
Rara memikirkan motornya di garasi rumah, gadis itu turun dari atas motor dan langsung masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum ma" ucap Rara memasuki ruang tengah.
"Waalayikumsalam sayang, sini ada yang mau mama tanyakan" panggil mama Lara.
"Ada apa ma?" tanya Rara duduk di dekat sang mama.
"Kamu bikin sarapan nasi goreng buat siapa?" tanya mama Lara melihat sang putri.
"Buat teman ma, kenapa?" tanya Rara.
"Kamu tau gak, nasi goreng nya itu asin dan pedas banget sayang" ucap mama Lara.
"Hah, masa sih ma" tanya Rara gak percaya.
"Kalau kamu gak percaya, sana kamu cobain aja masakan kamu di meja makan masi ada kok" ucap mama Lara.
Dengan cepat Rara berlari ke ruang makan, ia sangat penasaran apa benar yang di katakan oleh sang mama,
Rara membuka penutup saji, dan melihat kalau nasi goreng nya masi berada di sana. Rara mengambil sendok dan langsung memakan nasi goreng yang ia masak tadi pagi.
Sesuap masuk ke dalam mulut, Rara dengan cepat lari ke arah tempat cuci piring, dan memuntahkan nas goreng yang ia makan tadi.
"Gila ini asin dan pedas banget" ucap Rara mengambil air puti untuk di minum.
Rara lalu kembali lagi ke ruang tengah, di mana sang mama berada.
"Gimana asin kan?" tanya mama Lara.
"Iya ma, asin dan pedes banget" ucap Rara.
"Kamu sih di bilangin gak percaya" ucap mama Lara.
"Aduh mati gue, gimana nanti kalau bang Angga makan nasi goreng dari gue, bodoh banget sih gue gak nyoba dulu" ucap Rara dalam hati.
Mama Lara menatap Rara dengan curiga, Rara seperti berperang dengan pikirkan nya sendiri saat ini.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Mama Lara.
"Rara gak papa kok ma, Rara ke kamar dulu ya ma" ucap Rara.
"Iya" ucap mama Lara.
Rara menaiki tangga menuju lantai atas, di mana kamarnya berada. Sampai di dalam kamar, Rara menghempaskan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya.
"Gimana ya kalau nanti bang Angga kepedesan)m" ucap Rara seorang diri sambil melihat-lihat langit-langit kamarnya.
Rara lalu mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam tas, lalu mengirim chat ke group yang hanya ada dia dan kedua sahabatnya.
__ADS_1
"Guys gimana dong ternyata nasi goreng gue asin dan pedes bangetπ" isi pesan Rara.
Ting...
Mendengar ada bunyi chet, Rara dengan cepat melihat ponsel miliknya dan benar saja kedua sahabatnya membalas pesan darinya.
"πππ" isi pesan Lia.
"π π€£, loh masak gak nyoba dulu sih, kasian bang Angga Ra" isi pesan dari Amel.
"Terus gue harus gimana dong, besok kan gue pengen buatin sarapan lagi buat bang Angga" isi pesan Rara.
"Saran gue sih, mendingan loh bawa sarapan yang di bikin bibi deh, dari pada bikin sendiri nanti asin lagi, kasian bang Angga nanti" isi pesan dari Amel.
"Benar tuh Ra, apa kata Amel" isi pesan dari Lia.
"Iya deh nanti gue bawa nasi goreng buatan bibi aja" isi pesan Rara.
Setelah itu Rara bangun dari baring nya, lalu gadis itu menganti seragam sekolahnya dengan pakaian rumah, lalu Rara kembali turun lagi ke lantai bawa untuk mencari keberadaan sang mama.
ββββ
Angga dan anggota yang lain saat ini sedang duduk di bawa pohon di depan kantor, mereka baru saja kembali habis bertugas.
"Nga ada bu Intan tuh" ucap salah satu Anggota.
"Sayang yah, padahal cantik loh" ucap Ilham.
"Loh mah selalu gitu" ucap salah satu teman mereka.
Sedangkan Angga hanya tersenyum melihat teman-temannya yang saling usil, Angga lalu mengingat nasi goreng tadi pagi.
Senyum terbit di bibir Angga mengingat sahabatnya tadi kepedesan memakan nasi goreng buatan gadis itu.
Angga dan anggota yang lain lalu kembali menjalankan tugas, tugas mereka kali ini adalah mengawal pak wali kota ke bandara. Angga, Ilham dan dua anggota yang lain masuk ke dalam mobil polisi.
Dalam perjalanan menuju bandara, dari dalam mobil Angga melihat Rara sedang mengendarai motornya sambil membonceng seseorang.
Rara yang sedang mengendarai motornya melihat ada mobil arakan polisi langsung saja minggir, sebagai pengendara yang tertib Rara selalu seperti itu.
"Nek, nenek mau turun di sana" tanya Rara.
"Iya nak, nenek mau turun di sana aja" ucap nenek yanga ada di boncengan Rara.
Rara tadi gak sengaja melihat nenek itu sedang menunggu angkot lewat, tapi karena lama dan nenek itu akan segera berjualan Rara pun menawarkan untuk mengantar nenek itu ke tempatnya yang biasa berjualan.
"Di sini aja neng, nenek jualan di situ" ucap nenek itu.
"Tunggu aku pikirin motor dulu ya nek" ucap Rara.
__ADS_1
Iya neng" ucap nenek itu.
"Awas nek, pelan-pelan turunnya" ucap Rara.
"Iya neng" ucap nenek.
Rara membantu menurunkan jualan nenek itu, Rara melihat nenek itu mengeluarkan uang dari dalam dompet miliknya, dan hendak memberikan pada Rara.
"Neng ini uang buat neng" ucap nenek itu.
"Ini apa nek, udah gak usah aku ikhlas kok bantu nenek" ucap Rara.
"Tapi buat beli bensin nak" ucap nenek.
"Udah gak papa, nene simpan aja ya buat ongkos pulang" ucap Rara.
"Aduh makasih ya neng" ucap nenek.
"Iya sama-sama nek, kalau gitu saya pamit dulu ya nek" ucap Rara.
"Iya neng, hati-hati ya neng" ucap nenek.
"Iya nek, mari" ucap Rara berlalu dari sana.
Tiba-tiba Rara di panggil oleh seorang ibu-ibu di pinggiran jalan, Rara pun langsung mendekat.
"Ada apa bu?" tanya Rara.
"Neng ojek ya, tolong anterin ibu ya ke rumah sakit xx, ibu lagi buru-buru saudara ibu kecelakaan" ucap ibu itu.
"Tapi saya bukan ojek bu" ucap Rara.
"Aduh tolongin saya ya neng" ucap ibu itu memohon.
"Ya sudah ayo saya anter" ucap Rara, karena tak tega melihat ibu-ibu itu memohon.
Rara kembali menjalankan motornya, dengan membonceng ibu-ibu itu, niat Rara ingin keluar ke supermarket membeli pembalut karena sedang datang bulan, eh malah di kira ojek.
"Rumah sakit itu kan bu?" tanya Rara.
"Iya neng yang itu" ucap ibu yang ada di belakang Rara.
Motor Rara memasuk parkiran rumah sakit, ibu itu turan dan langsung memberikan uang 50 ribu pada Rara, belum sempat Rar berkata ibu itu udah keburu masuk ke dalam rumah sakit.
"Hari ini aku di kira ojek" ucap Rara, kembali menjalankan motornya keluar dari parkiran rumah sakit.
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...
__ADS_1