangan Sasmita dengan kuat.


"Lepas sakit tau," ucap Sasmita.


"Makanya kalau di bilangin suami itu dengar, jangan ngeyel terus," ucap sang suami mendudukkan Sasmita di kuris meja makan.


Sasmita melihat menu makana yang ada di atas meja, ada beberapa menu kesukaan Sasmita yang di pesankan oleh sang suami. Sasmita lalu melihat ke arah sang suami.


"Ayo makan, aku tau kamu pasti belum makan siang kan," ucap sang suami.


"Wanita selingkuhan kamu mana?" tanya Sasmita, membuat pergerakan sang suami terhenti.


"Bisa gak sih kamu gak bahas itu sekarang, kita ini baru mau mulai makan," ucap sang suami yang sudah mulai emosi.


"Kenapa, apa aku salah menanyakan selingkuhan kamu ha," ucap Sasmita dengan suara keras.


Sang suami menghela nafas kasar, Sasmita selalu saja memulai pertengkaran saat mereka sedang bersiap makan bersama.


Sasmita melihat sang suami beranjak dari kursi yang ia duduki, selera makan sang suami sudah hilang mendengar Sasmita yang selalu mencari hal dengannya untuk memulai pertengkaran.


"Kamu makan aja sendiri," ucap sang suami pergi dari dapur.


Sasmita hanya melihat kepergian sang suami, dan menatap menu makan siang tampa selera juga.


Sasmita juga ikut berdiri dan pergi ke kamar, membiarkan makanan yang tertata di atas meja begitu saja, tampa membereskan.


****


Hari weekend Angga hanya di rumah saja bersama kedua orang tuanya. Mama Sofia terlihat sedang menuangkan sirup ke dalam loyang besar, Angga mendekati sang mama dan duduk di kursi meja makan.


"Ma, lagi bikin apa?" tanya Angga.


"Cobain deh," ucap mama Sofia memberikan segelas pada Angga.


"Enak ma, udah manis juga," ucap Angga.


Mama Sofia tersenyum melihat sang putra, Angga tidak mengatakan pada kedua orang tuanya, soal kemarin di mana Sasmita yang sudah berbuat ulah.


"Bi tolong panggilkan bapak yah," ucap mama Sofia.


"Baik bu," ucap Bibi pergi memanggil papa Lukman.


Angga kembali meminum buah yang tersisa di dalam gelas yang di berikan oleh mama Sofia.


****


Ilham sudah menunggu di dalam mobil, Feli melihat dari depan pintu kalau Ilham sudah menunggu di depan.


"Ma, pa aku pamit dulu yah," ucap Feli pamit pada kedua orang tuanya.


"Mau ke mana?" tanya mama Feli.


"Mau jalan ma," ucap Feli.


"Mau jalan sama siapa?" tanya papa Surya.


"Teman pa, udah nunggu di depan," ucap Feli.


"Teman apa pacar, kenapa gak di panggil masuk?" tanya mama Feli.


"Nanti aja yah, Feli pamit duku pa, ma," ucap Feli.


Feli keluar rumah dan langsung masuk ke dalam mobil Ilham, dari balik kaca mama Feli dan papa Surya melihat sang putri masuk ke dalam mobil sambil tersenyum.


"Pa, itu bukannya mobil tetangga sebelah yah," ucap mama Feli.


"Papa murah tau ma, emang mama pernah liat tetangga sebelah?" tanya papa Surya melihat sang istri.


"Iya pa, kalau gak salah polisi," ucap mama Feli.


"Feli pernah bilang sama papa, kalau dia punya pacar seorang polisi ma," ucap papa Surya.


"Yah berarti yang tetangga sebelah itu pa, mobilnya mama juga kenal banget kok kalau lewat," ucap mama Feli.


"Nanti kita tanyakan lagi sama Feli ma, sekarang ayo lanjut makan siang dulu, biarkan saja anak muda," ucap papa Surya.


Ilham melihat ke arah Feli yang sedang duduk di kursi samping, hari ini Ilham akan mengajak Feli ke suatu tempat.


"Kita mau ke mana sih?" tanya Feli melihat ke arah Ilham.


"Ada deh, ikut aja nanti juga tau," ucap Ilham.


Ilham melihat wajah Feli yang cemberut, Ilham di buat gemes dengan tingkah Feli yang begitu mengemaskan.

__ADS_1


"Kenapa liatin aku terus?" tanya Feli.


"Kamu cantik," ucap Ilham tersenyum manis.


"Kan kamu yang minta aku buat dandan cantik, yah aku ikutin dong apa kata pacar aku," ucap Feli dengan pelan.


"Kata siapa tadi?" tanya Ilham.


"Kata kamu," ucap Feli.


"Gak buka itu, tadi kamu bilang kata siapa," ucap Ilham lagi.


"Kata pacar aku, udah dengar kan?" ucap Feli.


