Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Nasi Goreng Untuk Reyhan


__ADS_3

Sudah lima hari Lishi tinggal bersama Rara dan Reyhan di apa temen mereka, dan kini saatnya Lishi kembali ke indonesia.


Rara melihat Lishi yang sedang menyiapkan barang-barang nya yang akan ia bawa pulang. Rara duduk di sisi ranjang.


"Kak, kaka yakin mau balik sekarang?" tanya Rara.


"Iya Ra, kedua orang tua aku juga udah sering nelpon, nanya kapan aku pulang," ucap Lishi melihat Rara sambil tersenyum.


"Jadi gak punya teman tidur lagi deh," ucap Rara.


Lishi tersenyum melihat Rara, Lishi merasa terhibur bisa tinggal di apartemen Rara dan Reyhan, mereka bisa melakukan banyak hal selama bersama. Tapi Reyhan hanya diam saja dan engan mengajak Lishi mengobrol, tak seperti mereka pertama bertemu di lift.


"Apa kaka, gak enak sama kak Rey yah?" tanya Rara menatap Lishi serius.


"Gak kok Ra, kamu sama Reyhan itu baik, aku bersyukur banget kalian udah nolongin aku waktu itu, aku gak tau lagi kalau gak ada kalian berdua," ucap Lishi sedih.


"Udah kaka jangan sedih yah, nanti kita bisa bertemu di indonesia kalau aku sama kak Rey udah kembali," ucap Rara memeluk Lishi.


Keduanya berpelukan, tampa mereka sadari Reyhan melihat mereka dari celah pintu yang sedikit terbuka. Awalnya Reyhan ingin menemui sang adik, tapi melihat Rara dan Lishi sedang asik mengobrol membuat Reyhan mengirimkan niatnya untuk masuk.


Rara dan Lishi melepaskan pelukan mereka, Rara tersenyum melihat Lishi yang terlihat sedih.


"Kaka kok sedih, apa kaka masi menyukai pacar kaka itu?" tanya Rara.


"Udah gak lagi Ra, aku udah buang jauh-jauh perasaan aku sama pria itu, sekarang aku hanya mau fokus bekerja setelah tiba di indonesia," ucap Lishi tersenyum manis.


Dari balik pintu, Reyhan bisa melihat kalau senyum Lishi adalah senyum paksa, Reyhan tau kalau hati gadis itu sedang hancur saat ini. Apa lagi Lishi melihat langsung, kalau Romeo berdua di hotel bersama wanita bule.


"Kaka harus semangat oke, jangan sedih lagi. Masi banyak cowok baik di luar sana, di sini juga ada," ucap Rara sambil tersenyum geli.


Lishi mengernyit keningnya dengan heran, mendengar apa yang di katakan oleh Rara.


"Di sini siapa Ra?" tanya Lishi penasaran.


"Kak Rey, hehehe," ucap Rara sambil tersenyum.


"Kamu ini," ucap Lishi ikut tertawa melihat kejahilan Rara.


Dari cela pintu Rey masi melihat sang adik dan juga Lishi, Reyhan lalu pergi setelah melihat kedua gadis itu bersiap keluar kamar.


"Kak tunggu di sini yah aku mau liat kak Rey dulu," ucap Rara.


"Iya Ra," ucap Lishi.


Rara pergi untuk melihat sang kaka, sedangkan Lihsi duduk di ruang tengah sambil menunggu Rara.


Keduanya berencana akan pergi ke luar, Lishi ingin mencari oleh-oleh untuk keponakannya yang lucu itu.


Tak lama kemudian Rara kembali sambil kenci mobil, Reyhan juga mengikuti sang adik dari belakang.


"Dek, hati-hati bawa mobilnya," ucap Reyhan.


"Iya kak," ucap Rara.


"Ayo kak kita pergi sekarang," ajak Rara.


"Kak kita pergi dulu yah," ucap Rara mencium pipi sang kaka engan jahil.


"Iya, hati-hati," ucap Reyhan.


Lishi melihat Reyhan, begitu pun dengan Reyhan. Lalu Rara menarik tangan Lishi pergi keluar dari apartemen.


Reyhan melihat kepergian sang adik dan juga Lishi, Reyhan lalu duduk di sofa yang ada di dekatnya sambil memikirkan sesuatu.


****


Sasmita akan melakukan segala cara, agar ia bisa kembali bersama dengan Angga lagi. Seperti saat ini Sasmita sedang melihat Angga dan anggota yang lain melakukan razia di jalan perempatan.


