Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Obrolan Mama Lara & Rara


__ADS_3

"Ternyata kisah cintanya mama sama papa dulu sama kaya aku sekarang,, apa bisa aku buat bang Angga suka sama aku, secara kan bang Angga selalu dingin kalau mau ketemu aku" ucap Rara dalam hati.


Mama Lara melihat sang putri sedang melamun, seperti memikirkan sesuatu.


"Sayang kamu kenapa kok bengong sih?" tanya mama Lara.


"Gak papa kok ma, aku cuma mikirin kisah cinta mama sama papa aja" ucap Rara tersenyum melihat sang mama.


"Ya kalau udah di takdir kan berjodoh, sesulit apapun rintangannya pasti akan bersatu sayang" ucap mama Lara.


"Iya mama benar" ucap Rara.


"Kamu lagi jatuh cinta ya, sama siapa?" tanya mama Lara.


"Gakk kok ma, Rara itu cuma nanya aja" ucap Rara sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Jangan bohong sayang mama tau kok, kalau kamu lagi jatuh cinta" ucap mama Lara.


Rara melihat sang mama lalu membuang nafasnya dengan kasar, Rara lalu mengatakan pada sang mama.


"Iya ma, Rara suka sama bang Angga anaknya tante Sofia" ucap Rara akhirnya jujur.


"Anaknya tante Sofia yang polisi itu sayang?" tanya mama Lara kaget.


"Iya ma" jawab Rara.


"Terus, anak nya tante Sofia udah tau kalau kamu suka dia" tanya mama Lara.


"Udah ma, tapi bang Angga dingin banget sama aku dan gak pernah mau dekat sama aku" ucap Rara.


Mama Lara tersenyum melihat putrinya itu.


"Tetap semangat oke, mama dukung kamu nanti mama juga coba ngomong sama tante Sofia ya" ucap mama Lara.


"Oke ma" ucap Rara memeluk sang mama, mama Lara juga membalas pelukan sang putri.


"Jangan sedih ya sayang tetap semangat oke" ucap mama Lara lagi.


"Oke siap ma" ucap Rara.


"Anak mama ini cantik, gak mungkin polisi itu nolak" ucap mama Lara.


"Makasih ya ma" ucap Rara.


"Iya sayang" ucap mama Lara.


Tokk..


Tokk..


Suara ketukan pintu terdengar dari luar, mama Lara dan Rara saling pandang.


"Itu pasti papa ma" ucap Rara.

__ADS_1


"Mama buka pintunya dulu ya sayang" ucap mama Lara.


"Iya ma" jawab Rara.


Mama Lara beranjak membuka pintu, dan benar saja papa Andi berdiri di sana sambil membawa sesuatu.


"Papa, itu apa?" tanya mama Lara.


"Berkas ma, tadi Rudi baru nganter, mama ngapain di sini papa cariin juga" ucap papa Andi.


"Mama lagi ngobrol sama Rara pa" ucap mama Lara.


"Ya sudah papa ke ruang kerja lagi ya, masi mau periksa beberapa berkas" ucap papa Andi.


"Iya pa" ucap mama Lara.


Mama Lara kembali masuk dan mengobrol lagi bersama sang putri.


☘☘☘☘


Suasana pesta pernikahan Sasmita sangat meriah dan banyak tamu undangan yang hadir, tak sedikit juga dari pada kalangan bisnis yang hadir.


Angga, Ilham dan Reyhan masi duduk di meja yang sama, sedangkan wanita bersama Reyhan tadi sudah bergabung dengan teman-temannya yang lain.


Tidak sedikit juga para kaum hawa yang melirik meja yang di duduki ketiga pria tampan itu, tapi mereka hanya cuek dan tidak memperdulikan banyaknya mata memandang.


"Rey, loh jadi balik Itali lusa?" tanya Ilham.


"Yoi bro, gue pengen cepat-cepat selesai studi gue" ucap Reyhan melihat kedua sahabatnya.


"Soal banyak ya banyak, tapi gue gak kepentok sama bole" ucap Reyhan sambil tertawa.