"Iya udah dengar kok," ucap Ilham tersenyum menang melihat wajah kesal Feli.


Feli melihat ke luar jendela, saat ini mobil yang di kendarai oleh Ilham menuju puncak.


Karena menempuh perjalanan cukup jauh, Feli yang sedang duduk di samping Ilham pun tertidur pules, Ilham melihat ke arah samping saat mobil mereka sudah tiba di puncak.


Senyum terbit di bibir Ilhan dan mendekati Feli, Ilham melepaskan sabuk pengaman yang di gunakan oleh Feli dan tidak membuat Feli bangun dari tidurnya.


"Sayang, bangun kita sudah sampai," ucap Ilham.


Dengan pelan Feli membuka kedua matanya, dan melihat saat ini mereka sudah sampai di salah satu vila yang ada di puncak.


"Kita udah sampai?" tanya Feli melihat ke arah Ilham.


"Iya, ayo turun," ucap Ilham.


Feli dan Ilham pun turun dari dalam mobil, keduanya langsung masuk ke dalam Vila yang ada di depan mereka.


"Wah indah banget," ucap Feli melihat ke luar balkon Vila.


Ilham melihat Feli yang begitu senang menikmati pemandangan di luar sana, Ilham lalu mendekat ke arah Feli dan melihat wajah sang kekasih.


"Kamu senang gak?" tanya Ilham.


"Iya senang banget, pemandangannya indah," ucap Feli sambil menikmati angin yang berhembus.


"Kok kamu bisa tau si ada tempat sebagus ini," ucap Feli.


"Iya lah, aku pernah ke sini sama teman-teman dulu," ucap Ilham melihat jauh ke gunung-gunung.


"Sama pacar juga gak?" tanya Feli.


Ilham melihat ke arah Feli sambil tersenyum, lalu kembali melihat pemandangan.


"Gak, datang sama pacar baru sama kamu," ucap Ilham.


Feli melihat ke arah Ilham, lalu mendekati Ilham dan memeluk lengan Ilham dengan manis, membuat Ilham melihat ke arah Feli.


"Makasih yah, udah ngajak aku ke sini," ucap Feli melihat wajah Ilham.


"Iya sama-sama," ucap Ilham mencubit hidung Feli dengan pelan.


"Jangan di cubit-cubit," ucap Feli.


"Kenapa?" tanya Ilham.


"Sakit," ucap Feli.


Ilham membawa Feli ke dalam pelukan nya, mereka menikmati pemandangan yang begitu indah dari balkon Vila yang tak terlalu besar itu.


"Kita ke sana yuk," ajak Ilham.


"Iya, kita ambil foto yuk pemandangannya juga bagus banget," ucap Feli.


"Ayo," ajak Ilham juga.


Ilham dan Feli berpose berdua dan juga mengambil banyak foto, keduanya mengabadikan momen mereka jalan-jalan kali ini. Ilham juga langsung Menganti foto profil sosial media miliknya.


"Liat deh sayang, Angga ngomen," ucap Ilham.


"Kalau punya pacar udah di ajak dia, mau gimana Rara jauh," ucap Ilham.


"Iya nanti jadi obat nyamuk lagi," ucap Feli.


Feli mengajak Ilham ke kebun-kebun yang ada di sekitaran Vila, dengan trik matahari yang begitu panas keduanya mengabadikan momen berdua.


"Aaakkhhh..." Feli berteriak karena ada ulat kecil yang tiba-tiba berada di atas sepatu yang ia pakai.


"Ada apa?" tanya Ilham kuatir.


"Ada ulet, aku takut banget itu ulat nya," ucap Feli sambil melompat-lompat.


"Diam di situ, biar aku yang ambil," ucap Ilham.


Ilham dengan pelan mengambil ulet itu dan memberikan pada Feli, Feli dengan cepat memeluk Ilham, membuat Feli begitu ketakutan. Ilham tertawa sambil memeluk Feli, membuat gadis itu menjadi kesal dengan ulah sang kekasih.


"Gak lucu," ucap Feli.


Ilham langsung dengan cepat mencuri kecupan di bibir Feli, membuat gadis itu kaget dan menatap Ilham tak percaya.


Feli lalu membenamkan wajahnya di dada bidang Ilham, karena saat ini Feli berada di gendongan Ilham.


"Mau lanjut jalan-jalan atau kembali ke Vila?" tanya Ilham melihat Feli.


"Balik aja, aku takut banyak ulet," ucap Feli tanpa mengangkat kepalanya.


"Oke," ucap Ilham mengendong Feli kembali masuk ke dalam Vila.


Feli yang berada di gendongan Ilham hanya diam saja, sedangkan Ilham sambil tersenyum melihat sang kekasih yang membenamkan wajahnya di dada bidang Ilham.


Next...

__ADS_1


__ADS_2