"Gue akan lakukan apapun Nga, agar bisa bersama kamu lagi," ucap Sasmita seorang diri.


Sasmita memang tak tau malu, udah jadi istri orang sekarang masi ingin mendekati Angga, padahal Sasmita dan suaminya itu belum bercerai sekarang.


Sasmita melihat Angga sedang berjalan ke arah pos, Sasmita masi mengamati Angga dari dalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari pos polisi.


Angga terlihat sedang berbincang dengan atasan mereka, lalu di susul oleh anggota lain juga mendekat ke arah pos.


Ilham yang sedang duduk di dalam pos melihat mobil yang terparkir tak jauh dari pos polisi, Ilham mengenali pemilik mobil itu.

__ADS_1


"Nga," panggil Ilham.


"Ada apa?" tanya Angga melihat Ilham.


"Itu bukannya mobilnya Sasmita," ucap Ilham.


Angga melihat ke arah yang di katakan oleh Ilham, dan benar saja itu adalah mobil Sasmita.


"Mau ngapain lagi sih yuh orang, gak berhenti berhenti gangguin hidup gue," ucap Angga dalam hati.


Ilham menepuk punggung sang sahabat dengan pelan, Angga menatap Ilham dengan kesal.


"Sabar, mungkin sekarang dia baru nyesal karena udah nyia-nyiain loh," ucap Ilham.


"Gue gak mau nanti Rara salah paham sama gue," ucap Angga.


"Tenang, serahin semua sama gue, biar gue yang bereskan mereka," ucap Ilham sambil mengangkat sebelah keningnya.


Jam makan siang tiba, Angga dan anggota yang lain pun pergi untuk mencari makan siang di sekitar situ. Sasmita masi terlihat berada di dalam mobil nya.


"Kita cari makan di tempat lain aja," ucap Angga pada Ilham.


"Oke," ucap Ilham.


Angga dan Ilham masuk ke dalam mobil, lalu meninggalkan area situ. Sasmita mengikuti mobil mereka dari belakang, Ilham yang mengemudi mobil melihat kalau saat ini Sasmita sedang mengikuti mereka.


"Kita langsung ke kantor saja," ucap Angga.


"Kita gak makan siang dulu Nga, gue laper banget," ucap Ilham melihat Angga.


"Gue udah pesan online, nanti makan siang di kantor aja," ucap Angga.


"Oke," ucap Angga.


Ilham mengemudikan mobilnya ke kantor, Angga tidak mau bertemu dengan Sasmita, jadi ia dan Ilham memili untuk kembali ke kantor saja.


"Loh kok mereka mala kembali ke kantor sih, sial bikin gue nunggu lama aja dari tadi," ucap Sasmita sorang diri.


"Loh sekarang bisa bisa ngindarin gue Nga, tapi gue gak akan berhenti buat deketin loh lagi," ucap Sasmita lalu ia mengemudikan mobilnya pulang ke rumah.


****


Lishi mengambil jaket itu dan memegang nya cukup lama, Lishi melihat ke arah pinyu. Saat ini hanya ia dan Reyhan saja di apartemen, karena Rara sudah pergi ke kampus setelah mereka kembali habis membeli oleh-oleh.


Liahi akan mengembalikan jaket milik Reyhan, karena nanti malam ia akan kembali ke indonesia.


Lishi keluar dari kamar dan berjalan ke arah kamar Reyhan. Lishi dengan ragu mengetuk pintu kamar Reyhan, Reyhan yang sedang vidio call dengan sang sahabat pun melihat ke arah pintu yang di ketuk.


"Bentar Nga, ada yang ngetuk pintu kamar gue," ucap Reyhan membiarkan sambungan vidio masi terhubung dan ponsel milik Reyhan menyandar di bantal guling.


Clekk...


Reyhan melihat Lishi berdiri di depan pintu sambil memegang jaket miliknya. Lishi memberanikan diri untuk melihat Rayhan.


Keduanya terdiam cukup lama. Sampai Lishi membuka suara terlebih dahulu.


"Ini jaket kamu, makasih udah nolongin aku," ucap Lishi dengan pelan.


Reyhan menatap wajah Lishi cukup lama, membuat Lishi jadi salah tingkah dan menunduk malu.


Bukannya mengambil jaket, Reyhan malahan memegang tangan Lishi, membuat Lishi kaget dan melihat wajah tampan Reyhan.


"Jaketnya," ucap Lishi gugup.