"Cuma kepentok sama yang tadi?" tanya Ilham lagi.


"Gak lah, gue sama dia cuma teman aja kok gak lebih" ucap Reyhan.


Ilham lalu melirik Angga yang sedari tadi hanya diam saja, Ilham lalu melihat ke arah Reyhan dan memberikan kode lewat pandangan mata.


"Nga, kok diam aja sih?" tanya Reyhan.


"Gak papa kok, dengerin oleh berdua ngobrol aja" ucap Angga.


"Udah gak usah galau gitu lagi" ucap Ilham.


"Gak kok siapa yang galau" ucap Angga sambil tersenyum.


Ketiga pria itu lalu kembali mengobrol tentang pekerjaan, dan hal-hal lain.


"Hay, boleh gabung gak" ucap dua orang wanita.


Angga, Ilhan dan Reyhan saling pandang, lalu melihat kedua wanita itu.


"Gak boleh di sini cuma khusus pria saja" ucap Angga dingin.

__ADS_1


"Sayang ganteng-ganteng kok dingin sih" ucap salah satu wanita itu.


"Maafin teman kita ya mbak" ucap Ilham.


Sedangkan Reyhan hanya tersenyum melihat ekspresi Angga dan Ilham, sedangkan kedua wanita itu sudah berlalu karena perkataan dingin Angga.


"Kalau mau ketawa ya ketawa aja, gak usah di tahan" ucap Angga melihat Reyhan.


"Ada cewek kok loh gitu sih" tanya Ilham.


"Itu ma suka-suka loh aja" ucap Angga, membuat tawa Reyhan lepas di sana.


"Loh tuh ya dari duku gak pernah berubah tau gak" ucap Reyhan melihat Ilham.


"Sampai kapan pun gue gak berubah bro, gini terus kali" ucap Ilham.


"Loh cariin jodoh dia bule deh" ucap Angga melihat Reyhan.


"Jangan deh, kasian anak orang nanti" ucap Reyhan sambil tertawa.


Sedangkan Ilham melihat kedua sahabatnya itu dengan kesal, membaut tawa Reyhan dan Angga terdengar nyaring di sana.


"Loh bersua liat aja nanti gue bawa pacar" ucap Ilham dengan bangga.


"Kita tunggu bro" ucap Reyhan di sisa tawanya.


☘☘☘☘


Mama Sofia dan papa Lukman sedang mengobrol di ruang tengah sambil menonton TV.


"Pa, mama liat nak Rara suka deh sama Angga" ucap mama Sofia melihat sang suami.


"Tapi mama kan tau anak kita seperti apa, takutnya nanti nak Rara sakit hati" ucap papa Lukman melihat sang istri juga.


"Tapi kan apa salahnya mencoba mereka agar mau.lebih dekat lagi pa, syapa tau aja Angga akan kembali seperti dulu lagi" ucap mama Sofia.


"Papa juga berharap Angga kembali seperti dulu lagi, gak cuek dan bersikap dingin seperti sekarang" ucap papa Lukman.


"Iya pa, mama juga sedih liat Angga gitu" ucap mama Sofia.


"Kita sabar aja, semoga ada wanita yang bisa membuat Angga kembali ceria lagi seperti dulu" ucap papa Lukman.


"Iya pa, mama sangat berharap nak Rara bisa meluluhkan hati Angga yang dingin itu" ucap mama Sofia.


"Iya ma" ucap papa Lukman.


"Pa, besok Alisa sama Bayu akan menginap disini" ucap mama Sofia dengan senang.


"Mereka gak jadi pergi bulan madu ma?" tanya papa Lukman.


"Seminggu lagi pa mereka akan pergi bulan madu ke bali" ucap mama Sofia.


"Papa juga udah kangen banget sama putri papa itu" ucap papa Lukman.

__ADS_1


"Iya pa mama juga, gak sabar pengen ketemu mereka" ucap mama Sofia sambil tersenyum senang.


Mama Sofia dan papa Lukman larut dalam obrolan sambil menunggu sang putra pulang.


__ADS_2