Reyhan menarik tangan Lishi masuk ke dalam kamarnya, membuat Lishi kaget dengan perlakuan Reyhan.


"Ini jaket kamu," ucap Lishi lagi.


"Kau bawa saja," ucap Reyhan.


"Kenapa, apa kamu jiji memakai jaket dari aku pakai?" tanya Lishi.


"Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu?" tanya Reyhan.


"Karena kamu gak mau ambil jaket kamu," ucap Lishi.


Reyhan tersenyum melihat ke arah lain, membuat Lishi heran dengan perlakuan Reyhan.

__ADS_1


"Kamu salah," ucap Reyhan menatap Lishi dengan serius.


Lishi diam melihat wajah tampan Reyhan, Reyhan lalu melihat ke arah jaket yang di pegang oleh Lishi.


"Kamu bawa saja, agar ada yang kamu ingat-ingat," ucap Reyhan.


Keduanya saling pandang cukup lama, lalu Lishi melihat ke arah ranjang Reyhan. Di mana seseorang berseragam polisi sedang melihat mereka.


"Kenapa?" tanya Reyhan.


Lishi menunjuk ke arah ranjang dengan wajahnya, membuat Reyhan mengikuti arah pandang Lishi.


"Sial, gue lupa kalau lagi vidio call sama Angga," ucap Reyhan dalam hati.


Reyhan lalu mendekati ponselnya dan memegang nya, Reyhan kesal melihat wajah sang sahabat yang sedari tadi tertawa.


"Loh kalau lagi ngomong sama cewek jadi lupa kalau lagi telponan sama gue," ucap Angga sambil tersenyum.


"Siapa tuh cewek, penasaran gue," ucap Angga lagi.


"Udah diam aja loh, nanti gue telpon lagi by," ucap Reyhan langsung mematikan sambungan telponnya.


Reyhan berbalik melihat ke arah Lishi, Reyhan lalu menarik tangan Lishi keluar dari dalam kamar Reyhan.


Reyhan menarik tangan Lishi sampai ke dapur.


"Bisa masak gak?" tanya Reyhan.


"Bisa tapi cuma nasi goreng aja," ucap Lishi.


"Tolong masakin nasi goreng buat gue sekarang," ucap Reyhan duduk di kursi meja makan.


"Iya," ucap Lishi meletakan jaket yang ada di tangan di salah satu kursi.


Reyhan tersenyum melihat Lishi yang sudah mulai sibuk dengan kupas-kupas bawang, sesekali Lishi melihat ke arah Reyhan.


Lishi mulai menumis bawang-bawangnya, dan aromanya mulai tercium dengan harum.


Tak menunggu waktu lama, nasi goreng buatan Lishi sudah siap di santap, Reyhan mencium wangi nasi goreng buat Lishi.


"Silahkan di coba," ucap Lishi.


"Kok cuma satu, kamu gak makan?" tanya Reyhan.


"Aku lagi diet, buat kamu aja," ucap Lishi.


"Oke, gue makan nih," ucap Reyhan dan Liahi hanya mengangguk saja.


Lishi bersiap pergi dari dapur, tapi di tahan oleh Reyhan.


"Mau ke mana?" tanya Reyhan melihat Lishi.


"Mau ke kamar, mau nyimpan ini," ucap Lishi menunjuk jaket milik Reyhan.


"Nanti aja, sekarang temani gue makan dulu," ucap Reyhan.


Liahi duduk di salah sayu kursi meja makan, Lishi melihat Reyhan yang begitu lahap menyantap nasi goreng buatannya.


"Nasi goreng nya enak yah?" tanya Lishi.


"Lumayan dikit," ucap Reyhan masi mengunyah nasi goreng buatan Lishi.


Lishi duduk dengan diam, sambil melirik ke arah Reyhan. Lishi melihat tidak ada air minum di atas meja dekat Reyhan, Lishi beranjak berdiri lagi dari duduknya.


"Mau ke mana lagi?" tanya Reyhan.


"Mau ambil minum buat kamu," ucap Lishi pergi mengambil minum untuk Reyhan.


"Ini minumnya," ucap Lishi meletakan gelas yang berisikan air puti di atas meja dekat Reyhan.


"Makasih," ucap Reyhan melihat Lishi.


"Iya," ucap Lishi dan kembali duduk di kuris.


Reyhan mengambil minum yang ada di dekatnya, lalu Reyhan kembali menghabiskan sisa nasi goreng yang ada di piring nya.


Next...

__ADS_1


__ADS_2